..."Kapan kamu menyiapkan ini?"...
..."Ohh ayolah mom, ini hari ulang tahun Valerie, mana mungkin aku datang dengan tangan kosong"...
...Valerie nampak terkejut, dia menatap Aldrick tak percaya. Pria bernama Aldrick itu bahkan tahu hari ulang tahunnya? Bagaimana bisa? Valerie menatap Aldrick penuh curiga....
...****************...
Valerie terdiam selama beberapa saat, dia menatap pantulan dirinya di cermin raksasa di kamar mandi. Setelah mengeringkan tangannya, Valerie melangkah keluar kemudian terkejut saat mendapati Aldrick ada di sana, tepatnya di luar toilet. Rupanya dia tengah menunggu Valerie di sana.
"Ahh...bikin kaget saja!!" Valerie mendengus kesal seraya melangkah pergi dari sana, dia tak mempedulikan Aldrick yang sedari tadi terus mengikutinya.
"Lihat, aku sudah menduga kita akan bertemu lagi. Kali ini kamu tak bisa menghindari ku Nona Hillbert"
"Eumm....ya terserah"
"Untuk kedepannya.... aku akan memastikan kamu tak akan bisa mengabaikan ku lagi"
"Lakukan saja jika kamu bisa, asal kamu tahu saja ya, meskipun kita melanjutkan hubungan ini sampai pernikahan, aku tidak akan peduli padamu!"
Aldrick mengangguk samar "Dia cukup angkuh, tapi aku semakin tertarik padanya" Gumam Aldrick sambil mengejar Valerie yang kembali ke ruang pertemuan tadi. Namun, langkahnya tiba-tiba berhenti saat ponselnya tiba-tiba berbunyi. Untuk sesaat, Aldrick nampak terkejut menatap sebuah nama yang muncul di layar ponselnya.
Senyuman di wajahnya memudar detik itu juga, dia mendekatkan ponsel itu ke telinganya. Sambil memutar tubuhnya kemudian pergi ke arah yang berlawanan dengan Valeri. Setelah selesai mengangkat telepon, Aldrick kembali ke tempat pertemuan.
"Mommy Aku ingin segera menikah dengan Valerie!" Aldrick yang tiba-tiba muncul mengatakan hal yang menurut mereka mengejutkan. Ayah dan ibunya Aldrick sudah menduga ini akan terjadi, mereka berdua hanya tersenyum bahagia sedangkan Valerie tampak syok di tempat duduknya. Dia menatap Aldrick tak percaya, apa-apaan pria menyebalkan itu!
Sedangkan Aldrick hanya mengangkat sebelah alisnya, dengan senyum penuh kemenangan yang menghiasi wajah tampannya.
"Mom siapkan pernikahan kami, satu minggu dari sekarang. Aku akan melamarnya di sini, saat ini juga!!" Aldrick mendekati Valerie, dia sedikit menundukkan tubuhnya.
Selama beberapa saat dia hanya tersenyum pada Valerie sambil memperhatikan Valerie yang tak mau membalas tatapannya walau hanya sedetik.
Bukan hanya Valerie saja yang terkejut, ayah dan ibunya Valerie juga tak kalah terkejut dengan keputusan mendadak dari Aldrick.
Aldrick bisa melihat tangan Valerie bergerak-gerak dengan gelisah di bawah sana. Gadis itu semakin kuat meremas gaunnya yang sudah terlihat kusut.
Aldrick meraih tangan Valerie, kemudian memegangnya dengan lembut, seolah tangan itu akan hancur jika dia menariknya dengan paksa.
Valerie hendak menarik kembali lengannya, namun kekuatannya tak sebanding dengan Aldrick. Jelas, pria itu lebih kuat dari pada Valerie. Dia bisa dengan mudah mempertahankan lengan Valerie di genggamannya.
"Aku hanya membeli ini tadi, selamat ulang tahun Valerie"
Aldrick mengeluarkan sesuatu dari balik setelan jasnya, sebuah kotak kecil yang isinya entah apa, mereka yang di sana pun tidak ada yang tahu. Namun, yang jelas itu bukan sebuah cincin. Tanpa memperlihatkan benda itu pada Valerie, Aldrick langsung memasangkan benda itu ke rambut Valerie.
"Bagaimana menurutmu Mom?" Aldrick beralih menatap ibunya yang masih menutup mulutnya tak percaya. Itu bukan sekedar jepit rambut biasa, Jepit rambut cantik yang di lapisi taburan berlian senilai dua carat yang di pesan secara khusus oleh Aldrick.
"Kapan kamu menyiapkan ini?"
"Ohh ayolah mom, ini hari ulang tahun Valerie, mana mungkin aku datang dengan tangan kosong"
Valerie nampak terkejut, dia menatap Aldrick tak percaya. Pria bernama Aldrick itu bahkan tahu hari ulang tahunnya? Bagaimana bisa? Valerie menatap Aldrick penuh curiga.
Seolah mengerti dengan tatapan Valerie, Aldrick segera menyangkal.
"Aku memang tahu hari ulang tahunmu, jangan salah paham. Aku tak pernah mencari tahu tentang dirimu. Bukan begitu Mom?" Aldrick kembali menatap ibunya sambil kembali ke tempat duduknya.
"Tahun lalu, Aldrick datang ke hari ulang tahunmu sayang, tapi hanya sebentar. Waktu itu bertepatan dengan peresmian cabang perusahaan Hill Group bukan? Valerie dan teman-temannya mengadakan pesta di rumah. Aldrick datang ke kediaman Hillbert sebentar, lalu dia pergi lagi karena harus menghadiri peresmian perusahaan di hotel"
"Maaf, karena saya tidak mengingatnya aunty" Ucap Valerie, nampak panik dan juga gugup.
Melihat Valerie yang mendadak gugup, mereka pun tertawa ringan.
"Tidak apa-apa sayang, tidak perlu minta maaf" Ibunya Aldrick tertawa pelan.
"Waktu itu aku meninggalkan hadiah untukmu"
"Ha—Hadiah?"
"Ya, tiga pasang sepatu. High heels, flat shoes dan sneakers. Menurut kepala pelayanan di rumahmu, kau begitu senang saat mengetahui hadiah itu adalah flat shoes dan sneakers. Namun saat kau melihat high heels.......ya begitulah"
Pasti sudah tahu bagaimana reaksi Valerie saat melihat High heels. Itu sesuatu yang tidak terduga, sebenarnya Valerie terlihat cukup feminim dan wajah cantiknya terkesan bahwa dia adalah gadis yang masih polos , inner beauty nya membuat Aldrick cukup tertarik dan ternyata dia merasa tertantang mendekati Valerie. Kenyataan nya, Valerie tidak sepolos yang Aldrick duga, gadis itu cukup cuek dan sedikit angkuh aura nya terkesan mahal dan Aldrick baru pertama kali mencoba mendekati gadis seperti itu.
"Kau memata-matai ku!!??" Valerie menatap Aldrick tak suka.
"Hei!! Aku hanya penasaran bagaimana reaksimu. Itu saja!!"
Valerie hanya mendengus kesal.
"Aku tidak mengerti, kenapa kamu tidak suka high heels?"
"Kamu tidak perlu tahu alasanku tidak menyukai benda itu"
"Sssttt...kau salah, aku harus mengetahui apa yang kamu suka dan apa yang tidak kamu suka mulai sekarang. Tentu itu berlaku untuk ke depannya"
"Kamu tidak tahu itu merepotkan?" Valerie mendelik kesal.
"Sama sekali tidak jika hal itu menyangkut calon istriku" Aldrick tertawa pelan sembari mencoba menggoda Valerie"Apa aku boleh menganggapnya begitu tuan Hillbert?" Aldrick beralih menatap ayahnya Valerie. Hal itu berhasil mengundang tawa mereka semua, terkecuali Valerie.
"Tentu nak" Balas ayahnya Valerie.
"Dad!!" Valerie merengut kesal.
"Ya ampun putriku tak lama lagi menikah" Veronica mengelus rambut Valerie dengan gemas.
"Ahh...Mommy!!"
Sekarang Valerie jadi sedikit kesal karena dia sasaran empuk oleh ayah dan ibunya, bahkan Aldrick pun tanpa ragu untuk menggodanya.
Para orang tua itu mulai bicara kemana-mana, mereka mulai membicarakan tempat yang cocok untuk berbulan madu atu soal berapa cucu yang mereka mau. Padahal mereka menikah juga belum. Tapi para orang tua itu mulai merencanakan berbagai hal.
"Mommy aku tak pernah bilang setuju dengan pertunangan ini!!" Bisik Valerie yang mulai merasa jengah dengan pembicaraan tentang pernikahan yang tidak ada habisnya.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments