As You Love It

..."Pakai itu!" Perintah Valerie. "Aku tak tahan melihatmu menggigil kedinginan. Kau bisa memakainya sendiri bukan?"...

...Aldrick menunjukan wajah jenakanya pada Valerie "Aku tidak bisa memakainya sendiri, tolong pakaikan" ...

...****************...

"Ahh...sayang sekali kita tidak akan bertemu selama beberapa hari ini. Aku ada perjalanan bisnis ke Newcastle, kau harus jaga kesehatan ya, pokoknya harus sembuh saat Hari-H nanti. Jika rindu padaku, kau bisa menelpon ku kapan saja" Meski rasanya dingin, Aldrick tetap mengeluarkan lengannya dari saku mantel karena ingin mengusap puncak kepala Valerie.

"Aahh..singkirkan lenganmu itu" Valerie mundur beberapa langkah, alhasil Aldrick tak bisa menyentuh puncak kepala gadis itu. "Aku tidak akan merindukanmu! Ingat itu!"

Aldrick mengedikan bahu, memangnya siapa yang tahu. Hati manusia bisa berubah kapan saja bukan? Aldrick berharap Valerie akan merindukannya selama mereka tak bertemu nanti.

Detik itu juga, sebuah butiran salju mulai jatuh ke permukaan bumi. Aldrick maupun Valerie masih bungkam selama beberapa saat sampai akhirnya Valerie menyadari sesuatu.

"Cintamu akan kenyataan Al!!" Teriak Ryder dari lantai atas, dia nampak terkikik geli menyaksikan Valerie dan Aldrick di bawah sana. Sesekali Ryder melirik ke arah langit kemudian kembali menatap mereka berdua di bawah sana.

Benar juga, jika sepasang kekasih menyaksikan salju pertama turun maka cintanya akan kenyataan, mereka akan bahagia. Itu yang pernah di katakan oleh salah satu temannya Valerie yang berasal dari Korea Selatan. Mengapa Valerie tiba-tiba mengingat itu?

Tunggu, mereka bukan pasangan kekasih. Aldrick bukan pacarnya, itu artinya hal itu tak akan berlaku bagi Aldrick dan Valerie dan itu membuat Valerie sedikit bernapas lega.

"Ahh seandainya aku dan Catherine yang melihat salju pertama" Setelah mengatakan itu, Ryder hendak masuk ke rumah "Semoga berhasil, Aldrick" Teriak Ryder.

"Ryder kenapa teriak-teriak?" Tanya Veronica dari dalam rumah.

"Bukan apa-apa mom" Balas Ryder.

Setelah mendengar teriakan Ryder, tangan Valerie terkepal tanpa sadar. Ingin rasanya Valerie melempar sepatunya pada Ryder namun itu tak di lakukannya karena takut mendapat omelan dari sang ibu.

Bukannya mengenai Ryder tapi sepatunya malah melayang pada salah satu pot bunga milik ibunya. Valerie tak punya pilihan lain selain menahannya dan memberikan pelajaran pada adiknya nanti.

"Kau keberatan dengan apa yang Ryder bilang tadi?" Tanya Aldrick, "Aku baru dengar mitos itu, apa kau tahu sesuatu tentang mitos itu? Jika sepasang kekasih menyaksikan salju pertama turun makan cinta kita akan kenyataan dan kita akan bahagia, itu harapan yang bagus.

aku harap itu menjadi kenyataan" meski dingin dia tetap menahannya karena ingin mengatakan sesuatu pada Valerie.

"Aku pun baru mendengar itu" Valerie berpura-pura seolah dia tidak tahu apa-apa.

Inginnya Valerie segera masuk ke rumah, dia sudah tak tahan dengan hawa dingin yang terasa menusuk kulit ini. Namun jika dia mengabaikan Aldrick, bisa-bisa ibunya kesal nanti dan memarahinya lalu menyuruhnya agar kembali keluar. Itu lebih merepotkan.

"Kalau kau merasa terganggu, kau tidak perlu mendengarkan apa yang Ryder katakan" Aldrick masih memandang butiran putih itu selama beberapa saat. "Masuklah, di luar dingin"

"Tanpa kau suruh pun aku akan masuk ke rumah" Ucap Valerie ketus "Kau pikir berdiri di tengah udara dingin seperti ini nyaman untukku? Tentu saja tidak, tubuhku lemas sekali rasanya. Kakiku pegal!!" Protes Valerie membuat Aldrick yang mendengarnya malah tertawa, Valerie terlihat begitu menggemaskan di matanya.

"Kenapa kau tidak segera pergi huh???" Tanya Valerie.

"Baiklah, baiklah aku akan segera pergi"

"Nah...seharusnya dari tadi begitu" Valerie menggerutu kesal. Valerie berbalik, dia tak peduli pada Aldrick yang masih berdiri di sana.

"Kita akan bertemu saat hari pernikahan nanti, ingat itu!!" Teriak Aldrick "Tapi jika kau ingin bertemu denganku, aku tak masalah datang padamu" Aldrick masih berteriak-teriak bahkan Veronica dan Ryder pun bisa mendengarnya di dalam rumah.

Sedangkan Valerie hanya bisa mengepalkan tangannya kesal, sebentar lagi Ryder dan ibunya pasti akan habis-habisan menggodanya. Itu sudah pasti dan tak bisa di hindari lagi.

Valerie tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, dia lantas kembali berbalik menghadap Aldrick, meski jarak mereka tak sedekat tadi. Valerie masih bisa melihat pria itu dengan jelas.

Valerie melangkah lebar ke arah Aldrick.

Sementara di dalam rumah, Ryder dan Veronica yang tengah menyaksikan mereka di jendela ruang tv nampak asyik sambil menikmati camilan. Mereka seolah seperti di suguhkan drama gratis.

Ibu dan anak ini mengabaikan televisi yang masih menyala lalu sebagai gantinya mereka malah menonton Valerie di luar sana.

"Apa menurut Mommy, Erie akan berbalik dan berlari menghampiri Al, lalu Valerie memeluknya dan mengatakan" Ryder menjeda kalimatnya "Dia akan mengatakan Aku akan merindukanmu, cepatlah selesaikan pekerjaanmu. Dengan begitu, kita bisa menghabiskan waktu bersama kembali" Ucap Ryder mendramatisir.

Veronica menggeleng tak setuju "Dia Erie, kau harus ingat itu"

"Benar juga" Ryder mengangguk serius, setuju dengan ucapan ibunya.

"Mungkin Valerie akan memukul perutnya" Sahut Veronica "Kalau memang itu terjadi, maka dia harus siap-siap berhadapan denganku"

"Atau menendang kakinya" Sambung Ryder.

"Bisa saja Valerie menginjak kakinya dengan keras"

"Atau menamparnya" Tambah Ryder.

"Ohh ayolah, ini bukan kisah romance yang berakhir menjadi thriller bukan?"

"Mommy tahu sendiri, Valerie tidak bucin kisah cintanya pasti akan berujung menjadi thriller"

"Dia semakin mendekat" Ryder dan Veronica jadi ikut berdebar-debar melihat Valerie dan Aldrick di luar sana.

Kita kembali ke halaman, dimana Valerie tengah melangkah lebar ke arah Aldrick.

Sementara Aldrick nampak kaget melihat Valerie yang tiba-tiba berbalik dan berjalan kemari.

Aldrick membeku di tempat, sedikit kebingungan dan apa yang harus dia lakukan? Valerie akan memeluknya? Sungguh?

Karena pertanyaan itu yang muncul di otaknya, pada akhirnya Aldrick malah merentangkan kedua tangannya, pria itu tersenyum semakin lebar.

"Mommy, lihat! Aldrick merentangkan kedua tangannya" Ryder menepuk-nepuk pelan lengan Ibunya agar segera melihat ini.

"Mommy tahu, Mommy juga melihatnya"

"Jadi Valerie sungguh akan memeluknya?"

"Mommy tidak tahu, kita lihat saja nanti"

"Sepertinya Aldrick tidak jadi di peluk" Sahut Ryder setelah melihat Valerie yang menghentikan langkah kakinya sekitar lima langkah dari posisi Aldrick.

Valerie melepas syal yang melilit di lehernya. Demi wajah tampan Ryder dan segala sikap random nya, Valerie pasti bergidik ngeri jika dia benar-benar memeluk Aldrick seperti yang di pikirkan oleh Ryder dan Veronica.

"Strike" Ryder berseru dengan semangat. "Mommy, Valerie sudah seperti pitcher saja dan Aldrick seorang Catcher yang hebat, dia bisa menangkapnya dengan tepat"

Jessica malah mengacak pelan rambut putranya dengan gemas "Kenapa malah nyambung ke Baseball?"

"Kenapa memangnya? Aku lebih suka acara olahraga dari pada Drama melow"

Veronica dan Ryder saling tatap, detik berikutnya ibu dan anak itu malah tertawa. Mereka menyangkut pautkan kisah Valerie dengan berbagai hal.

Tanpa banyak bicara, Valerie melempar syal itu pada Aldrick dan syal itu berhasil mengenai dada bidang Aldrick.

"Pakai itu!" Perintah Valerie. "Aku tak tahan melihatmu menggigil kedinginan. Kau bisa memakainya sendiri bukan?"

Aldrick menunjukan wajah jenakanya pada Valerie "Aku tidak bisa memakainya sendiri, tolong pakaikan"

"Meski tidak bisa pun aku tak peduli. Terserah kau mau memakainya atau tidak" Valerie kembali berbalik dan melangkah lebar menuju pintu rumahnya.

Aldrick yang masih menatap syal itu lantas tersenyum. Dia senang ternyata gadis itu peduli juga padanya. Setidaknya kali ini dia berhasil mendapatkan perhatian seorang Valerie.

"Terima kasih" Teriak Aldrick sambil melilitkan syal itu ke lehernya. Dia baru masuk ke mobil setelah memastikan Valerie sudah masuk ke dalam rumah.

Begitu membuka pintu, Valerie langsung di sambut oleh Ryder dan Veronica yang tengah ribut di depan jendela. Valerie menatap mereka horror.

"Uhhhh....peran utama serial drama kita telah pulang ke rumah" Sahut Veronica sambil menyambut kedatangan Valerie yang sepertinya masih kesal, gadis itu berdiri di depan pintu sambil menatap Ryder.

"Mo-mommy" Ryder menarik lengan baju ibunya "Ini bukan waktu yang tepat untuk menghampirinya"

"Kenapa tidak? Mommy harus menyambut Ke pulangan kakakmu sayang, hubungan mereka ada kemajuan dan Mommy senang akan hal itu."

"Ryder Hillbert!!! Ke sini kau" Valerie melepas sepatunya dengan cepat, lantas dia berlari mengejar Ryder yang sudah lebih dulu melesat pergi entah kemana. Rumah ini sangat luas dan dia bisa bersembunyi dimana saja. Butuh waktu lama untuk bagi Valerie untuk bisa menemukan adiknya yang masih bersembunyi, itu pun Valerie di bantu berkat bantuan sang ibu.

"Mommyy kenapa kau mengkhianati ku?!!! Nanti salahkan saja Valerie jika terjadi apa-apa padaku."

Veronica malah tertawa, dia nampak menikmati kejar-kejaran yang terjadi antara Valerie dan Ryder.

"Erie ayo makan siang, kau belum makan siang, kan?"

"Mommy sedang berusaha membantu Ryder dengan mengajakku makan siang? maaf tapi itu tidak akan berhasil Mommy, aku masih perlu menangkap Ryder sekarang"

...****************...

Terpopuler

Comments

Cherisha

Cherisha

drama kehidupan mbak mu lebih seru ya dek

2024-11-20

4

Cherisha

Cherisha

the real random, cowok yg satu ini

2024-11-20

2

Cherisha

Cherisha

Tsundere

2024-11-20

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 First Impression
3 Cerita di Balik Sepatu High Heels
4 I know your birthday
5 Wisecrack
6 Who?
7 Ryder
8 Resleting
9 A scarf and hair clip
10 Dinner
11 Weekend
12 It Is a Gift
13 The Same Person
14 Hate
15 Heavy Heart I
16 Heavy Heart II
17 Gloomy Morning
18 Drama
19 One Years Ago
20 As You Love It
21 Red Wedding Dress I
22 Red Wedding Dress II
23 Red Wedding Dress III
24 Lonely
25 Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26 Mafia Boss??
27 Untouchable
28 Sigma Gold
29 Little by Little
30 A Little Naughty
31 Challenge
32 Ruang Rahasia
33 Banana Milk
34 Isi dari Ruang Rahasia
35 Bittersweet
36 Choice
37 A Warm Hug
38 Reason?
39 Not Acceptable
40 Pergi ke Pantai
41 First Love?
42 Grandma's House
43 Again?
44 The Second Time
45 Cerita Masa lalu Al
46 Seorang Bodyguard?
47 I'll protect You
48 Evelyn kembali?
49 Renggang
50 Incident
51 Curious
52 Two Sides
53 The Assassin
54 Ancaman?
55 Nevertheless
56 Step Back
57 Pregnant?
58 Christmas gift?
59 Taruhan
60 Surat Cerai
61 Craving
62 Jump
63 Trauma
64 Rahasia terungkap
65 Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66 Dilemma
67 Pergulatan Batin
68 Max
69 Penyesalan?
70 Early Morning
71 Nebraska
72 Surat Wasiat
73 A Key
74 Bad News
75 Surat Darinya
76 Penyesalan
77 Aku Pulang...
78 Sebuah Janji
79 Gairah Yang Tertahan
80 Passionate Kiss
81 Sunset
82 Traitor
83 Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84 Confidential Documents
85 Teman Lama
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Prolog
2
First Impression
3
Cerita di Balik Sepatu High Heels
4
I know your birthday
5
Wisecrack
6
Who?
7
Ryder
8
Resleting
9
A scarf and hair clip
10
Dinner
11
Weekend
12
It Is a Gift
13
The Same Person
14
Hate
15
Heavy Heart I
16
Heavy Heart II
17
Gloomy Morning
18
Drama
19
One Years Ago
20
As You Love It
21
Red Wedding Dress I
22
Red Wedding Dress II
23
Red Wedding Dress III
24
Lonely
25
Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26
Mafia Boss??
27
Untouchable
28
Sigma Gold
29
Little by Little
30
A Little Naughty
31
Challenge
32
Ruang Rahasia
33
Banana Milk
34
Isi dari Ruang Rahasia
35
Bittersweet
36
Choice
37
A Warm Hug
38
Reason?
39
Not Acceptable
40
Pergi ke Pantai
41
First Love?
42
Grandma's House
43
Again?
44
The Second Time
45
Cerita Masa lalu Al
46
Seorang Bodyguard?
47
I'll protect You
48
Evelyn kembali?
49
Renggang
50
Incident
51
Curious
52
Two Sides
53
The Assassin
54
Ancaman?
55
Nevertheless
56
Step Back
57
Pregnant?
58
Christmas gift?
59
Taruhan
60
Surat Cerai
61
Craving
62
Jump
63
Trauma
64
Rahasia terungkap
65
Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66
Dilemma
67
Pergulatan Batin
68
Max
69
Penyesalan?
70
Early Morning
71
Nebraska
72
Surat Wasiat
73
A Key
74
Bad News
75
Surat Darinya
76
Penyesalan
77
Aku Pulang...
78
Sebuah Janji
79
Gairah Yang Tertahan
80
Passionate Kiss
81
Sunset
82
Traitor
83
Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84
Confidential Documents
85
Teman Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!