CH. 5 PENYERGAPAN 1

Konvoi Presiden Sularso itu melaju dengan kecepatan tinggi. Ada 10 kendaraan berjalan beriringan. Didepannya ada voorijder sebagai pembuka jalan. Ada 4 kendaraan bermotor roda 2 dengan CC 2000 yang masing – masing dikendarai oleh seorang Military Police, melaju berdampingan. Di belakangnya beriringan 2 unit mobil Jeep Rubicon seri terbaru. Baru terselip mobil limousine kepresidenan, yang mengikuti perjalanan mereka. Berikutnya disusul oleh mobil type VAC (Vehicle Army Combat), dengan senapan Armory Mini Gun (mesin senapan ringan) terpasang di kap mobil, dan dijaga oleh 3 orang tentara yang berdiri di bak terbuka belakangnya.

Lengangnya jalan raya membuat para pengawal yang mengiringi Presiden Sularso ini meningkatkan kewaspadaanya. Tidak biasanya situasi jalanan seperti itu. Biasanya di setiap perjalanan mereka, meski berada dalam kondisi perang selalu ada satu atau dua orang penduduk yang melintas. Ini tidak ada sama sekali. Cukup waspada mereka berlalu. Sesekali beberapa orang yang memegang AMG menoleh ke kiri ataupun ke kanan jalan dengan tangan tetap siaga di pelatuk senapan. Mata mereka awas melihat di sela – sela bangunan yang masih kokoh berdiri atau puing – puing reruntuhan bangunan yang hancur karena perang.

Debu – debu berterbangan, sampah – sampah jalanan berhamburan ketika roda – roda kendaraan itu melintas didekatnya. Sesekali terdengar suara decitan ban kendaraan saat bergesekan dengan aspal jalanan. Raungan kendaraan menggema sepanjang jalan itu.

Di dalam mobil kepresidenan. Presiden Redneck Sularso di dampingi 2 orang pengawal presiden yang duduk di bangku depan tempatnya duduk. Menghadap ke arah tempat duduk sang Presiden. Di bangku paling dèpan seorang sopir ditemani satu orang pengawal juga. Senapan serbu laras pendek tergenggam erat ditangan masing – masing dengan diletakkan di atas pangkuannya. Matanya tajam milhat sisi luar kendaraan melalui jendela kecil di samping kendaraan.

Sementara di setiap kendaraan lainnya ada 4 porsenil tentara pengawal presiden yang bersiaga mengawal Presiden Sularso. Di setiap porsenil yang ada di dalam mobil itu juga menenteng senapan serbu sejenis dengan pengawal yang ada di mobil kepresidenan. Semua waspada menghadapi semua kemungkinan yang terjadi.

Satu persatu kendaraan tetap melaju dengan ritme yang sama. Kencang dengan hati – hati. Jarak antar kendaraan juga sama. Stagnan. Tanpa ada keinginan untuk saling mendahului. Bergerak bersama, melaju saling beriringan. Menjaga mobil presiden.

Di tempat lain, masih di ruas jalanan itu...

Kapten Batara bersama teamnya masih mengamati laju iring – iringan itu dengan teropong binoculer yang tergenggam di depan wajah Kapten Batara.

“Semuanya siaga.” Ia kembali mengulang perintahnya.

Detik – detik itu begitu menegangkan. Dalam waktu yang tidak lama lagi, penyergapan terhadap orang no 1 REON akan dilakukan. Tugas yang dibebankan kepada teamnya kali ini bukalah tugas yang terbilang ringan. Meski sudah sering melakukan tugas berat lainnya, tugas sekaranglah yang paling beresiko. Selama ini tugas yang diberikan selalu tugas di dalam negeri. Artinya, dukungan yang diberikan tidak susah. Dan juga medan yang ada dia kuasai. Familier. Setidak – tidaknya dia sedikit sudah tahu wilayahnya, penduduknya maupun kondisi sosial politiknya.

Nah sekarang, semua berbeda. Masyarakatnya, juga orang – orangnya. Lingkungan sosialnya ataupun kondisi geografisnya. Ini di luar negeri. Di luar wilayah teritori mereka. Sekalipun mereka belum pernah kesana. Bahkan informasi yang diperoleh dari internet juga tidak banyak membantunya. Hanya sedikit yang membahas negara REON. Semenjak Presiden Richardsom bukan lagi presiden REON, negara itu seperti menutup diri. Akses informasi ke sana tidak ada sama sekali. Semua hanya diketahui lewat berkas laporan yang dibacanya, ketika akan memulai misi. Bisa saja berkas itu salah, walau sudah di verifikasi. Kalau itu benar terjadi, jangan berharap misi itu berhasil dilaksanakan. Kegagalan total membayanginya.

Kapten Barata masih menatap kedepan lewat teropong binokuler yang dipegang dengan tangan kirinya. Tangan kanan memberi kode kepada Bajang, si Eagle sang Operator Komunikasi yang ada disebelahnya.

Seperti biasa Serda Bajang hanya memperhatikan gerakan tangan sang Kapten. Dalam hati ia mulai menghitung mundur mengikuti gerakan tangan Kapten Batara.

“Lima..”

“Empat...”

“Tiga...”

“Dua...”

“Satu.”

Sesaat kemudian...

“Bummm..!!”

Ledakan keras terdengar berbarengan dengan tombol pad dari monitor 6” di lengan kiri Serda Bajang ditekan. Salah satu mini bomb yang dipasang di jalan oleh mereka sebagai barikade meledak. Tepatnya diledakkan Serda Bajang. Pertanda misi mereka di mulai.

Seketika terdengar rentetan tembakan yang dimuntahkan oleh senapan serbu ZHG24 Sertu Gentar, ke arah konvoi itu.

Satu kendaraan Rubicon terlempar ke atas seiring bunyi ledakan itu. Terlontar jauh kedepan. Mendarat ke bumi dengan api menyambar bodi mobil itu. Terbakar. Keempat sepeda motor besar yang berfungsi sebagai voorijder bertumbangan tidak karuan arah. Dampak dari ledakan itu. Salah satunya bahkan terlempar jauh, mental ke udara dan jatuh menghantam pot bunga pinggir jalan, membuatnya hancur berantakan. Para pengendara itu hanya bisa berteriak kaget. Wajah – wajah mereka pucat pasi. Sesaat ketika kendaraan mereka menyentuh bumi, semuanya tak sadarkan diri. Bahkan ada beberapa orang yang kehilangan nyawanya.

Berikutnya, kekacauan iring – iringan kendaraan itu tercipta. Semua kendaraan itu merangsek kedepan. Lebih – lebih mobil VAC mereka. Bergerak membentengi mobil Sang Presiden Sularso. Dengan moncong senapan mengarah pada arah tembakan yang dikeluarkan oleh teamnya Kapten Barata.

Balasan tembakan menyalak ke arah Sertu Gentar dari beberapa senapan yang ada di atap mobil VAC. Sementara beberapa pasukan pengawal presiden yang ada di mobil Rubicon maupun di VAC bergerak mencari perlindungan di balik mobil – mobil mereka. Sesekali juga mengeluarkan tembakan ke arah yang di anggap ada musuh bersembunyi. Tembakan – tembakan masih gempita. Balas membalas. Ada satu orang penembak AMG yang terkena tembakan Sertu Gentar.

Serda Bajang dan Kapten Batara tidak tinggal diam. Keduanya ikut membantu Sertu Gentar. Menembakkan senapan keduanya ke arah penembak AMG yang tersisa.

Melihat hal itu, Serda Draco dan Lettu Seto tersenyum dingin. Para Pengawal itu menjadi sasaran empuk peluru keduanya. Mereka tidak tahu bahwa ada dua orang pasukan khusus yang bersiap di posisi yang tidak pernah mereka duga.

“Aahk...” jeritan kesakitan tertahan, terdengar tiba – tiba.

Ketika tanpa diduga salah satu teman yang ada disebelahnya terkulai lemah dengan darah mengucur dari belakang kepala, membuat salah satu pasukan pengawal Presiden Sularso terkejut. Itupun tak berlangsung lama. Diapun ikut ambruk menyusul rekannya dengan peluru bersarang di punggung tembus ke dada, tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Lettu Seto dan Serda Drako menghajar satu persatu pasukan pengawal yang tak terlindung dengah ZHG24 bersilencer. Tak ada bunyi tembakan yang menggema. Keduanya bak sniper, yang menghabisi sasaran target tanpa ampun sedikitpun.

Melihat pasukan pengawalnya tidak berdaya dan kebingungan menerka dari mana arah tembakan, di dalam mobil kepresidenan, Presiden Sularso menyumpah serapah dengan wajah pucat pasi ketakutan. Memutih seperti tidak berdarah.

“Sialan,” rutuknya kesal. “Perintahkan VAC maju kedepan. Bagaimana caranya, kita harus kabur.” Perintahnya kepada 2 orang pengawalnya yang duduk didepannya.

Dua orang itu hanya mengangguk. Bergegas ia keluar. Menyelinap di balik pintu limousine yang ditumpangi. Dan berlindung diantara mobil VAC yang membentengi.

Salah satunya berteriak. “Kalian lindungi Presiden!!”

“Buka jalan!” Sejurus kemudian ia bersuara lagi.

Satu VAC bergerak maju. Menyingkirkan terlebih dahulu VAC yang tidak bergerak karena sopirnya sudah tertembak dengan bumper depannya. Mendorong ke samping. Menjadikan perlidungan dan mencari celah untuk melarikan diri.

VAC yang tersisa mengapit kiri kanan limousine presiden. Ada 3 VAC. AMG yang terpasang tak henti – hentinya memuntahkan peluru ke sisi kiri kanan jalan. Mencoba melindungi sang presiden untuk menahan musuh tidak menembak.

Mereka tidak tahu, bahwa jalan yang dilalui sudah dipasang barikade oleh musuhnya. Medan itu sudah dikuasai oleh Kapten Batara bersama teamnya.

Beberapa mini bom yang terpasang siap meledak, untuk mereka yang coba – coba kabur. Semua sesuai dengan rencana yang sudah dibuat oleh Kapten Batara. Saat ini konvoi Presiden Sularso sudah masuk dalam perangkapnya. Bak ikan yang sudah masuk ke dalam bubu. Untuk keluar sudah hal yang mustahil.

💗💗💗💗💗💗💗💗💗

**Terimakasih atas dukungan yang sudah diberikan.

Kritik dan saran sangat diharapkan, sehingga bisa menjadikan Author, menulis lebih baik lagi sekaligus semangat untuk terus berkarya...

Kalau ada sumur di ladang, bolehlah kita menumpang mandi...

Terus ... sumur dirumah buat apaan**?

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

like👍nya buat Presiden Sularso,.🤗

2021-04-04

1

Little Fish

Little Fish

Mantap thor, semangat👍👍

2020-12-21

1

lihat semua
Episodes
1 CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2 CH. 2 RENCANA MISI
3 CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4 CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5 CH. 5 PENYERGAPAN 1
6 CH. 6 PENYERGAPAN 2
7 CH. 7 PERUBAHAN MISI
8 CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9 CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10 CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11 CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12 CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13 CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14 CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15 CH. 15 VIRUS Q
16 CH. 16 PENGEJARAN
17 CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18 CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19 CH. 19 AGEN JEANNY 1
20 CH. 20 AGEN JEANNY 2
21 CH. 21 PENYUSUPAN 1
22 CH. 22 PENYUSUPAN 2
23 CH. 23 PENYUSUPAN 3
24 CH. 24 PENYUSUPAN 4
25 CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26 CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27 CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28 CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29 CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30 CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31 CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32 CH. 32 JEJAK AWAL
33 CH. 33 DESERT GREEN 1
34 CH. 34 DESERT GREEN 2
35 CH. 35 DESERT GREEN 3
36 CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37 CH. 37 TITIK TEMU
38 CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39 CH. 39 JALUR PELARIAN
40 CH. 40 AWAL MULA
41 CH. 41 SEBUAH RENCANA
42 CH. 42 KEMBALI KE REON
43 CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44 CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45 CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46 CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47 CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48 CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49 CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50 CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51 CH. 51 BERPARKOUR
52 CH. 52 DAMPAK PERANG
53 CH. 53 CERITA WUJI
54 CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55 CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56 CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57 CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58 CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59 CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60 CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61 CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62 CH. 62 BUKTI REKAMAN
63 PENGUMUMAN
64 CH. 63 MARGARETHA
65 CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66 CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67 CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68 CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69 CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70 CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71 CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72 CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73 CH. 72 PENGHIANATAN
74 CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75 CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76 CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77 CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78 CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79 CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80 CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81 CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82 CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83 CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84 CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85 CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)
Episodes

Updated 85 Episodes

1
CH. I UNIT XII GARDA PENYERBU
2
CH. 2 RENCANA MISI
3
CH. 3 REPUBLIC OF NACTURNASYIA
4
CH. 4 RENCANA SANG PRESIDEN
5
CH. 5 PENYERGAPAN 1
6
CH. 6 PENYERGAPAN 2
7
CH. 7 PERUBAHAN MISI
8
CH. 8 PERTARUNGAN KEMBALI
9
CH. 9 PERBURUAN DIMULAI
10
CH. 10 RENCANA PERJALANAN
11
CH. 11 RAHASIA HANS JATMIKO
12
CH. 12 PELARIAN DOKTER ANASTASYA
13
CH. 13 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 1
14
CH. 14 PERTEMUAN DENGAN DOKTER ANASTASYA 2
15
CH. 15 VIRUS Q
16
CH. 16 PENGEJARAN
17
CH. 17 LANGKAH MATI TEAM LETTU DARMAGANTI
18
CH. 18 FAKSI REON MERDEKA
19
CH. 19 AGEN JEANNY 1
20
CH. 20 AGEN JEANNY 2
21
CH. 21 PENYUSUPAN 1
22
CH. 22 PENYUSUPAN 2
23
CH. 23 PENYUSUPAN 3
24
CH. 24 PENYUSUPAN 4
25
CH. 25 KISRUH DI PUSAT RISET 1
26
CH. 26 KISRUH DI PUSAT RISET 2
27
CH. 27 PERTOLONGAN TAK TERDUGA
28
CH. 28 PERTEMUAN TIDAK TERDUGA
29
CH. 29 KEKACAUAN DI RESTO
30
CH. 30 AKHIR KEKACAUAN DI RESTO
31
CH. 31 SAAT RASA ITU DATANG
32
CH. 32 JEJAK AWAL
33
CH. 33 DESERT GREEN 1
34
CH. 34 DESERT GREEN 2
35
CH. 35 DESERT GREEN 3
36
CH. 36 RENCANA PENCARIAN
37
CH. 37 TITIK TEMU
38
CH. 38 PERTEMPURAN DI PERBATASAN
39
CH. 39 JALUR PELARIAN
40
CH. 40 AWAL MULA
41
CH. 41 SEBUAH RENCANA
42
CH. 42 KEMBALI KE REON
43
CH. 43 KEMBALI KE REON 1
44
CH. 44 ASMARA LETTU SETO
45
CH. 45 SEKEDAR UJI NYALI
46
CH. 46 SEKEDAR UJI NYALI 1
47
CH. 47 SEKEDAR UJI NYALI 2
48
CH. 48 SEKEDAR UJI NYALI 3
49
CH. 49 SEKEDAR UJI NYALI 4
50
CH. 50 REON, KAMI DATANG…
51
CH. 51 BERPARKOUR
52
CH. 52 DAMPAK PERANG
53
CH. 53 CERITA WUJI
54
CH. 54 SEBUAH KEBIMBANGAN 1
55
CH. 55 SEBUAH KEBIMBANGAN 2
56
CH. 56 TERPAPAR VIRUS Q (1)
57
CH. 57 TERPAPAR VIRUS Q (2)
58
CH 58 TERPAPAR VIRUS Q (3)
59
CH. 59 BATU MUSTIKA CAYAPATA (1)
60
CH. 60 BATU MUSTIKA CAYAPATA (2)
61
CH. 61 KEKEJAMAN LETKOL BHRE WING NAM
62
CH. 62 BUKTI REKAMAN
63
PENGUMUMAN
64
CH. 63 MARGARETHA
65
CH. 64 MENYELAMATKAN BUKTI
66
CH. 65 BURONAN NEGARA REON (1)
67
CH. 66 BURONAN NEGARA REON (2)
68
CH. 67 PERTARUNGAN (1)
69
CH. 68 PERTARUNGAN (2)
70
CH. 69 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (1)
71
CH. 70 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (2)
72
CH. 71 PERJUMPAAN TAK SENGAJA (3)
73
CH. 72 PENGHIANATAN
74
CH. 73 PENANGKAPAN PAK IBON
75
CH. 74 CERITA CINTA PAK IBON (1)
76
CH. 75 CERITA CINTA PAK IBON (2)
77
CH. 76 MUNCULNYA SANG JAGOAN (1)
78
CH. 77 MUNCULNYA SANG JAGOAN (2)
79
CH. 78 MUNCULNYA SANG JAGOAN (3)
80
CH. 79 MUNCULNYA SANG JAGOAN (4)
81
CH. 80 MUNCULNYA SANG JAGOAN (5)
82
CH. 81 RENCANA JAHAT SANG KOLONEL
83
CH. 82 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (1)
84
CH. 83 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (2)
85
CH. 84 PELAKSANAAN RENCANA WING NAM (3)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!