TERLAHIR KEMBALI?

"Bay, sadar gak sih?" Tanya gadis berambut pendek itu.

"Sadar kalau kita cocok buat menikah? Itu sih udah."

"Bukan itu. Tapi, bayi ini. Bukannya Aryan mirip seseorang?" Tanyanya yang teringat dengan sosok hitam, dimana sosok itulah yang menjadi pelaku keresahan desa ini.

"Iya juga."

Anak Mbah Seno bekerja dan tinggal di kota. Mereka berasumsi bahwa Danang terlahir kembali menjadi bayi dari keluarga Mbah Seno. Meskipun mereka belum bisa sepenuhnya memaafkan Danang akibat perlakuannya untuk membalaskan dendam, Bayu dan Vina berusaha untuk memaafkan Danang dan berharap hal seperti itu tak terjadi dimanapun.

Mbah Seno sangat bahagia saat cucu pertamanya lahir ke dunia ini. Bahkan saat bayi laki-laki itu disandingkan dengan Astia. Mereka tampak seperti sahabat yang sudah lama bertemu. Mereka sangat dekat. Para remaja dan orang dewasa yang di sana tertawa melihat dua bayi yang saling mengoceh. Seakan mereka membicarakan sesuatu, namun hanya mereka yang mengerti.

Dava dan Ilham berlarian di halaman rumah penginapan. Mereka awalnya bertengkar kecil dan berebut makanan. Bayu selaku ketua berusaha melerai mereka. Awalnya mereka berhenti sejenak dan Dava kembali menjahili Ilham. Kenapa Ilham? Soalnya kalau Vina, Dava pasti akan kena pelototan tajam dari Bayu. Apabila Yuna, Dava pasti akan terkena tamparan yang pernah ia dapatkan. Rasanya sangat sakit.

Apabila Bayu, jelas dia tak berani menjahili Ketua Timnya. Sedangkan Roni, dia adalah mantan preman. Jadi, meskipun Roni sangat baik dan lemah lembut, ada kemungkinan Dava bisa terkena pukulan dari Roni yang tubuhnya dua kali lipat dari dirinya. Dan yang bisa ia jahili hanya Ilham. Karena, reaksi Ilham benar-benar membuat Dava merasa senang. Reaksi yang lucu saat marah, dan omelan yang bertubi-tubi ditelinga Dava dari Ilham adalah sebuah musik baginya.

Intinya, Ilham sangat mudah marah dan kesal. Tapi, Ilham juga mudah memaafkan. Asalkan candaan Dava tidak berlebihan, Ilham bisa memaafkan pria itu. Dava juga mudah berkata maaf meskipun kadang tidak merasa bersalah. Terkadang, jika Ilham yang diam saat dijahili. Artinya jahilan Dava sudah berlebihan. Saat itulah Dava akan merasa sangat bersalah dan berkali-kali meminta maaf kepada Ilham.

"Udah sini!" Panggil Bayu yang melihat kedua temannya bermain kejar-kejaran. Anak-anak tertawa saat melihat dua pria tersebut saling berebut.

Setelah acara makan malam, mereka mengumpulkan anak-anak di tengah halaman rumah penginapan. Bayu selaku MC ingin melakukan kegiatan kecil sebagai tanda perpisahan. Roni menyalakan kamera untuk merekam aktivitas mereka pada malam hari ini. Yuna dan Vina mengadakan story telling tentang planet dan bintang. Dava memberikan acara komedi, Ilham memberikan acara sulap.

Anak-anak dan orang dewasa yang berada di sana tertawa saat menyaksikan acara komedi dari Dava. Acara sulap milik Ilham juga tak kalah serunya. Dengan sedikit kecerobohan, mampu membuat orang-orang yang berada di sana tertawa. Bahkan Dava sempat membantu Ilham dalam acara sulapnya.

Saat itulah, kesempatan bagi Ilham untuk membalas dendam ada. Ilham melakukan sulap yang membuat celana panjang Dava melorot tanpa ia sentuh. Alhasil Dava merasa malu dan anak-anak di sana tertawa melihat tingkahnya.

Dava membenahi celananya sembari menoleh ke arah Ilham yang tersenyum jahil. Lama kelamaan mereka tertawa dan melanjutkan acara sulapnya. Tak lupa giliran Bayu yang memperkenalkan acara mereka berupa cerita bercampur adegan komedi dan sedikit sulap. Teman-temannya ikut serta dala membantu. Jadi mereka berenam membuat kisah drama yang membuat para penonton tersentuh, tertawa, dan semakin penasaran.

Terakhir adalah Syifa dan teman-temannya. Mereka membawakan sebuah lagu untuk anggota Tim traveler. Mereka senang bisa berteman dengan anggota tim traveler. Di sisi lain mereka juga sedih karena harus berpisah secepat ini. Lagu ini sekaligus penutup pada acara malam ini. Mereka menyanyikan lagu selamat jalan dari Tipe-X.

Jalan yang panjang, nanar kau tatap

Tak lagi peduli semua yang terjadi

S'makin dalam larut anganmu melayang

Mimpimu hadirkan semua penantian

Alunan apa ajak kau bernyanyi?

Akhirnya kau pun pergi tak kembali

Banyak sudah kisah yang tertinggal

Kau buat jadi satu kenangan

Seorang sahabat pergi

Tanpa tangis, arungi mimpi

S'lamat jalan, Kawan, cepatlah berlabuh

Mimpimu kini telah kau dapati

Tak ada lagi seorang pun yang mengganggu

Kau bernyanyi

Lagu tersebut menandakan persahabatan serta perpisahan untuk para tim Traveler. Acara malam itu berjalan dengan lancar. Hingga saat para anak-anak serta orang dewasa kembali ke rumah masing-masing, mereka membersihkan halaman rumah penginapan dibantu oleh anak-anak Mbah Seno. Pria tua itu menghampiri seseorang yang ia kenali, Bayu. Dia menghampiri pria muda itu sembari tersenyum. Beliau menepuk pundak pria muda yang tengah berjongkok memunguti sampah-sampah yang berserakan.

"Nak Bayu." Panggilnya.

"Iya, Mbah? Ada apa?" Tanya Bayu sembari berdiri dengan tangan kiri masih memegangi kantong plastik berisi sampah.

"Saya sangat berterima kasih. Sekarang desa kami aman dari genderuwo." Ucap pria tua yang memakai kaos hitam dengan celana panjang berwarna putih.

Bayu tersenyum dan menggeleng, "ini bukan karena saya seorang, Mbah. Berkat Mbah Seno juga kami bisa membawa Yuna kembali. Kami senang akhirnya bisa kembali berkumpul bersama."

"Setelah ini, kamu akan kemana, Nak Bayu?"

"Besok kami berniat ke Blitar, Mbah. Disana banyak tempat wisata yang akan kami kunjungi." Jawab pria muda dengan kaos hitam dan celana pendek berwarna abu-abu.

Mbah Seno menganggukkan kepalanya, "asalkan kalian hati-hati di jalan. Serta ingat selalu ucapan saya. Jaga sikap dan tutur kata kalian. Karena, kita tak akan tau seperti apa penghuni di setiap tempat."

"Iya, Mbah. Saya mengerti."

"Ngomong-ngomong, kapan kalian menikah?" Tanya Mbah Seno dengan tawa kecilnya. Ia sangat ingin menggoda Bayu saat pria muda itu sampai di penginapannya.

"Menikah? Maksud, Mbah?"

Pria tua itu terkekeh, "ojo pura-pura ndak tau, le."

Yang diajak bercanda malah benar-benar tidak mengerti. Mbah Seno menoleh ke arah gadis berambut hitam sebahu yang tengah mengambil sampah-sampah di halaman rumah penginapan. Bayu menoleh ke arah hang ditunjuk Mbah Seno. Seketika wajahnya memerah. Ia tak tahu yang dimaksud Mbah Seno adalah Vina.

"Apa sih, Mbah? Kita..."

"Kalian sudah cocok loh. Kapan dilangsungkan?" Ucap pria tua tersebut sembari menatap wajah memerah Bayu.

"Kapan-kapan deh, Mbah." Jawab Bayu seadanya. Ia benar-benar merasa malu digoda seperti itu.

"Perempuan itu butuh kepastian, le. Masa kamu mau gantungin dia kayak gantungan baju?"

"Gak kok, Mbah. Saya bukan pria seperti itu."

"Masa?" Ucap Mbah Seno yang lagi-lagi menjahili pria muda didepannya ini.

"Iya, Mbah. Lagi pula, terburu-buru juga tidak baik."

"Benar. Tapi, jika kamu sudah yakin. Apa salahnya?" Kata Mbah Seno.

Bayu tersenyum. Memang benar sebuah pernikahan tak hanya membutuhkan kesiapan finansial, melainkan mental pula. Meskipun bukan sekarang, tapi suatu saat ia akan segera melamar gadis itu dan menjadikan dia miliknya. Seutuhnya dan selamanya.

....

Keesokan paginya, para Tim traveler sudah bersiap untuk meninggalkan rumah penginapan Mbah Seno. Syifa beserta teman-temannya berlari menuju Vina dan Yuna. Mereka memberikan beberapa oleh-oleh seperti Snack dan satu buku kenangan. Buku berisikan foto-foto tim traveler bersama anak-anak desa selama berkunjung. Vina dan Yuna memeluk mereka satu persatu. Sementara empat pria berdiri di depan mobil untuk menunggu dua gadis itu.

Dirasa cukup, mereka mulai berpamitan dan berangkat ke area selanjutnya. Dimana area ini berada di salah satu daerah kabupaten Blitar, Jawa Timur. Daerah Wlingi dengan desa bernama Kromasan. Meskipun tidak memiliki penginapan, mereka sudah menyewa satu rumah untuk tim traveler. Mereka akan menyewa rumah tersebut selama berada di desa itu.

"Siap?" Tanya Bayu yang bersedia untuk menyetir mobil.

"SIAP!!" Jawab seluruh tim traveler. Mobil berjalan menjauh dari desa Garuda menuju lokasi selanjut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!