CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2

Sambil mengendap – ngendap Kapten Batara mengintai seorang tentara REON yang tengah memeriksa ruangan sebuah rumah. Sorot cahaya senternya, menyinari setiap sudut yang dicurigai tempat persembunyian dokter Anastasya. Sesekali ia memeriksa dengan teliti tempat – tempat tertentu. Kolong tempat tidur. Dalam almari atau dibalik kotak – kotak kardus dan box – box barang yang ada di sudut ruangan.

Perlahan Kapten Batara menunggu di balik pintu. Dengus nafasnya di atur sedemikian rupa dengan ritme pelan. Tangannya mengangkat ke atas. Siap siaga untuk menerkam musuhnya. Pistolnya sudah diselipkan di pinggang. Matanya tajam mengintip musuh. Sabar ia menunggu lawan keluar kamar.

Sang lawan tidak sadar, bahwa maut tengah mengintainya. Merasa tidak ada yang dicari, ia berniat balik dan mau memeriksa ruangan lainnya.

Baru saja keluar pintu, satu pitingan keras secara tiba – tiba telah mencengkeram tanganya. Tanpa sempat melawan, sebuah gerakan telah mematahkan lehernya.

“Kraak!” bunyi leher patah terdengar. Kapten Batara menyeringai. Selesai menghabisi dua orang tentara REON, bergegas ia menuju ruangan persembunyian Dokter Anastasya, setelah meletakkan tubuh musuhnya di lantai. Mengajaknya untuk keluar dari persembunyiannya.

Wanita itu mengikuti perintah Kapten Batara, ia berjingkat di belakang lelaki itu. Setelah tiba di depan pintu, Kapten Batara berbalik menatapnya.

“Kamu bisa menggunakan pistol?” tanya Kapten Batara tiba – tiba.

Seketika Dokter Anastasya menggeleng.

“Hemh..” Batara mendengus. Sekilas ia memberi pelajaran singkat ke dokter itu. Setelah terlebih dahulu menunjukkan bagian – bagiannya.

Dokter Anastasya hanya mengangguk – ngangguk. Setengah ragu. Seumur hidupnya baru kali ini ia melihat dan memegang benda itu. Selama ini dia hanya melihat di film – film saja. Itupun tidak begitu jelas. Sekarang ia memegang benda itu.

“Setelah kamu tarik kuncinya, baru bisa kamu gunakan,” kata Kapten Batara menjelaskan.

“Arahkan laras itu ke orang yang kamu tembak,” katanya lagi sambil mendorong tangan dokter itu berpindah ke depan.

“Eh..., maaf... maaf,” katanya ketika menyadari kekeliruan arah ujung pistolnya yang ke arah Kapten Batara, dengan dua tangan siap menembak.

“Nah begitu...,” jawab Kapten Batara tersenyum geli. “Paham kan?”

Dokter Anastasya mengangguk.

“Kamu pergi ke rumah yang ada di sana,” perintah sang Kapten lagi. “Kamu sembunyi dulu disana. Nanti disitu ada satu orang lagi tidur. Biarkan saja. Tunggu aku disana.”

“Kalau dalam lima belas menit aku tidak datang. Bangunin dia. Ajak pergi. Dia tahu kemana harus pergi. Kamu ikuti dia.”

“Tunggu setelah aman kamu boleh kesana... Aku memberesi orang – orang itu. Oh iya, satu lagi. Tembak setiap orang yang masuk.”

Kembali dokter itu mengangguk lagi.

Kapten Batara kembali bergegas melangkah ke luar. Melanjutkan niatnya membereskan tentara REON yang tersisa. Sedangkan Dokter Anastasya mengamati kondisi diluar. Setelah dirasa cukup aman, berlari ia menuju rumah yang ditunjuk Kapten Batara melewati lorong yang tadi dilewatinya. Sekejap ia sudah tiba disana. Pelan – pelan ia membuka pintu depan rumah itu. Sekilas ia melihat ada orang yang tengah tertidur di kamar. Seperti yang diperintahkan oleh Kapten Batara ia berjaga di sebelah kamar yang ditiduri orang itu dengan tangan siaga di pistol mengarah ke pintu...

Di rumah lain, pada waktu yang sama...

Serda Bajang sedang bersiaga menunggu tentara REON yang bakalan menggeledah rumah itu. Meski gelap, dia dapat melihat suasana ruangan itu dengan jelas berkat kacamata night vision yang dipakainya. Tangannya tergenggam pistol bersilencer, sama persis dengan milik Kapten Batara. Pintu yang ada di depannya sengaja dibuka sedikit untuk bisa mengintip kondisi di luar rumah.

Dua orang di terlihat berlari menuju rumah yang di tunggunya. Sementara yang lari menuju rumah yang berbeda – beda. Serda Bajang segera mengokang pistolnya. Menanti bersama maut menjemput kematian dua tentara REON.

Salah satu dari mereka menendang pintu.

“Brakk!”

“Dess! Dess!”

Berbarengan dengan pintu yang terbuka, dua tembakan menghajar keduanya. Satu di dada. Satu di perut.

“Aackhkk...” Satu teriakan terdengar. Disusul berikutnya, satu ambruk kedepan. Satunya terhuyung ke belakang...

“Desss!!Des!”

Belum sempat dia membalas. Dua tembakan lagi menyusul. Dua - duanya mengenai dada, sekaligus mengantarnya menemui malaikat maut..

Mendengar teriakan temanya, seketika orang yang lagi memeriksa sebuah rumah, membatalkan niatnya. Segera ia mau memeriksa teriakan itu. Belum sampai ia di depan pintu, seseorang, si Kapten Batara telah menghadangnya. Menantangnya untuk duel tangan kosong one by one.

Tentara REON itu menyeringai. Sebagai seorang komandan regu, ia merasa tertantang. Demi kehormatannya, ia bersedia melayani tantangan Kapten Batara. Senapan serbu M16 dilemparkan begitu saja, dan membiarkan sinar lampu senter yang terpasang di laras senapan hidup sebagai cahaya penerangan.

Bersiap dia maju dengan melepaskan pukulan ke arah Kapten Batara.

Dengan sedikit melangkahkan kaki kirinya ke samping, sang Kapten mengelak. Tangan kanannya menangkis serangan itu.

Merasa pukulan tangan kanannya tidak berhasil, segera ia menyusul dengan tangan kiri sambil merangsek kedepan. Dengan mudah Kapten Batara kembali menangkisnya.

Selanjutnya iapun membalas pukulan itu. Dengan kekuatan penuh tangan kanannya mingirimkan tinju ke arah kepala, namun secara tiba – tiba Kapten Batara merubah arah pukulannya. Sebuah gerakan yang sangat sulit diikuti mata biasa, tiba – tiba menghajar dada tentara REON itu, membuatnya ia terdorong 10 langkah kebelakang.

Rasa sakit yang luar biasa dirasakan tentara itu. Untung saja dia tidak terduduk. Ia menggerak – gerakkan otot dadanya untuk mengurangi rasa sakit itu.

“Hiiiyyaaa...!!”

Sambil berteriak, ia kembali menyerang Kapten Batara. Kali ini adalah kepala yang menjadi incarannya. Dan, tendangan kaki yang nenjadi senjatanya.

Melihat hal itu, Kapten Batara segera menyongsong tendangan itu. Hanya sedikit mundur saja, tandangan itu lewat beberapa centi dari wajahnya. Tidak lupa pukulan dengan tangan kanannya digunakan menghajar paha lawanya yang tidak terlindungi. Bukan hanya sekali, tangan kirinya juga ikut membantu menyusul pukulan itu.

Tidak terasa duel itu sudah berlangsung hampir 7 menit. Pukulan demi pukulan dilancarkan keduanya. Juga tendangan demi tendangan, berlaku untuk keduanya. Entah sudah berapa kali tentara REON itu menerima pukulan maupun tendangan dari Kapten Batara. Darah sudah banyak bercucuran di wajahnya. Pelipisnya robek. Bibirnya juga pecah. Ada 4 atau 5 giginya tanggal. Mata sebelah kiri sudah lebam. Hanya semangat yang membuatnya masih bisa bertahan. Pertarungan itu tidak seimbang. Bukan level dia berduel dengan Kapten Batara.

Sementara dirinya hanya berhasil beberapa kali menyarangkan pukulannya ke wajah atau badan Kapten Batara. Itupun juga bukan pukulan yang keras atau tendangan yang menyakitkan. Seperti pukulan atau tendangan ala kadarnya saja. Hanya menunggu waktu saja untuk tumbang di tangan Kapten Batara. Nafasnya sudah terengah – engah. Malam itu membawa mimpi buruk bagi dirinya.

Pada satu kesempatan Kapten Batara berhasil melayangkan tendangan yang cukup telak didadanya. Ia terhuyung. Matanya nanar. Sesaat hanya bisa menatap Kapten Batara. Selanjutnya semua gelap. Ia tidak ingat apa – apa. Tumbang untuk selamanya.

Melihat lawanya sudah tidak berkutik lagi, Kapten Batara mengusap bibirnya. Di sudut mulutnya ada noda darah sedikit. Ia meludah ke lantai. Membersihkan sisa – sisa darah yang barangkali masih ada di mulutnya.

Berbarengan dengan itu. Serda Bajang tiba - tiba muncul dari balik pintu. Mendengar suara langkah kaki, Kapten Batara bersiaga. Bersiap untuk berduel lagi. Kalau saja tidak berteriak, hampir saja kena hajar dia.

“Beres Ndan?!” katanya.

Kapten Batara menarik nafas laga. Bukan musuh rupanya. Ia kembali bersikap biasa.

“Kamu?” katanya balik bertanya.

“Selesai Ndan.”

💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

Kyaknya dokter ini bakal jdi patner kapten Batara.,😽

2021-04-04

1

Sgt. Rafli "Wibu" Maulana

Sgt. Rafli "Wibu" Maulana

narasinya sangat jelas dan nggak lebay
satu kata KEREN

panjang umur author

2021-01-20

2

follow IG @jannuary_biru

follow IG @jannuary_biru

ehh niat kasih 80 ehh lebih 10 terlalu semangat nih jari gpp itung itung sebagai penyemangat jangan lupa vote back hehehe eh lupa kalo judulnya diganti PARA PEMBURU gimana cuma usul doang.

2020-08-30

1

lihat semua
Episodes
1 CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2 CH. 2 RENCANA MISI
3 CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4 CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5 CH. 5 PENYERGAPAN 1
6 CH. 6 PENYERGAPAN 2
7 CH. 7 PERUBAHAN MISI
8 CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9 CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10 CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11 CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12 CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13 CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14 CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15 CH. 15 VIRUS Q
16 CH. 16 PENGEJARAN
17 CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18 CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19 CH. 19 AGEN JEANNY 1
20 CH. 20 AGEN JEANNY 2
21 CH. 21 PENYUSUPAN 1
22 CH. 22 PENYUSUPAN 2
23 CH. 23 PENYUSUPAN 3
24 CH. 24 PENYUSUPAN 4
25 CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26 CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27 CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28 CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29 CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30 CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31 CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32 CH. 32 JEJAK AWAL
33 CH. 33 DESERT GREEN 1
34 CH. 34 DESERT GREEN 2
35 CH. 35 DESERT GREEN 3
36 CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37 CH. 37 TITIK TEMU
38 CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39 CH. 39 JALUR PELARIAN
40 CH. 40 AWAL MULA
41 CH. 41 SEBUAH RENCANA
42 CH. 42 KEMBALI KE REON
43 CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44 CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45 CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46 CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47 CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48 CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49 CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50 CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51 CH. 51 BERPARKOUR
52 CH. 52 DAMPAK PERANG
53 CH. 53 CERITA WUJI
54 CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55 CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56 CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57 CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58 CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59 CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60 CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61 CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62 CH. 62 BUKTI REKAMAN
63 PENGUMUMAN
64 CH. 63 MARGARETHA
65 CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66 CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67 CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68 CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69 CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70 CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71 CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72 CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73 CH. 72 PENGHIANATAN
74 CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75 CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76 CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77 CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78 CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79 CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80 CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81 CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82 CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83 CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84 CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85 CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2
CH. 2 RENCANA MISI
3
CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4
CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5
CH. 5 PENYERGAPAN 1
6
CH. 6 PENYERGAPAN 2
7
CH. 7 PERUBAHAN MISI
8
CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9
CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10
CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11
CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12
CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13
CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14
CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15
CH. 15 VIRUS Q
16
CH. 16 PENGEJARAN
17
CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18
CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19
CH. 19 AGEN JEANNY 1
20
CH. 20 AGEN JEANNY 2
21
CH. 21 PENYUSUPAN 1
22
CH. 22 PENYUSUPAN 2
23
CH. 23 PENYUSUPAN 3
24
CH. 24 PENYUSUPAN 4
25
CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26
CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27
CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28
CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29
CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30
CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31
CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32
CH. 32 JEJAK AWAL
33
CH. 33 DESERT GREEN 1
34
CH. 34 DESERT GREEN 2
35
CH. 35 DESERT GREEN 3
36
CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37
CH. 37 TITIK TEMU
38
CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39
CH. 39 JALUR PELARIAN
40
CH. 40 AWAL MULA
41
CH. 41 SEBUAH RENCANA
42
CH. 42 KEMBALI KE REON
43
CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44
CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45
CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46
CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47
CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48
CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49
CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50
CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51
CH. 51 BERPARKOUR
52
CH. 52 DAMPAK PERANG
53
CH. 53 CERITA WUJI
54
CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55
CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56
CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57
CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58
CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59
CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60
CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61
CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62
CH. 62 BUKTI REKAMAN
63
PENGUMUMAN
64
CH. 63 MARGARETHA
65
CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66
CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67
CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68
CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69
CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70
CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71
CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72
CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73
CH. 72 PENGHIANATAN
74
CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75
CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76
CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77
CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78
CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79
CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80
CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81
CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82
CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83
CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84
CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85
CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!