Dan saat di perjalanan menuju kantor nya Matheo melihat senyuman terus terbit di wajah Bara, sesekali terdengar suara tawa keluar dari mulut Bara.
Bara tersenyum dan tertawa sendiri itu karena membayangkan bentuk tusuk sate yang asli memakai baju pengantin wanita.
"Hahahaha" tawa itu akhirnya lepas juga saat dirinya sudah tak tahan lagi menahan tawa karena membayangkan khayalan nya yang tidak masuk akal itu.
Matheo dan sang supir pun hanya saling pandang saja mempertanyakan kelakuan bosnya yang sejak semalam jadi suka tertawa sendirian.
Sepertinya gadis itu benar-benar akan membuat tuan muda berubah.
Batin Matheo.
Aku senang bila tuan muda lebih ceria seperti ini, karena sejak tuan muda Beri meninggal di hadapan nya tuan muda seolah menjadi pribadi yang sangat dingin dan kejam. semoga gadis itu benar-benar bisa mengembalikan tuan muda yang dulu,saat sebelum tuan muda Beri meninggal.
Batin Matheo.
Saat Bara telah sampai di kantor, dirinya di sibukan oleh beberapa jadwal yang telah di atur oleh Matheo.
"Tuan muda siang ini anda juga harus bertemu dengan klien kita dari perusahaan mainan, tapi siang ini juga anda harus fitting pakaian pengantin, apa anda akan mengundurkan jadwal meeting dengan klien kita itu? " tanya Matheo.
"Tidak perlu, fitting baju bisa setelah bekerja, biarkan si tusuk sate itu fitting sendiri toh nggak perlu ada aku juga kan saat fitting baju memangnya, apa yang mau di lihat dari body tusuk sate hehe pasti kaku dan rata hahaha" ucap Bara asal bicara saja.
Astaga dia menjuluki calon istri nya tusuk sate? .
Matheo bingung.
Ini baru satu julukan Math yang di berikan bos mu itu pada calon istri nya, kamu belum tahu julukan apa saja yang telah dia berikan saat bos mu ini sebelum menjadi seorang mafia.
Dan Bara pun bekerja dan meeting seperti biasa, tapi tiba-tiba Matheo menunjukan sebuah gambar kepada Bara saat dirinya telah selesai meeting dengan klien nya.
Saat di tunjukan gambar oleh Matheo awalnya Bara menahan tawa tapi tawa itu akhirnya lepas juga saat dia melihat berbagai foto yang di tunjukkan Matheo.
"Wahahaha" tawa Bara.
"Kau lihat kan sudah ku duga meski pakai baju mahal seperti apa juga bodynya tetap rata dan kaku hahaha dasar tusuk sate" Bara mengejek foto Nika yang memakai berbagai macam kebaya dan gaun pengantin, pihak butik mengirimkan gambar Nika dengan berbagai pakaian tersebut untuk Bara agar Bara bisa memilih yang mana yang ingin dia pakai saat pernikahan nanti karena bila Bara memilih salah satu gaun tersebut nanti pihak butik pun akan menyesuaikan taxido yang akan Bara kenakan di hari pernikahannya nanti.
Bara nampak berfikir dan akhirnya Bara memutuskan untuk pergi ke butik sekarang juga.
"Kita kesana saja aku akan memilih taxido ku sendiri hahaha sekalian aku mau lihat tusuk sate pakai gaun pengantin hahaha" Bara nampak senang sekali menghina calon istrinya.
Matheo hanya menggeleng saja melihat kelakuan bosnya yang seperti itu.
Mereka pun berjalan keluar dari kantor hari sudah akan menjelang sore mobil yang di kendarai sang supir pun sudah menunggu di depan pintu utama kantor.
Tuan Tama mendapatkan laporan dari asisten nya kalau Bara sekarang pergi menuju butik, betapa bahagianya dirinya karena sang anak menurut padanya, padahal tadi siang dia sempat kecewa karena Bara lebih memilih meeting dengan klien dari pada fitting baju pengantin.
"Mungkin karena tuan muda melihat foto nona Nika tadi saat pihak butik mengirimkan fotonya kepada Matheo dan Matheo pasti menunjukkan foto tersebut kepada tuan muda" jelas asisten tuan Tama.
"Ooo begitu cerita hahaha ya... ya... dia pasti penasaran dengan calon istri nya itu hingga ingin melihat langsung hahaha" tuan Tama nampak bahagia.
Sementara itu di butik.
Ada yang wajahnya nampak kesal karena dirinya di tahan di sana dan belum di perbolehkan berganti pakaian.
"Kemana perginya pria sialan itu hingga aku harus menunggu seperti ini" gumam Nika kesal.
"Nika... jangan seperti itu nanti kalau tuan muda Bara mendengar nya gimana kamu bisa batal menikah" ucap mamahnya yang ikut mendampingi nya.
"Heuh... tuan muda tukang nasi goreng jadi tuan muda ck " gumam Nika lagi.
"Nika... siapa sih yang selalu kamu sebut tukang nasi goreng itu? masa iya tuan muda setampan dan sekaya tuan muda Bara adalah tukang nasi goreng? " mamahnya kebingungan sendiri.
"Ck mamah kalau nggak tahu cerita nya mending diam deh biar ini menjadi urusan aku sama Bara" Nika kesal.
"Hehehe sejak kamu bertemu dengan tuan muda Bara kamu jadi lebih banyak bicara, tidak seperti kemarinnya, apa aura tuan muda begitu positif kepada mu hingga membangkitkan rasa percaya diri mu kembali nak? " mamah seolah terbaik dengan perubahan sikap anaknya.
"Eh... masa sih? " Nika pun bingung sendiri karena dia sendiri pun baru menyadari perubahan dirinya saat di tinggal Bara dan saat bertemu Bara kembali.
Entah kenapa mulut ku ini tidak bisa di rem bila bertemu dengan nya ada saja yang aku ingin katakan padanya.
Batin Nika.
Satu jam kemudian.
Mobil yang membawa Bara pun akhirnya tiba di butik langganan keluarga nya.
Dan saat sampai disana saat Bara melangkah masuk kedalam butik dirinya langsung di sambut dengan wajah suram dari calon istrinya bagaimana dirinya tidak kesal setengah hari dirinya menunggu Bara di butik, entah apa maksud pria ini menahannya di butik ini padahal bila ingin fitting baju bisa saja sendiri-sendiri tidak usah dirinya diminta menunggu seperti ini.
"Kenapa dengan wajah mu hem? "tanya Bara dingin.
" Kenapa kau bilang siapa juga yang tidak jenuh menunggu orang setengah hari, kau ini memang niat sekali mengerjai aku?! "Nika ketus.
" Waw... petasan korek sudah berbunyi rupanya "singgung Bara.
Matheo bahkan sampai membelalakan matanya saat bos nya itu malah sahut-sahutan dengan calon istrinya.
" Dasar pria tak pernah menghargai waktu"singgung Nika.
Sang mamah yang berada disana pun ketakutan karena putrinya sejak tadi mencari ribut dengan calon suaminya.
"Nika jangan seperti itu dia calon suami mu hormati dia, lagi pula tuan muda tidak bisa cepat datang itu karena dia memang banyak pekerjaan" sang mamah mencoba menenangkan anaknya.
"Tuh dengar kan? hormati calon suami mu ini nona Nika" singgung Bara dengan nada mengejek.
"Memangnya kau ini bendera di atas tiang hingga harus aku hormati sebagai bukti patriotisme hem? " singgung Nika.
"Patriotisme wow memangnya kamu suka ikut upacara? bukannya kalau upacara kamu itu selalu bolos ya? dengan alasan kepala mu pusing bila berdiri terlalu lama hem? " singgung Bara lagi.
Ini apa maksud nya sih kenapa keduanya malah saling singgung seperti ini.
Matheo kebingungan.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments