Resleting

..."Satu minggu yang akan datang, aku berhak ikut campur atas dirimu. Lihat saja, aku akan memiliki hak atas dirimu. Aku bersungguh-sungguh"...

...****************...

"Ahh...jadi dia adikmu ya"

Valerie berhenti berjalan lalu berbalik ke arah Aldrick "Permisi tuan Grant. Kenapa kau mengikuti ku terus?"

Aldrick menyilangkan lengannya di depan dada. "Akan terlihat aneh jika aku berkeliaran di rumah orang sendirian. Jadi, aku memutuskan untuk mengikuti mu"

"Kau tahu apa yang akan aku lakukan sekarang? Kenapa kau tidak menunggu saja di tempat pesta? Aku sudah mengantarmu ke sana tadi"

"Apa yang akan kau lakukan sekarang? Bukankah itu pestamu? Kenapa kau malah kembali ke dalam? Seharusnya yang punya pesta harus tetap di sana, bukan begitu?"

Pertanyaan beruntun dari Aldrick tadi membuat Valerie mendecak kesal. Valerie baru tahu kalau pria itu ternyata cukup bawel juga.

"Terserah ku, ini pestaku. Aku bebas melakukan apa pun yang aku mau, lalu apa masalahmu?"

"Eum..." Aldrick nampak berpikir selama beberapa saat. Dia penasaran tentang banyak hal, namun sepertinya menanyakan hal itu  sekaligus hanya akan membuat Valerie kesal nantinya.

"Tidak ada"

"Okay, sekarang kembali ke bawah. Aku harus ganti baju sekarang" Valerie berbalik hendak masuk ke kamarnya, namun Aldrick malah menahannya.

"Tunggu, kenapa ganti baju? Kau sangat cantik memakai gaun itu. Tidak perlu di ganti"

Valerie melotot kesal, dia kembali menutup pintu kamarnya saat Aldrick nampak berusaha melihat seperti apa isi kamarnya.

"Ini menyebalkan, berhenti ikut campur!!" Valerie memekik kesal.

"Satu minggu yang akan datang, aku berhak ikut campur atas dirimu. Lihat saja, aku akan memiliki hak atas dirimu. Aku bersungguh-sungguh"

"Kenapa kau begitu yakin tentang hal itu? Itu masih belum pasti. Bahkan kau belum tahu apakah aku akan menerima lamaranmu atau tidak"

"Aku yakin, kau akan menerima lamaranku"

Valerie mendesis kesal. Pria ini cukup gigih juga rupanya. Kita lihat apa yang akan terjadi setelah satu minggu ke depan, apakah dia akan tetap melamar Valerie setelah menghadapi kelakuannya, yang menurut beberapa orang menjengkelkan.

Lihat saja nanti! Valerie akan mencari cara dan melakukan sesuatu yang bisa membuat pria itu mundur. Valerie akan meruntuhkan semua rasa percaya Aldrick yang katanya mampu membuat hatinya luluh, tentu saja.

"Kau ingat apa yang adikku katakan tadi? Aku tidak berniat untuk menikah"

"Awalnya aku pun begitu. Kau tidak tahu sudah berapa kali aku menjalin hubungan. Selama ini....yang aku lakukan hanyalah main-main. Namun setelah bertemu denganmu, aku tidak berpikir begitu, kali aku tidak berniat main-main"

Valerie di buat bungkam oleh ucapan Aldrick tadi. Apa mungkin sekarang malah Valerie yang mulai goyah?

"Sebenarnya apa yang membuatmu tidak ingin menikah?" Aldrick hendak bertanya lagi, namun sepertinya dia harus bertanya secara perlahan jika ingin tahu jawabannya.Jika di terlalu menuntut maka Valerie bisa kesal lagi seperti tadi dan pada akhirnya dia yang tak mendapat jawaban apa pun.

"Apa itu semacam trauma di masa lalu? Kau pernah menikah sebelumnya? Ahh...jangan-jangan kau sudah menjadi janda muda sekarang. Suamimu meninggalkanmu dan akhirnya kau takut untuk menjalin hubungan lagi"

Apa-apaan dia ini, Valerie sedikit kesal namun di saat yang bersamaan itu terdengar sedikit lucu. Kenapa Jungkook bisa berpikir seperti itu? Jika memang seperti itu, Valerie mana mungkin bisa menyembunyikan kisah asmaranya di tempat kerja, sekuat apapun dia menyembunyikan itu maka rekan-rekan kerjanya akan semakin penasaran dan semakin mencari tahu tentang seseorang yang sedang menjalin hubungan dengannya.

"Tebakanmu salah besar. Tapi aku tidak peduli, kau boleh berpikir sesukamu" Valerie hendak membuka pintu kamarnya lagi, namun Aldrick Grant kembali menahannya.

"Ya ampun apa lagi??!!" Valerie kembali memekik kesal.

"Kau tahu? Aku hanya bercanda tadi" Aldrick terkekeh pelan, kali ini tubuhnya bergerak menghalangi pintu kamar.

"Aku tahu, lalu apa? Lagi pula aku tidak peduli, kau bebas berpikir apapun tentangku, selama hal itu tidak mengganggu ku"

"Tadi itu hanya bercanda, aku hanya ingin membuatmu tertawa. Tapi sepertinya tidak berhasil, lelucon ku tidak lucu, ya?" Aldrick menggaruk tengkuk kepalanya yang sama sekali tak terasa gatal.

"Kau ingin aku tertawa?"

"Itu benar"

Valerie mengusap rambutnya ke belakang sambil menghela nafas dengan kasar. Sedetik kemudian, pandangan mereka saling bertemu.

"Ha! selesai" Valerie mendorong tubuh Aldrick ke samping. Dengan gerakan cepat, Valerie berhasil masuk ke kamarnya dan kembali menutup pintu kamar sebelum Aldrick hendak masuk ke dalam.

Sementara itu, Aldrick yang masih berdiri di depan pintu malah di buat bungkam. Apa itu tadi?

"Suara tawamu seperti itu? Sungguh?" Aldrick berbicara menghadap pintu kamar Valerie, dia tahu saat ini Valerie masih bersandar di pintu. "Yah...tidak masalah, lagi pula aku sudah pernah melihatmu tertawa sebelumnya"

Aldrick ikut bersandar di depan pintu. "Kalau kau mengganti bajumu, aku akan turun ke bawah lalu..." Aldrick menatap ke arah langit-langit, dia terdiam selama beberapa saat. Valerie berhasil di buat penasaran karena ulah Aldrick.

"Lalu apa?" Valerie bergumam dalam hati, dia yang sudah membuka  resleting gaunnya tiba-tiba mematung karena ikut penasaran apa yang akan Aldrick katakan selanjutnya.

"Lalu aku akan..." Aldrick menunduk, netranya menangkap sebuah benda berkilau yang jatuh di atas lantai.

Sementara di dalam kamar, Valerie masih diam dengan rasa penasarannya yang memuncak, entah kenapa jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Sebenarnya apa yang akan Aldrick lakukan? Nafasnya tercekat karena saking penasaran dengan ucapan Aldrick selanjutnya.

"Hiasan rambutmu jatuh"

Valerie membuang nafas pelan, Aldrick sengaja membuatnya penasaran?

"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Valerie sambil menatap pantulan dirinya di cermin.

"Kau penasaran dengan apa yang akan aku lakukan?"

Valerie hampir saja melempar botol parfumnya ke arah pintu, namun dia mengurungkan niatnya dan kembali menyimpan botol parfum itu di atas meja rias.  "Jangan berpikir untuk melakukan hal yang aneh, mengerti!"

"Memangnya kau pikir aku akan melakukan apa?"

"Eum...entahlah. Mungkin kau akan melakukan sesuatu yang membuatku kesal" Valerie mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan.

"Kau sudah selesai?" Aldrick mengeluarkan kunci mobil dari saku jasnya. Karena bosan, akhirnya Valerie menjadikan kunci mobil itu sebagian mainan, sesekali dia akan melempar kuncinya ke atas lalu kembali menangkapnya.

Hal itu terus di lakukannya selama beberapa saat, sampai akhirnya dia kembali bertanya pada Valerie.

"Mau aku bantu? Mungkin kau kesulitan membuka bajumu itu" Aldrick tertawa pelan.

"Tidak perlu!! Aku bisa sendiri!!" Valerie berteriak kesal.

"Yakin?"

"Ya ampun, kenapa resletingnya tersangkut?" Gumam Valerie. Setelah berpikir dan mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Valerie memutuskan untuk memanggil Aldrick.

"Tuan Grant"

"Ada apa? Perlu bantuan?"

"A—apa kau bisa memanggilkan Ellie untukku?"

"Lihat, sudah aku duga kau memang perlu bantuanku"

"Bukan kau! Tapi Ellie, dia kepala pelayan di rumahku"

"Hei!! Mana mungkin aku tahu Ellie itu yang mana. Apa kau ingin aku pergi ke bawah lalu bertanya pada para pelayan satu persatu, apa kau Ellie?" Aldrick berpikir sejenak, orang yang bekerja disini cukup banyak karena sedang ada pesta ulang tahun putri sulung pemilik perusahaan Hill Company, yang tak lain adalah Valerie Hillbert.

"Sudahlah, lebih baik aku saja yang membantu, itu lebih praktis dan kau tidak perlu menunggu Ellie, itu mungkin akan lama"

Valerie menepuk pelan keningnya. Benar apa yang Aldrick katakan, mana mungkin pria itu tahu Ellie itu yang mana.

"Kalau begitu panggilkan Ryder, tolong" Valerie setengah memohon, berharap kali ini Aldrick akan pergi dan mencarikan Ryder untuknya, namun jangan terlalu berharap banyak pada Aldrick.

"Tidak bisa, Ryder sedang mandi sekarang"

"Berhenti membuat alasan!!" Valerie berteriak kesal.

"Aku tidak membuat alasan, kau sendiri juga tahu saat Ryder kembali ke kamar tadi, kan?"

"Ahh...benar juga"

"Kalau begitu, panggilkan Jennie, tolong, ya" Ucap Valerie dengan nada sedikit memohon.

"Jennie? Siapa lagi itu? sepertinya kau suka sekali menyusahkan ku, kau ingin aku bertanya pada setiap gadis yang ada di bawah sana? Apa kau Jennie?" Aldrick kembali bersandar di pintu. "Kau tak percaya padaku? Aku juga bisa membantumu"

"Aku tidak yakin tentang hal itu, yang aku dengar dari cerita kenalanku, kau itu sedikit brengsek"

Aldrick terkekeh pelan, cerita tentang dirinya yang suka main perempuan sepertinya sudah tersebar luas di kantor tuan Hillbert, karena citranya sudah seperti itu, Aldrick hanya bisa tersenyum miris.

"Memangnya apa yang perlu di bantu?"

"resleting gaunku tersangkut di rambut, aku tidak bisa menariknya ke atas atau pun ke bawah"

"Buka pintunya" Nada suara Aldrick berubah detik itu juga, dia tidak sedang mode bercanda sekarang. Suaranya mendadak begitu merdu di telinga Valerie dan seperti ada sedikit ketulusan pada perkataannya itu.

"Tidak perlu"

"Aku tidak akan melakukan hal yang tak pantas untuk di lakukan, aku janji" Aldrick serius dengan ucapannya.

"Sungguh?"

"Ya, jika tidak di izinkan aku tidak akan melakukan sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman"

"Sial, padahal hanya membayangkan mu tanpa sehelai benang pun sudah membuat punyaku berdiri" Gumam Aldrick pelan, dia tidak sadar ucapannya itu sampai ke telinga Valerie.

"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" Valerie membuka kunci kamarnya. Dia membuka pintu sedikit lalu melirik Aldrick dari celah pintu. "Apa yang akan kau lakukan? Aku mendengar ucapanmu tadi"

Aldrick melempar tatapan serius pada Valerie lalu mengatakan sesuatu yang membuat Valerie kesal setengah mati "Merobek gaunmu" Aldrick tertawa keras detik itu juga.

Air muka Valerie berubah menjadi kesal, dia kembali menarik pintu dan hendak menutup pintunya kembali, namun, satu kaki Aldrick berhasil menahan pintu agar tidak tertutup.

"Singkirkan kakimu!"

"Kau ini sensi sekali, aku hanya bercanda! Aku cukup waras untuk melakukan tindakan itu. Lagi pula aku tidak akan menyentuhmu, aku tidak akan macam-macam padamu. Ahh...Bukan berarti kau tidak menarik. Aku hanya ingin menghormatimu, itu saja"

...****************...

Terpopuler

Comments

alivya Hanida

alivya Hanida

yang benerrr

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 First Impression
3 Cerita di Balik Sepatu High Heels
4 I know your birthday
5 Wisecrack
6 Who?
7 Ryder
8 Resleting
9 A scarf and hair clip
10 Dinner
11 Weekend
12 It Is a Gift
13 The Same Person
14 Hate
15 Heavy Heart I
16 Heavy Heart II
17 Gloomy Morning
18 Drama
19 One Years Ago
20 As You Love It
21 Red Wedding Dress I
22 Red Wedding Dress II
23 Red Wedding Dress III
24 Lonely
25 Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26 Mafia Boss??
27 Untouchable
28 Sigma Gold
29 Little by Little
30 A Little Naughty
31 Challenge
32 Ruang Rahasia
33 Banana Milk
34 Isi dari Ruang Rahasia
35 Bittersweet
36 Choice
37 A Warm Hug
38 Reason?
39 Not Acceptable
40 Pergi ke Pantai
41 First Love?
42 Grandma's House
43 Again?
44 The Second Time
45 Cerita Masa lalu Al
46 Seorang Bodyguard?
47 I'll protect You
48 Evelyn kembali?
49 Renggang
50 Incident
51 Curious
52 Two Sides
53 The Assassin
54 Ancaman?
55 Nevertheless
56 Step Back
57 Pregnant?
58 Christmas gift?
59 Taruhan
60 Surat Cerai
61 Craving
62 Jump
63 Trauma
64 Rahasia terungkap
65 Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66 Dilemma
67 Pergulatan Batin
68 Max
69 Penyesalan?
70 Early Morning
71 Nebraska
72 Surat Wasiat
73 A Key
74 Bad News
75 Surat Darinya
76 Penyesalan
77 Aku Pulang...
78 Sebuah Janji
79 Gairah Yang Tertahan
80 Passionate Kiss
81 Sunset
82 Traitor
83 Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84 Confidential Documents
85 Teman Lama
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Prolog
2
First Impression
3
Cerita di Balik Sepatu High Heels
4
I know your birthday
5
Wisecrack
6
Who?
7
Ryder
8
Resleting
9
A scarf and hair clip
10
Dinner
11
Weekend
12
It Is a Gift
13
The Same Person
14
Hate
15
Heavy Heart I
16
Heavy Heart II
17
Gloomy Morning
18
Drama
19
One Years Ago
20
As You Love It
21
Red Wedding Dress I
22
Red Wedding Dress II
23
Red Wedding Dress III
24
Lonely
25
Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26
Mafia Boss??
27
Untouchable
28
Sigma Gold
29
Little by Little
30
A Little Naughty
31
Challenge
32
Ruang Rahasia
33
Banana Milk
34
Isi dari Ruang Rahasia
35
Bittersweet
36
Choice
37
A Warm Hug
38
Reason?
39
Not Acceptable
40
Pergi ke Pantai
41
First Love?
42
Grandma's House
43
Again?
44
The Second Time
45
Cerita Masa lalu Al
46
Seorang Bodyguard?
47
I'll protect You
48
Evelyn kembali?
49
Renggang
50
Incident
51
Curious
52
Two Sides
53
The Assassin
54
Ancaman?
55
Nevertheless
56
Step Back
57
Pregnant?
58
Christmas gift?
59
Taruhan
60
Surat Cerai
61
Craving
62
Jump
63
Trauma
64
Rahasia terungkap
65
Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66
Dilemma
67
Pergulatan Batin
68
Max
69
Penyesalan?
70
Early Morning
71
Nebraska
72
Surat Wasiat
73
A Key
74
Bad News
75
Surat Darinya
76
Penyesalan
77
Aku Pulang...
78
Sebuah Janji
79
Gairah Yang Tertahan
80
Passionate Kiss
81
Sunset
82
Traitor
83
Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84
Confidential Documents
85
Teman Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!