Bab 9 - Sombong Dan Angkuh

"Ma, itu mobil siapa parkir di depan?" tanya Cici saat melihat mobil hitam di halaman rumahnya.

"Oh, itu mobilnya Roni." ucap ibu kost memberitahu.

Semalam Roni sudah minta izinnya untuk diperbolehkan parkir di halaman dan ia mengizinkan saja. Halaman rumahnya luas, jadi tidak masalah.

"Mobilnya?" tanya Cici tidak yakin. Duda tua pengangguran itu punya mobil. Mungkin saja itu mobil rental.

Begitu pemikiran Cici.

"Iya, itu mobilnya. Sekarang kan, Roni sudah bekerja. Ia bekerja di kantoran dan mobil itu fasilitas dari perusahaan tempat dia bekerja." jelas ibu kost sesuai apa kata Roni. Ia juga merasa senang dengan kemajuan anak kost-nya itu.

Cici jadi penasaran dengan pekerjaan pria itu. Bisa bawa pulang mobil, mungkin saja pria itu bekerja sebagai supir pribadi.

"Sudah, kamu sama Roni saja. Mama setuju kok kamu menikah dengannya. Walaupun duda, dia itu pria baik dan bertanggung jawab." ibu kost merasakan jika Roni adalah pria baik.

Ibu kost setuju saja jika putrinya mau menikah dengan Roni. Tapi putrinya yang tidak mau karena menganggap pria itu tidak selevel. Dan Roni juga terlihat tidak peduli pada wanita.

Kost-an miliknya campur antar pria dan wanita. Dan tidak pernah melihat Roni mengobrol atau akrab dengan anak kost wanita. Bahkan jika berpapasan dengan mereka, pria itu pura-pura tidak melihat.

"Ma, yang benar saja. Aku tidak mau dengan duda itu!" tolak Cici. Ia punya tipenya tersendiri.

Wanita itu tiba-tiba terpesona sesaat. Terlihat seorang pria berpakaian rapi berjalan dengan gagah dan berwibawa. Tampak begitu keren sekali di matanya.

"Ibu, saya pergi dulu." ucap Roni berpamitan, karena melihat ibu kost berdiri di depan rumah.

"Hati-hati di jalan ya." jawab ibu kost. Penampilan Roni sekarang sudah berubah.

Cici menyadarkan dirinya, ia malah terpesona pada pria duda itu. Saat pria itu berpenampilan begitu, sangat berbeda sekali. Mungkin karena tidak pernah melihat duda itu seperti itu, makanya ia hanya kagum sesaat.

"Kamu sama Roni saja!" tawar mamanya.

"Mama saja yang sama dia!" ucap Cici lalu kembali masuk ke rumah.

"Salahnya mama sudah tua. Kalau masih muda, mama juga mau!" ledek ibu kost pada putrinya yang berwajah cemberut.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Roni mengendarai mobil membelah jalanan di pagi yang cerah. Ia senang karena kini sudah mengemudikan mobil lagi.

Setelah resign, fasilitas mobil dikembalikan. Dan ia ke mana-mana selalu naik sepeda motor.

Sekarang ia mengemudikan mobil kembali. Ia mendapatkan fasilitas dari tempatnya bekerja.

Roni memarkirkan mobilnya di parkiran. Ia pun berjalan menuju lobi kantor.

Langkah Roni tampak lebar, ia berjalan tergesa-gesa. Sudah masuk jam kerja, ia terlambat.

Tadi ia berangkat ke kantor seperti biasa. Mungkin karena mengendarai mobil jadi terlalu lama di jalan. Belum lagi terjebak macet. Biasanya jika naik sepeda motor ia tidak terlambat walau macet, karena bisa nyalip-nyalip kenderaan lain.

Sepertinya besok ia harus lebih cepat berangkat ke kantor, untuk menghindari macet di jalanan.

"Aww!" teriak seorang wanita saat bahunya ditabrak seseorang. Berkas yang dibawanya berhamburan.

"Maafkan saya." ucap Roni meminta maaf. Ia tidak sengaja karena terburu-buru.

Pria itu mengutipi berkas tersebut dan menyerahkan pada wanita yang berdiri sambil berkacak pinggang. Tampak sombong dan angkuh sekali gayanya.

"Ini berkasnya. Maafkan saya karena terburu-buru." Roni mengaku salah. Ia memang bergegas dan tidak melihat sekitar.

Maudy menerima berkas tersebut dan menatap pria di hadapannya. Sekarang sudah masuk jam kerja dan masih berkeliaran. Memanglah karyawannya kebanyakan mengular.

"Ini pertama dan terakhir saya melihat kamu terlambat!" ucap Maudy dengan tegas. Hari ini ia akan mentolerir, karena ia baru selesai cuti, jadi tidak akan marah-marah.

"Maafkan saya, Bu." ucap Roni kembali. Sepertinya wanita itu salah satu petinggi di perusahaan ini. Ia belum mengenal para atasannya.

"Bu? kamu bilang apa tadi?" telinga Maudy mendadak panas. Ia dipanggil Bu.

"Jangan panggil saya ibu, kapan saya menikah sama bapakmu?!" ucap Maudy dengan nada mencibir dan memasang wajah sinis.

Roni jadi mengingat perkataan Satria tentang atasan mereka. Ia jadi berpikiran jika wanita ini adalah wakil direktur itu. Wanita yang selalu dipanggil dengan sebutan nona.

"Awas kalau saya dengar kamu bicara begitu lagi! Saya pecat kamu!" Maudy pun mengancam.

"Dasar menyebalkan!" gerutu Maudy lalu segera berlalu pergi meninggalkan pria itu.

Melihat wanita itu pergi, Roni pun kembali bergegas melangkah. Sambil melangkah sambil mengingat-ingat di mana pernah bertemu dengan wanita itu.

Ia merasa tidak asing dengan wanita itu. Sebelumnya mereka pernah bertemu. Tapi, di mana ya?

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Jeri sudah kembali masuk sekolah setelah liburan dengan mamanya.

Bocah kecil itu terlihat sedang mengikuti perkataan guru. Murid-murid sedang diajarkan cara membaca.

Saat istirahat, para anak memakan bersama bekal bawaan mereka.

Dari semua anak yang membawa bekal. Bekal bawaan Jeri yang sangat lucu dan menarik.

Maudy memasak sendiri dan membuat bekal lucu itu untuk anak kesayangannya. Membentuk makanan itu dengan bentuk karakter. Dilakukannya agar sang anak makan dengan lahap.

Meski bentuk makanan dalam bekal itu lucu, tapi tetap mengutamakan kesehatan dan gizinya. Maudy betul-betul menjaga asupan sang anak. Ia ingin Jeri selalu sehat dan tidak gampang sakit.

Pernah saat Jeri sakit, rasanya dunia Maudy hancur berantakan.

"Jeri, bekalmu lucu sekali." ucap bocah perempuan melihat bekal bawaan temannya itu. Berbeda dengan bekalnya yang asal dibuat saja.

"Mamaku yang buat!" ucap Jeri dengan bangga. Mama Maudy selalu bangun pagi-pagi untuk membuatkan bekal. Setiap bekal yang dibawa pasti bentuknya lucu-lucu.

Tak jauh dari Jeri, Nanda melihati Jeri saja. Ia tidak berani mengganggu Jeri lagi, mamanya Jeri sangat menakutkan.

Terus juga, mamanya sudah menasehati jika tidak boleh bicara buruk tentang Jeri. Nanda jadi menurut, kalau tidak menurut nanti papa tidak akan menyayanginya lagi.

Saat pulang sekolah, Maudy yang menjemput Jeri. Sengaja menjemput untuk melihat Nanda. Apa bocah kecil itu masih mengganggu anaknya?

"Mama!" teriak Jeri sambil berlari menghampiri mamanya. Ia merentangkan tangan dan Maudy langsung menangkapnya. Lalu menggendong tubuh mungil itu.

"Apa Nanda hari ini ada mengganggu Jeri?" tanya Maudy ingin tahu. Jika masih berani menganggu anaknya, benar-benar akan digodanya suami si Angel itu.

"Tidak, ma." jawab Jeri sambil menggeleng. Nanda tidak ada bicara padanya, cuma melihati saja.

"Kalau nanti Nanda berani mengganggu Jeri lagi, akan mama goreng dia!" ucap Maudy sambil tertawa-tawa.

Sementara dari balik tembok, seorang anak kecil wajahnya sudah ketakutan. Bahkan celana yang dipakainya sampai basah.

"Mama." Nanda pun menangis. Ia tidak mau digoreng mamanya Jeri.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

Maudy g usah sombong dan Angkuh nanti jd cinta lo ke memang pernah ketemu km Maudy dg Pria yg hbs km marahi saat Jeri masih kecil2 thn di taman fan Jeri manggil Papa hehe semoga kalian Jodoh dan mau jd Papa Jeri

2024-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2 Bab 2 -Calon Papa Baru
3 Bab 3 - Tidak Punya Papa
4 Bab 4 - Akan Menakuti
5 Bab 5 - Merekomendasikan
6 Bab 6 - Manajer
7 Bab 7 - Sempat Dilema
8 Bab 8 - Jeri Pengertian
9 Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10 Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11 Bab 11 - Modus
12 Bab 12 - Papa Jeri
13 Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14 Bab 14 - Salah Paham
15 Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16 Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17 Bab 17 - Bukan Anak Saya
18 Bab 18 - Sayang Papa
19 Bab 19 - Tidak Tertarik
20 Bab 20 - Makan Siang Bersama
21 Bab 21 - Kamu Berat
22 Bab 22 - Mengantar Pulang
23 Bab 23 - Secepat itu
24 Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25 Bab 25 - Demi Jeri
26 Bab 26 - Menginap
27 Bab 27 - Bersama Papa
28 Bab 28 - Kesal Sekali
29 Bab 29 - Penjahat Wanita
30 Bab 30 - Calon Istri
31 Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32 Bab 32 - Selalu Ditolak
33 Bab 33 - Calon Suami
34 Bab 34 - Janda Anak Satu
35 Bab 35 - Bekal Untukmu
36 Bab 36 - Kecupan Singkat
37 Bab 37 - Mirip Bocah
38 Bab 38 - Pindah
39 Bab 39 - Telepon Papa
40 Bab 40 - Khawatir
41 Bab 41 - Ciumnya Mana
42 Bab 42 - Jangan Lebay
43 Bab 43 - Sedikit Kecewa
44 Bab 44 - Sudah?
45 Bab 45 - Tingkah Maudy
46 Bab 46 - Aku Ikut
47 Bab 47 - Meleleh
48 Bab 48 - Kebun Binatang
49 Bab 49 - Cemburu
50 Bab 50 - Jatuh Cinta
51 Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52 Bab 52 - Anakmu?
53 Bab 53 - Ternyata Benar
54 Bab 54 - Bertekad Percaya
55 Bab 55 - Maafkan aku
56 Bab 56 - Mencintainya
57 Bab 57 - Pemilik Hati
58 Bab 58 - Jalan-jalan
59 Bab 59 - Papa Bilang
60 Bab 60 - Anakku
61 Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62 Bab 62 - 6 bulan?
63 Bab 63 - Berharap
64 Bab 64 - Punya Adik
65 Bab 65 - Begitu Akrab
66 Bab 66 - Kotak Kecil
67 Bab 67 - Manja
68 Bab 68 - Ancaman
69 Bab 69 - Kenapa?
70 Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71 Bab 71 - Papa Mama
72 Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73 Bab 73 -Negosiasi
74 Bab 74 - Tidak Enak Hati
75 Bab 75 - Niat Baik
76 Bab 76 - Penasaran
77 Bab 77 - Menjodohkan
78 Bab 78 - 3 Bulan
79 Bab 79 - Sebulan Lagi
80 Bab 80 - Sehati
81 Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82 Bab 82 - Pingit
83 Bab 83 - Hari Pernikahan
84 Bab 84 - Melayang terbang
85 Bab 85 - Pindah Rumah
86 Bab 86 - Doakan
87 Bab 87 - Gosip
88 Bab 88 - Istrinya Sombong
89 Bab 89 - Listrik Padam
90 Bab 90 - Minum Kopi
91 Bab 91 - Tetangga Rempong
92 Bab 92 - Ronda
93 Bab 93 - Shoping
94 Bab 94 -Ikut Campur
95 Bab 95 - Apaaa???
96 Bab 96 - Nona
97 Bab 97 - Adik
98 Bab 98 - Tinggal Bersama
99 Bab 99 - Sayang
100 Bab 100 - Bahagia
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2
Bab 2 -Calon Papa Baru
3
Bab 3 - Tidak Punya Papa
4
Bab 4 - Akan Menakuti
5
Bab 5 - Merekomendasikan
6
Bab 6 - Manajer
7
Bab 7 - Sempat Dilema
8
Bab 8 - Jeri Pengertian
9
Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10
Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11
Bab 11 - Modus
12
Bab 12 - Papa Jeri
13
Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14
Bab 14 - Salah Paham
15
Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16
Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17
Bab 17 - Bukan Anak Saya
18
Bab 18 - Sayang Papa
19
Bab 19 - Tidak Tertarik
20
Bab 20 - Makan Siang Bersama
21
Bab 21 - Kamu Berat
22
Bab 22 - Mengantar Pulang
23
Bab 23 - Secepat itu
24
Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25
Bab 25 - Demi Jeri
26
Bab 26 - Menginap
27
Bab 27 - Bersama Papa
28
Bab 28 - Kesal Sekali
29
Bab 29 - Penjahat Wanita
30
Bab 30 - Calon Istri
31
Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32
Bab 32 - Selalu Ditolak
33
Bab 33 - Calon Suami
34
Bab 34 - Janda Anak Satu
35
Bab 35 - Bekal Untukmu
36
Bab 36 - Kecupan Singkat
37
Bab 37 - Mirip Bocah
38
Bab 38 - Pindah
39
Bab 39 - Telepon Papa
40
Bab 40 - Khawatir
41
Bab 41 - Ciumnya Mana
42
Bab 42 - Jangan Lebay
43
Bab 43 - Sedikit Kecewa
44
Bab 44 - Sudah?
45
Bab 45 - Tingkah Maudy
46
Bab 46 - Aku Ikut
47
Bab 47 - Meleleh
48
Bab 48 - Kebun Binatang
49
Bab 49 - Cemburu
50
Bab 50 - Jatuh Cinta
51
Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52
Bab 52 - Anakmu?
53
Bab 53 - Ternyata Benar
54
Bab 54 - Bertekad Percaya
55
Bab 55 - Maafkan aku
56
Bab 56 - Mencintainya
57
Bab 57 - Pemilik Hati
58
Bab 58 - Jalan-jalan
59
Bab 59 - Papa Bilang
60
Bab 60 - Anakku
61
Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62
Bab 62 - 6 bulan?
63
Bab 63 - Berharap
64
Bab 64 - Punya Adik
65
Bab 65 - Begitu Akrab
66
Bab 66 - Kotak Kecil
67
Bab 67 - Manja
68
Bab 68 - Ancaman
69
Bab 69 - Kenapa?
70
Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71
Bab 71 - Papa Mama
72
Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73
Bab 73 -Negosiasi
74
Bab 74 - Tidak Enak Hati
75
Bab 75 - Niat Baik
76
Bab 76 - Penasaran
77
Bab 77 - Menjodohkan
78
Bab 78 - 3 Bulan
79
Bab 79 - Sebulan Lagi
80
Bab 80 - Sehati
81
Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82
Bab 82 - Pingit
83
Bab 83 - Hari Pernikahan
84
Bab 84 - Melayang terbang
85
Bab 85 - Pindah Rumah
86
Bab 86 - Doakan
87
Bab 87 - Gosip
88
Bab 88 - Istrinya Sombong
89
Bab 89 - Listrik Padam
90
Bab 90 - Minum Kopi
91
Bab 91 - Tetangga Rempong
92
Bab 92 - Ronda
93
Bab 93 - Shoping
94
Bab 94 -Ikut Campur
95
Bab 95 - Apaaa???
96
Bab 96 - Nona
97
Bab 97 - Adik
98
Bab 98 - Tinggal Bersama
99
Bab 99 - Sayang
100
Bab 100 - Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!