Sesuatu yang membosankan telah melandanya saat ini, Valerie mencoba untuk tetap terjaga meski saat ini dia sudah mengantuk berat. Dia baru pulang kerja, ibunya menyuruhnya pulang cepat. Katanya ada sesuatu penting yang harus Valerie ketahui. Bahkan Valerie harus mengundur pesta ulang tahun yang akan dia rayakan bersama teman-temannya karena acara makan malam ini.
Belum sempat menanyakan hal penting itu, sang ibu malah mendorongnya ke kamar mandi dan menyuruhnya mandi dengan cepat. Usia mandi, ibunya yang nampak antusias malah menyerahkan sebuah dress berwarna coral red dan sebuah kotak sepatu yang sudah lama Valerie simpan, bahkan nyaris tak tersentuh karena Valerie tak suka dengan sepatu jenis itu, sepatu high heels.
Apa yang ibunya lakukan tidak selesai sampai situ. Setelah Valerie mengenakan dress, ibunya menariknya ke depan meja rias, kemudian menyuruh seorang penata rambut terbaik dari salah satu salon milik ibunya datang hanya untuk mendandani Valerie.
Valerie memperhatikan kedua orang tuanya kemudian sepasang suami istri lain yang ikut serta dalam acara makan malam ini, mereka semua nampak sibuk dengan pembicara bisnis yang sepertinya memang tidak ada habisnya. Saat di rasa tak ada yang memperhatikan, Valerie diam-diam menguap, matanya nampak berair karena harus menahan kantuk yang sedari tadi menyerang dirinya.
Namun, Valerie salah besar, entah sadar atau tidak. Ada satu orang yang memperhatikannya dari tadi, dia tertawa pelan saat memperhatikan Valerie yang sedikit membalikkan tubuhnya hanya untuk menguap.
Karena suasana ruangan yang minim pencahayaan, Valerie tak bisa melihat dengan jelas seperti apa wajah pria itu. Ya ampun, kenapa mereka memesan tepat gelap macam ini? Ahh...namun itu sedikit menguntungkan bagi Valerie, dia bisa diam-diam menguap atau menutup mata sejenak.
"Mom, karena ruangannya gelap. Apakah aku boleh tidur sebentar?" Saat ibunya tengah menyesap Wine, Valerie menjadikan kesempatan itu untuk berbisik pada ibunya.
"Jangan gila kamu!!!" Ibunya balas berbisik.
"Ahh...mom, aku ngantuk" Masih dalam rangka bisik-bisik, Valerie mencoba merengek pada ibunya.
"Tahan selama beberapa Jam okay, kamu harus memberikan kesan yang baik pada keluarga calon suamimu"
"Mommy!!!" Tanpa sadar Valerie meninggikan sedikit suaranya, membuat ayah serta ketiga orang lain yang di sana menoleh padanya. Dia sedikit terkejut dengan kalimat terakhir yang di ucapkan oleh sang ibu. Akan tetapi Valerie tak menganggap serius hal itu.
"Ada apa Valerie?" Istri Tuan Grant akhirnya bertanya.
"Maaf, bukan apa-apa Aunty. Tanpa sengaja mom menginjak kakiku tadi"
"Sembarangan! Mom ngga pernah menginjak kaki kamu yaa!?"
Ibunya nampak tersenyum jahil sedangkan Valerie hanya bisa melempar tatapan kesal pada ibunya. Dia tahu, ibunya memang terkadang suka bercanda.
Valerie dan ibunya memang lebih seperti teman jika di bandingkan dengan ibu dan anak pada umumnya. Meskipun begitu, Valerie tak pernah bertindak berlebihan, dia selalu menjaga sopan santun meski hubungan dia dan ibunya sedekat itu.
"Mom jelas melakukannya tadi, kakiku masih perih"
"Sayang sudah aku bilang berhenti mengganggunya." ayahnya Valerie Akhirnya menengahi sebelum pertengkaran kecil antara ibu dan anak itu berlanjut lebih jauh lagi.
"Sayang! Aku tidak menginjak kakinya, mana mungkin aku menginjak kaki putriku yang berharga" Veronica , yang tak lain adalah ibunya Valerie akhirnya membuat pembelaan. Sedangkan keluarga Grant ikut tertawa ringan melihat bagaimana interaksi keluarga Hillbert.
Setelah pertengkaran tadi, suasana di ruangan ini kembali seperti sebelumnya. Kali ini topiknya sedikit berubah, mereka tak lagi membicarakan bisnis. Mereka hanya membahas tentang topik ringan seperti aktivitas di akhir pekan dan tentang permainan golf minggu lalu.
Acara makan malam ini nampak membosankan, setidaknya begitu menurut Valerie. Sudah jelas dia tidak tertarik, kenapa orang tuanya tidak mengajak Evelyn saja? Adiknya yaitu Evelyn Hillbert suka dengan acara macam ini. Dia bahkan tak ragu dan menerima dengan senang hati saat ayah mereka mengajak ke jamuan yang di adakan oleh perusahaan.
Meski menurutnya membosankan, Valerie terpaksa harus tersenyum pada kolega kerja ayahnya itu, Namun tentu saja senyumannya di buat sealami mungkin. Dalam hati, Valerie kembali menggerutu, dia bukan aktris, kenapa orang tuanya menyuruhnya berakting? Senyumannya masih terlihat seperti di paksakan. Tidakkah itu terlihat palsu?
Valerie melirik pria yang sedari tadi memperhatikannya, pria itu nampak salah tingkah saat Valerie balas menatapnya. Pria itu melempar senyuman pada Valerie, biasanya para wanita akan terpikat begitu melihat senyuman menawannya. Namun hal itu seolah tidak mempan untuk Valerie, gadis ini masih memasang air muka yang sama. Nampak tenang seperti biasanya, tak ada sedikit pun senyuman di wajah cantiknya dan dia memang tidak berniat memberi celah pada pria itu.
Pria itu mengangkat gelasnya, memberi isyarat bahwa dia senang bertemu dengan Valerie, kemudian dia menyesap minumannya. Sedangkan Valerie hanya mengalihkan pandangan, orang tuanya tidak akan menyadari hal itu, mereka sibuk dengan pembicara bisnis mereka. Hanya Valerie dan Pria itu saja yang saling diam di sini.
Valerie jadi ingat kejadian beberapa jam yang lalu, dia yang kesulitan berjalan dengan high heels tiba-tiba terjatuh. Kakinya yang sakit membuatnya kesulitan bergerak selama beberapa saat, di dalam hati tak henti-hentinya dia menggerutu dan melemparkan sumpah serapah pada benda yang di anggapnya terkutuk itu, sepatu high heels memang musuh terbesarnya.
Ibunya tahu persis kalau putri sulungnya ini tidak suka high heels, lalu kenapa sekarang ibunya menyuruh dia berdandan dan membuatnya harus memakai high heels ini? Jelas sesuatu yang tak di inginkan oleh Valerie akan terjadi.
"Omong-omong aku dan Veronica pernah satu kampus dulu" Nyonya Grant kembali memulai pembicaraan setelah hening selama beberapa saat.
"Tentu saja dengan Aiden juga" Lanjut Arianna Grant. "Vee dulu sangat populer dan punya banyak teman, terutama laki-laki. Banyak dari mereka yang ingin dekat dengan Vee" Vee adalah sapaan akrab ibunya Valerie.
"Awalnya aku tidak menyangka Vee bisa menikah dengan Aiden. Selama di kampus mereka tidak pernah terlihat dekat" Arianna masih terlihat penasaran bagaimana kedua teman kuliah nya itu bisa dekat dan memutuskan untuk menikah.
"Mmm....yahh, kami tidak sengaja bertemu di perpustakaan dan dari situ Aiden Mulai membantuku belajar." Veronica mulai bercerita. "Aku tidak terlalu pandai belajar"
"Yahh itulah Vee" Arianna tertawa ringan.
"Hei!!! Kamu jangan coba-coba menceritakan ceritakan hal memalukan pada putriku" Sahut Veronica sebelum temannya itu bercerita lebih jauh lagi.
"Aunty, seperti apa Mommy-ku saat kuliah?" tanya Valerie.
"Setelah di pikir-pikir, aku rasa Evelyn lebih mirip ibumu waktu muda"
Ohh...ya Evelyn Caroline Hillbert, dia adalah adiknya Valerie. "Itu artinya, Mommy sering membuat masalah?"
"Yahh... Mommy tidak sesering itu, adikmu Evelyn lebih memusingkan"
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
alivya Hanida
tipe tipe ibu yang jail ya
2024-12-31
0