...Semenjak di tinggal oleh cinta pertamanya, Valerie tak pernah membuka hati untuk siapa pun meski beberapa pria berusaha merebut hatinya, Valerie tak pernah menerima mereka atau bahkan membiarkan mereka menggantikan sosok cinta pertamanya yang begitu spesial....
...Namun, entah sejak kapan dan apa alasannya. Valerie mulai melupakan sosok cinta pertamanya, dia tak ingin menyangkal bahwa kini keyakinannya mulai mengikis, harapannya mulai hancur berkeping-keping setelah penantian yang begitu panjang....
...****************...
"Aku pulang" Sahut seseorang yang tiba-tiba masuk ke dapur.
"Nah akhirnya kau datang juga" Sergah Ryder yang nampak kesal "Urusan kita belum selesai Eve, jika kau tidak mau menggantinya, aku akan menuntut mu atas tuduhan perusakan properti"
"Hah???" Evelyn melongo.
Detik berikutnya semua orang yang ada di sana tertawa, begitu pun dengan kepala pelayanan yang nampak diam menahan tawa.
"Okay nanti aku ganti, puas?" Evelyn menyingkirkan telunjuk Ryder yang secara terang-terangan menunjuk wajahnya.
"Sangat puas" Ryder mengangguk serius sambil kembali duduk dan melanjutkan sarapan paginya.
"Sarapannya makanan jepang? Yeppi" Evelyn nampak antusias. Karena Veronica berdarah campuran Jepang-Amerika, sesekali keluarga Hillbert akan sarapan nasi dan beberapa lauk khas dari negeri sakura.
"Aku ingin mandi dulu, kalian bisa melanjutkan sarapan tanpaku" Setelah minum segelas air, Evelyn beranjak pergi dari dapur.
Valerie terus menelisik, dia memperhatikan penampilan Valerie dengan saksama. Mantel yang adiknya kenakan nampak tak asing, dia seperti pernah melihatnya.
Valerie masih berpikir selama beberapa detik sampai akhirnya, Valerie sekarang ingat mantel itu milik siapa, itu mantel milik Aldrick.
Kenapa Evelyn memakainya? Atau jangan-jangan Evelyn berbohong soal dirinya yang menginap di rumah teman.
Saat Evelyn melintas tadi, Valerie bisa mencium aroma parfum yang sama seperti milik Aldrick dan alibi itu semakin memperkuat kalau Evelyn bermalam bersama Aldrick kemarin. Tapi Bagaimana bisa? Padahal sorenya Aldrick baru menghabiskan waktu bersamanya lalu di malah harinya pria itu menghabiskan waktu bersama Evelyn?
Valerie menggeleng pelan, dia tidak bisa menyimpulkan seenaknya. Untuk sekarang dia harus mencari tau apa yang terjadi sebenarnya.
"Evelyn tunggu!" Sahut Valerie membuat Evelyn kembali muncul di pintu dapur.
"Ada apa Erie?"
Valerie menggeser kursinya ke belakang, bangkit berdiri kemudian berjalan ke arah Valerie dengan tatapan yang tak pernah lepas dari sang adik barang sedetik pun.
Tatapan Valerie bukan tertuju pada Evelyn. Sebenarnya, matanya mengarah pada syal hitam yang melilit di lehernya Evelyn.
Alih-alih bertanya, Valerie malah menarik syal itu secara paksa membuat Evelyn membelalak kaget.
Lehernya ter-ekspos dan Valerie bisa melihat sebuah tanda berwarna merah keunguan di sana. Seperti tanda Kissmark.
"Kau" Tatapan Valerie semakin tajam.
"Ada apa Erie?" Veronica ikut berdiri, penasaran dengan apa yang saat ini sedang terjadi antara Valerie dan Evelyn. Dia tidak bisa melihat tanda itu karena terhalang oleh Valerie.
"Erie, jangan beri tahu ibu, aku mohon" Bisik Evelyn pelan, tatapannya begitu kontras bahwa dia sedang memohon pada sang kakak sekarang. Namun Valerie tidak mudah goyah, dia tidak akan terbujuk dengan tatapan atau rayuan halus semacam itu.
Lantas apa yang akan dia lakukan sekarang?
Plak!
Di luar dugaan, satu tamparan mendarat dengan mulus tepat di pipi kanan Evelyn. Suara tamparannya begitu keras sampai semua pelayan berhenti bekerja dan menatap sang majikan yang saling diam setelah tamparan Valerie tadi.
Evelyn memegangi pipinya yang terasa panas, dia tak percaya dengan tindakan kakaknya barusan. Evelyn berpikir apakah dia memang pantas mendapat tamparan itu hanya karena dia bermalam bersama pacarnya? Itu hal yang biasa bukan? Ohh ayolah dia bukan remaja lagi sekarang.
"Rendahan" Nada suara Valerie terdengar begitu mengerikan di telinga Evelyn, selama ini dia belum pernah melihat sosok kakaknya yang se marah itu, aura pekat yang begitu mendominasi seluruh ruangan, membuat bulu kuduknya meremang.
Valerie Hillbert berhasil mengintimidasi semua orang bahkan Veronica merasakan sosok lain saat netranya menatap punggung putrinya yang masih nampak tenang setelah menampar Evelyn tadi.
"Erie ada apa ini? Kenapa kau menampar adikmu seperti itu?" Veronica langsung berjalan mendekati mereka berdua.
Evelyn yang masih bingung menatap Valerie nanar. "Kau berani menamparku?" Lirih Evelyn.
"Jika aku tak berani, mana mungkin aku melakukannya" Sahut Valerie dengan intonasi yang begitu tajam dan dingin.
"Mommy aku punya alasan kenapa aku menamparnya" Valerie mengalihkan tatapannya pada sang ibu
"Apa Mommy tahu? Kalau sebenarnya dia tidak menginap di rumah temannya kemarin malam. Mommy tahu dia punya pacar bukan?"
Valerie mengembuskan napasnya pelan, kedua tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya. Sementara Veronica menunggu apa yang ingin Valerie katakan selanjutnya.
"Mommy bisa lihat tanda di lehernya. Aku rasa aku tak perlu mengatakan dengan jelas apa yang yang dia lakukan semalam. Mommy tahu siapa pria yang sering Evelyn anggap sebagai pacar itu?"
Veronica menggeleng lemah "Mommy tahu Evelyn punya pacar, tapi Mommy tidak pernah tahu siapa pria itu. Evelyn selalu menolak saat Mommy suruh untuk mengajak pacarnya ke rumah. Memangnya siapa pacarnya? Erie pasti sudah tahu karena kemarin bertemu dengannya, kan?"
"Aldrick Grant" Ucap Valerie to the point. Sorot mata Valerie semakin tajam saat dirinya kembali menatap Valerie, dia begitu marah karena lagi-lagi di bohongi oleh Aldrick. Kenapa pria itu malah tidur dengan Evelyn tepat setelah dia melamarnya?
"Apa maksudmu? Dia calon suamimu, sayang" Veronica mencoba mencairkan suasana yang terasa begitu tegang. Namun hal itu tentunya tak berhasil, Valerie masih mempertahankan aura kuatnya.
"Calon suami?" Lirih Evelyn sambil menatap Valerie tak percaya. "Ada apa ini sebenarnya? Siapa calon suaminya Valerie?" Evelyn mengalihkan tatapannya pada Veronica, menuntut penjelasan lebih lanjut dari sang ibu.
"Apa Mommy tahu kalau pacarnya Evelyn adalah Aldrick?" Meski berat, akhirnya Valerie mengatakannya.
Veronica mengembuskan nafas pelan, mengerti akan situasi saat ini. "Ya, mommy tahu"
Valerie memejamkan matanya, dia menunduk sejenak kemudian kembali menatap ibunya.
"Jika tahu, kenapa mommy tetap bersikeras ingin aku menikah dengan Aldrick? Kenapa bukan Evelyn saja yang menikah dengannya?"
Jika hal itu terjadi, mungkin dia tak perlu terjebak dalam situasi yang penuh drama ini. Valerie tak perlu bertemu dengan Aldrick, mereka tidak perlu saling kenal jika ujung-ujungnya malah begini.
Rasanya seperti teriris pisau saat bibirnya mengucapkan kalimat itu. Perih namun tidak ada cairan kental merah yang mengalir. Karena memang bukan tubuhnya yang terluka, melainkan hati yang terluka, bukan hanya dirinya saja namun Evelyn juga ikut terseret dalam permasalahan pelik ini.
"Kenapa Mommy tega melakukan hal ini pada anak sendiri?" Valerie menunduk. Karena masalah perjodohan ini, dia jadi terlibat perselisihan dengan adiknya
Lambat laun Valerie mulai menerima sosok Aldrick yang perlahan mulai mengisi relung hatinya yang telah lama kosong. Dunianya yang terasa kelam akhirnya kini sedikit demi sedikit mulai berwarna, dia bisa melihat secercah cahaya menghampirinya. Kesepian yang dia rasakan perlahan mulai menghilang.
Semenjak di tinggal oleh cinta pertamanya, Valerie tak pernah membuka hati untuk siapa pun meski beberapa pria berusaha merebut hatinya, Valerie tak pernah menerima mereka atau bahkan membiarkan mereka menggantikan sosok cinta pertamanya yang begitu spesial.
Namun, entah sejak kapan dan apa alasannya. Valerie mulai melupakan sosok cinta pertamanya, dia tak ingin menyangkal bahwa kini keyakinannya mulai mengikis, harapannya mulai hancur berkeping-keping setelah penantian yang begitu panjang.
"Memangnya melupakan seseorang perlu alasan?' Tanya Valerie dalam hati.
"Dia sudah lama meninggalkanku, sudah tiga tahun lamanya. Wajar saja jika aku melupakannya bukan? Lalu kenapa aku malah mempertanyakan kembali alasan itu? Lalu sekarang aku harus apa? Apa dia sungguh menyukaiku? Bagaimana jika pada akhirnya Aldrick Grant pun malah pergi? Sama seperti dia"
"Karena Aldrick hanya ingin menikah denganmu, dia menyukaimu sayang, Arianna dan David juga lebih suka padamu. Menurut mereka, Evelyn terlalu muda untuk Aldrick, mommy juga sudah melarang Evelyn untuk berhenti mendekatinya, mommy tidak tahu kalau selama ini Evelyn masih diam-diam bertemu dengannya, Mommy juga tahu kalau selama ini Aldrick berusaha menghindarinya"
Valerie tersadar dari lamunan panjangnya setelah mendengar ibunya kembali berbicara. Jadi alasannya seperti itu? Alasannya hanya karena Evelyn lebih muda? Dan suami istri Grant lebih menyukainya dari pada Evelyn?
Aldrick menyukainya? Lantas kenapa sampai saat ini pria itu masih suka bermain dengan dengan perempuan lain?
"Lalu sejak kapan hal itu terjadi? Maksudku, sejak kapan mereka saling kenal? Dan sudah berapa lama kalian menyembunyikan ini dariku?"
Untuk sesaat, Valerie sedikit menyesali pesan yang dia kirim semalam.
"Aku bertemu dengannya tiga tahun yang lalu di Sigriswil, Swiss" Sahut Valerie, air matanya hampir jatuh menahan perih di pipinya. "Aku yang lebih dulu mengenalnya dan mommy tidak berhak melarang ku menjauhinya. Aku sudah bilang, aku mencintainya, terlepas dari apa keputusan kalian, aku akan tetap bersamanya." Air matanya benar-benar jatuh kali ini.
"Aku tidak peduli dengan perbedaan umur kami, aku tidak peduli dengan semuanya. Jadi, Valerie menamparku karena kesal saat tahu calon suamimu menghabiskan makan panjangnya denganku? Kau kesal karena itu, kan? kau terlalu naif, dia tidak sebaik yang kau kira. Tapi aku tidak peduli, aku tidak peduli dengan sikap brengseknya itu"
Valerie menggeram kesal, lihat siapa yang Evelyn sebut naif di sini. Justru dia yang naif.
"Lalu apa dia tahu kalau kau bermalam dengan pria lain kemarin? Aku menamparmu bukan karena kesal mengetahui kau pernah tidur dengan Aldrick" Valerie tersenyum sinis
"Mommy dan Daddy harus tahu" Valerie menggantungkan kalimatnya selama beberapa detik "Evelyn tidur dengan pria lain semalam"
...****************...
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Cherisha
sakit tak berdarah ya mbak
2024-11-19
3
Cherisha
akhirnya terungkap kan?
2024-11-19
2
Cherisha
kaget ya?
2024-11-19
2