Bab 8 - Jeri Pengertian

Satria berada di kamar kost Roni. Ia melihat betapa sempitnya kost-an tersebut.

Kehidupan Roni berubah drastis. Dulu atasannya itu memiliki rumah yang cukup bagus di komplek perumahan. Tapi, katanya setelah resign rumah itu pun dijual untuk modal membuka usaha.

Dan usahanya tidak berjalan lancar.

Sebenarnya Satria ingin sekali mengajak Roni tinggal saja di rumahnya. Ia sedang tinggal sendirian di rumah yang cukup besar. Tapi mulutnya tidak berani mengatakan maksud hatinya. Takut Roni tersinggung padanya.

Satria menggelengkan kepala. Biarkan sajalah, ia tidak mau ikut campur urusan pribadi dan agak sensitif itu. Pasti nanti atasannya itu akan kembali membeli rumah dengan uang hasil gajinya bekerja.

"Mau makan apa, Sat?" tanya Roni setelah keluar dari kamar mandi. Ia mulai lapar, perutnya minta diisi.

"Apa yang enak, pak?" tanya Satria seraya mendudukkan diri di tempat tidur.

Tak lama, mereka kini sedang makan di warung bakso yang tidak jauh dari kost-an Roni. Hanya perlu berjalan kaki sebentar, mereka sudah sampai di warung bakso itu.

"Sat, ponselmu!" Roni memberitahu Satria ponsel yang bergetar di atas meja.

"Saya jawab sebentar, pak." ucap Satria langsung meraih ponsel tersebut. Itu panggilan penting, jika lama dijawab wanita itu akan merepet.

"Halo... Selamat malam, nona." sapa Satria dengan semangat sekali.

"Lama sekali kamu jawab telepon dari saya!" ucap Maudy dengan nada kesal. Ia jadi harus berkali-kali mendengar nada tut tut tut itu.

"Maaf, nona. Saya kelamaan."

"Sat, lusa saya sudah kembali ke kantor. Segera kamu kirimkan pekerjaan yang beberapa hari ini saya tinggalkan!" pinta Maudy ke intinya. Besok ia sudah kembali pulang dan akan kembali pada tanggung jawabnya.

"Siap, nona. Malam ini akan segera saya kirimkan pada anda!"

"Terima kasih."

"Sa-" belum lagi Satria menjawab. Maudy sudah mengakhiri panggilan begitu saja.

Satria memaklumi. Sikap atasannya memang begitu. Menelepon jika ada perlu saja dan segera mengakhiri jika dirasa tidak perlu lagi.

"Telepon dari nona Maudy, pak. Lusa nona sudah kembali ke kantor." Satria memberitahu kabar tersebut.

Satria juga memberitahu jika Maudy itu anak dari pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Makanya wanita itu menempati posisi wakil direktur di usia yang masih muda.

Roni mengangguk mengerti.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Siang itu, Maudy tersenyum sambil bergandengan tangan dengan sang putra.

"Mama, apa opa dan oma akan menjemput kita?" tanya bocah kecil itu. Ia merindukan keduanya dan ingin segera bertemu.

"Iya, nak. Opa dan oma sudah menunggu di depan."

"Ayo, ma!" Jeri pun menarik mamanya untuk berjalan lebih cepat.

Maudy mengikuti sambil menggeret koper bawaan mereka.

"Opa, oma!" teriak Jeri saat melihat kedua orang tua melambaikan tangan.

"Sayang, jangan lari-lari!" ucap Maudy khawatir. Putranya segera melepas tangannya dan berlari ke arah opa dan omanya.

Maudy takut putranya terjatuh dan terluka. Ia tidak mau melihat dan mendengar Jeri menangis lagi.

"Oma sangat merindukan Jeri." ucap oma Novia memeluk cucu semata wayangnya. Beberapa hari Jeri pergi, rumah sangat sepi. Ia merasa sangat kehilangan.

Jeri dipeluk bergantian oleh opa dan omanya. Ia juga senang bertemu dengan mereka.

"Ayo, kita pulang." ajak opa Agus yang langsung menggendong cucunya. Jalan ke parkiran mobil cukup jauh, nanti cucu kesayangannya bisa kecapekan.

"Opa, Jeri bawa banyak ole-ole untuk opa dan oma." ucapnya memberitahu. Mereka sempat membeli itu.

"Terima kasih ya cucunya opa." ucap opa Agus sambil tersenyum. Jeri selalu mengingat mereka.

"Mama juga belikan Jeri mainan pesawat terbang." ucapnya memberitahu. Mainannya tambah banyak sekarang.

Opa Agus tersenyum. Cucunya tampak sangat senang sekali.

Di perjalanan, Jeri duduk di kursi belakang dengan omanya. Sementara Maudy duduk di sebelah papanya yang mengemudikan mobil.

"Jeri sangat mengantuk." ucap oma Novia membenarkan posisi tidur cucunya, biar lebih nyaman.

"Iya, ma. Tadi di pesawat Jeri tidak tidur." ucap Maudy. Selama di pesawat mata putranya tidak terpejam.

Padahal ia sudah menyuruh untuk tidur sebentar, karena perjalanan mereka begitu panjang. Tapi tetap setiap ia terbangun putranya masih terjaga.

"Jeri tidak tidur, nak?" tanya Maudy. Ia tadi terpejam sebentar. Tidak bisa tidur nyenyak di pesawat.

Bocah itu menggeleng. "Mama tidur saja, Jeri akan jagai mama."

Maudy terenyuh. Putranya membuat hatinya menghangat.

"Mama tidur lagi saja!" ucap Jeri. Ia menyandarkan kepala mamanya yang besar ke bahunya.

Hati Maudy begitu terharu. Jeri begitu pengertian.

"Mama, terima kasih ya selalu menyayangi Jeri." ucapnya seraya menggenggam tangan yang lebih besar darinya itu.

Air mata Maudy berlinang. Ia kembali diliputi rasa menyesal dan bersalah, karena saat itu sempat akan membuang Jeri. Dulu ia juga sempat menganggap Jeri itu beban dan aib baginya.

"Terima kasih, nak. Mama juga sangat sayang sama kamu."

Maudy melihat Jeri dengan mata berkaca-kaca. Bocah polos yang begitu tulus dan menggemaskan.

Setelah sampai rumah, Maudy menurunkan Jeri dari mobil. Ia menggendong Jeri menuju kamar.

Putranya itu makin hari makin tinggi, makin besar dan makin berat pastinya. Tapi walau begitu, Maudy masih sanggup menggendongnya.

Maudy segera mengganti baju putranya. Selama melepaskan pakaian, Jeri begitu anteng. Tidak terganggu sama sekali.

"Aku mandi dululah." gumam Maudy. Tubuhnya terasa lengket. Ia akan berendam sejenak.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

"Maudy, bangunin Jeri. Kita akan makan malam!" pinta oma Novia pada putrinya.

Maudy mengangguk dan berjalan ke kamar anaknya.

"Jeri, ayo bangun sayang!" ucap Maudy begitu masuk kamar.

"Papa, papa!" ucap Jeri dalam pejamnya. Bocah itu juga berkeringat.

"Jeri, ayo bangun!" Maudy mencoba membangunkan Jeri lagi. Putranya pasti bermimpi buruk.

"Papa, papa, huhuhu..." Jeri terbangun dan langsung menangis ia bermimpi bertemu papanya.

"Sudah, nak. Kamu cuma mimpi. Mama di sini." Maudy memeluk dan menenangkan putranya. Tah mimpi apa Jeri hingga memanggil-manggil papa.

"Ma, tadi Jeri mimpi papa." ucap Bocah itu melihat mamanya.

Maudy bingung mau menanggapi. Ia malas membahas papa.

"Cuma mimpi itu, sayang." Maudy mengusap air mata di wajah Jeri.

"Papa pergi setelah melihat Jeri. Terus Jeri kejar, tapi papa terus lari." cerita Jeri masih sambil menangis.

Maudy membuang nafasnya pelan. Wajar saja Jeri mimpi begitu, karena memang papa kandungnya kabur begitu diminta tanggung jawab.

"Jeri cuma mimpi. Ayo, bangun! kita akan makan malam." ajak Maudy menutup pembahasan itu.

Maudy menggendong Jeri dan menurunkan di kamar mandi. Ia menyuruh sang anak untuk mencuci muka, biar segar kembali.

"Oma sudah masak ayam kriuk untuk Jeri." ucap Maudy setelah mengelap wajah Jeri dengan handuk.

Mendengar ayam kriuk, Jeri lupa akan mimpinya. Ia sangat suka ayam kriuk, itu makanan favoritnya.

"Ayo, ma. Kita makan!" kini Jeri menarik mamanya untuk segera ke ruang makan.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Lanjar Lestari

Lanjar Lestari

ajer8 minpi bertemu Papa kandungnya Denis /orang lain yg akan jd Papa sambung Jeri

2024-08-31

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2 Bab 2 -Calon Papa Baru
3 Bab 3 - Tidak Punya Papa
4 Bab 4 - Akan Menakuti
5 Bab 5 - Merekomendasikan
6 Bab 6 - Manajer
7 Bab 7 - Sempat Dilema
8 Bab 8 - Jeri Pengertian
9 Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10 Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11 Bab 11 - Modus
12 Bab 12 - Papa Jeri
13 Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14 Bab 14 - Salah Paham
15 Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16 Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17 Bab 17 - Bukan Anak Saya
18 Bab 18 - Sayang Papa
19 Bab 19 - Tidak Tertarik
20 Bab 20 - Makan Siang Bersama
21 Bab 21 - Kamu Berat
22 Bab 22 - Mengantar Pulang
23 Bab 23 - Secepat itu
24 Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25 Bab 25 - Demi Jeri
26 Bab 26 - Menginap
27 Bab 27 - Bersama Papa
28 Bab 28 - Kesal Sekali
29 Bab 29 - Penjahat Wanita
30 Bab 30 - Calon Istri
31 Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32 Bab 32 - Selalu Ditolak
33 Bab 33 - Calon Suami
34 Bab 34 - Janda Anak Satu
35 Bab 35 - Bekal Untukmu
36 Bab 36 - Kecupan Singkat
37 Bab 37 - Mirip Bocah
38 Bab 38 - Pindah
39 Bab 39 - Telepon Papa
40 Bab 40 - Khawatir
41 Bab 41 - Ciumnya Mana
42 Bab 42 - Jangan Lebay
43 Bab 43 - Sedikit Kecewa
44 Bab 44 - Sudah?
45 Bab 45 - Tingkah Maudy
46 Bab 46 - Aku Ikut
47 Bab 47 - Meleleh
48 Bab 48 - Kebun Binatang
49 Bab 49 - Cemburu
50 Bab 50 - Jatuh Cinta
51 Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52 Bab 52 - Anakmu?
53 Bab 53 - Ternyata Benar
54 Bab 54 - Bertekad Percaya
55 Bab 55 - Maafkan aku
56 Bab 56 - Mencintainya
57 Bab 57 - Pemilik Hati
58 Bab 58 - Jalan-jalan
59 Bab 59 - Papa Bilang
60 Bab 60 - Anakku
61 Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62 Bab 62 - 6 bulan?
63 Bab 63 - Berharap
64 Bab 64 - Punya Adik
65 Bab 65 - Begitu Akrab
66 Bab 66 - Kotak Kecil
67 Bab 67 - Manja
68 Bab 68 - Ancaman
69 Bab 69 - Kenapa?
70 Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71 Bab 71 - Papa Mama
72 Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73 Bab 73 -Negosiasi
74 Bab 74 - Tidak Enak Hati
75 Bab 75 - Niat Baik
76 Bab 76 - Penasaran
77 Bab 77 - Menjodohkan
78 Bab 78 - 3 Bulan
79 Bab 79 - Sebulan Lagi
80 Bab 80 - Sehati
81 Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82 Bab 82 - Pingit
83 Bab 83 - Hari Pernikahan
84 Bab 84 - Melayang terbang
85 Bab 85 - Pindah Rumah
86 Bab 86 - Doakan
87 Bab 87 - Gosip
88 Bab 88 - Istrinya Sombong
89 Bab 89 - Listrik Padam
90 Bab 90 - Minum Kopi
91 Bab 91 - Tetangga Rempong
92 Bab 92 - Ronda
93 Bab 93 - Shoping
94 Bab 94 -Ikut Campur
95 Bab 95 - Apaaa???
96 Bab 96 - Nona
97 Bab 97 - Adik
98 Bab 98 - Tinggal Bersama
99 Bab 99 - Sayang
100 Bab 100 - Bahagia
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 1 - Kesalahan Masa Lalu
2
Bab 2 -Calon Papa Baru
3
Bab 3 - Tidak Punya Papa
4
Bab 4 - Akan Menakuti
5
Bab 5 - Merekomendasikan
6
Bab 6 - Manajer
7
Bab 7 - Sempat Dilema
8
Bab 8 - Jeri Pengertian
9
Bab 9 - Sombong Dan Angkuh
10
Bab 10 - Jeri Sayang Mama
11
Bab 11 - Modus
12
Bab 12 - Papa Jeri
13
Bab 13 - Oh, Tidak Bisa
14
Bab 14 - Salah Paham
15
Bab 15 - Sulit Bilang Maaf
16
Bab 16 - Papa Jadi-jadian
17
Bab 17 - Bukan Anak Saya
18
Bab 18 - Sayang Papa
19
Bab 19 - Tidak Tertarik
20
Bab 20 - Makan Siang Bersama
21
Bab 21 - Kamu Berat
22
Bab 22 - Mengantar Pulang
23
Bab 23 - Secepat itu
24
Bab 24 - Bisa Ke Rumah?
25
Bab 25 - Demi Jeri
26
Bab 26 - Menginap
27
Bab 27 - Bersama Papa
28
Bab 28 - Kesal Sekali
29
Bab 29 - Penjahat Wanita
30
Bab 30 - Calon Istri
31
Bab 31 - Tidak Suka Mamanya
32
Bab 32 - Selalu Ditolak
33
Bab 33 - Calon Suami
34
Bab 34 - Janda Anak Satu
35
Bab 35 - Bekal Untukmu
36
Bab 36 - Kecupan Singkat
37
Bab 37 - Mirip Bocah
38
Bab 38 - Pindah
39
Bab 39 - Telepon Papa
40
Bab 40 - Khawatir
41
Bab 41 - Ciumnya Mana
42
Bab 42 - Jangan Lebay
43
Bab 43 - Sedikit Kecewa
44
Bab 44 - Sudah?
45
Bab 45 - Tingkah Maudy
46
Bab 46 - Aku Ikut
47
Bab 47 - Meleleh
48
Bab 48 - Kebun Binatang
49
Bab 49 - Cemburu
50
Bab 50 - Jatuh Cinta
51
Bab 51 - Berpikir Terlalu Jauh
52
Bab 52 - Anakmu?
53
Bab 53 - Ternyata Benar
54
Bab 54 - Bertekad Percaya
55
Bab 55 - Maafkan aku
56
Bab 56 - Mencintainya
57
Bab 57 - Pemilik Hati
58
Bab 58 - Jalan-jalan
59
Bab 59 - Papa Bilang
60
Bab 60 - Anakku
61
Bab 61 - Jangan Sakit Lagi
62
Bab 62 - 6 bulan?
63
Bab 63 - Berharap
64
Bab 64 - Punya Adik
65
Bab 65 - Begitu Akrab
66
Bab 66 - Kotak Kecil
67
Bab 67 - Manja
68
Bab 68 - Ancaman
69
Bab 69 - Kenapa?
70
Bab 70 - Cukup Mengerti Saja
71
Bab 71 - Papa Mama
72
Bab 72 - Kaki Mama Sakit
73
Bab 73 -Negosiasi
74
Bab 74 - Tidak Enak Hati
75
Bab 75 - Niat Baik
76
Bab 76 - Penasaran
77
Bab 77 - Menjodohkan
78
Bab 78 - 3 Bulan
79
Bab 79 - Sebulan Lagi
80
Bab 80 - Sehati
81
Bab 81 - Yang Ditinggalkan
82
Bab 82 - Pingit
83
Bab 83 - Hari Pernikahan
84
Bab 84 - Melayang terbang
85
Bab 85 - Pindah Rumah
86
Bab 86 - Doakan
87
Bab 87 - Gosip
88
Bab 88 - Istrinya Sombong
89
Bab 89 - Listrik Padam
90
Bab 90 - Minum Kopi
91
Bab 91 - Tetangga Rempong
92
Bab 92 - Ronda
93
Bab 93 - Shoping
94
Bab 94 -Ikut Campur
95
Bab 95 - Apaaa???
96
Bab 96 - Nona
97
Bab 97 - Adik
98
Bab 98 - Tinggal Bersama
99
Bab 99 - Sayang
100
Bab 100 - Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!