..."Satu minggu yang akan datang, aku berhak ikut campur atas dirimu. Lihat saja, aku akan memiliki hak atas dirimu. Aku bersungguh-sungguh"...
..."Kenapa kau begitu yakin tentang hal itu? Itu masih belum pasti. Bahkan kau belum tahu apakah aku akan menerima lamaranmu atau tidak"...
...****************...
"Kau ingin aku membuktikannya?"
Valerie menyilangkan lengannya di dada, menunggu apa yang akan Aldrick katakan selanjutnya.
"Ahh...tidak perlu. Kau bebas melakukan apa pun yang kau mau. Alasan itu cukup untuk membuat pernikahan kita di undur, bukan?" Valerie tersenyum penuh kemenangan, dia berjalan melewati Aldrick begitu saja. "Belum apa-apa kau sudah berani membohongiku, bagaimana nanti setelah menikah" Gumam Valerie dan ungkapan itu berhasil sampai ke telinga Aldrick.
"Baiklah, aku akan jujur padamu. Dia bukan pacarku, tapi dia suka padaku..." Aldrick menggantungkan kalimatnya, menunggu reaksi apa yang akan Valerie tunjukkan.
Tunggu, apa dia salah mengatakan itu? Kenapa raut wajah Valerie i seperti itu? Dia nampak sedikit kesal namun gadis itu mencoba menyembunyikannya.
"Ahh...begitu rupanya" Valerie mengangguk mengerti. Sedetik kemudian air mukanya berubah menjadi dingin, gadis itu berhasil mengintimidasi dalam hitungan detik saja dan Aldrick pun cukup terkejut akan hal itu.
"Sama saja, malahan itu lebih merepotkan. Bisa saja dia terus menempel padamu nanti, bahkan setelah kau menikah. Benar-benar menjijikan. Aku lebih benci pada wanita macam itu"
"Ada ribut apa ini?"
Sebuah suara dari lantai atas berhasil membuat Valerie tersadar. Air mukanya kembali berubah begitu netranya menangkap siluet seorang pria di lantai atas.
"Erie" Pria itu nampak antusias.
Dengan semangat, dia berjalan menuruni tangga lalu menghampiri Valerie.
"Akhirnya kau pulang juga. Ahh...aku benar-benar kewalahan menghadapi teman-temanmu. Terutama Julia, ahhh...memikirkannya saja membuat kepalaku pusing. Dia suka sekali merangkulku dan menempel di punggungku dan yang paling parah, dia dengan santainya mengecup pipiku. Itu memalukan" Dia adalah Ryder, adik bungsu Valerie. Anggota termuda di keluarga Hillbert. Valerie paling akrab dengan Ryder, karena mereka memang sering menghabiskan waktu bersama saat masih kecil bahkan sampai sekarang masih begitu, itu pun jika Hyunjin pulang ke Seoul.
Meski begitu, bukan berarti Valerie tak akrab dengan Evelyn, adik perempuannya itu sangat suka dengan dunia fashion, kecintaannya pada dunia fashion memang jauh lebih besar dari pada harus bermain video game bersama Valerie dan Ryder.
Saat ini Evelyn masih kuliah di Paris, dia akan pulang sesekali ke Korea itu pun tak lama. Saat liburan pun Evelyn memilih pergi berlibur bersama teman-temannya atau menghadiri fashion show dari sebuah brand ternama.
"Evelyn juga pulang, tapi dua hari lagi dia harus berangkat ke Tokyo. Jadi, dia hanya di sini sebentar"
"Sekarang dimana dia?"
"Dia masih di bandara. Kau tidak tahu seberapa manjanya dia, katanya dia tidak mau pulang jika bukan kekasihnya yang menjemputnya. Auh...bikin kesal saja. Aku ingin kembali ke kamar, aku rasa aku butuh istirahat sebentar. Rasanya cukup melelahkan, begitu tiba aku belum sempat istirahat karena seharian ini sibuk menyiapkan pestamu."
"Maaf Ryder" Valerie nampak merasa bersalah, karena harus menyiapkan pesta ulang tahunnya tanpa sempat beristirahat, padahal dia baru saja sampai di rumah.
"Ahh..maksudku, aku bersenang-senang hari ini. Itu cukup menyenangkan "
"Terima kasih Ryder, sekarang kau bisa istirahat" Valerie menepuk-nepuk pelan pundak Ryder.
"Pelukan" Ryder merentangkan kedua tangannya, dia hanya berani bersikap manja pada Valerie saja. Entah kenapa saat bersama anggota keluarga lainnya dia tak berani bersikap seperti itu.
Dengan senang hati Valerie memeluk Ryder yang tubuhnya lebih tinggi darinya. "Aku tak mengerti kenapa Sinb lebih kecil dariku, tapi tidak apa-apa. Meskipun Sinb lebih kecil dariku, Sinb tetap lucu" Hyunjin semakin gemas dengan Valerie i yang tenggelam di pelukannya. Dia semakin erat memeluk Valerie sampai akhirnya dia sadar dengan kehadiran seseorang di bawah sana.
Aldrick tidak terlalu mendengarkan apa yang Valerie dan Ryder bicarakan. Beberapa menit yang lalu, pria ini kembali sibuk dengan ponselnya.
"Siapa dia?" Ryder memicingkan mata, ketika menyadari ada seorang pria yang berdiri di bawah sana.
"Permisi tuan, bisa tolong lepas pelukannya? Dia tunanganku" Aldrick baru menyadari situasi, dia mempercepat langkah kakinya menaiki tangga menuju lantai atas, dia melerai Valerie dan Ryder yang masih berpelukan.
"A—Apa? Erie, dia tunanganmu??" Ryder melepas pelukannya, dia menatap Valerie tak percaya.
"Bukan, jangan percaya padanya"
"Valerie Hillbert kau sadar dengan ucapanmu barusan?" Sahut Aldrick tak terima.
"Tentu saja"
"Ingat, satu minggu lagi kita akan mengadakan pesta menikah" Aldrick nampak semakin kesal saat Valerie merangkul Ryder, Aldrick masih belum tahu siapa Ryder. Pria itu berpikir bahwa Ryder adalah salah satu temannya Valerie yang di undang ke pesta ulang tahun Valerie.
"A—apa? Menikah! Kenapa mendadak sekali?" Ryder menatap mereka secara bergantian, Valerie yang nampak acuh sedangkan Aldrick nampak begitu percaya diri.
"Selama ini kau punya pacar? Kenapa kau tak memberi tahuku? Maksudku pada kami, mom dan dad, apa mereka tahu tentang ini?"
"Ryder—" Valerie mencoba menghentikan ocehan adiknya. Namun rupanya Ryder tak peduli dan malah meneruskan ucapannya yang semakin memanjang.
"Woah...mereka pasti akan terkejut, kau yang paling acuh tentang pernikahan. Sekarang mendadak mengajak pria ke rumah dan bilang akan menikah dengannya. Valerie bukankah kau pernah bilang tidak tertarik dengan pernikahan dan kau pernah berpikir untuk melajang seumur hidup,bukan?"
Valerie nampak kesal, dia membuang nafasnya dengan kasar.
"Ryder!!!"
"Kau bilang semua pria itu sama saja dan merepotkan kecuali ayah dan adik tampanmu ini"
"Ryder!! Berhenti mengatakan hal yang tidak penting!"
"Apa maksudmu tidak penting! Itu penting, aku sempat berpikir jika Valerie tidak menikah aku juga tidak akan menikah, aku akan menemanimu sampai tua. Aku rasa menghabiskan masa tua bersamamu bukan pilihan yang buruk"
Okay, itu pemikiran yang gila dan itu adalah salah satu ide tergila yang Ryder katakan, maksud Valerie dia bisa gila jika harus hidup bersama adiknya seumur hidup dan mungkin dia akan mati bosan karena saking seringnya melihat wajah Ryder. Ohh ayolah, mana mungkin Valerie melajang seumur hidup, cepat atau lambat dia pasti bosan jika terus sendirian dan mungkin suatu hari nanti dia juga bisa menemukan pendamping hidupnya yang benar-benar dia cintai.
"Ryder!! Aku bilang diam!!"
"Itu pas—"
"RYDER!!"
Ryder hanya mengedipkan matanya selama beberapa saat, masih bingung dengan situasi saat ini sekaligus terkejut dengan bentakan dari kakaknya.
"Kau benar-benar ya!!"
"Sepertinya ki—"
"Ssstt...Kalau kau bicara lagi, jangan harap mau bermain game lagi bersamaku saat liburan!"
"Aku tidak akan bicara" Ucapnya cepat, lalu dia menutup mulutnya rapat-rapat.
"Anak baik" Valerie tersenyum sambil mengusap pelan puncak kepala Hyunjin.
Sedangkan Aldrick masih bungkam menyaksikan pertengkaran kecil antara mereka berdua. Ternyata dia adiknya Valerie, lucu sekali dia cemburu karena calon adik iparnya. Yah...wajar saja, Aldrick tidak tahu bahwa pria itu adalah adiknya Valerie. Yang Aldrick tahu, tuan Aiden Hillbert memiliki tiga anak. Namun Aldrick hanya pernah bertemu dengan Valerie saja. Karena dua anak lainnya belajar di luar negeri.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
alivya Hanida
calon suami, kakak iparmu itu
2024-12-31
0
alivya Hanida
kiyowo sekali nama panggilannya
2024-12-31
0