A Loving Scoundrel

A Loving Scoundrel

Prolog

...Disclaimer!...

...Cerita dalam novel ini adalah karya fiksi. Semua nama, karakter dan tempat kejadian hanyalah hasil imajinasi penulis atau digunakan secara fiktif. Kesamaan dengan tokoh, peristiwa, atau tempat di dunia nyata hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja....

...Novel ini mengandung unsur kekerasan, adegan berdarah, dan penggunaan beberapa kata kasar yang mungkin tidak cocok untuk sebagian pembaca. Harap membaca dengan bijak dan sesuai dengan kenyamanan pribadi. ...

...Kisah ini semata-mata untuk tujuan hiburan dan pengembangan cerita. Penulis tidak bermaksud menyinggung, menyerang, atau merujuk kepada individu, kelompok, atau peristiwa nyata....

...****************...

Kedua mata indahnya akhirnya terbuka dengan sempurna begitu mendengar suara rintik hujan di luar sana. Gadis itu menatap langit-langit kamarnya cukup lama, mencoba mengumpulkan kesadarannya yang belum kembali sepenuhnya.

Dia baru bangun pada pukul setengah tujuh pagi, rupanya hujan di luar sana membuatnya enggan beranjak dari tempat tidur. Dia masih betah bergumul di balik selimut, mengabaikan suara seorang wanita di luar kamar yang saat ini masih terus memanggil namanya.

Terdengar suara helaan nafas dari mulutnya begitu dia berhasil bangun, pandangannya kini beralih menatap jendela yang tirai nya tidak tertutup sepenuhnya. Dia bisa melihat air hujan yang berjatuhan bebas menyentuh jendela.

"Aku sudah bangun..." Akhirnya dia menyahut dengan suara parau khas bangun tidur.

Wanita itu menatap keluar jendela sementara tangannya ia lipat di atas lutut, sedetik kemudian ia menunduk dan memeluk erat kedua kakinya. Jika saja cuaca hari ini cerah mungkin suasana hatinya bisa sedikit membaik, namun ternyata hujan sudah turun sejak pukul enam pagi.

Tanpa pikir panjang wanita itu langsung membuka tirai jendela. Dia nampak kaget saat netranya menangkap sebuah mobil hitam terparkir di depan gerbang rumahnya. Sejak kapan mobil itu ada di sana? Mengapa Valerie tidak bisa mendengar suara deru kendaraan itu datang? Ahh...Dia lupa, karena suara hujan Stella tak bisa mendengar suara lain lagi di luar sana. Suara mobilnya teredam oleh suara hujan yang semakin deras.

Wanita itu adalah Valerie Cornelia Hillbert, wanita bertubuh proposional bak seorang model. Rambut coklat-oak nya adalah pesona yang dia miliki, rambut yang di potong ala wavy hair itu membuatnya lebih percaya diri. Jangan lupakan tentang bola mata cokelat miliknya yang nampak cantik saat berkedip serta hidung kecil yang melengkapi penampilannya.

Ahh...jika di pikir-pikir, Valerie memang menyukai dirinya yang apa adanya, dia tak pernah mengeluh bagaimana penampilannya.

Berbicara soal penampilan, Valerie jadi teringat pada seseorang. Dia selalu memberi pujian pada Valerie di setiap kesempatan. Hal itu membuat Valerie tersipu malu dan pria itu akan berakhir dengan menyentuh pipi Valerie yang memanas kala itu. Valerie tersenyum saat mengingat sentuhan tangan pria itu di pipinya, kemudian hal itu akan berlanjut dengan kecupan di kening, tatapan yang mengunci satu sama lain seolah hanya ada mereka berdua di dunia ini, lalu sentuhan lainnya yang membuat Valerie semakin terbuai dan melupakan segalanya.

Valerie masih ingat bagaimana dirinya menyebut pria itu brengsek, pria bajingan yang hanya tergila-gila pada aktivitas panas di tempat tidur. Sebenarnya bukan tanpa alasan Valerie berpikir seperti itu, Valerie tahu seperti apa pria itu sebelum menikah dengannya, dia kerap kali menghabiskan malam akhir pekannya bersama wanita one night stand. Namun, bagaimana pun juga itu hanyalah masa lalu, semua itu sudah berlalu bukan? Dia tak melakukan itu lagi sekarang. Meskipun Valerie sendiri tak yakin apa yang dia lakukan malam tadi dan sedang apa dia sekarang?

Ini sudah sepuluh menit berlalu semenjak Valerie berdiri di balik jendela. Namun, pemilik mobil itu enggan keluar. Dia masih sibuk berbicara dengan seseorang di ponselnya. Namun, Valerie tak tahu pria itu sedang menelpon, dia tidak bisa melihatnya dengan jelas, yang terlihat di atas sini hanyalah bagian bawah tubuhnya yang mengenakan celana hitam.

Begitu pintu mobil terbuka, Valerie masih menunggu, atensinya menangkap sebuah arloji yang pria itu pakai, benda itu nampak familiar. Valerie menggeram kesal karena wajahnya terhalang oleh payung hitam besar yang dia pakai untuk menghalau hujan yang masih deras.

[Flashback]

"kamu tahu kenapa aku suka arloji ini?"

"Tidak tahu, dan tidak peduli"

Aldrick tersenyum miris "Sayang sekali, Aku sedikit kecewa karena kamu tak mengingatnya. Ini sangat penting bagiku, karena...." Aldrick mengangkat sebelah alisnya. Niatnya membuat Valerie penasaran sepertinya tak berhasil, sudah jelas Valerie nampak tak peduli. Pada akhirnya, Aldrick sendiri yang menyelesaikan kalimatnya.

"Karena kamu yang memilihnya"

"Kapan aku pernah memilihkan itu untukmu? Seingat ku, kita tidak pernah pergi belanja bersama!"

"Ingat baik-baik. Jangan lupa beri tahu aku, jika kamu sudah mengingat nya kita bisa membicarakan hal itu bersama-sama, itu menyenangkan" Aldrick tersenyum misterius dan hal itu berhasil membuat Valerie penasaran

Memangnya ada, hal yang harus dia ingat tiap detiknya saat bersama Aldrick? Valerie rasa, kesehariannya hanya di penuhi dengan hal-hal menyebalkan.

Setelah mengingat itu, Valerie tak bisa menahan untuk tak berkedip. Valerie langsung berlari ke lantai bawah, itu pasti dia. Melihat dari arloji yang dia kenakan itu pasti dia, orang yang Valerie tunggu selama ini.

Tanpa berpikir panjang, Valerie membuka pintu utama, dia menunggu dengan penuh harap. Kedua manik matanya masih terus menatap ke arah gerbang rumahnya yang sebentar lagi terbuka.

Gerbang besi itu berderit saat seseorang dari arah luar mendorongnya secara perlahan, orang itu terdiam sejenak saat dirinya di sambut oleh Valerie.

"Hai Valerie, bagaimana kabarmu"

...****************...

[Philadelphia, Pennsylvania, USA, 22 Mei 2027

Valerie Grant]

Usiaku menginjak dua puluh tujuh tahun, tahun ini.

Kisah hidupku cukup klasik.

Aku yang masih menunggu cinta pertamaku pada akhirnya harus menerima perjodohan.

Ya, perjodohan, kisahnya memang seklasik itu. Namun percayalah, itu tidak sesimple kedengarannya.

Masalah pelik terus saja terjadi setelah aku memutuskan menikah dengannya. Banyak rahasia yang tidak aku ketahui sebelumnya mulai terungkap.

Tentang masa laluku yang tidak ku ketahui dan juga.....

Tentang masa lalunya yang begitu menyakitkan.

Apa yang adikku katakan memang benar, kisah cintaku selalu berakhir tragis.

Ibaratkan seperti film romance yang malah berakhir menjadi film trailer.

Aku yang sekarang hanya bisa duduk termenung di balik jendela, seharian ini langit memang nampak mendung, aku hanya menatap hujan yang sampai saat ini belum juga reda.

Bisa di ibaratkan, yang aku lakukan selama ini hanyalah menunggu kehangatan sinar matahari tanpa tahu kapan akan muncul, mungkin esok pagi atau sore nanti.

Jika kalian tertarik, kalian boleh membaca kisahku sampai habis. Jika tidak, cukup tinggalkan saja, aku tidak pernah memaksa akan hal itu.

Sekarang, mari kita mulai seperti apa kisahnya.

...And if you believe...

...In my little world...

...Tomorrow will...

...Have a wonder...

...Dan jika kau percaya...

...Di duniaku yang kecil...

...Esok akan...

...Mengagumkan...

...Don't know where to go...

...Tak tahu kemana harus pergi...

...Tell me for sure...

...That you won't leave me here alone...

...I need to know...

...Katakan padaku dengan pasti...

...Bahwa kau takkan meninggalkanku disini sendiri...

...Aku harus tahu...

...{Savina&Drones-Glass Bridge}...

Terpopuler

Comments

alivya Hanida

alivya Hanida

jembatan kaca

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 First Impression
3 Cerita di Balik Sepatu High Heels
4 I know your birthday
5 Wisecrack
6 Who?
7 Ryder
8 Resleting
9 A scarf and hair clip
10 Dinner
11 Weekend
12 It Is a Gift
13 The Same Person
14 Hate
15 Heavy Heart I
16 Heavy Heart II
17 Gloomy Morning
18 Drama
19 One Years Ago
20 As You Love It
21 Red Wedding Dress I
22 Red Wedding Dress II
23 Red Wedding Dress III
24 Lonely
25 Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26 Mafia Boss??
27 Untouchable
28 Sigma Gold
29 Little by Little
30 A Little Naughty
31 Challenge
32 Ruang Rahasia
33 Banana Milk
34 Isi dari Ruang Rahasia
35 Bittersweet
36 Choice
37 A Warm Hug
38 Reason?
39 Not Acceptable
40 Pergi ke Pantai
41 First Love?
42 Grandma's House
43 Again?
44 The Second Time
45 Cerita Masa lalu Al
46 Seorang Bodyguard?
47 I'll protect You
48 Evelyn kembali?
49 Renggang
50 Incident
51 Curious
52 Two Sides
53 The Assassin
54 Ancaman?
55 Nevertheless
56 Step Back
57 Pregnant?
58 Christmas gift?
59 Taruhan
60 Surat Cerai
61 Craving
62 Jump
63 Trauma
64 Rahasia terungkap
65 Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66 Dilemma
67 Pergulatan Batin
68 Max
69 Penyesalan?
70 Early Morning
71 Nebraska
72 Surat Wasiat
73 A Key
74 Bad News
75 Surat Darinya
76 Penyesalan
77 Aku Pulang...
78 Sebuah Janji
79 Gairah Yang Tertahan
80 Passionate Kiss
81 Sunset
82 Traitor
83 Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84 Confidential Documents
85 Teman Lama
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Prolog
2
First Impression
3
Cerita di Balik Sepatu High Heels
4
I know your birthday
5
Wisecrack
6
Who?
7
Ryder
8
Resleting
9
A scarf and hair clip
10
Dinner
11
Weekend
12
It Is a Gift
13
The Same Person
14
Hate
15
Heavy Heart I
16
Heavy Heart II
17
Gloomy Morning
18
Drama
19
One Years Ago
20
As You Love It
21
Red Wedding Dress I
22
Red Wedding Dress II
23
Red Wedding Dress III
24
Lonely
25
Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26
Mafia Boss??
27
Untouchable
28
Sigma Gold
29
Little by Little
30
A Little Naughty
31
Challenge
32
Ruang Rahasia
33
Banana Milk
34
Isi dari Ruang Rahasia
35
Bittersweet
36
Choice
37
A Warm Hug
38
Reason?
39
Not Acceptable
40
Pergi ke Pantai
41
First Love?
42
Grandma's House
43
Again?
44
The Second Time
45
Cerita Masa lalu Al
46
Seorang Bodyguard?
47
I'll protect You
48
Evelyn kembali?
49
Renggang
50
Incident
51
Curious
52
Two Sides
53
The Assassin
54
Ancaman?
55
Nevertheless
56
Step Back
57
Pregnant?
58
Christmas gift?
59
Taruhan
60
Surat Cerai
61
Craving
62
Jump
63
Trauma
64
Rahasia terungkap
65
Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66
Dilemma
67
Pergulatan Batin
68
Max
69
Penyesalan?
70
Early Morning
71
Nebraska
72
Surat Wasiat
73
A Key
74
Bad News
75
Surat Darinya
76
Penyesalan
77
Aku Pulang...
78
Sebuah Janji
79
Gairah Yang Tertahan
80
Passionate Kiss
81
Sunset
82
Traitor
83
Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84
Confidential Documents
85
Teman Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!