SUARA?

"Kita berangkat saja. Kita cari sarapan dulu?" Tanya Bayu yang baru saja masuk ke dalam mobil diikuti oleh Roni.

"Nanti pas kita sampai di lokasi aja. Setauku gak jauh dari sini. 30 menit kita sampai dan kita bawa Snack juga kok." Jawab Yuna yang langsung disambut anggukan dari Bayu.

"Oke kita berangkat!" Jawab Bayu sembari menyalakan mobilnya untuk meninggalkan area desa tersebut.

Sebuah mobil berwarna hitam berjalan di jalanan melewati ladang padi yang luas. Mereka berenam bisa merasakan udara segar saat melewati sawah-sawah tersebut. Terlihat beberapa orang sedang menanam padi dan mencangkul tanah. Beberapa diantara mereka juga sedang berada di gubuk tengah sawah untuk menjaga ladang dari serangan hama.

Pada hari ini, seperti yang di rencanakan oleh Bayu dan Ilham. Mereka akan menuju ke suatu tempat yang menjadi wisata paling populer. Seperti biasa, tugas sebagai traveler juga akan dilaksanakan. Roni dan Dava siap dengan kamera, Vina dan Yuna siap dengan artikel tentang wisata tersebut. Tak hanya itu, Dava seperti biasa melakukan live streaming di sosial medianya.

Sementara Roni sibuk dengan membuat Video yang bagus. Tugas Dava sebelumnya adalah mengambil foto tentang wisata tersebut. Jadi, dia memilih banyak waktu setelah mengambil foto wisata. Tempat yang mereka kunjungi penuh dengan cokelat. Bahkan mereka bisa mencium aroma coklat di tempat tersebut.

"Wangi deh." Kata Yuna yang diikuti anggukan oleh Vina.

Tampak beberapa toko menjual makanan serta minuman yang terbuat dari coklat. Tak hanya itu, ada beberapa warung yang menjual makanan dan minuman seperti bakso dan mie ayam. Mereka juga menjual mie instan dan minuman hangat maupun dingin. Di tempat wisata ini juga ditunjukkan ruangan permainan untuk anak-anak. Saat melewati ruangan tersebut, anggota tim traveler bisa melihat cukup banyak anak-anak yang berada di sana.

Ruangan tersebut cukup bermanfaat bagi orang tua yang harus menghadapi anak-anak banyak maunya atau tidak betah berada di tempat ini. Diantara toko makanan, ada pula toko yang penuh dengan barang-barang untuk oleh-oleh. Gantungan kunci, tas, kaos, sandal, topi, dan lainnya dijual dengan harga yang murah. Biasanya toko oleh-oleh yang paling dipenuhi para wisatawan.

Ketika hari mulai siang, Bayu mengajak para anggota traveler untuk beristirahat dengan warung. Di saat yang lain memesan makanan, Roni malah sibuk dengan laptopnya. Editing video sudah menjadi pekerjaannya. Dia hanya diberi waktu dua hari untuk bisa menyelesaikan satu video sebelum di unggah pada internet traveler.

"Gak pesan makan?" Tanya Vina yang duduk di depan Roni.

"Udah tadi minta tolong Dava. Kamu gimana?"

"Udah barusan." Jawab gadis itu.

Pria di hadapannya mengangguk dan kembali menatap layar laptopnya. Sementara Vina sibuk dengan ponselnya. Ada sesuatu yang membuat dia penasaran, itu sebabnya ia membuka tentang berita tentang pohon beringin yang berada di tengah sawah. Saat melewati pohon beringin itu, gadis itu melihat ada beberapa makanan di dekat pohon beringin tersebut. Ia bahkan bisa mencium aroma yang wangi namun cukup menusuk hidungnya.

"Ada apa?" Tanya Roni sembari menutup laptopnya. Ia menyadari wajah serius Vina yang membuat dirinya penasaran ada apa dengan gadis ini.

Gadis berambut sebahu itu menggeleng, "gak apa-apa."

Mendengar jawaban gadis itu, Roni hanya bisa menghela nafas dan mengangguk. Ia mengerti terkadang Vina tidak ingin urusannya diketahui orang lain, meskipun urusan itu adalah urusan anggota tim traveler. Vina adalah tipikal menyimpan apapun sendirian dan terkadang tidak peka oleh perasaan seseorang. Termasuk perasaan Bayu. Meskipun pria itu mulai berkali-kali menunjukkan tanda seperti cemburu dan perhatian yang berlebihan, Vina tetap tidak menyadari itu.

Roni berpikir, bisa saja Vina menyadari hal tersebut. Tapi, gadis itu memilih untuk memikirkan apakah ini sungguhan atau tidak. Roni menatap wajah gadis berambut sebahu di depannya ini tampak sangat serius. Gadis itu masih menatap layar ponselnya dengan dahi berkerut.

"Ngomong-ngomong, kita pulang jam berapa?" Tanya Vina sembari menaruh ponselnya di atas meja.

"Kata Bayu sih jam 8 malam." Jawab pria muda itu.

"Jam 8? Perjalanan kita 1 jam lebih, kan? Ada kemungkinan jam 10 kita sampai di rumah."

Roni mengangguk, "lagian kita berangkat ke sini cukup pagi loh."

"Iya. Tapi, karena ban mobil tadi kempes, ya kita agak telat ke sini. Kita juga harus melakukan rekaman video dan foto wisata ini di malam hari. Dengan begitu bisa menunjukkan seperti apa tempat ini di malam hari." Kata Vina.

"Aku tau, makanya aku siap-siap dengan ini." Ucap Roni sembari mengambil charger laptop dan beberapa baterai kamera.

Melihat itu, Vina tersenyum dan terkekeh kecil diikuti tawa dari Roni. Terlihat Bayu datang ke meja mereka dengan tatapan tajam untuk Roni. Saat melihat Vina, Bayu justru tersenyum dan duduk di sebelah Vina. Tiga teman mereka juga datang dengan nampan berisi makanan dan beberapa minuman.

Dava duduk di sebelah Roni, Ilham duduk di sebelah Bayu, sementara Yuna duduk di sebelah Dava. Saat melihat makanannya datang, Roni dengan segera memasukkan kembali bateri kamera, charger serta laptopnya ke dalam tas miliknya.

"Weh mie ayam! Asek!" Kata Roni saat melihat pesanan makanannya di atas meja.

"Habis ini kita harus ambil beberapa video lagi, Ron." Ucap Bayu dengan suara tegasnya.

Roni mengangguk. Dari wajah Bayu, ada kemungkinan jika Bayu cemburu karena Roni mengobrol bersama Vina. Apalagi mereka berdua bisa dibilang cukup dekat. Ia juga tidak terkejut dengan suara tegas dan tatapan mata Bayu yang tajam akibat cemburu. Asalkan Roni melakukan pekerjaannya dengan baik dan mematuhi Bayu, ia masih bisa selamat di tim ini. Dari karir, dia akan selalu selamat. Tapi, tidak dengan tatapan mata Bayu yang selalu mengawasi dirinya jika terlalu dekat dengan Vina.

"Yang bagus." Kata Bayu lagi yang cukup membuat Ilham menoleh.

"Hasil kerja Roni selalu bagus kok. Belum tau video yang tadi, kan?" Kata Ilham yang merasa cukup tidak nyaman dengan sikap Bayu.

"Bisa aja ada yang blur atau jelek. Atau gak simetris."

"Iya, Pak Ketua. Tenang aja aku bakal ambil video yang bagus!" Kata Roni sembari tersenyum.

"Aku juga! Aku bakal ambil foto yang bagus!" Ucap Dava yang merasa dirinya juga dibicarakan di sini.

Bayu tidak menjawab. Asalkan mereka bisa diajak bekerja sama itu sudah cukup. Tapi, bukan kerja sama untuk Vina. Diliriknya gadis berambut sebahu yang duduk disebelahnya. Gadis itu tampak menikmati makanannya dan tidak memedulikan sekitarnya.

...

Jam mulai menunjukkan pukul 10 malam, para anggota tim traveler masih berada di perjalanan menuju area pulang. Dava sudah tertidur di kursi belakang. Sementara Roni sibuk dengan editing videonya. Ilham memperhatikan map digital, Bayi menyetir mobil dan Yuna tertidur di sebelah Vina. Sementara gadis berambut sebahu itu berkali-kali menoleh ke luar dan kembali ke layar ponselnya.

Saat mobil mereka akan melewati pohon beringin, Vina melihat atas seseorang di dekat pohon besar tersebut. Seorang perempuan dengan rambut sepunggung, perempuan itu memakai celana panjang dengan kaos berwarna merah. Akan tetapi, perempuan itu hilang saat Vina mengedipkan kedua matanya. Sosok itu hilang begitu saja.

Gadis berambut pendek itu berpikir, bisa saja ini hanya pikiran dirinya yang kelelahan setelah melakukan perjalanan jauh. Saat melewati pohon beringin tersebut, gadis itu mulai mendengar suara aneh. Suara yang ramai seperti dua gadis berbicara dan tertawa bersama. Suara itu terdengar di telinga kiri Vina saat mobil mereka melewati jalan tersebut.

"Hehehehe...."

"Hahahaha.... Iya, kan? Hehehe...."

"Hahaha...."

Vina mencoba menolehkan kepalanya ke pohon beringin yang baru saja mereka lewati. Tak ada apapun di sana selain keheningan di malam hari. Gadis itu menghela nafasnya, ia tidak menyukai pikirannya yang kemana-mana akibat faktor dari kelelahan. Setelah ini, ia berharap bisa tidur dengan nyenyak di rumah.

"Vin." Panggil Roni yang duduk tepat di belakangnya.

"Hm? Apa?"

"Ada orang gak sih deket pohon tadi?" Tanya Roni dengan suara pelan.

"Kamu denger apa?" Tanya gadis tersebut.

"Suara bapak-bapak manggil aku 'Nak' gitu." Jawab Roni.

Mendengar jawaban dari temannya ini, Vina menyadari bahwa cerita tentang dua gadis yang meninggal dunia itu adalah kenyataan. Vina mendengar suara dua orang gadis dan Roni mendengar suara seorang bapak-bapak yang memanggilnya. Mata gadis itu terbuka lebar saat menyadari ada yang mereka lupakan.

"Kita kelupaan sesuatu saat lewat tempat itu."

"Apa?" Tanya pria itu namun tak ada jawaban dari temannya ini.

Terpopuler

Comments

Habib Lutvi

Habib Lutvi

lanjut thor

2024-08-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!