Bab 17 - Bukan Anak Saya

"Jeri, papa sedang sibuk. Tidak bisa pulang bersama Jeri." ucap Maudy memberi alasan.

Wanita itu kini yakin sekali, tah apa saja yang sudah dikatakan pria modus itu pada Jeri. Putranya sudah didoktrin pria itu.

Maudy melihat putranya yang juga melihatnya dengan tatapan polos. Jeri masih sangat kecil, mudah sekali mengelabuhi bocah tersebut.

"Mama, telepon papa dulu. Tadi papa sudah janji akan bertemu Jeri lagi." ucapnya. Papa Roni tadi pamitnya begitu, kerja dulu dan akan menemuinya kembali.

'Apa yang sudah diajarkan pria modus itu pada Jeri?!' rasanya Maudy ingin meremas-remas si papa jadi-jadian itu.

Putranya bisa begitu lengket dan manja pada pria itu. Malah menganggap Roni papanya.

"Jeri, om Roni bilang apa saja sama Jeri?" tanya Maudy ingin tahu. Jeri masih kecil pasti bicara jujur.

"Papa bilang kalau Jeri tidak boleh menangis, karena Jeri anak laki-laki."

"Terus apa lagi?" tanya Maudy merasa tidak puas dengan jawaban putranya. Tidak Roni mungkin mengatakan itu.

"Papa juga bilang Jeri harus nurut sama mama."

Maudy makin kecewa, bukan itu yang mau didengarnya. Doktrin pria modus itu yang ingin didengarnya.

Karena mereka bicara sambil berjalan dan bergandengan tangan, kini mereka telah sampai di depan mobil yang terparkir.

"Mama, telepon papa!" ucap Jeri. Gara-gara cerita sama mamanya, membuatnya lupa jika papa Roni akan menemuinya.

Jeri tidak mau nanti ketika papa Roni datang ke ruangan mamanya, mereka sudah pulang. Nanti papanya tidak mau bertemu lagi dengannya.

Begitulah pemikiran bocah kecil tersebut.

"Mama, telepon papa cepat!" paksa Jeri menggoyang-goyangkan tangan mama Maudy.

"Mama tidak punya nomor papa, sayang." ucap Maudy kemudian.

Memang ia tidak punya nomor pria modus itu, lagian untuk apa juga ia menyimpan nomornya.

"Tanya sama om Satria, pasti punya nomor papa." saran Jeri. Ia melihat Satria akrab dengan papa Roni. Pasti menyimpan nomor papanya.

"Sayang, ayo kita pulang ya. Nanti kita beli ayam kriuk. Jeri juga mau mandi bola, nanti kita ke sana." Maudy berusaha melupakan pikiran Jeri tentang papa jadi-jadian itu. Mengatakan semua kesukaan putranya.

"Mama, telepon papa dulu!" desak Jeri kembali.

Sepertinya bujukkan Maudy tidak berlaku.

"Mama!" ucap Jeri saat mama Maudy menaikkannya ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.

"Mama, telepon papa dulu. Bilang kalau kita sudah pulang!" Jeri memaksa mamanya yang baru naik ke mobil dari pintu pengemudi.

"Mama!" Jeri masih merengek juga.

"Pesan papa tadi apa? Jeri tidak boleh nangis! Mau mama bilang sama papa kalau Jeri nangis?" Maudy kini seperti punya cara baru untuk membuat putranya menurut.

Jeri jadi menyesal menceritakan pada mamanya. Jika nanti mama bilang pada papa kalau dia menangis, papanya nanti akan pergi lagi dan tidak mau bertemu dengannya. Bisa tidak punya papa lagi dia.

"Jeri tidak mau nanti papa kecarian, ma." ucap Jeri dengan suara lemah.

"Papa sibuk, sayang. Nanti papa pasti akan menemui Jeri lagi." kini Maudy membujuk putranya.

"Mama sayang sekali sama Jeri." ucap Maudy kini mengecupi kedua pipi putranya. Bocah gembul itu cemberut padanya.

"Ma, nanti telepon papa ya. Mama tanya kapan papa menemui Jeri lagi."

Maudy melihat putranya yang berwajah sangat berharap. Jeri begitu merindukan sosok itu, hingga pria modus itu pun diakui sebagai papanya.

"Nanti mama telepon papa ya." Maudy mengangguk pelan, diiyakan saja dulu.

"Yee!" Jeri bersorak gembira. Ia akan bertemu papanya lagi.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Pak Roni." panggil Satria berlari mengejar pria yang baru keluar dari ruangan.

Mendengar Satria memanggil namanya, Roni mempercepat langkah. Ia menghindari pria menyebalkan itu.

"Pak, selamat ya." ucap Satria seraya menepuk bahu Roni. Ia berhasil menyamakan langkah dengan pria itu.

"Saya tidak sedang berulang tahun!"

"Bukan selamat untuk itu, pak. Tapi selamat telah menjadi seorang papa."

Roni menghentikan langkah dan menatap tajam pada Satria. "Saya bukan papanya!"

"Tapi, Jeri sudah menganggap anda papanya." ucap Satria kembali mengejar Roni yang sudah mendahuluinya.

"Pak, apa anda sebelumnya pernah punya hubungan dengan nona Maudy?" tanya Satria ingin tahu. Penasaran kenapa Jeri bisa begitu lengket pada Roni.

Jeri itu tidak pernah mengakui pria manapun sebagai papanya. Meskipun banyak karyawan pria yang sengaja mendekati dan mengajak bicara, bahkan Jeri sering diberikan hadiah.

Dulu setiap Jeri datang, Satria yang selalu disuruh Maudy untuk menemani putranya itu jajan.

Saat bersamanya, banyak yang menghampiri Jeri dan tidak ada yang berhasil mendapatkan hati bocah itu. Tapi, kenapa dengan Roni bisa? Padahal tadi Roni diam saja dan Jeri sendiri yang tiba-tiba memanggilnya papa.

Pasti ada ikatan batin kan di antara mereka.

"Saya tidak pernah kenal dia!" jelas Roni. Kenal saja tidak, punya hubungan bagaimana. Meski dulu sempat mengenal si Eneng, tapi itu hanya sekedar kenal. Mereka tidak pernah dekat.

Satria tidak percaya pada perkataan Roni. "Apa nona Maudy mantan anda, pak?"

"Satria, kamu jangan buat gosip! Saya tidak punya hubungan apapun dengan nona Maudy!" Roni mempertegas ucapannya.

Mantan pacar?

Yang benar saja. Buat merinding saja.

"Tapi, pak. Anda dan jeri sangat mirip, jadi saya pikir mungkin saja Jeri itu anak anda." itu yang dipikirkan Satria.

Mendengar itu Roni berbalik dan kembali menatap tajam pada Satria.

"Jeri bukan anak saya, Sat!"

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Roni mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Ia membelah jalanan di sore yang mulai macet tersebut. Jam pulang kerja, jadi wajar kenderaan menumpuk di jalanan.

Tan tin tan tin... Begitulah suara klakson saling menyahut. Berisik sekali jalanan di sore yang masih cerah itu.

Tak berapa lama, mobil pun masuk ke halaman kost-an. Setelah memarkirkan mobil, Roni pun turun.

Saat Roni turun dan akan berjalan menuju kamar kost-nya, sepasang mata memperhatikannya.

Roni sudah membuka pintu kamar kost dan saat akan masuk,

"Hmm." suara deheman.

Roni membalikkan badan. Melihat siapa yang berdehem.

"Mama menyuruhku mengantar ini!" ucap Cici dan memberikan piring berisi beberapa potong ayam goreng.

"Terima kasih." balas Roni. Ia meraih piring dan langsung menutup pintu.

Bugh... Suara pintu tertutup. Cici masih di depan pintu.

Cici menghembuskan nafasnya pelan dan menggerutu dalam hati. Pria itu tidak ada basa basinya sama sekali. Seharusnya kan tah bilang apa kek, ini cuma bilang terima kasih doang.

Merasa kesal, Cici pun segera kembali ke rumahnya. Saat akan masuk kamar ia melihat mamanya di dapur.

"Ci, tadi mama goreng ayam banyak loh. Kenapa tinggal sedikit ya?" tanya ibu kost merasa kebingungan. Ayam yang digorengnya satu piring penuh dan kini hanya tinggal 3 potong. Kemana ayam-ayamnya itu pergi?

"Dimakan kucing mungkin, ma!"

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

ee2oh Ayam goemrengnya di curi Cici anakmu dikassihkan Roni hehe Cici modus

2024-09-02

2

umatin khuin

umatin khuin

owalah cici...cici...sok''an g mau ama roni...sekarang kepincut kan...hehe...pake nyuri ayam goreng emak lg....

2024-08-18

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2 Bab 2 -Calon Papa Baru
3 Bab 3 - Tidak Punya Papa
4 Bab 4 - Akan Menakuti
5 Bab 5 - Merekomendasikan
6 Bab 6 - Manajer
7 Bab 7 - Sempat Dilema
8 Bab 8 - Jeri Pengertian
9 Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10 Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11 Bab 11 - Modus
12 Bab 12 - Papa Jeri
13 Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14 Bab 14 - Salah Paham
15 Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16 Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17 Bab 17 - Bukan Anak Saya
18 Bab 18 - Sayang Papa
19 Bab 19 - Tidak Tertarik
20 Bab 20 - Makan Siang Bersama
21 Bab 21 - Kamu Berat
22 Bab 22 - Mengantar Pulang
23 Bab 23 - Secepat itu
24 Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25 Bab 25 - Demi Jeri
26 Bab 26 - Menginap
27 Bab 27 - Bersama Papa
28 Bab 28 - Kesal Sekali
29 Bab 29 - Penjahat Wanita
30 Bab 30 - Calon Istri
31 Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32 Bab 32 - Selalu Ditolak
33 Bab 33 - Calon Suami
34 Bab 34 - Janda Anak Satu
35 Bab 35 - Bekal Untukmu
36 Bab 36 - Kecupan Singkat
37 Bab 37 - Mirip Bocah
38 Bab 38 - Pindah
39 Bab 39 - Telepon Papa
40 Bab 40 - Khawatir
41 Bab 41 - Ciumnya Mana
42 Bab 42 - Jangan Lebay
43 Bab 43 - Sedikit Kecewa
44 Bab 44 - Sudah?
45 Bab 45 - Tingkah Maudy
46 Bab 46 - Aku Ikut
47 Bab 47 - Meleleh
48 Bab 48 - Kebun Binatang
49 Bab 49 - Cemburu
50 Bab 50 - Jatuh Cinta
51 Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52 Bab 52 - Anakmu?
53 Bab 53 - Ternyata Benar
54 Bab 54 - Bertekad Percaya
55 Bab 55 - Maafkan aku
56 Bab 56 - Mencintainya
57 Bab 57 - Pemilik Hati
58 Bab 58 - Jalan-jalan
59 Bab 59 - Papa Bilang
60 Bab 60 - Anakku
61 Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62 Bab 62 - 6 bulan?
63 Bab 63 - Berharap
64 Bab 64 - Punya Adik
65 Bab 65 - Begitu Akrab
66 Bab 66 - Kotak Kecil
67 Bab 67 - Manja
68 Bab 68 - Ancaman
69 Bab 69 - Kenapa?
70 Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71 Bab 71 - Papa Mama
72 Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73 Bab 73 -Negosiasi
74 Bab 74 - Tidak Enak Hati
75 Bab 75 - Niat Baik
76 Bab 76 - Penasaran
77 Bab 77 - Menjodohkan
78 Bab 78 - 3 Bulan
79 Bab 79 - Sebulan Lagi
80 Bab 80 - Sehati
81 Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82 Bab 82 - Pingit
83 Bab 83 - Hari Pernikahan
84 Bab 84 - Melayang terbang
85 Bab 85 - Pindah Rumah
86 Bab 86 - Doakan
87 Bab 87 - Gosip
88 Bab 88 - Istrinya Sombong
89 Bab 89 - Listrik Padam
90 Bab 90 - Minum Kopi
91 Bab 91 - Tetangga Rempong
92 Bab 92 - Ronda
93 Bab 93 - Shoping
94 Bab 94 -Ikut Campur
95 Bab 95 - Apaaa???
96 Bab 96 - Nona
97 Bab 97 - Adik
98 Bab 98 - Tinggal Bersama
99 Bab 99 - Sayang
100 Bab 100 - Bahagia
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2
Bab 2 -Calon Papa Baru
3
Bab 3 - Tidak Punya Papa
4
Bab 4 - Akan Menakuti
5
Bab 5 - Merekomendasikan
6
Bab 6 - Manajer
7
Bab 7 - Sempat Dilema
8
Bab 8 - Jeri Pengertian
9
Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10
Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11
Bab 11 - Modus
12
Bab 12 - Papa Jeri
13
Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14
Bab 14 - Salah Paham
15
Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16
Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17
Bab 17 - Bukan Anak Saya
18
Bab 18 - Sayang Papa
19
Bab 19 - Tidak Tertarik
20
Bab 20 - Makan Siang Bersama
21
Bab 21 - Kamu Berat
22
Bab 22 - Mengantar Pulang
23
Bab 23 - Secepat itu
24
Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25
Bab 25 - Demi Jeri
26
Bab 26 - Menginap
27
Bab 27 - Bersama Papa
28
Bab 28 - Kesal Sekali
29
Bab 29 - Penjahat Wanita
30
Bab 30 - Calon Istri
31
Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32
Bab 32 - Selalu Ditolak
33
Bab 33 - Calon Suami
34
Bab 34 - Janda Anak Satu
35
Bab 35 - Bekal Untukmu
36
Bab 36 - Kecupan Singkat
37
Bab 37 - Mirip Bocah
38
Bab 38 - Pindah
39
Bab 39 - Telepon Papa
40
Bab 40 - Khawatir
41
Bab 41 - Ciumnya Mana
42
Bab 42 - Jangan Lebay
43
Bab 43 - Sedikit Kecewa
44
Bab 44 - Sudah?
45
Bab 45 - Tingkah Maudy
46
Bab 46 - Aku Ikut
47
Bab 47 - Meleleh
48
Bab 48 - Kebun Binatang
49
Bab 49 - Cemburu
50
Bab 50 - Jatuh Cinta
51
Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52
Bab 52 - Anakmu?
53
Bab 53 - Ternyata Benar
54
Bab 54 - Bertekad Percaya
55
Bab 55 - Maafkan aku
56
Bab 56 - Mencintainya
57
Bab 57 - Pemilik Hati
58
Bab 58 - Jalan-jalan
59
Bab 59 - Papa Bilang
60
Bab 60 - Anakku
61
Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62
Bab 62 - 6 bulan?
63
Bab 63 - Berharap
64
Bab 64 - Punya Adik
65
Bab 65 - Begitu Akrab
66
Bab 66 - Kotak Kecil
67
Bab 67 - Manja
68
Bab 68 - Ancaman
69
Bab 69 - Kenapa?
70
Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71
Bab 71 - Papa Mama
72
Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73
Bab 73 -Negosiasi
74
Bab 74 - Tidak Enak Hati
75
Bab 75 - Niat Baik
76
Bab 76 - Penasaran
77
Bab 77 - Menjodohkan
78
Bab 78 - 3 Bulan
79
Bab 79 - Sebulan Lagi
80
Bab 80 - Sehati
81
Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82
Bab 82 - Pingit
83
Bab 83 - Hari Pernikahan
84
Bab 84 - Melayang terbang
85
Bab 85 - Pindah Rumah
86
Bab 86 - Doakan
87
Bab 87 - Gosip
88
Bab 88 - Istrinya Sombong
89
Bab 89 - Listrik Padam
90
Bab 90 - Minum Kopi
91
Bab 91 - Tetangga Rempong
92
Bab 92 - Ronda
93
Bab 93 - Shoping
94
Bab 94 -Ikut Campur
95
Bab 95 - Apaaa???
96
Bab 96 - Nona
97
Bab 97 - Adik
98
Bab 98 - Tinggal Bersama
99
Bab 99 - Sayang
100
Bab 100 - Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!