...Definisi romantis menurutnya sedikit berbeda, dia punya artian tersendiri dalam hubungan cinta. Lantas? Apa yang Valerie pikirkan soal hubungan cinta? Lupakan, pikirannya terlalu rumit sekarang....
...****************...
Entah untuk ke berapa kalinya Valerie menghela napas, manik matanya tak pernah lepas walau sedikit. Tatapannya masih tertuju pada sebuah benda berkilau yang di simpan di dalam kotak hitam di atas meja.
Alih-alih memasang benda itu di jari manisnya, Valerie justru malah menyimpan benda tersebut meja meja laci paling bawah yang letaknya bersebelahan dengan tempat tidurnya.
Itu sebuah cincin, anggap saja itu sebagai cincin pertunangan antara dirinya dan Aldrick Grant. Tadi sore, Aldrick memberikan cincin itu padanya, pria itu tahu betul bahwa Valerie tidak suka di pasangkan cincin di tempat umum apalagi sampai berlutut sambil menyodorkan sebuket bunga untuknya. Ohh ayolah, itu bukan gayanya.
Setiap orang tentunya berbeda-beda jika menyangkut tentang hal yang mereka sukai. Dan Valerie adalah salah satu jenis perempuan yang tak menyukai hal itu.
Definisi romantis menurutnya sedikit berbeda, dia punya artian tersendiri dalam hubungan cinta. Lantas? Apa yang Valerie pikirkan soal hubungan cinta? Lupakan, pikirannya terlalu rumit sekarang.
Terdengar desahan napas dari mulutnya, saat netranya menatap keluar jendela, dia baru sadar jika sekarang malam kian larut. Jendela kamarnya masih sedikit terbuka karena tertiup angin, kini tubuhnya dapat merasakan suhu ruangan yang kian detik kian menurun, di tambah lagi embusan udara malam seolah menusuk ke kulitnya yang hanya mengenakan piyama yang terbilang cukup tipis.
Sial, dia lupa belum menyalakan pemanasan ruangan padahal ini akhir musim gugur dan tak lama lagi akan segera musim dingin.
Setelah mengunci jendela, Valerie memutuskan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur. Dia cukup merasa hangat hanya dengan selimut tebal miliknya saja, kali ini tubuhnya terlalu malas bergerak hanya untuk sekedar menyalakan pemanas ruangan. Itu bisa di lakukan besok, pikir Valerie sebelum dia benar-benar masuk ke alam mimpi.
Nyaman dan hangat, astaga. Kenapa Valerie tidak melakukan ini dari tadi. Bergelung di balik selimut lebih nyaman jika di bandingkan duduk di kursi meja belajarnya, bukan?
Kenapa juga dia harus repot memikirkan cincin pemberian Aldrick dan malah berujung dirinya yang melamun dalam waktu yang lama di sana.
Valerie heran pada diri sendiri, entah kenapa akhir-akhir ini Aldrick Grant sering menyelinap di pikirannya. Padahal sebelumnya Valerie merasa pikirannya terlalu penuh, pekerjaan di kantornya cukup banyak dan berhasil menyita waktu serta pikirannya dan...cintanya yang kini telah kandas.
Itu adalah salah satu alasan mengapa Valerie tak bisa menikah dengan Aldrick. Dia masih belum bisa melupakan cinta pertamanya, cinta pertamanya yang sudah lama pergi meninggalkannya yang bahkan sampai sekarang belum ada kabar apa pun darinya. Namun, Valerie percaya, cintanya pasti kembali.
Itu sebabnya Valerie masih setia menunggu sampai sekarang meski tak mendapat kabar apa pun darinya.
Sebagai pengalihan, Valerie selalu menyibukkan diri agar otaknya berhenti memikirkan soal pernikahan yang tak lama lagi akan di laksanakan.
Namun sekeras apa pun dia mencoba, pikirannya selalu kembali ke awal. Apa lagi kalau bukan pernikahan, itu sesuatu yang sangat penting dan Valerie hanya ingin melakukannya sekali seumur hidup. Dia tidak ingin semuanya kandas hanya karena di awal mereka tak saling mencintai.
Apa yang akan terjadi jika dia sungguh menikah dengan Aldrick? Apakah dia akan merasa bahagia dan mampu melupakan cinta pertamanya?
Lalu bagaimana reaksi Evelyn nanti? Akankah dia membencinya? Ataukah Valerie yang harus merelakan hal itu untuk sang adik.
Itu tidak masalah bukan? Evelyn masih anggota keluarga Hillbert, itu artinya dia bisa menggantikan Valerie dalam pernikahan ini. Namun, Valerie malah mengingat kembali pembicaraan antara Aldrick dan dirinya sore tadi dan ucapan ibunya tempo hari.
"Lalu sepeninggal kakek, kami berjanji akan menikahkan salah satu putra dan putri kami, tapi kau tidak perlu khawatir. Aldrick itu pria baik, dia jelas sudah mapan di usianya yang terbilang cukup muda, mom lega karena pria seperti Aldrick akan menjadi suamimu nantinya"
Kelopak mata Valerie kembali terbuka sepenuhnya. Sialan memang! Bahkan pria itu kini berhasil mengusik tidurnya dan bahkan membuatnya sulit tidur. Valerie merubah posisi, kali ini dia hanya duduk saja di atas ranjang.
"Kenapa harus dia? Haish...." Valerie memekik frustrasi. Valerie sedikit menahan suaranya agar dia tidak berteriak keras. Bisa-bisa ibunya nanti malah naik ke atas jika dia sungguh berteriak.
Valerie mengalihkan pandangannya ke arah cincin yang masih tersimpan di atas meja, nampak indah di sinari oleh sang rembulan yang cahayanya menelusup lewat celah tirai yang tak tertutup sepenuhnya.
Meski berat hati, akhirnya Valerie bergumam. "Maaf Eve aku rasa aku tak bisa mundur" Valerie kembali membiarkan tubuhnya berbaring di ranjang sambil mencoba memejamkan matanya yang sampai sekarang masih belum mau tidur.
"Dia tidak sebaik yang kau kira, aku tidak bermaksud merebutnya darimu. Tapi percayalah, kakakmu ini tak ingin melihatmu meneteskan air mata apalagi demi pria brengsek seperti dia. Jika kami sungguh bertukar tempat lalu nanti dia menyakitimu, maka sebelum itu terjadi biarkan saja kakakmu ini yang tersakiti, karena aku memutuskan untuk menikah dengannya. Tapi sebelum itu, aku tidak akan membiarkan dia menyakitiku, aku tidak akan menaruh rasa padanya"
Valerie berhasil tertidur, dia berharap besok bisa berjalan lancar seperti biasanya, dia harus istirahat yang cukup karena sebentar lagi pesta pernikahan akan di adakan.
...****************...
"Morning sister" Ryder menarik kursi kosong di samping Valerie "Dimana Eve? Dia sudah berangkat ke Tokyo?"
"Dia tidak pulang, semalam dia menelpon mom dan bilang ingin menginap di rumah temannya"
"Giselle Hillbert menginap di sini? Sejak kapan? Kenapa aku tak tau?" Ryder menatap sepupunya yang duduk di seberang tempat duduknya.
"Ibu memberi tahumu kemarin, tapi kau malah sibuk bertelepon ria bersama Catherine. Kapan kau mengenalkannya pada mom, Felix bilang dia cantik. Mom sangat ingin bertemu dengannya"
"Dia super duper triple cantik. Ahh...aku jadi merindukannya. Tidak hanya cantik dia juga baik, memangnya apa sih yang gak ada di Catherine?" Ryder nampak antusias.
Veronica dan suaminya lantas tersenyum mendengar Ryder yang begitu menyukai pacarnya itu.
"Apa Evelyn masih di rumah temannya sekarang?" Tanya Aiden Hillbert, suami dari Veronica. Yang tak lain adalah ayah dari Valerie dan adik-adiknya.
"Ya, katanya sebentar lagi dia pulang"
"Teman apanya? Bukankah dia tidak punya teman di Melbourne? Itu alasan dia kuliah di luar negeri bukan? Karena dia bilang di sini membosankan, dia kesepian karena tidak punya teman. Salah sendiri kenapa juga dia selalu membuat masalah dulu waktu SMA" Jelas Ryder, kekesalan nya pada Evelyn masih membuncah. Setelah merusak peralatan game nya kemarin, Ryder belum mau memaafkan kakak manjanya itu.
"Aku yakin pacarnya pasti kewalahan dengan sikap menyebalkan nya itu"
Valerie tersedak setelah mendengar ucapan Ryder barusan. Dengan cepat dia menyambar segelas air yang Veronica sodorkan untuknya. Hanya dia satu-satunya yang tahu bahwa pacarnya Evelyn adalah Aldrick, itu pun hanya Evelyn yang mengakui, karena Aldrick sama sekali tidak mengakui bahwa Evelyn adalah pacarnya.
"Jika mereka berhasil pacaran, bukankah itu artinya pria itu menerima Evelyn apa adanya? Maksudku jika pria itu keberatan dengan sikap Evelyn yang manja, dia pasti tidak akan memutuskan berpacaran dengan Evelyn, kan?" Sahut Giselle.
"Aku rasa pria itu tidak waras, Evelyn Hillbert lebih sinting dari yang kau duga, aku mana tahan kalo jadi pacarnya" Ucap Ryder membuat Giselle tertawa di buatnya.
"Ryder" Sahut Veronica. "Dia kakakmu, kau harus sopan dan bersikap baik padanya"
Ryder berdecak kesal "Kalo dia tidak mencoba mencari gara-gara denganku, aku akan menjadi adik yang baik untuknya. Mommy harus tau apa yang sudah di lakukan Evelyn kemarin."
"Memangnya apa yang dia lakukan?"
"Dia merusak barang milikku, tentu saja aku kesal karena semua barang itu masih baru, aku membelinya dengan sisa uang saku yang selama ini aku simpan dan dia seenaknya merusak barang itu." Ryder mengerang
"Aku harap dia putus dengan pacarnya" Ryder berteriak dengan keras membuat ibunya mengomel kemudian menyuruh putranya kembali menyantap sarapan pagi dengan tenang.
Valerie yang sedari tadi bungkam tak bersuara, berhasil menarik perhatian Veronica dan Aiden. Pasalnya putrinya itu selalu ikut nimbrung jika Ryder mulai bercerita.
"Valerie, apa ada masalah?" Tanya Veronica pelan.
"Tidak ada mom"
"Kalau begitu kenapa? Apa kau sakit?"
"Aku sehat dan baik-baik saja mom"
"Jika sakit, kau istirahat saja hari ini. Tidak perlu masuk kerja"
"Aku tidak sakit, mungkin cuma bad mood saja"
"Biar aku beri tahu apa yang dia lakukan saat SMA, insidennya terlalu banyak, aku bingung mana yang harus di ceritakan. Mom aku mau tambah" Ryder menyodorkan mangkuk nasinya yang telah kosong pada Veronica.
"Tentu sayang kenapa tidak? Giselle kau ingin tambah lagi?"
"Nasiku masih banyak Aunty"
"Kalau mau nambah tinggal bilang saja, mmm...jangan sungkan"
"Okay aunty"
"Dan Kau Ryder, cepat habiskan makananmu. Kau harus berangkat hari ini, kan?"
"Mommy apa aku tak bisa izin satu minggu saja? Aku juga ingin hadir di pernikahan Valerie"
"Untuk sekarang kau harus kembali ke Chicago lalu nanti minggu depan, sehari sebelum hari-H kau bisa pulang ke Melbourne. Jangan lupa sekalian ajak Catherine" Veronica tersenyum jahil, menggoda Ryder yang wajahnya nampak memanas.
"Mommy!! Stop please" Sahut Ryder yang nampak menahan malu, dia masih belum siap mempertemukan pacarnya dengan Catherine bisa saja syok menghadapi kelakuan ibu serta kakaknya yang memiliki sifat super cerewet itu.
Perlu di garis bawahi, hanya Evelyn yang cerewet. Valerie tidak seperti itu tentunya, dia hanya bicara panjang lebar pada orang yang sudah benar-benar dekat dengannya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Cherisha
jadi penasaran, secantik apa pacarnya dedek Ryder
2024-11-19
2
Cherisha
ngga boleh gt, dek dia tetep kakak mu
2024-11-19
2
Cherisha
Sabar ya dek ya
2024-11-19
2