Berkunjung Ke Mansion

Tapi Nika akhirnya mengerjakan apa yang diminta oleh Bara dia mulai membuat pola di sebuah bahan yang sudah tersedia di kamar nya, bahan berwarna biru langit, saat dirinya memulai membuat pola di atas meja kerjanya sesekali dia tersenyum, bukan karena apa dia tersenyum seperti itu, dia tersenyum saat dirinya mengingat kelakuan konyol Bara di masa lalu.

Kelakuan yang selalu membuat dirinya kesal, tapi di balik itu semua sebenarnya dirinya selalu tersenyum bila mengingat kenangan masa lalu. apa lagi saat dirinya mengingat bagaimana Bara memeluk dirinya saat berboncengan dengannya karena saat itu Nika membawa motor milik Bara yang kala itu masih berprofesi sebagai tukang nasi goreng, Nika mengendarai motor matic tersebut dengan kecepatan penuh hingga seperti seorang pembalap yang sedang bertanding di arena sirkuit.

Bara yang kala itu takut terjatuh terpaksa memeluk perut gadis itu erat, bahkan rambutnya yang tergerai indah saat itu menyapu wajah Bara hingga wangi harum dari shampoo yang digunakan Nika terhirup oleh indera penciuman Bara, bahkan parfum gadis itu pun sampai melekat di baju Bara.

"Hihi dulu kau begitu polos Bara tak ku sangka itu hanya kebohongan mu saja, karena kau tak se polos itu rupanya, malah aku yang seperti nya orang yang polos karena tak tahu kalau sebenarnya kau itu berdarah dingin" gumam Nika sambil menggunting bahan yang sudah dia beri gambar pola.

Tangan Nika tiba-tiba terhenti melakukan aktivitas dia pun bergumam kembali.

"Aku rindu kamu yang dulu Bara" gumam Nika kembali.

"Bara yang selalu ceplas-ceplos Bara yang selalu melindungi ku dan peduli kepada ku meski kamu selalu terlihat cuek tapi kamu selalu ada untuk ku bila aku membutuhkan mu"

"Mungkin benar apa kata Zea, kalau kau memang peduli pada ku tapi kau selalu menutupi rasa peduli mu itu dengan sikap masa bodo mu itu, tapi justru sikap mu yang seperti itu lah yang aku rindukan dari mu Bara"gumam Nika.

Dia pun meneruskan pekerjaan nya lagi, tapi tiba-tiba dirinya ingat sesuatu hingga tangannya terhenti lagi untuk melakukan pekerjaan.

"Kata tuan besar Tama anaknya itu sulit sekali berhubungan dengan perempuan? jadi selama ini dirinya, tak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun? aku juga pernah waktu itu mendengar dari mulut nua sendiri dirinya tak mau berhubungan dengan perempuan karena merepotkan, apa dia itu tidak normal, ya... Jangan-jangan dia tidak normal sebab dulu saja waktu aku masih remaja dan selalu berpakaian minum dia tak pernah tertarik dengan ku dan malah mencela ku, astaga aku baru sadar dia itu tidak normal, ya ampun aku akan menikah dengan pria tidak normal? "Nika berspekulasi sendiri tentang Bara yang katanya tidak tertarik dengan wanita.

" Huft nasib ku benar-benar sial"keluhnya.

Nika pun melakukan pekerjaannya kembali dia memotong kain yang telah dia gambar pola dengan pensil pola. Dia pun berkonsentrasi kembali dan tidak memikirkan Bara yang jauh kemana-mana.p

Hingga tiga hari pun berlalu.

Malam ini Matheo di perintahkan tuan Tama untuk menjemput keluarga Nika, dan Nika pun sekaligus memberikan taxido kepad Matheo yang di kemas Nika kedalam box besar.

Dan dengan hati-hati Matheo meletakan box berisi taxido tuan mudanya di bagasi mobil.

Nika dan keluarga nya pun di bawa oleh Matheo menggunakan mobil mewah keluarga Tama ke mansion yang di tinggali oleh tuan Tama dan Bara.

Dan saat di dalam perjalanan Nika hanua terdiam saja, malam ini dia menggunakan dres berwarna merah cabai dia pun hanya menggerai rambutnya yang hitam dan panjang sepinggul itu dan hanya mengenakan riasan tipis saja.

Malam ini adalah penetapan hari pernikahan mereka yang rencananya sebentar lagi akan di laksanakan, tak ada raut wajah bahagia di wajah gais berusia 28tahun itu, karena dirinya menganggap ini hanyalah pernikahan bisnis di tambah calon suaminya yang menurutnya sekarang itu sangat lah berubah, mungkin bila Bara yang saat ini masih Bara yang dulu mungkin perasaannya akan berbeda, meski dirinya pernah di buat kecewa oleh pria tampan dan dingin itu.

Hingga tak terasa mobil pun sampai di depan gerbang mansion keluarga Tama, mobil memasuki gerbang dan melewati taman yang sangat besar dan indah, dimalam hari taman tersebut di beri penerangan oleh lampu-lampu taman yang berbentuk prisma segi lima dan di tengah taman ada air mancur yang keluar dari mulut sebuah patung berbentuk ikan mas yang besar.

Nika tersenyum saat melihat patung tersebut, dia merasa lucu karena dia fikir tempat tinggal seorang mafia itu indentik dengan kesan yang misterius dan kejam, tapi ini sungguh di luar dugaan, mansion ini begitu indah fikir Nika, semua ornamen yang ada di sana sangat indah dan terlihat mewah.

Mobil pun berhenti di depan pintu utama mansion dan Matheo pun membukakan pintu mobil bagian belakang.papah dan mamah Nika membantu Nika turun dari mobil dan membantu nya duduk dikursi rodanya yang telah di sediakan oleh Matheo.

Luna yang penasaran dengan calon istri Bara hanya menatap meremehkan kepada Nika yang duduk di kursi roda.

"Astaga paman ku itu apa sudah hilang akal? menjodohkan kak Bara dengan perempuan lumpuh seperti itu di tambah body nya yang sangat kurus aku rasa angin berhembus kencang sedikit saja dirinya sudah terbang melayang" gumam Luna yang meremehkan Nika.

Sementara tuan Tama yang menyambut kedatangan keluarga Nika pun tersenyum hangat kepada keluarga tersebut terutama kepada Nika calon menantunya. dan itu semakin membuat Luna menjadi semakin iri melihat itu.

Sedangkan Bara masih berada di kamar nya dan belum turun untuk makan malam bersama, Matheo pun membawa box besar berisi taxido milik bosnya.

Luna yang melihat Matheo membawa box berwarna cream itu penasaran dengan apa yang ada di dalam box tersebut, hingga dirinya pun menghampiri Matheo.

"Hei... Math apa yang kau bawa itu? " tanya Luna penasaran.

"Ooo ini taxido milik tuan muda nanti taxido ini lah yang akan di pakai di hari pernikahan nya, ini rancangan nona Nika sendiri" jelas Matheo.

ooo dia bisa mendesain pakaian rupanya.

Batin Luna.

Setelah Matheo menjelaskan itu kepada Luna Matheo pun langsung pergi menuju kamar bosnya.

Tok... tok...

"Masuk" terdengar suara dari dalam kamar.

cek lek.

Matheo masuk setelah beberapa pengawal membukakan pintu kamar Bara.

"Tuan muda ini" Matheo menaruh box itu di kasur Bara.

"Hem ya sudah taruh saja disana, aku sudah siap" jelas Bara yang langsung ingin turun dari kamar nya.

"Apa anda tidak ingin melihat rancangan nona Nika tuan? " tanya Matheo.

Bara berhenti berjalan menuju pintu kamar nya tapi beberapa detik kemudian dia berjalan kembali kearah pintu kamar tersebut.

"Nanti saja aku tak ingin mendengar papah mengomeli ku di depan si tusuk sate itu" ucap Bara sambil berjalan keluar kamar nya.

Namun saat Bara berjalan menuju lift dirinya merasa ada yang mengawasi gerak geriknya, jiwa mafianya memang tajam.

"Siapa disana?! " teriaknya kesebuah sudut tembok yang ada di ujung lorong lantai ini.

Bersambung.

Episodes
1 Siapa Kau Sebenarnya
2 Cerita Bara
3 Kenyataan Yang Menyakitkan
4 Galau
5 Menjadi Pendiam
6 Permintaan Papah
7 Bertemu Kembali
8 Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9 Matheo Bingung
10 Keributan di Butik
11 Dia Mafia
12 Calon Istri
13 Draft
14 Tak Mengharapkan
15 Berkunjung Ke Mansion
16 Menggali Mimpi
17 Sangat Menakutkan
18 Dua Kepribadian
19 Seperti Awan Yang Berarak
20 Pawang Macan
21 Alasan Sebenarnya Bara
22 Tanda Merah Buat Panik
23 Firasat Buruk
24 Firasat Buruk part 2
25 Mencemaskan Aku Rupanya
26 Hati Yang Retak
27 Benarkah Itu Tuan Muda
28 Cara Mencintai Yang Berbeda
29 Janji Bara
30 Kenapa Tak Jujur Saja
31 Menutup Mulut
32 Keisengan Nika
33 Segera Launcing
34 Hati Ini Untuk Siapa
35 Bertemu Dokter
36 Bertengkar Lagi
37 Ucup Atau Bara?
38 Tak Mengerti
39 Pancake
40 Periksa Ke dokter Lagi
41 Cie Yang Sayang Istri
42 Tamu Tak Terduga
43 Rencana Kencan Pertama
44 Cemburu
45 Kenangan part 1
46 Kenangan Part 2
47 Keracunan
48 Penyelidikan
49 Mayat Hidup
50 Tertangkap
51 Obat Penawar
52 Nika Bangun Tapi....
53 Membawa Nika Pulang
54 Malaikat Pelindung
55 Tertangkap nya Pengkhianat
56 Ledakan Mobil
57 Serigala Betina
58 Kabar Bahagia di Pagi Hari
59 Salah Faham
60 Matheo Curiga
61 Ruang Rahasia Bara
62 Menahan Tangis
63 Menjadi Asing
64 Kepergian Bara
65 Kedai Donat
66 Hujan
67 Victor
68 Di Jual
69 Harapan
70 Kerumah Bara
71 Mengajari Nika
72 Penyesalan
73 Surat Undangan
74 Berteduh Lagi
75 Sulit nya Mengikhlaskan
76 Pesan Tersembunyi
77 Festival Kembang Api
78 Identitas Asli Victor
79 Cinta Tak Dapat Disalahkan
80 Suara Tangis Nika
81 I Love You Lelaki Besar ku
82 Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83 Penyerangan
84 Cinta Gila
85 Menikah Lagi
86 End
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Siapa Kau Sebenarnya
2
Cerita Bara
3
Kenyataan Yang Menyakitkan
4
Galau
5
Menjadi Pendiam
6
Permintaan Papah
7
Bertemu Kembali
8
Tusuk Sate Pakai Baju Pengantin
9
Matheo Bingung
10
Keributan di Butik
11
Dia Mafia
12
Calon Istri
13
Draft
14
Tak Mengharapkan
15
Berkunjung Ke Mansion
16
Menggali Mimpi
17
Sangat Menakutkan
18
Dua Kepribadian
19
Seperti Awan Yang Berarak
20
Pawang Macan
21
Alasan Sebenarnya Bara
22
Tanda Merah Buat Panik
23
Firasat Buruk
24
Firasat Buruk part 2
25
Mencemaskan Aku Rupanya
26
Hati Yang Retak
27
Benarkah Itu Tuan Muda
28
Cara Mencintai Yang Berbeda
29
Janji Bara
30
Kenapa Tak Jujur Saja
31
Menutup Mulut
32
Keisengan Nika
33
Segera Launcing
34
Hati Ini Untuk Siapa
35
Bertemu Dokter
36
Bertengkar Lagi
37
Ucup Atau Bara?
38
Tak Mengerti
39
Pancake
40
Periksa Ke dokter Lagi
41
Cie Yang Sayang Istri
42
Tamu Tak Terduga
43
Rencana Kencan Pertama
44
Cemburu
45
Kenangan part 1
46
Kenangan Part 2
47
Keracunan
48
Penyelidikan
49
Mayat Hidup
50
Tertangkap
51
Obat Penawar
52
Nika Bangun Tapi....
53
Membawa Nika Pulang
54
Malaikat Pelindung
55
Tertangkap nya Pengkhianat
56
Ledakan Mobil
57
Serigala Betina
58
Kabar Bahagia di Pagi Hari
59
Salah Faham
60
Matheo Curiga
61
Ruang Rahasia Bara
62
Menahan Tangis
63
Menjadi Asing
64
Kepergian Bara
65
Kedai Donat
66
Hujan
67
Victor
68
Di Jual
69
Harapan
70
Kerumah Bara
71
Mengajari Nika
72
Penyesalan
73
Surat Undangan
74
Berteduh Lagi
75
Sulit nya Mengikhlaskan
76
Pesan Tersembunyi
77
Festival Kembang Api
78
Identitas Asli Victor
79
Cinta Tak Dapat Disalahkan
80
Suara Tangis Nika
81
I Love You Lelaki Besar ku
82
Pembicaraan Antara Ayah & Anak
83
Penyerangan
84
Cinta Gila
85
Menikah Lagi
86
End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!