SIAPA?

Di kamar para gadis, Yuna tampak tertidur pulas di sebelah Vina yang masih memainkan ponselnya. Ia tengah membaca artikel tentang desa ini. Di artikel tersebut dikatakan bahwa, desa ini dikenal dengan ketenangannya. Kecuali dengan anak-anak muda desa ini yang sering mabuk. Hal tersebut menjadi hal negatif di desa ini. Setiap malam, pasti ada orang-orang yang berkumpul di pos kamling dengan botol-botol berisi alkohol.

"Pantes di pos kamling banyak orang tadi." Ucap dengan Vina dengan suara pelan. Ia takut jika Yuna terbangun dari tidurnya.

Meskipun dia juga merinding jika terjadi sesuatu pada mereka. Dikatakan bahwa orang-orang yang sering mabuk, mereka akan berteriak-teriak dan melakukan hal buruk pada orang di sekitarnya. Vina sedikit tidak merasa tenang malam ini membayangkan hal buruk terjadi pada mereka. Meskipun Roni, Bayu dan Ilham sangat jago dalam bela diri, gadis itu masih ragu dengan keamanan desa ini.

Akan tetapi, ia harus percaya dengan Bayu dan Ilham yang sudah memilih tempat ini sebagai penginapan mereka untuk beberapa hari kedepan. Liriknya jam di ponselnya, menunjukkan pukul 11:45 malam. Gadis berambut sebahu itu menghela nafas. Meskipun besok adalah hari kerjanya, ia masih tak bisa tidur malam ini. Dirinya merasa gugup sekaligus merinding dengan rumah ini.

Vina menoleh ke arah sekitar kamar tidurnya. Dinding berwarna hijau dengan lemari dan meja rias yang memiliki usia cukup lama. Lemari tersebut memiliki cermin yang cukup besar. Saat Vina memperhatikan cermin tersebut, ada sesuatu yang membuat tubuhnya merinding. Tampak sebuah bayangan di jendela kamar yang memperhatikan Vina. Bayangan seorang perempuan dengan rambut panjang dan wajah pucat. Perempuan itu terus menatap Vina yang membuat gadis itu langsung bersiap tidur.

Jantung Vina terus berdetak kencang akibat sesuatu yang dilihatnya baru saja. Ia berharap itu hanyalah pikirannya yang membuat dirinya berimajinasi seram. Beberapa saat kemudian, Vina kembali mendengar suara tawa di luar rumah yang tepat dekat dengan jendela. Suara tawa dua gadis yang tengah mengobrol bersama. Entah nyata atau tidak, Vina hanya berharap mereka tidak mengganggu tim traveler selama di sini.

...

Pada besok paginya, Vina duduk di dapur untuk menunggu gilirannya untuk mandi. Saat ini yang masih mandi adalah Yuna. Beberapa menit kemudian, Roni masuk ke dapur setengah rambut yang berantakan. Pria tersebut menatap Vina yang tampak melamun di dekat lemari es.

"Vin." Panggilnya. Tak ada jawaban dari gadis itu.

"Vina." Masih tak ada jawaban.

"Vina Caraka."

"Iya?" Barulah panggilan ke-tiga membuat gadis itu menoleh ke arah pria berkulit sawo matang tersebut.

"Kamu gak apa-apa, kan? Kayak kurang tidur gitu." Kata Roni yang memperhatikan penampilan Vina saat ini. Rambut berantakan, kantung mata yang berwarna gelap, seakan gadis itu tidak cukup tidur semalaman.

"Gak apa-apa kok." Jawab gadis itu sembari mengusap-usap matanya.

"Ngomong-ngomong semalem aku denger diluar kayak rame." Ucap Roni yang berdiri di sebelah Vina.

"Emang rame, kan?" Tanya Vina sembari menatap pria di sebelahnya itu.

"Jadi, gak aku sendirian yang denger."

"Ron, setiap tempat memiliki penghuninya sendiri. Jadi, kita harus jaga sikap sekaligus pura-pura tidak peduli jika mereka menganggu kita. Paham maksudku, kan?" Tanya Vina dengan wajah yang setengah mengantuk.

Roni mengangguk. Ia mengerti apa yang dikatakan oleh Vina. Selama mereka bisa menjaga sikap, mereka akan baik-baik saja. Dilihatnya gadis berambut pendek itu seperti kelelahan. Seperti yang ia duga, gadis itu hampir tidak tidur semalaman. Sama seperti dirinya yang hampir tidak tidur.

"Bayu udah bangun?" Tanya Vina.

"Udah dari tadi sih. Nih masih jam 4, kan? Habis mandi, kata Bayu kita sholat subuh dulu. Habis itu persiapan segera berangkat ke lokasi."

"Sepagi ini?"

"Kata Bayu sih jam 7 kita berangkat. Sekalian cari sarapan." Jawab Roni sembari tersenyum.

Pria itu menoleh ke arah lain yang seketika membuat dirinya merinding. Bayu berada di ambang pintu sembari menatap Roni dengan tatapan tajam yang seketika membuat pria di sebelah Vina menelan ludahnya.

"Bayu? Pagi!" Sapa Vina sembari tersenyum ke arah pria yang berjalan ke arahnya.

"Pagi, Vina. Eh? Kamu gak tidur semalaman?" Tanya Bayu dengan khawatir saat melihat Vina yang tampak kelelahan.

"Cuman gak bisa tidur aja kok. Yang lain udah mandi?" Tanya gadis tersebut.

Sisa kita bertiga yang belum mandi." Jawab Bayu yang membuat Vina menganggukkan kepalanya.

"Kamu gak apa-apa, kan?" Tanya Bayu sembari menyentuh dahi Vina. Gadis itu menggeleng.

"Aku gak apa-apa kok." Jawabnya sembari menjauhkan tangan Bayu dari dahinya.

Mereka bertiga mengobrol sebentar di sana hingga Yuna keluar dari kamar mandi dengan memakai kemeja dan celana panjang berwarna hitam. Barulah giliran Vina yang masuk ke kamar mandi.

"Vina semalem tidur gak sih?" Tanya Bayu saat Vina sudah masuk ke kamar mandi.

"Kayaknya sih tidur bentar doang. Aku gak tau juga sih. Aku tidur duluan soalnya." Jawab Yuna sembari berjalan menuju kamarnya dengan handuk, alat mandi dan pakaian kotornya.

Kini hanya sisa Roni dan Bayu yang berdiri di dapur. Mereka sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing. Bayu dengan pikiran tentang Vina, sementara Roni berpikir tentang kejadian semalam.

"Khawatir amat, bang. Biasa aja kali." Ledek Roni.

"Diem deh. Ilham semalam juga gak tidur sih. Nanti kamu bantuin aku baca maps ya." Kata Bayu yang teringat Ilham mengerjakan pekerjaan hingga tengah malam.

"Siap, Pak Ketua!" Jawab Roni yang selalu menghormati dan menghargai Bayu sebagai ketua tim Traveler.

Bayu tersenyum. Meskipun Roni dikenal sebagai orang yang sulit, di sisi lain Roni sangat pengertian. Ia sangat menghargai Bayu dan anggota lainnya. Bahkan menganggap mereka sebagai keluarganya sendiri. Tak hanya itu, Roni selalu siap sedia diminta apapun asalkan istirahat yang dimilikinya cukup. Jadi sudah sering Roni diminta menyetir mobil saat malam hari atau melakukan hal lain untuk menggantikan Bayu dan Ilham yang sedang sibuk di kegiatan lain.

Dan kenapa tidak Dava? Bayu dan Ilham cukup ragu jika meminta bantuan pada Dava. Jadi, satu-satunya orang yang bisa dipercaya oleh mereka adalah Roni. Sementara Vina diminta bantuan untuk membuat artikel atau mencari berita tentang tempat yang akan mereka kunjungi. Yuna juga dimintai bantuan untuk mencatat apapun yang akan mereka perlukan saat sudah akan berangkat ke lokasi tujuan. Roni biasanya lebih banyak bekerja.

Roni melakukan rekaman video dan mengedit video dan foto sebelum di upload pada channel internet milik tim traveler dan perusahaan. Sementara Dava biasanya hanya mengambil foto dan melakukan live streaming di internet miliknya.

"Kita berangkat sekarang?" Tanya Ilham saat jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.

"Boleh. Bersiap-siap bawa barang-barang ya!" Kata Bayu yang mengingatkan teman-temannya.

Vina mengambil tasnya yang berisikan laptop dan catatan. Roni mengambil kamera dan laptopnya. Sementara Dava mengambil kamera untuk mengambil beberapa foto nanti. Setelah semua siap, mereka mulai masuk ke dalam mobil, Bayu dan Roni mengunci pintu rumah. Sementara Ilham sudah tertidur pulas di sebelah Dava.

"Kita berangkat saja. Kita cari sarapan dulu?" Tanya Bayu yang baru saja masuk ke dalam mobil diikuti oleh Roni.

"Nanti pas kita sampai di lokasi aja. Setauku gak jauh dari sini. 30 menit kita sampai dan kita bawa Snack juga kok." Jawab Yuna yang langsung disambut anggukan dari Bayu.

"Oke kita berangkat!" Jawab Bayu sembari menyalakan mobilnya untuk meninggalkan area desa tersebut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!