Tak Mengharapkan

Luna pun mencari tahu tentang siapa yang di maksud Bara tadi, hingga dia banyak bertanya pada semua orang yang ada di mansion tersebut hingga akhirnya dia bertemu dengan Matheo asisten Bara.

"Nah orang ini pasti paling banyak tahu tentang apa yang terjadi pada kak Bara" gumamnya saat melihat Matheo berjalan menuju lift karena dia ingin bertemu Bara di kamar nya.

"Math... Math tunggu" panggil Luna yang mengejar langkah Matheo.

Matheo menghentikan langkah nya di depan lift.

"Ada apa nona Luna? " tanya Matheo sopan.

"Aku hanya ingin tanya pada mu siapa itu tusuk sate?" tanya Luna polos.

Matheo memiringkan kepala nya heran.

"Math kenapa kamu malah bengong? aku bertanya pada mu siapa yang di maksud kak Bara tusuk sate? " tanya Luna kembali.

Matheo tersenyum saat mendengar ucapan Luna.

"Ooo itu calon istri tuan muda, nona" jelas Matheo setelah tersenyum karena dia mengingat perkataan tuan mudanya itu yang menjuluki istrinya itu dengan sebutan tusuk sate.

"Calon istri? " Luna nampak terkejut.

"Iya sebentar lagi tuan muda akan menikah dengan gadis pilihan tuan besar" jelas Matheo.

Luna hanya terbengong saat mendengar penjelasan Matheo.

"Apa nona sudah selesai saya bisa permisi karena tuan muda pasti menunggu saya sejak tadi, permisi nona" pamit Matheo sopan dia pun segera masuk kedalam lift dan menuju lantai tiga tempat dimana kamar Bara berada.

"Menikah... kak Bara menikah? tidak mungkin ini semua pasti salah paman tidak mungkin menjodohkan kak Bara dengan wanita lain selain aku" gumam Luna.

Luna sebenarnya sepupu jauh Bara, dia mempunyai perasaan pada Bara sejak lama bahkan sejak kecil namun Bara tak pernah membalas perasaan Luna karena Bara memang berprinsip tidak ingin mempunyai hubungan dengan wanita manapun karena itu merepotkan.

"Aku harus cari tahu seperti apa wanita itu" Luna lalu berjalan kesana kemari mencari seseorang yang bisa dia percaya untuk menjadi informan nya.

Dan tiba-tiba dia melihat seorang pelayanan di mansion tersebut pelayan yang dia kenal sebagai orang yang bisa memberikan informasi tentang apa yang dia perlukan sekarang ini.

Dengan senyuman licik Luna mendekati pelayan tersebut.

"Hai...Geva lama tidak bertemu? "sapanya basa-basi.

"Hai nona Luna apa kabar" jawab Geva sang pelayan.

"Apa anda membutuhkan sesuatu? " tanya Geva.

"Kau pintar sekali Geva aku memang membutuhkan sesuatu dari mu" ucap Luna dengan senyuman licik sambil mengibaskan beberapa uang di depan wajah Geva.

Geva yang memang matrelistis pun memelototkan matanya menatap uang tersebut.

"Informasi apa yang ingin anda dapatkan nona? " tanya Geva yang langsung mengerti apa maksud dari Luna setelah gadis itu memainkan uang di depan matanya.

"Cari tahu tentang calon istri kak Bara, seperti apa orang nya dan pekerjaan apa yang di gelutinya, aku ingin informasi yang lengkap selengkap lengkapnya nanti bonusnya menyusul bila semuanya selesai" ucap Luna.

"Itu hal yang mudah nona, serahkan saja kepada ku" ucap Geva dengan senyuman licik.

Apa aku tidak salah dengar tuan muda akan menikah? benarkah itu ck aku harus segera mencari tahu tentang ini semua.

Batin Geva yang juga sedikit penasaran dengan berita terbaru ini, karena memang belum semua orang mengetahui tentang pernikahan ini.

Sementara itu Matheo yang berada di ruang kerja Bara pun sedang memberikan informasi kepada Bara, informasi tentang Nika tentunya, karena selama tiga tahun ini yang dia tahu Nika hanya mengurung diri dirumah nya dan lebih sering menghabiskan waktu di kamarnya.

"Nona Nika meski hanya di dalam kamar dia ternyata menjadi desainer tuan muda beberapa butik terkenal suka dengan desain beliau dan suka membeli desainnya dengan harga fantastis, namun nona Nika tak pernah mau terikat kontrak dengan perusahaan desain manapun karena dia tak mau menunjukkan siapa dirinya sebenarnya karena kondisinya yang lumpuh" jelas Matheo.

"Hueh aku fikir dia itu pengangguran ternyata ada kerjanya juga hehehe" gumam Bara yang melihat kearah luar jendela.

"Ini beberapa desain nona Nika tuan yang saya dapatkan dari beberapa butik tersebut" Matheo menunjukkan beberapa desain pakaian kepada Bara.

Bara pun melihat beberapa gambar dari tab yang di tunjukkan oleh Matheo, beberapa desain pakaian wanita yang sungguh unik bagi Bara.

"Dia pandai mendesain pakaian kenapa tidak dia saja yang mendisain gaun pengantin nya sendiri" gumam Bara.

"Math beri tahu Nika desain saja baju pengantin nya sendiri untuk biayanya nanti katakan saja nanti tinggal kau transfer ke rekeningnya" perintah Bara.

"Baik tuan apa anda juga mempercayai nona untuk mendesain taxido anda?"tanya Matheo.

" Ide bagus katakan sekalian dia mendesain taxido untuk ku, aku ingin tahu bagaimana hasil karyanya untuk ku seperti apa nanti nya"ucapan Bara dengan tatapan dingin kedepan.

"Oiya tuan berapa hari anda akan memberi waktu nona untuk mendesain pakaian ini? " tanya Matheo sebelum menghubungi keluarga Nika.

"Tiga hari karena papah minta kami menikah secepatnya berarti pernikahan akan dilaksanakan minggu ini juga" ucap Bara serius.

"Baik tuan muda" Matheo pun menuruti perintah tuannya. Matheo langsung memberitahu pihak keluarga Nika untuk mendesain pakaian pengantin mereka nantinya.

"Aku lupa dulu dia memang mengambil jurusan desain tata busana mangkanya dia selalu berpakaian laun dari pada yang lain saat sekolah dulu" gumam Bara yang mengingat masa lalunya saat duduk di bangku SMK dulu.

Disisi lain di sebuah rumah mewah di pinggiran kota ada yang terkejut karena di minta mendisain gaun pengantin nya sendiri dalam waktu tiga hari.

"Apa?! apa dia gila?? " jerit Nika saat mamahnya memberitahu berita dari Matheo kalau Bara menginginkan Nika lah yang mendesain pakaian pengantin mereka dalam tiga hari.

Ya yang membuat Nika menjerit adalah waktu yang diberikan Bara sesingkat itu.

"Nika bukanlah kamu sudah biasa membuat pakaian mu sendiri? pasti kau juga bisa mendesain dan membuat pakaian pengantin mu dalam kurun waktu sesingkat itu" ucap mamah dengan lembut nya.

"Mamah ini bukan dress atau pakaian santai yang bisa langsung jadi dalam semalam tapi ini gaun pengantin mah, butuh detail yang banyak, apa lagi orang itu menyebalkan aku takut kreatifitas ku tak fi hargai olehnya" keluh Nika.

"Tapi mamah yakin kamu bisa dan karya mu pun akan di sukai oleh tuan muda nantinya" mamah antusias.

"Hem... baiklah akan aku coba" Nika pun pasrah.

"Baik mamah keluar kamar dulu ya masih banyak keperluan yang harus mamah siapkan juga untuk pernikahan mu nanti" mamah pamit keluar dari kamar Nika.

Setelah mamah menghilang dari balik pintu kamarnya Nika lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan di bukanya laptopnya di buka file yang bertuliskan impian ku.

Disana terdapat desain gambar baju pengantin berwarna biru langit, saat mendesain gambar tersebut dia memang membayangkan bahwa suatu hari dirinya dan Bara memakai pakaian itu di atas pelaminan, dan entah kenapa sepertinya keinginan itu terwujud sekarang ini disaat dirinya sudah tak mengharapkan Bara.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!