District South Randcios City...
Sebuah mobil sedan melaju dengan kecepatan tinggi, menembus kegelapan malam. Seringkali suara decitan roda terdengar mengiringi ketika mobil itu berbelok dengan kecepatan penuh. Tidak jarang, sesekali mobil itu seperti terbang melayang ketika melewati gundukan atau tanjakan jalan. Pijar api juga seringkali terlihat di knalpot maupun bodi kolong mobil ketika kembali mendarat di jalanan. Lampu sorot mobilnya seperti ikut melompat – lompat mengikuti gerak lari mobil itu.
Tidak lama kemudian dalam jarak 200 m, beberapa kendaraan mengejar sedan itu. Terlihat lampu mobil yang menyinari jalanan. Ada 5 mobil yang mengejarnya. Rauangan derum kendaraan terdengar mengiringi. Sesekali tembakan keluar dari moncong – moncong senjata yang dikeluarkan lewat jendela mobilnya oleh penumpang – penumpang mobil itu ke arah sedan itu. Pijar api senjata di moncong laras bagai kembang api yang tersulut.
Di sedan itu hanya dikendarai oleh seorang perempuan seorang diri. Nampak sekali ia berusaha keras untuk menghindari tembakan para pengejarnya. Rambut panjangnya hanya diikat dengan karet gelang di bagian atas. Sisanya masih dibiarkan awut – awutan tidak karuan. Dibawah terangnya lampu jalanan yang menerangi sesaat, wajah cantiknya terlihat tegang penuh dengan ketakutan. Ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk bisa meloloskan diri dari kejaran mobil – mobil itu. Sekuat – kuatnya ia menekan gas mobil itu. Tidak perduli dengan kondisi jalanan yang ada. Harapannya ia bisa melepaskan diri dari para pengejarnya.
Situasi itu benar – benar buruk. Mengemudikan mobil dengan zigzak hanya diterangi lampu mobil dan menjaga jarak dengan mereka. Bahkan tidak jarang menundukkan kepala untuk menghindari tembakan yang mengarah ke dirinya.
Dari cara mengejar mobil sedan yang ada di depannya dengan tidak memperdulikan sekitar, nampaknya para pengejar itu berniat untuk menangkap pengemudi sedan itu. Entah dalam kondisi hidup atau mati. Tembakan demi tembakan dilepaskan. Baik dengan pistol maupun dengan senapan serbu jenis M16 yang dibawanya. Sesekali granat terlontar dari pelontar yang sengaja di pasang di atas laras M16nya.
“Booommm...!!”
Suara ledakan terdengar menggema, diiringi percikan api di kegelapan malam. Hampir mengenai samping kiri sedan itu. Dengan lincah sedan bermanufer ke kanan. Berbelok tajam masuk sebuah lorong jalan.
Satu kendaran berhasil mengikuti sedan itu. Ikut membelok tajam ke kanan. Diikuti mobil dibelakangnya. Berhasil masuk. Satu lagi urutan mobil ketiga juga berhasil masuk. Melaju kencang. Tapi karena terlalu mepet, membuat kaca spion sebelah kanannya hancur berantakan, menghantam tiang besi yang ada di sudut jalan. Mobil ke empat lolos, mengikuti mobil di depannya. Dan...
“Braakkk ! Duar...!!”
Mobil ke lima gagal mengikuti empat mobil yang ada didepannya. Mobil itu menabrak sudut dinding bangunan setelah terlebih dahulu menghajar tiang besi serta trotoar pembatas jalan. Mobil itu nyungsep ke dalam bangunan. Bagian depan terlihat ringsek. Kaca mobil hancur berserakan. Pengemudi mobil itu terkulai dibelakang kemudi. Darah bercucuran di wajahnya. Sementara penumpang yang ada di sebelahnya terlempar keluar, diam tidak berkutik setelah menghantam meja kayu di dalam ruangan itu.
Pengemudi sedan itu melihat melalui kaca spion kanan mobilnya yang tinggal separuh karena tembakan pengejarnya. Kaca belakang sudah separuh sebelah kiri hancur. Bodi mobil juga sudah banyak berlubang, kena tembakan.
“Mampus kamu.. “ umpatnya gembira ketika melihat satu dari 5 mobil yang mengejarnya menghantam tembok.
Ia kembali konsentrasi mengemudi sedan itu. “Tinggal empat lagi...” gumannya pelan.
Tiba di ujung jalan, secara tiba – tiba ia mengambil jalan melawan arah. Ia tidak perduli dengan kondisi jalan yang sedikit ramai, meski dalam suasana perang dan di malam hari. Akibatnya bunyi klakson ramai berbunyi, saat berjumpa dengan mobil lainnya. Mobilnya meliuk – liuk mencari celah jalan kosong untuk bisa di lewati. Baik itu ke kanan maupun ke kiri.
“Sialan!” gerutu pengemudi mobil pertama yang mengejarnya. “Dasar sundal!” pekiknya kesal.
Dalam kondisi ramai seperti ini dan berkendara melawan arah, mustahil rasanya ia melaju kencang tanpa mencelakai pengemudi mobil lain atau pengguna jalan lainnya. Lebih – lebih untuk menggunakan senjata yang dipegangnya.
“Hei kenapa pelan?!” teriak seorang penumpang yang ada dibelakangnya. “Ayo kejar perempuan sialan itu! Jangan pedulikan mobil – mobil yang menghalangi kita. Kalau perlu tabrak saja!!!”
Mendengar perintah itu, kembali ia menekan gas mobil itu kencang – kencangnya. Tanpa perduli mobil – mobil yang melaju berlawanan dengannya. Tak ayal banyak mobil yang mengerem mendadak, untuk menghindari tabrakan. Akibatnya bisa ditebak, mobil – mobil yang berada di belakangnya dengan tiba – tiba berusaha menghindar. Malah membuatnya menjadi kecelakaan beruntun. Saling seruduk bagian belakang. Kekacauan di jalan pun tercipta. Banyak tabrakan terjadi. Mobilpun malang melintang tidak karu – karuan.
Tiga mobil berhasil lolos, mengejar mobil sedan yang masih melaju kencang zigzak menghindari tabrakan dengan mobil yang melaju berlawanan arah dengannya.
Sayangnya, satu mobil pengejar tidak sempat menghindar ketika ada mobil yang tergelincir melintang menghadang laju jalannya...
“Braakkk!!! Duarr!”
Tabrakan kencang nan keras tidak bisa dihindari. Mobil penabrak itu jungkir balik di udara, berputar beberapa kali dan terhempas miring ke jalanan. Sedangkan mobil yang ditabrak terdorong kencang menghantam beberapa mobil yang memang sudah saling bertabrakan.
Jerit tangis penumpang mobil yang masih ada di dalam mobil terdengar memilukan. Sementara yang sempat keluar karena mencari penyebab kecelakaan, berlari berhamburan menghindar ketika melihat ada mobil melayang mau menghantam ke arahnya.
“Tinggal tiga lagi...,” guman pengendara sedan, sambil matanya melirik pada kaca spionnya yang samar – samar keliahatan diterangi lampu jalanan.
Para pengejar geram bukan main. Dua kendaraan yang membantu mengejar tumbang dengan sia – sia, termasuk juga para pengejar juga terbunuh percuma.
“Ternyata dokter satu ini, gila juga..” gerutunya kesal.
Tidak pernah disangka perempuan yang ternyata seorang doktet itu ternyata sangat lihai mengemudikan mobil, di malam – malam seperti ini, dengan kondisi penerangan yang sangat minim. Awalnya dikira sangat lemah, ternyata cara mengemudinya cukup menakjubkan, lebih – lebih di malam hari.
Yups, pengemudi perempuan itu adalah dokter ahli virus yang diculik oleh pasukan REON, dari Pusat Penelitian Mikrobiologi milik perusahaan swasta kerjasama antara Singapura, Australia dan Indonesia. Pharma Industries Tbk. di Pulau Galang, Kepuluan Natuna. Orang – orang yang mengenalnya, biasa memanggil Dokter Anastasya. Usianya masih muda, umurnya baru sekitar 23 tahun. Ia berhasil meraih gelar Doktoralnya waktu berusia 21 tahun. Dari universitas yang cukup ternama Oxford University. Jurusan yang digelutinya juga cukup mentereng, bidang microbiomolokuler viruses. Ia seoarang peneliti. Karena kepintarannya itulah dia direkrut menjadi Kepala Laboratorium milik Pharma Indistries.
Awalnya penculikan cukup mengagetkan pihak Pharma. Kepala Labnya hilang tiba – tiba, disaat sedang meneliti virus antibodi.
Memang, penelitian yang dilakukan adalah berkaitan dengan disertasinya dulu. Pengembangan virus terhadap kekebalan tubuh. Bukan hanya kebal terhadap penyakit, namun juga kebal terhadap peluru dan senjata tajam. Dengan virus microbiologi temuannya, seseorang akan menjadi super. Akan memiliki kekuatan extra melebihi kemampuan manusia biasa lainnya.
Pihak Pharma Industries tidak pernah menduga bahwa dokter Anastasya diculik oleh pasukan REON. Dugaan mereka dokter itu diculik oleh saingan bisnisnya, sehingga mereka tidak berani gegabah melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib. Cukup riskan apabila hal itu diketahui publik. Pharma Industries adalah sebuah perusahaan terbuka, saham – sahamnya diperdagangkan di beberapa pasar modal di seluruh dunia. Apabila kejadian itu diberitakan, dikhawatirkan akan mempengaruhi harga perdagangan saham mereka. Ketika berita itu ‘digoreng’ oleh para pialang saham, harga saham pasti akan terjun bebas. Hal itulah yang menjadikan alasan Pharma Industries terkesan membiarkan persoalan ini.
Pengejaran terhadap dokter Anastasya masih berlangsung. Tinggal dua kendaraan lagi yang mengejarnya. Satu kendaraan juga sudah berhasil ‘disingkirkan’ lagi. Pada sebuah tingkungan tajam, mobil pengejar itu tidak bisa dikendalikan. Mobil itu nyelonong lurus saja tanpa mampu bermanufer mengikuti arah belokan jalan. Akibatnya, langsung masuk ke jurang setelah menghantam beberapa batang pohon yang tumbuh di pinggir jurang itu.
Meskipun tinggal dua mobil lagi, para pengejar itu tidak mengendorkan semangatnya untuk tetap bisa menangkap dokter cantik itu. Mereka tahu pasti, imbalan apa yang akan diterimanya apabila gagal menangkap dokter itu. Nyawa mereka jadi taruhannya. Dan, mereka juga tahu keuntungan apa yang akan mereka peroleh jika berhasil menangkap dokter itu. Jabatan mereka akan naik satu tingkat, dan prestasi itu pasti akan mendapat pujian. Belum lagi jika kejadian itu terbongkar di publik, negara REON pasti akan dikecam dunia internasional. Secara tidak langsung pasti akan dicap sebagai negara *******. Atas dasar itulah mereka tidak mudah melepaskan dokter Anastasya begitu saja.
Perlahan tapi pasti, dokter Anastasya berhasil memperlebar jarak keduanya. Nampaknya mereka mulai kesulitan mengejar mobil yang dikendarai dokter itu.
Setelah dirasa cukup jauh, di sebuah permukiman padat penduduk dokter itu menghentikan mobilnya. Bergegas ia keluar dari mobil itu, lalu berlari memasuki sebuah lorong dan menghilang di keremangan malam.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
*Koq sepi ya...
Walaupun tanpa ada yang komentar, apapun yang terjadi saya akan tetap menuntaskan cerita ini...
Terlepas kawan - kawan mau membaca apa tidak...
Yang penting otak ini tidak ada gumpalan ide yang membeku...
Biarlah orang tidak perduli...
Saya yakin karyaku ini akan ikut mewarnai dunia sastra Indonesia...
Dirgahayu Negriku yang tercinta yang ke 75...
M E R D E K A* .... !!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Win Yuliusta
Kwren thor cerita yg bagus
2023-01-14
0
Warda Ishaq
baru ketemu novel ini Thor🥰
2022-09-13
0
M Zepri JackRaem
jgn merajuk gitulah Thor ini awak ber komentar sedap lanjut teruuus
2022-01-29
0