CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN

Istana Kepresidenan...

Presiden Sularso, gelisah menatap halaman belakang kantornya melalui kaca salah satu jendela – jendela besar dinding istana kepresidenan. Ada banyak pemikiran bergejolak dikepalanya. Sesekali terdengar helaan nafas panjang. Dan dengusan nafas kesal dari mulutnya. Ia mondar mandir berjalan di dalam ruangan kerjanya. Tangannya terlipat kebelakang. Wajahnya menekuk, ada beberapa guratan dikeningnya. Matanya menekuri lantai marmer Istana Kepresidenan yang dipijaknya. Pertanda ia berpikir keras. Ketika sampai di pinggir jendela, matanya tajam menatap keluar, sembari tangan kanannya minyibak tirai yang terjuntai ke lantai.

“Brengsek!” dengusnya kesal.

Tangannya menggenggam erat. Ada kekecewaan tergurat di wajahnya. Matanya nanar menatap ke luar jendela. Melihat pucuk – pucuk pinus yang banyak tumbuh di halaman istana, bergoyang di tiup angin. Ingin rasanya ia berteriak. Marah. Menumpahkan kekesalan yang melanda.

Sularso menuju ke tempat duduknya. Menghempaskan badannya. Tangan kirinya menggaruk – garuk rambutnya yang tidak gatal. Kembali, ia melihat berkas – berkas laporan yang tadi dibiarkan berserakan di mejanya.

“Tidak bisa tidak, ini harus dijalankan,” gumannya geram. “Apapun resikonya.”

Ia meraih comunicator yang ada di samping kirinya. Memijit beberapa tombol yang ada di padnya.

“Kolonel, panggil Letjen Frank menghadap...” perintahnya datar, pada ADC (1) yang ada di depan ruang kerjanya, melalui comunicatornya.

Letnan Jenderal Frank Amaritus, atau Letjen Frank adalah Commander of REON Force. Panglima Angkatan Bersenjata Republic of Nacturnasyia. Dia adalah salah satu orang kepercayaan Presiden Sularso. Dia diangkat menjadi Commander begitu Sularso berhasil mengkudeta pemerintahan. Commander sebelum-nya, Letjen Hans, karena sangat loyal dengan Presiden Piet Bintuno, bersama – sama kabur ke luar negeri ikut mencari suaka ke Mauritius.

Sebelumnya Frank adalah Vice Commander Letjen Hans. Wakil Panglima. Pangkatnya masih Mayor Jenderal. Ia naik satu tingkat ketika diangkat menjadi Commander. Ia juga salah satu orang yang setuju dengan gagasan Sularso, bahkan sebenarnya, dialah yang memunculkan gagasan awal, militer diberikan peran ikut mengurus sumber daya alam yang dimiliki REON. Sularso hanya memoles sedikit. Menambah di sana sini, dan dengan kepiawaianya beragitasi di depan rekan sejawat, menyatakan seolah – olah Sularsolah yang punya ide brilian itu.

Berawal dari situ Letjen Frank menjadi sangat loyal kepada Sularso. Apalagi ia juga sangat ambisius, membuatnya cepat menjadi orang kepercayaan sang Presiden. Banyak kebijakan atas isue – isue strategis negara berasal dari ide – ide Letjen Frank. Apa yang dilakukan oleh Sularso rata – rata adalah gagasan Frank Amaritus.

Ia mencoba menurunkan tensi emosinya. Dalam situasi seperti apapun, sebagai presiden ia harus bisa mengontrol dirinya. Di mata bawahan, ia tidak boleh menunjukkan karakter konyolnya. Ia harus tenang. Setidak – tidaknya mencoba itu. Kalau bisa, ia harus bersikap seperti salah satu tokoh Presiden Republik Indonesia yang pernah ada, dan cukup tenang menghadapi situasi seperti apapun. Konon, Sang Presiden itu, hanya tersenyum menanggapinya. Karena sikapnya itu sang Presiden sampai dijuluki “Smile General.” Itu bisa dijadikan contoh. Ketika tenang, pikiran bisa jernih. Semua terkendali. Under control.

“Siap.. Pak Presiden.” Suara laki – laki, sang ADC terdengar di dalam comunicator.

Sambil menunggu Letjen Frank menghadap, Presiden Sularso kembali membolak balik berkas di mejanya. Sesekali alisnya terangkat dengan kening berkernyit, ketika membaca berkas yang menarik perhatiannya.

“Tok..! Tok! Tok..!!”

Suara ketukan pintu dari luar terdengar.

“Masuk..!” teriak Presiden Sularso.

Letjen Frank menghampiri sang Presiden. Seorang laki – laki tinggi besar, berpakaian militer lengkap. Ada 3 bintang kuning mengkilat tersemat di pundak kiri dan kanannya. Tongkat komando tergenggam erat di tangan kiri. Dan dokumen – dokumen dalam map plastik terkepit di ketiaknya. Tegap menghadap Sularso dengan sikap hormat.

“Hormat Pak Prediden..”

Sularso hanya mendengus perlahan.

“Duduk..” perintahnya tak lama kemudian.

“Gimana pasukan kamu?” tanya Presiden kemudian.

Letjen Frank Amaritus mulai menjelaskan. Satu persatu mulai dilaporkan. Tentang semakin banyaknya pemberontakan di setiap pulau – pulau besar. Meski skalanya kecil – kecil, namun cukup merepotkan. Jumlahnya ada 12 titik perlawanan. Masing – masing dikendalikan oleh orang – orang yang berbeda. Berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh, belum ada kekuatan besar berpengaruh yang menyatukan mereka. Semua masih berjalan sendiri – sendiri. Militer di bawah kepemimpinannya masih berhasil memblokade arus pergerakan pemberontak serta masih loyal kepada presiden. Suplai senjata ke pemberontak juga tersendat. Malah, bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Jalur – jalur pengiriman dari luar negeri, baik itu penyelundupan dari pedagang gelap senjata, maupun bantuan dari negara – negara yang punya kepentingan dengan pemberontak berhasil diputus. Lewat laut, darat maupun udara berhasil ditutup. Persenjataan mereka minim. Kemudian faksi terbesar pemberontak ada di bawah komando Kolonel Lodaya. Di daerah itulah, pemberontakan yang paling merepotkan. Sebagian besar sumber daya dikerahkan kesana. Semua potensi militer ada disana. Mungkin karena dipimpin oleh mantan militer, siasat maupun taktik perang mereka banyak merepotkan Angkatan Bersenjata REON. Sehingga mau tidak mau banyak menguras sumber daya yang dimiliki.

“Sepertinya kita harus secepatnya memulai rencana itu Jenderal.” Kata Sularso dingin.

“Siap Pak Presiden..”

“Dari laporan intelijen ini, situasinya sangat mengkhawatirkan.” Katanya sambil menunjuk berkas yang ada dimejanya.

“Bangs*t Birawa juga sudah mulai ikut – ikutan. Ini bahaya jika militer Indonesia ambil bagian disini.”

“Izin pak Presiden, dari laporan intelijen saya, ada pergerakan kecil militer Indonesia di Natuna.”

“Hmm.., ini yang aku khawatirkan.”

“Pak Presiden, tidak ada komunikasi dengan Jenderal Birawa?” tanya Letjen Frank hati – hati.

“Sudah. Bangs*t tua itu menyuruhku mundur..,” dengusnya kesal. “Apa urusannya dengan kita. Seenaknya menyuruh mundur. Jangan mentang – mentang Indonesia negara super power, seenaknya mencampuri urusan negara kita. Persetan lah itu. Bullshit!”

Ada kegeraman tergambar di wajah Redneck Sularso.

“Kita buat mereka menyesal, kalau mereka ikut campur urusan kita..”

Ptesiden Sularso bersandar ke kursinya. Matanya terpejam dengan kedua tangan bersedekap didada.

Sejurus kemudian ia berkata, “Dokter Bu Yie bagaimana?” tanyanya tiba – tiba.

Yang dimaksud Presiden Sularso dr. Bu Yie adalah dr. Wang Bu Yie, seorang dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi microsurgery. Wanita cantik kelahiran Anju-si Provinsi Pyongyang Selatan, North Korea, berhasil dibujuk untuk membantu REON. Ada beberapa tugas yang sesuai dengan ketrampilan dr. Wang Bing Yie. Lebih – lebih dengan dukungan dana dari Sularso untuk mengembangkan mesin temuannya, Modular Microsurgery Beauty Set di REON membuatnya antusias untuk meninggalkan North Korea, meski dengan berbagai resiko yang harus ditanggungnya. Salah satunya adalah dicap penghianat bangsa, dengan konsekwensi hukuman mati bila tertangkap. Dokter Wan Bing Yie, tidak perduli sepanjang mesin temuannya berhasil beroperasi, resiko apapun ia siap menerima. Hasil usahanya tidak boleh sia – sia, meski bertaruh nyawa sekalipun. Temuannya harus terpublikasi. Mesin itu harus tercipta. Harus menjadi kenyataan. Bukan halunisasi. Bukan juga angan – angan belaka. Apalagi ketika Sularso mau menjamin keamanannya, membuatnya tidak berpikir panjang untuk menerima. Ia langsung mengiyakan. Dengan berbagai cara, hari itu ia harus kabur dari negaranya, meski North Korea cukup ketat mengawasi setiap warga negaranya. Sudah berbulan – bulan lamanya ia menciptakan prototype mesin itu. Menguji coba dengan berbagai kegagalan. Sehingga akhirnya, hampir satu tahun ia bisa menyempurnakan mesin prototype itu.

Letjen Frank Amaritus mengeluarkan setumpuk photo dari mapnya. Menyerahkan kepada Presiden Sularso.

“Berhasil..., rupanya dia,” gumannya pelan, sambil mengamati photo – photo itu.

Sularso mendengus, “buat dia mirip aku. Secepatnya, segera lakukan.”

“Siap pak.”

💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗

1. Aide De Camp atau Ajudan

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

ceritanya perpaduan dunia militer, perang psikologi dan politik., keren juga.👌

2021-04-04

1

lihat semua
Episodes
1 CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2 CH. 2 RENCANA MISI
3 CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4 CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5 CH. 5 PENYERGAPAN 1
6 CH. 6 PENYERGAPAN 2
7 CH. 7 PERUBAHAN MISI
8 CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9 CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10 CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11 CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12 CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13 CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14 CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15 CH. 15 VIRUS Q
16 CH. 16 PENGEJARAN
17 CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18 CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19 CH. 19 AGEN JEANNY 1
20 CH. 20 AGEN JEANNY 2
21 CH. 21 PENYUSUPAN 1
22 CH. 22 PENYUSUPAN 2
23 CH. 23 PENYUSUPAN 3
24 CH. 24 PENYUSUPAN 4
25 CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26 CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27 CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28 CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29 CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30 CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31 CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32 CH. 32 JEJAK AWAL
33 CH. 33 DESERT GREEN 1
34 CH. 34 DESERT GREEN 2
35 CH. 35 DESERT GREEN 3
36 CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37 CH. 37 TITIK TEMU
38 CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39 CH. 39 JALUR PELARIAN
40 CH. 40 AWAL MULA
41 CH. 41 SEBUAH RENCANA
42 CH. 42 KEMBALI KE REON
43 CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44 CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45 CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46 CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47 CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48 CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49 CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50 CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51 CH. 51 BERPARKOUR
52 CH. 52 DAMPAK PERANG
53 CH. 53 CERITA WUJI
54 CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55 CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56 CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57 CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58 CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59 CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60 CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61 CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62 CH. 62 BUKTI REKAMAN
63 PENGUMUMAN
64 CH. 63 MARGARETHA
65 CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66 CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67 CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68 CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69 CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70 CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71 CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72 CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73 CH. 72 PENGHIANATAN
74 CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75 CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76 CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77 CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78 CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79 CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80 CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81 CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82 CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83 CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84 CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85 CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2
CH. 2 RENCANA MISI
3
CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4
CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5
CH. 5 PENYERGAPAN 1
6
CH. 6 PENYERGAPAN 2
7
CH. 7 PERUBAHAN MISI
8
CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9
CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10
CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11
CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12
CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13
CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14
CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15
CH. 15 VIRUS Q
16
CH. 16 PENGEJARAN
17
CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18
CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19
CH. 19 AGEN JEANNY 1
20
CH. 20 AGEN JEANNY 2
21
CH. 21 PENYUSUPAN 1
22
CH. 22 PENYUSUPAN 2
23
CH. 23 PENYUSUPAN 3
24
CH. 24 PENYUSUPAN 4
25
CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26
CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27
CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28
CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29
CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30
CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31
CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32
CH. 32 JEJAK AWAL
33
CH. 33 DESERT GREEN 1
34
CH. 34 DESERT GREEN 2
35
CH. 35 DESERT GREEN 3
36
CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37
CH. 37 TITIK TEMU
38
CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39
CH. 39 JALUR PELARIAN
40
CH. 40 AWAL MULA
41
CH. 41 SEBUAH RENCANA
42
CH. 42 KEMBALI KE REON
43
CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44
CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45
CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46
CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47
CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48
CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49
CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50
CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51
CH. 51 BERPARKOUR
52
CH. 52 DAMPAK PERANG
53
CH. 53 CERITA WUJI
54
CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55
CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56
CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57
CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58
CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59
CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60
CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61
CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62
CH. 62 BUKTI REKAMAN
63
PENGUMUMAN
64
CH. 63 MARGARETHA
65
CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66
CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67
CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68
CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69
CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70
CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71
CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72
CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73
CH. 72 PENGHIANATAN
74
CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75
CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76
CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77
CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78
CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79
CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80
CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81
CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82
CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83
CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84
CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85
CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!