Dinner

..."Diam kau bocah! Sekarang kau sudah berani mengkhianati ku, huh? Bisa-bisanya kau menukar rahasia kakakmu dengan sebuah PC game" Valerie berteriak agar Ryder bisa mendengar suaranya....

..."Maaf Kak, tapi PC game lebih berharga dari pada rahasiamu"...

..."A—APA?" Valerie berteriak begitu nyaring, membuat Aldrick maupun Ryder terkejut....

...****************...

"Kau masih ingin menikahi ku? Setelah semua perbuatan buruk ku padamu?" Setelah selesai dengan ponselnya, akhirnya Valerie beralih menatap Aldrick yang tengah memotongkan steak untuknya.

Valerie juga sadar bahwa selama ini dia tak pernah memperlakukan Aldrick dengan baik sebagai mestinya, yang selalu Valerie lakukan selama ini adalah meneriakinya dan berbicara sarkas padanya, namun pria itu tak pernah marah dan malah tertawa setiap kali dirinya merasa kesal atau terganggu, mungkin pria itu sedikit gila, begitu pikir Valerie.

Aldrick hanya mengangguk singkat.

"Aku tidak merasa kau memperlakukanku dengan buruk. Yang kau lakukan selama ini, hanya terpaksa. Kau selalu mengatakan 'Jangan salah paham, ini hanya formalitas' atau semacamnya. Kau tetap melakukannya walau pun kau tak mau, itu salah satu bentuk sikap menghargai orang lain bukan? Kau gadis yang baik, Valerie Hillbert" Aldrick tersenyum tulus, sebelum netranya kembali pada steak miliknya yang masih utuh. Setelah selesai memotongkan steak milik Valerie, pria itu meletakkan piring tersebut di depan gadis itu.

"Kau ini bicara apa?" Ucap Valerie acuh, dia lantas mengalihkan pandangannya. Valerie tak ingin ambil pusing memikirkan ucapan Aldrick barusan.

"Omong-omong aku penasaran, Kenapa adikmu tidak memanggilmu kakak?"

"Itu kebiasaan dari kecil, meskipun dia sudah di beri tahu harus memanggilku kakak dia tetap saja selalu memanggilku Erie. Terkadang dia memanggilku kakak saat ada maunya"

"Jadi nama panggilanmu Erie?"

"Hmm"

"Nama panggilan yang imut"

Mendengar Aldrick berkata seperti itu, seketika Valerie bisa merasakan wajahnya sedikit memanas dan bahkan dia hampir tersedak jika saja dia tidak cepat-cepat meraih gelas yang terletak di sebelah piringnya.

Valerie meringis saat tenggorokannya terasa terbakar, dia lupa kalau itu minuman beralkohol dan dia meminumnya dengan terburu-buru.

"Kau baik-baik saja? Makanlah pelan-pelan jangan terburu-buru" Aldrick segera memanggil pelayan restoran lalu dia meminta segelas air putih pada pelayanan tersebut.

Air putih yang Aldrick pesan datang dengan cepat. "Ini minumlah* Aldrick memberikan segelas air kepada Valerie.

Gadis itu menerimanya dengan senang hati seraya mengucapkan terima kasih kepada pelayan tadi. Setelah Valerie kembali tenang, Aldrick kembali duduk.

"Jika saja hari itu dia memanggilmu kakak, aku pasti tidak akan salah paham dan cemburu dengan mengira dia adalah temanmu"

"Teman laki-lakiku lebih banyak dari yang kau duga"

"Tidak masalah, teman wanitaku juga banyak"

"Aku tidak pandai memasak atau membersihkan rumah" Sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar, faktanya Valerie bukan gadis yang seperti itu meskipun dia tumbuh di keluarga kaya. Dia cukup tau bagaimana cara memasak, setidaknya menggoreng telur masuk dalam kategori memasak.

"Tidak masalah, pekerjaan seperti itu bisa di lakukan oleh para maid nantinya."

"Aku ini gadis manja yang sangat suka menghambur-hamburkan uang" Valerie masih melanjutkan omong kosong nya, dia masih mengatakannya tanpa ekspresi, sama seperti tadi.

"Setelah menikah nanti, kau boleh memakai uangku sepuasnya, kau boleh membeli apapun yang kau mau" Aldrick bertopang dagu, dia nampak gemas dengan tingkah Valerie.

Valerie kehabisan kata-kata, sekarang apa lagi yang harus dia katakan? Apakah dia perlu membuktikan semua itu dengan tindakan agar pria itu percaya?

Namun Aldrick memahami maksud ucapan Valerie. Apa gadis ini sedang berusaha agar Aldrick mundur dari pernikahan ini? Lalu sekarang apa lagi yang akan Valerie katakan?

"Aku tidak suka bangun pagi-pagi sekali. Nanti, setiap pagi kau mungkin harus sarapan sendirian karena kebiasaanku itu"

"Tidak masalah, kita masih bisa makan bersama di malam harinya"

"Aku suka bekerja lembur. Jadi, makan malam bersama tidak mungkin juga"

"Ahh...begitu rupanya" Aldrick mengangguk singkat, detik berikutnya tangan Aldrick bergerak merogoh saku jasnya, dia mengeluarkan ponselnya kemudian mencari kontak yang baru-baru ini dia simpan.

Sementara itu, Valerie nampak tersenyum penuh kemenangan. Aldrick tak bisa membalas ucapannya tadi, apa itu artinya pria itu sudah menyerah akan dirinya?

Suasana hatinya membaik detik itu juga, dia menantikan hari dimana Aldrick datang menemui ayahnya dan membatalkan pernikahan itu. Ibunya bilang pernikahan itu bisa batal jika kedua belah pihak sama-sama keberatan dengan perjodohan ini, selama ini Valerie tidak bisa memutuskan perjodohan ini karena pihak Aldrick masih ingin melanjutkan perjodohan ini, terutama Aldrick sendiri.

"Ryder"

Mendengar nama itu di sebut, eksistensi Valerie beralih pada pria yang duduk di hadapannya. Valerie yang baru saja menikmati steak itu tiba-tiba selera makannya hilang, dia menyimpan garpu serta pisau di tangannya dengan kasar.

"Kau ingin membujuk Ryder? Itu tidak akan berhasil, dia berada di pihakku tentunya"

Aldrick mengabaikan ucapan Valerie, eksistensinya sama sekali tidak teralihkan barang sedetik pun.

"Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan" Aldrick memulai pembicaraan di telepon.

Tidak ada jawaban dari Ryder, yang terdengar hanya suara teman-temannya yang berisik bermain game, alhasil perhatian Ryder terbagi menjadi dua. Meski sudah mengangkat panggilan dari Aldrick, dia tetap melanjutkan permainannya karena tak ingin kalah dari Felix.

"Hmm...Kak Al ingin bertanya apa?" tanya Ryder.

"Apa kakakmu sungguh tidak bisa bangun pagi?" Tanya Aldrick to the point.

Ryder bingung sesaat, mengapa calon kakak iparnya menanyakan hal itu? Kenapa tidak di tanyakan langsung saja pada kakaknya? Seingatnya mereka sedang bersama saat ini. Apa mungkin Valerie kabur ke suatu tempat dan malah membiarkan Aldrick menunggu lama di restoran?

"Kenapa kak Al bertanya padaku? Tanyakan saja pada Erie langsung. Bukankah sekarang, kalian sedang makan bersama? Jangan bilang kakakku kabur, karena tak ingin bertemu denganmu"

"Tidak, dia ada bersamaku sekarang"

"Dia tidak kabur? Untunglah, jika dia kabur mungkin aku yang akan di repot kan nantinya"

"Kenapa begitu?"

"Karena aku yang mengantarkan dia ke kant—, Hei!! Felix Seyfried kau curang!!"

"Sudahlah, tutup saja kau tidak akan mendapatkan jawaban yang kau inginkan dari Ryder" Valerie yang sedari tadi bungkam akhirnya kembali bersuara.

"Ryder, dengar! Jika kau mau menjawab semua pertanyaanku sekarang. Aku akan memberimu PC terbaru?"

Valerie mengibaskan tangannya ke udara seolah berkata bahwa Ryder tidak akan tergiur dengan hal seperti itu.

"Sungguh? Apa yang ingin Kak Al ketahui tentang Kak Erie? Peter kau lanjutkan permainanku saja" Ryder memberikan joystick nya pada Peter. Saat ini, mereka sedang bermain game di ruang keluarga Hillbert. Sesekali terdengar suara protes Evelyn yang merasa terganggu oleh kebisingan Ryder dan teman-temannya.

"Di rumahmu ramai sekali, ya. Sangat berbeda jauh dengan rumahku yang sepi" Sambil menunggu respon dari Ryder, Aldrick menyesap sedikit wine miliknya. Dia tersenyum begitu merasakan minuman itu berhasil mengisi mulutnya, terasa nikmat jika di temani dengan steak super lembut seperti yang dia nikmati saat ini.

"Kak Al tadi bertanya apa Erie—maksudku Kak Valerie suka bangun pagi atau tidak? Hmm...kakak orang yang paling awal bangun, dia rajin berolahraga di pagi hari. Kak Al, jangan bilang kau ingin aku menceritakan dari awal Kak Valerie bangun sampai di tertidur?"

"Tidak perlu. Kau cukup menjawab beberapa pertanyaanku saja"

"Okay, apa tidak masalah? Dia sedang bersamamu sekarang"

"Tidak perlu di pikirkan" Aldrick melirik Valerie yang nampak mendelik kesal padanya.

"Dia hanya menjelek-jelekan dirinya sendiri. Berharap aku akan membatalkan pernikahan itu setelah aku tau seperti apa dirinya. Tapi jelas itu tak akan berhasil"

"Hah? Dia melakukan itu? Dia kekanak sekali, bukan begitu Kak Al"

"Diam kau bocah! Sekarang kau sudah berani mengkhianati ku, huh? Bisa-bisanya kau menukar rahasia kakakmu dengan sebuah PC game" Valerie berteriak agar Ryder bisa mendengar suaranya.

"Maaf kak, tapi PC game lebih berharga dari pada rahasiamu"

"A—APA?" Valerie berteriak begitu nyaring, membuat Aldrick maupun Ryder terkejut.

"Canda Kak, hanya bercanda" Ryder masih tertawa begitu pun dengan teman-temannya yang mendengar ucapan Ryder, mereka juga ikut tertawa.

Kening Valerie berkerut, dia hanya bisa menahan rasa kesalnya sekarang. "Tidak perlu di teruskan" Valerie meraih ponsel Aldrick yang di simpan di atas meja, lantas dia memutuskan panggilan secara sepihak.

"Yah...sebenarnya tanpa bertanya pada Ryder pun aku tau seperti apa dirimu"

Itu terlihat jelas dari sikap Valerie saat mereka bertemu tiga hari yang lalu. Valerie yang mengatakan tentang barang mewah yang kadang ada juga yang tak nyaman saat di pakai. Kemudian tentang Valerie yang bekerja di perusahaan ayahnya sendiri dari nol dan berhasil naik ke posisi atas dengan kerja kerasnya sendiri. Gadis itu mengikuti tahap demi tahap, sama seperti yang di lakukan oleh para pegawai lain.

Valerie gadis yang mandiri, terlepas dari seberapa kaya kedua orang tuanya.

"Jangan bersikap seolah kau mengenalku dengan baik"

"Mungkin saat ini aku memang tidak tau banyak tentangmu. Tapi lama kelamaan aku akan mengetahuinya. Selagi menunggu hari pernikahan, kita jalani saja dulu, dengan mengenal satu sama lain dan sesekali menghabiskan waktu bersama. Aku senang jika kau mau melakukannya"

"Kau pikir aku mau melakukannya?" Tanya Valerie.

Aldrick hanya mengangkat bahu, dia tidak berharap banyak akan hal itu. apakah Valerie mau melakukannya atau tidak, Aldrick tidak tahu pasti. Mungkin saja gadis itu berubah pikiran di kemudian hari, kita tidak tahu apa yang akan di rasakan besok, lusa atau seminggu yang akan datang.

Bisa saja sebuah kebahagiaan datang tak di sangka, atau justru malah sebaliknya. Lalu, bisa saja hari ini Valerie tidak menyukainya, mungkin di kemudian hari gadis itu akan merasakan perasaan yang sama seperti perasaan yang Aldrick rasakan.

...****************...

Episodes
1 Prolog
2 First Impression
3 Cerita di Balik Sepatu High Heels
4 I know your birthday
5 Wisecrack
6 Who?
7 Ryder
8 Resleting
9 A scarf and hair clip
10 Dinner
11 Weekend
12 It Is a Gift
13 The Same Person
14 Hate
15 Heavy Heart I
16 Heavy Heart II
17 Gloomy Morning
18 Drama
19 One Years Ago
20 As You Love It
21 Red Wedding Dress I
22 Red Wedding Dress II
23 Red Wedding Dress III
24 Lonely
25 Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26 Mafia Boss??
27 Untouchable
28 Sigma Gold
29 Little by Little
30 A Little Naughty
31 Challenge
32 Ruang Rahasia
33 Banana Milk
34 Isi dari Ruang Rahasia
35 Bittersweet
36 Choice
37 A Warm Hug
38 Reason?
39 Not Acceptable
40 Pergi ke Pantai
41 First Love?
42 Grandma's House
43 Again?
44 The Second Time
45 Cerita Masa lalu Al
46 Seorang Bodyguard?
47 I'll protect You
48 Evelyn kembali?
49 Renggang
50 Incident
51 Curious
52 Two Sides
53 The Assassin
54 Ancaman?
55 Nevertheless
56 Step Back
57 Pregnant?
58 Christmas gift?
59 Taruhan
60 Surat Cerai
61 Craving
62 Jump
63 Trauma
64 Rahasia terungkap
65 Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66 Dilemma
67 Pergulatan Batin
68 Max
69 Penyesalan?
70 Early Morning
71 Nebraska
72 Surat Wasiat
73 A Key
74 Bad News
75 Surat Darinya
76 Penyesalan
77 Aku Pulang...
78 Sebuah Janji
79 Gairah Yang Tertahan
80 Passionate Kiss
81 Sunset
82 Traitor
83 Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84 Confidential Documents
85 Teman Lama
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Prolog
2
First Impression
3
Cerita di Balik Sepatu High Heels
4
I know your birthday
5
Wisecrack
6
Who?
7
Ryder
8
Resleting
9
A scarf and hair clip
10
Dinner
11
Weekend
12
It Is a Gift
13
The Same Person
14
Hate
15
Heavy Heart I
16
Heavy Heart II
17
Gloomy Morning
18
Drama
19
One Years Ago
20
As You Love It
21
Red Wedding Dress I
22
Red Wedding Dress II
23
Red Wedding Dress III
24
Lonely
25
Seandainya Kita Bertemu Lebih Awal
26
Mafia Boss??
27
Untouchable
28
Sigma Gold
29
Little by Little
30
A Little Naughty
31
Challenge
32
Ruang Rahasia
33
Banana Milk
34
Isi dari Ruang Rahasia
35
Bittersweet
36
Choice
37
A Warm Hug
38
Reason?
39
Not Acceptable
40
Pergi ke Pantai
41
First Love?
42
Grandma's House
43
Again?
44
The Second Time
45
Cerita Masa lalu Al
46
Seorang Bodyguard?
47
I'll protect You
48
Evelyn kembali?
49
Renggang
50
Incident
51
Curious
52
Two Sides
53
The Assassin
54
Ancaman?
55
Nevertheless
56
Step Back
57
Pregnant?
58
Christmas gift?
59
Taruhan
60
Surat Cerai
61
Craving
62
Jump
63
Trauma
64
Rahasia terungkap
65
Pria Kaku & Wanita Bar-bar
66
Dilemma
67
Pergulatan Batin
68
Max
69
Penyesalan?
70
Early Morning
71
Nebraska
72
Surat Wasiat
73
A Key
74
Bad News
75
Surat Darinya
76
Penyesalan
77
Aku Pulang...
78
Sebuah Janji
79
Gairah Yang Tertahan
80
Passionate Kiss
81
Sunset
82
Traitor
83
Melihatmu Dengan Cara Yang Berbeda
84
Confidential Documents
85
Teman Lama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!