Bab 19 - Tidak Tertarik

"Ma, nanti pulang sekolah Jeri ke kantor mama ya." ucap bocah kecil saat sedang sarapan.

Maudy menggelengkan kepala tanda menolak permintaan anaknya. Jika Jeri bertemu lagi dengan pria modus itu, putranya akan terus lengket.

Itu yang diinginkan Roni, mendekati dirinya lewat Jeri. Maudy tidak suka dengan pria itu, jadi ia tidak akan memberi kesempatan sedikitpun.

Tadi malam juga, Jeri cukup lama bicara dengan pria itu di telepon. Jadi sudah cukup lah.

"Jeri pulang sekolah, langsung pulang ke rumah. Mama nanti akan pulang lebih cepat."

Jeri mengcemberutkan wajahnya. Ia ingin ke kantor mama Maudy untuk bertemu papa. Tapi mama tidak mengizinkan.

"Jeri, om Roni itu bukan papa kandungnya Jeri. Papa kandungnya Jeri sudah meninggal, nak." jelas Maudy sambil melihat wajah sang anak.

Ia menjelaskan jika pria jahat itu sudah meninggal dan tidak mengatakan jika sudah mati dimakan cacing.

"Papa Roni papanya Jeri, mama!" Jeri tidak mau papa lain selain papa Roni.

"Bukan, sayang. Papanya Jeri sudah meninggal du-"

"Jeri mau papa Roni!" sela Jeri tidak terima. Papanya itu papa Roni, titik. Tidak bisa diganggu gugat.

"Sudahlah, Maudy." opa Agus menggeleng. Cucunya wajahnya sudah mulai bersedih. Jadi kasihan melihatnya.

Jeri menahan untuk tidak menangis, karena tidak mau mama mengadu pada papa.

"Ma, Jeri mau papa tinggal di sini bersama kita." pinta Jeri kemudian. Teman-temannya begitu, papa mereka pulang dan menginap di rumah.

Opa dan oma hanya diam menjadi penonton. Mendengar pembicaraan anak dan cucunya.

"Tidak bisa, nak!" tolak Maudy. Tidak akan membiarkan pria asing tinggal di rumah mereka.

"Kenapa, ma?"

"Kalau mau papanya Jeri tinggal di sini, mama Maudy harus menikah dengan om Roni." kini oma Novia yang menjawab. Dengan menikah, putrinya akan memiliki sebuah keluarga kecil. Dan cucunya memiliki ayah sambung.

"Tidak mau!" tolak Maudy segera. Apa-apa an itu?

"Mama menikah saja dengan papa ya." pinta Jeri. Ia bicara tanpa tahu artinya. Yang penting kata oma, papa Roni bisa menjadi papanya kalau mama Maudy menikah. Jadi ya sudah mama menikah saja dengan papanya itu.

Maudy menggelengkan kepala, tidak setuju.

"Ayo, Jeri. Kita berangkat ke sekolah!" Maudy pun mengakhiri pembahasan yang tidak jelas itu.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Roni keluar dari kamar kost-nya, ia akan berangkat ke kantor. Saat akan naik ke mobil,

"Tu-tunggu!"

Pria itu pun berbalik melihat siapa yang memanggilnya.

"Ini!" ucap Cici memberikan kotak bekal.

"Tidak usah repot-repot." tolak Roni. Ia juga sudah sarapan.

"Ini dari mama! Mama yang menyuruhku memberikan padamu." alasan Cici sambil menyerahkan bekal itu. Ia memang sengaja sudah membuatnya dan tidak terima jika ditolak begitu saja.

"Terima kasih." ucap Roni. Karena pemberian dari ibu kost, ia merasa segan untuk menolak. Jadi diterima saja.

Setelah menerima dan berterima kasih, Roni akan naik ke mobilnya. Tidak ada basa basi lain.

"Mas, mau kerja ya?" tanya Cici mengajak bicara duluan.

"Hah?"

Cici menggerutu dalam hati. Susah payah ia mengajak bicara malah direspon hah.

"Mau berangkat kerja ya?" tanya Cici kembali.

Roni mengangguk tanda mengiyakan.

"Kerja di mana?" tanya Cici. Pria itu malah mau masuk saja ke mobil.

"Di sana!" jawab Roni sekenanya.

'Argh!' Cici berteriak kesal.

Cici sudah menurunkan sedikit gengsinya untuk mengajak bicara, tapi respon pria itu begitu. Tah memang sedang jual mahal atau memang tipe yang irit bicara.

Wanita itu kesal melihat mobil pria itu sudah melaju pergi. Tapi ia tersenyum tipis melihat pria pengangguran itu sudah berubah drastis.

Roni itu sekarang sangat rapi dan begitu berwibawa. Ditambah lagi, ternyata pria itu juga tampan. Ia jadi menyesal tidak menyadari pesona duda satu itu.

Beberapa saat kemudian, Roni sampai kantor. Ia memarkirkan mobilnya. Saat akan menutup pintu mobil dari depan seorang wanita melihatinya.

Wanita itu segera menutup pintu mobil dan berjalan menghampirinya.

"Kamu mengikutiku ya?" tanya Maudy sambil melipat tangan di dada. Pria modus itu tertangkap basah.

Maudy sudah berasumsi jika Roni sengaja menunggunya, agar mereka bertemu dan berjalan beriringan masuk ke kantor.

Wanita itu sudah paham betul dengan modus lama seperti itu.

Roni menutup pintu mobil sambil membuang nafasnya perlahan. Masih pagi sudah bertemu wanita kepedean ini.

"Tidak! Aku mau bekerja, nona." jawab Roni. Pria itu berjalan meninggalkannya. Mengikuti apa, ia saja datang untuk bekerja. Dan kebetulan mereka bertemu di parkiran.

"Kamu memang sengaja menungguku, agar kita bertemu. Berhentilah mendekatiku!" ucap Maudy memperingatkan.

Roni menghentikan langkah dan berbalik badan. Melihat wanita kepedean itu dengan kesal.

"Nona... sepertinya kamu yang mendekatiku, kamu parkir mobil di sana loh!" jelas Roni. Ia tidak ada mendekati wanita itu.

"Aku kemari untuk memperingatkanmu, berhentilah mendekatiku!" jawab Maudy.

"Aku tidak berniat mendekatimu, aku tidak tertarik padamu, nona!" ucap Roni lalu berjalan dengan langkah lebar meninggalkan wanita itu.

Maudy jadi kesal dengan perkataan Roni. 'Tidak tertarik padaku?'

Di depan lift, Roni menunggu lift yang akan membawanya ke lantai tempat kerjanya. Ia melihat sekitar memastikan wanita itu tidak berada di dekatnya.

Wanita itu selalu menuduhnya berniat mendekatinya. Padahal ia tidak begitu. Mereka bekerja di kantor yang sama, jadi wajar saja jika bertemu.

Lift terbuka dan Roni pun naik bersama karyawan lainnya. Pria itu mengambil posisi di belakang.

'Astaga!' batinnya saat melihat wanita kepedean itu masuk.

Para karyawan minggir memberi tempat di tengah untuk atasan mereka.

Maudy tersenyum sinis saat bertatapan dengan pria modus itu dan segera membalikkan badan dengan gaya angkuhnya.

'Argh!' kesal Roni. Rambut panjang wanita itu menerpa wajahnya. Posisi wanita itu kini berdiri di depannya.

Tiba-tiba lift tersendat dan berguncang sebentar. High heels yang dipakai Maudy terlalu tinggi, membuat wanita itu tidak dapat menjaga keseimbangan,

Hap...

Seseorang menahan tubuhnya, hingga tidak terjatuh.

"Anda tidak apa, nona?" tanya Roni bersikap formal. Sudah berada di area kantor, ia harus bersikap sopan pada atasannya itu dan di lift ini juga banyak orang.

Maudy tidak menjawab dan berusaha membenarkan posisi berdirinya kembali. Ia menatap pria itu sejenak lalu membuang muka.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Oma!" panggil Jeri seraya melambaikan tangan. Ia setengah berlari menghampiri wanita tua tersebut.

Oma Novia menggandeng cucunya dan mereka naik ke dalam mobil.

"Jeri mau ke kantor mama?" tanya oma. Ia penasaran dan ingin melihat pria yang sedang dekat dengan Maudy.

Tadi malam ia juga sempat mendengar Jeri teleponan dengan pria itu. Pasti sedang dalam tahap pdkt.

"Mau, oma! Jeri mau ketemu papa juga!" jawabnya bersemangat. Lalu tidak lama menggelengkan kepala.

"Tadi mama tidak bolehi Jeri ke sana, oma." sambung Jeri dengan lemah.

"Tidak usah beritahu mama. Kita kan ke sana mau temui opa." ide oma. Mereka akan beralasan menemui opa Agus di sana.

Jeri mengangguk setuju. "Ayo, oma. Kita ke kantor opa!"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

asyik bertemu Papa Roni lg ya Jeri lamou hijau dr keluarga Maudy Ron terima aja

2024-09-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2 Bab 2 -Calon Papa Baru
3 Bab 3 - Tidak Punya Papa
4 Bab 4 - Akan Menakuti
5 Bab 5 - Merekomendasikan
6 Bab 6 - Manajer
7 Bab 7 - Sempat Dilema
8 Bab 8 - Jeri Pengertian
9 Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10 Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11 Bab 11 - Modus
12 Bab 12 - Papa Jeri
13 Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14 Bab 14 - Salah Paham
15 Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16 Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17 Bab 17 - Bukan Anak Saya
18 Bab 18 - Sayang Papa
19 Bab 19 - Tidak Tertarik
20 Bab 20 - Makan Siang Bersama
21 Bab 21 - Kamu Berat
22 Bab 22 - Mengantar Pulang
23 Bab 23 - Secepat itu
24 Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25 Bab 25 - Demi Jeri
26 Bab 26 - Menginap
27 Bab 27 - Bersama Papa
28 Bab 28 - Kesal Sekali
29 Bab 29 - Penjahat Wanita
30 Bab 30 - Calon Istri
31 Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32 Bab 32 - Selalu Ditolak
33 Bab 33 - Calon Suami
34 Bab 34 - Janda Anak Satu
35 Bab 35 - Bekal Untukmu
36 Bab 36 - Kecupan Singkat
37 Bab 37 - Mirip Bocah
38 Bab 38 - Pindah
39 Bab 39 - Telepon Papa
40 Bab 40 - Khawatir
41 Bab 41 - Ciumnya Mana
42 Bab 42 - Jangan Lebay
43 Bab 43 - Sedikit Kecewa
44 Bab 44 - Sudah?
45 Bab 45 - Tingkah Maudy
46 Bab 46 - Aku Ikut
47 Bab 47 - Meleleh
48 Bab 48 - Kebun Binatang
49 Bab 49 - Cemburu
50 Bab 50 - Jatuh Cinta
51 Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52 Bab 52 - Anakmu?
53 Bab 53 - Ternyata Benar
54 Bab 54 - Bertekad Percaya
55 Bab 55 - Maafkan aku
56 Bab 56 - Mencintainya
57 Bab 57 - Pemilik Hati
58 Bab 58 - Jalan-jalan
59 Bab 59 - Papa Bilang
60 Bab 60 - Anakku
61 Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62 Bab 62 - 6 bulan?
63 Bab 63 - Berharap
64 Bab 64 - Punya Adik
65 Bab 65 - Begitu Akrab
66 Bab 66 - Kotak Kecil
67 Bab 67 - Manja
68 Bab 68 - Ancaman
69 Bab 69 - Kenapa?
70 Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71 Bab 71 - Papa Mama
72 Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73 Bab 73 -Negosiasi
74 Bab 74 - Tidak Enak Hati
75 Bab 75 - Niat Baik
76 Bab 76 - Penasaran
77 Bab 77 - Menjodohkan
78 Bab 78 - 3 Bulan
79 Bab 79 - Sebulan Lagi
80 Bab 80 - Sehati
81 Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82 Bab 82 - Pingit
83 Bab 83 - Hari Pernikahan
84 Bab 84 - Melayang terbang
85 Bab 85 - Pindah Rumah
86 Bab 86 - Doakan
87 Bab 87 - Gosip
88 Bab 88 - Istrinya Sombong
89 Bab 89 - Listrik Padam
90 Bab 90 - Minum Kopi
91 Bab 91 - Tetangga Rempong
92 Bab 92 - Ronda
93 Bab 93 - Shoping
94 Bab 94 -Ikut Campur
95 Bab 95 - Apaaa???
96 Bab 96 - Nona
97 Bab 97 - Adik
98 Bab 98 - Tinggal Bersama
99 Bab 99 - Sayang
100 Bab 100 - Bahagia
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2
Bab 2 -Calon Papa Baru
3
Bab 3 - Tidak Punya Papa
4
Bab 4 - Akan Menakuti
5
Bab 5 - Merekomendasikan
6
Bab 6 - Manajer
7
Bab 7 - Sempat Dilema
8
Bab 8 - Jeri Pengertian
9
Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10
Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11
Bab 11 - Modus
12
Bab 12 - Papa Jeri
13
Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14
Bab 14 - Salah Paham
15
Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16
Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17
Bab 17 - Bukan Anak Saya
18
Bab 18 - Sayang Papa
19
Bab 19 - Tidak Tertarik
20
Bab 20 - Makan Siang Bersama
21
Bab 21 - Kamu Berat
22
Bab 22 - Mengantar Pulang
23
Bab 23 - Secepat itu
24
Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25
Bab 25 - Demi Jeri
26
Bab 26 - Menginap
27
Bab 27 - Bersama Papa
28
Bab 28 - Kesal Sekali
29
Bab 29 - Penjahat Wanita
30
Bab 30 - Calon Istri
31
Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32
Bab 32 - Selalu Ditolak
33
Bab 33 - Calon Suami
34
Bab 34 - Janda Anak Satu
35
Bab 35 - Bekal Untukmu
36
Bab 36 - Kecupan Singkat
37
Bab 37 - Mirip Bocah
38
Bab 38 - Pindah
39
Bab 39 - Telepon Papa
40
Bab 40 - Khawatir
41
Bab 41 - Ciumnya Mana
42
Bab 42 - Jangan Lebay
43
Bab 43 - Sedikit Kecewa
44
Bab 44 - Sudah?
45
Bab 45 - Tingkah Maudy
46
Bab 46 - Aku Ikut
47
Bab 47 - Meleleh
48
Bab 48 - Kebun Binatang
49
Bab 49 - Cemburu
50
Bab 50 - Jatuh Cinta
51
Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52
Bab 52 - Anakmu?
53
Bab 53 - Ternyata Benar
54
Bab 54 - Bertekad Percaya
55
Bab 55 - Maafkan aku
56
Bab 56 - Mencintainya
57
Bab 57 - Pemilik Hati
58
Bab 58 - Jalan-jalan
59
Bab 59 - Papa Bilang
60
Bab 60 - Anakku
61
Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62
Bab 62 - 6 bulan?
63
Bab 63 - Berharap
64
Bab 64 - Punya Adik
65
Bab 65 - Begitu Akrab
66
Bab 66 - Kotak Kecil
67
Bab 67 - Manja
68
Bab 68 - Ancaman
69
Bab 69 - Kenapa?
70
Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71
Bab 71 - Papa Mama
72
Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73
Bab 73 -Negosiasi
74
Bab 74 - Tidak Enak Hati
75
Bab 75 - Niat Baik
76
Bab 76 - Penasaran
77
Bab 77 - Menjodohkan
78
Bab 78 - 3 Bulan
79
Bab 79 - Sebulan Lagi
80
Bab 80 - Sehati
81
Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82
Bab 82 - Pingit
83
Bab 83 - Hari Pernikahan
84
Bab 84 - Melayang terbang
85
Bab 85 - Pindah Rumah
86
Bab 86 - Doakan
87
Bab 87 - Gosip
88
Bab 88 - Istrinya Sombong
89
Bab 89 - Listrik Padam
90
Bab 90 - Minum Kopi
91
Bab 91 - Tetangga Rempong
92
Bab 92 - Ronda
93
Bab 93 - Shoping
94
Bab 94 -Ikut Campur
95
Bab 95 - Apaaa???
96
Bab 96 - Nona
97
Bab 97 - Adik
98
Bab 98 - Tinggal Bersama
99
Bab 99 - Sayang
100
Bab 100 - Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!