..."Masa? Bukan pacar tapi kok manggilnya sayang, bahkan tadi bicaramu lemah lembut sekali. Kamu sangat memanjakan dia, ya?"...
..."Jadi aku di undang atau tidak?" Aldrick malah mengalihkan pembicaraan. "Ke pestamu"...
...****************...
Di dalam mobil, Valerie hanya bermain ponselnya tanpa peduli dengan keberadaan Aldrick, sesekali Valerie akan melirik Aldrick diam-diam, memastikan apa yang sedang di lakukan oleh pria itu. Pasalnya Aldrick dari tadi terus berisik, namun sekarang tiba-tiba berubah menjadi pendiam setelah menerima panggilan dari seseorang.
Sebenarnya apa yang terjadi? Dia baik-baik saja bukan?
"Kamu boleh memandangiku sepuasnya, tidak perlu melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, Valerie aku mengizinkanmu. Jika wanita lain yang melakukannya, jelas tidak ku izinkan."
Valerie berdeham pelan, dirinya tertangkap basah sedang memperhatikan Aldrick. Lantas Valerie langsung mengalihkan tatapannya keluar jendela.
"Kamu pasti bermimpi, aku memandangi mu? Woahh...yang benar saja. Tingkat kepercayaan dirimu cukup tinggi ternyata" Valerie mendengus kesal sambil kembali menatap layar ponselnya.
"Dari tadi aku penasaran, sebenarnya kamu itu sedang apa? Apakah ada hal menarik di ponselmu? Sampai-sampai kamu tak melihatku, saat aku bicara"
Valerie berdecak kesal.
"lalu apa yang kamu bicarakan saat di telepon tadi? Kenapa sekarang malah berubah menjadi pendiam? yah...setidaknya itu lebih baik. Valerie, sadarlah! Kenapa kamu penasaran dengan hal yang tidak penting macam itu!"
"Fokus saja menyetir eum..."
Namun, Aldrick malah tak peduli dengan ucapan Valerie, dia malah kembali mengajukan pertanyaan yang membuat seorang Valerie kembali kesal.
"Dia pacarmu?"
"Bukan urusanmu!" Valerie bersandar sambil menutup matanya sejenak.
"Satu minggu yang akan datang, itu akan menjadi urusanku. Tak mungkin aku menikahi gadis yang masih berpacaran dengan pria lain. Kamu tahu? Itu akan merepotkan ke depannya, tidak harmonis dan penuh drama, sebisa mungkin aku menghindari hubungan pernikahan semacam itu"
"Aku harap, kamu pun tidak sedang dalam hubungan apa pun dengan gadis lain. Jika kamu punya pacar, sebaiknya buang jauh-jauh pemikiranmu yang ingin menikahi ku dalam waktu dekat. Itu merepotkan, bisa-bisa pacarmu datang padaku dan terjadi hal dramatis. Dia bisa saja menuduhku yang tidak-tidak"
Valerie melipat kedua lengannya dengan kesal, dia tak mengerti kenapa mereka malah membahas ini. Apakah sekarang kata pernikahan mulai terbersit di hati Valerie? Dia sungguh memikirkan pernikahan dirinya dan Aldrick? Dalam hati, Valerie tak henti-hentinya bergumam dan menyuruhnya sadar tentang apa yang dia pikirkan.
"Eum..." Aldrick nampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya dengan penuh keyakinan dia menjawab
"Tentu saja, saat ini aku masih lajang"
Valerie nampak tak yakin, air muka Aldrick kurang meyakinkan. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan? Tapi apa? Valerie pun tak tahu, namun Valerie tak ambil pusing dan memilih untuk tak peduli. Namun sulit di percaya, ternyata Aldrick masih lajang. Menurut pengamatan Valerie sejauh ini, Aldrick itu nampak seperti Playboy. Jangan ragukan bagaimana ketampanannya, sudah pasti dia tampan, dia cukup pandai mengatakan hal-hal manis dan senyumannya yang memikat memang menjadi daya tarik tersendiri dari pria itu, bukan hanya itu, sikapnya yang ramah dan sopan, baik hati. Tanpa ragu dia akan membantu seseorang yang tengah kesulitan sekali pun itu orang asing.
"Ahh... Valerie, kamu terlalu berlebihan, berhenti memikirkan Aldrick!! orang lain juga banyak yang melakukan perbuatan baik semacam itu! Bukan hanya Aldrick saja yang bisa membantu orang" Ucap Valerie dalam hati, dia menggeleng kuat, membuang jauh-jauh pikiran tentang Aldrick yang entah kenapa selalu menyelinap masuk ke otaknya.
"Kamu baik sekali ternyata, aku kira kamu tipe pria pemaksa yang selalu ingin mendapatkan apa pun yang kau mau, tidak peduli apa pun itu. Termasuk seorang gadis, kamu tidak akan segan merebutnya dari pria lain sekali pun itu pacar temanmu sendiri"
Aldrick hanya tertawa menanggapi ucapan Valerie "Aku seburuk itu di matamu? Tenang saja, aku bukan tipe pria seperti itu. Kamu cukup blak-blakan juga rupanya"
Valerie kembali menguap, dia menyandarkan lehernya sejenak sambil menutup matanya selama beberapa menit.
"Kamu bisa tidur dulu jika mau. Aku akan membangunkan mu saat kita sampai di rumahmu nanti"
"Tidak perlu, lagi pula sebentar lagi kita sampai"
Namun siapa yang tahu apa yang akan terjadi lima menit kemudian. Valerie yang bersikeras tidak akan tidur sekarang malah tertidur pulas meski Aldrick sudah membangunkannya berkali-kali.
Biasanya dia tidak seperti itu. Valerie bukan tipe orang yang sulit di bangunkan saat tidur. Mungkin saat ini dia kelelahan sehingga dia bisa tidur dengan nyenyak meski posisinya kurang nyaman.
"Nona Grant, kita sudah sampai"
Tidak ada jawaban dari Valerie. Aldrick mengguncang pelan tubuh Valerie namun gadis itu seperti masih betah menutup matanya. Aldrick akhirnya memutuskan untuk menunggu sampai Valerie bangun dengan sendirinya.
Karena sudah begini, Aldrick akhirnya melepas jas miliknya. Lalu, menyelimuti Valerie dengan jas tersebut.
Aldrick mengecek ponselnya. Bersamaan dengan itu, sebuah pesan masuk. Setelah membaca pesan tersebut, Aldrick memutuskan keluar dari mobil. Setelah berpikir selama beberapa saat, akhirnya dia memutuskan untuk menelpon orang tersebut.
"Eve pulanglah dengan Edward eum...jangan menungguku terus, aku minta maaf karena tidak bisa menjemputmu"
"Ngga mau..Dari tadi Edward terus membuatku kesal. Dia marah-marah terus"
Aldrick menghela nafas "Itu karena kamu yang membuatnya kesal, berhenti keras kepala dan ikut saja dengan Edward, ya? Bukankah tadi kamu bilang hari ini kakakmu ulang tahun? Kamu pulang karena ingin memberi kejutan padanya bukan? Nanti kalau terlambat bagaimana?"
"Baiklah, aku akan ikut dengan Edward"
Begitu terbangun, Valerie langsung keluar tanpa menunggu Aldrick yang masih sibuk dengan ponselnya, Aldrick menatap punggung Valerie yang semakin menjauh dari jarak pandangnya.
"Sudah bangun?"
"Seharusnya kamu tidak perlu repot menungguku" Valerie menyerahkan Jas milik Aldrick "aku tidak butuh ini"
"Valerie, aku di undang atau tidak?"
Valerie berbalik dengan alis yang terangkat sebelah "Bukannya kamu harus menjemput pacarmu?"
"A—apa? Pacar? Aku tidak punya pacar"
"Ohh...ayolah. Tanpa sengaja aku mendengar percakapanmu dengannya saat di telepon tadi"
"Dia bukan pacarku!!"
"Ya ya, terserah. Aku tidak peduli, tapi kamu harus ingat apa yang sudah aku katakan tadi!"
"Ya aku mengingatnya, lagi pula dia bukan pacarku"
"Masa? Bukan pacar tapi kok manggilnya sayang, bahkan tadi bicaramu lemah lembut sekali. Kamu sangat memanjakan dia, ya?"
"Jadi aku di undang atau tidak?" Aldrick malah mengalihkan pembicaraan. "Ke pestamu"
"Ahh...maaf ya, tapi aku tidak mengundang pria tua yang suka berbohong" Sedetik kemudian Valerie tertawa puas, dia berjalan ke pekarangan rumah tanpa peduli pada Aldrick yang masih bersandar di mobilnya, jangan lupa tentang air mukanya yang berubah menjadi kesal.
"Kamu harus dengar!! Aku bukan keduanya" Jungkook mengejar Valerie yang kini sudah sampai di depan pintu.
"Ohh ya? Kalau begitu buktikan. Aku sudah menduga, mana mungkin laki-laki sepertimu masih lajang"
"Berapa kali aku harus bilang, dia bukan pacarku"
...>>>*<<<...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
alivya Hanida
jealous haha
2024-12-31
0