Bab 20

Malam ini sesuai rencana tadi siang. Regita mengajak Aaron ke acara Arisan bersama dengan teman teman sosialitanya.

Wanita itu malam ini berpenampilan seksi dan juga sangat cantik.

Wanita itu memakai gaun berwarna merah maroon, yang memiliki panjang sebatas mata kaki. Akan tetapi memiliki belahan sampai bagian atas paha mulusnya.

Sedangkan rambut wanita itu dibiarkan tergeraj indah dengan wajah yang sudah di hiasi makeup tipis namun terkesan natural yang semakin menambah kadar kecantikannya semakin memancar.

Penampilan wanita itu malam ini benar benar penampilan yang sempurna.

Bahkan Aaron sampai berulang kali menelan salivanya. Ketika melihat paha mulus milik regita yang saat ini terekspos sempurna.

Jika saja dirinya tidak takut wanita itu akan tersindir. Ingin rasanya Aaron meminta regita mengganti pakaiannya dengan pakaian lain.

Akan tetapi Aaron merasa cukup sadar diri, karena dia merasa tidak akan pernah pantas mengatur wanita itu, meskipun regita saat ini adalah istrinya sendiri.

" Biar Aku saja yang bawa mobilnya.. " Ucap Aaron, ketika melihat regita yang akan duduk di kursi kemudi.

" Baiklah... tapi kamu lancar kan nyetir mobilnya..? " tanya regita yang terlihat seperti ragu

" Ya lancar lah, di kampung bapakku juga punya mobil. Tapi mobil losbak sih, biasanya aku suka bawa mobil buat bawa ngangkut sawit. " Tutur Aaron yang sedikit menceritakan dirinya.

" Oh... jadi orang tuamu punya kebun sawit? "tanya regita lagi yang mulai tertarik dengan kehidupan suaminya.

" Punya sih, tapi nggak banyak. "Ucap Aaron yang langsung masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi.

Sedangkan Regita pun juga ikut langsung masuk kedalam mobil dan duduk disamping pria itu.

Entah kenapa wanita itu merasa tertarik mendengarkan Cerita Aaron selanjutnya. Dia ingin mengenal lebih dalam pria itu dengan cara mendengarkan kembali cerita tentang seputar kehidupan pria itu.

Karena sampai saat ini pun regita belum mengetahui seluk beluk suaminya itu.

Aaron pun langsung menjalankan mobil mewah itu, dia pun mengikuti arahan dari regita sampai ke sebuah tempat. Yang menurutnya merasa asing baginya.

" Yaudah ayok kita masuk kedalam, jangan menunggu diluar. bahaya! " Ucap regita usai mereka sampai ditempat tujuan. Karena dia jadi teringat dengan ucapan Aaron tadi siang bahwa pria itu ingin menunggunya di luar saja.

" Memangnya bahaya kenapa? " tanya Aaron sambil menatap kearah istrinya, yang kini. menghentikan langkah dan kembali menoleh kearahnya.

" Kamu tahu? kalau ditempat ini bukan cuma ada orang penyuka lawan jenis, melainkan ada juga yang penyuka sesama jenis. " Bisik regita tepat di indera pendengrannya membuat Aaron langsun merasa merinding seketika.

" Astaga njir serem banget.. Mending saya ketemu sama emak emak, dari pada harus ketemu modelan jeruk jeruk kayak gitu. "Ucap Aaron yang langsung buru buru mengikuti langkah regita yang masuk kedalam tempat yang cukup ramai tersebut.

Tempat tersebut sepintas terlihat seperti sebuah cafe, akan tetapi disana terlihat terkesan lebih bebas. Dan tempatnya pun cukup tertutup.

Aaron saja baru pertama kali menginjakan kaki di tempat tersebut..

" Kita kesana yuk.. " Ajak regita sambil menunjuk ke sebuah meja yang sudah di tempati oleh emak emak.

Namun lagi lagi wanita itu cukup membuat Aaron terkejut,karena wanita itu menggandeng lengan kokoh suaminya.

" Saya pinjam lenganmu sebentar. " Ucap regita saat menyadari jika Aaron sedang memperhatikan tangannya.

" mau selamanya juga nggak masalah kok, kan sudah halal. " Balas pria itu sembari bibirnya tersenyum menggoda.

Regita tak mau membalas ucapan suaminya, dia segera mengajak Aaron untuk mendekat kearah sekumpulan orang tadi.

" Hello Everybody.. "Sapa regita dengan senyum bibirnya yang merekah. Yang langsung membuat semua orang langsung menoleh kearahnya.

Kedua mata Aaron hampir saja terbuka lebar dan keluar dari sarangnya, dia pikir arisan yang regita ikuti adalah arisan bersama ibu ibu komplek. Namun ternyata yang ikut disana rata rata wanita muda, walaupun ada juga yang terlihat lebih dewasa.

" Waoww sekarang udah ada yang mulai berani bawa berondong nich... "Ucap salah satu seorang wanita yang ada disana, dan langsung disambut dengan gelak tawa.

" Busetttt gue kira arisan ibu ibu komplek kayak emak gue. Ternyata sosialita semua, misalkan kalau gue rampok cewek cewek disini bisa kaya seumur hidup nih gue.. " Batin Aaron sambil cengar cengir sendiri.

" Eh git ganteng juga berondongnya.. joinan yuk.."ucap salah satu teman wanita regita, yang langsung saja mampu membuat bulu kuduk Aaron langsung merinding.

" Sorry ya.. enak saja! sana tuh cari yang lain saja." Balas regita dan langsung saja mendapat sorakam dari teman teman sosialitanya itu.

Aaron tak sendiri disana, ternyata ada beberapa laki laki seusianya yang juga ikut duduk si tempat itu.

Namun mereka tak ikut arisan, melainkan menemani wanita sosialita sosialita itu saja. kini Aaron jadi tau sekarang sisi gelap dari wanita wanita glamour sekarang.

Tetapi bukan hanya om om yang memiliki simpanan, bahkan tante tante juga mempunyai simpanan.

Akan tetapi Aaron tidak suka dengan pergaulan seperti itu. kini malah Aaron mulai menaruh curiga kepada regita. Jangan jangan sebelum bertemu dengan dirinya. Wanita itu juga memiliki simpanan seperti teman temannya yang lain.

Terlihat Aaron juga tak banyak berbuat bicara dan hanya diam saja, karena dia sendiri bingung harus berbuat apa. Bahkan ingin rasanya dia keluar saja dari tempat itu. Tempat yang sama sekali tidak cocok baginya itu.

Sementara disisi lain, regita nampaknya bahagia bersama teman teman sosialitanya. Setelah acara selesai mereka pun melanjutkan dengan bermain games.

Siapa yang kalah harus menerima hukuman. Dengan cara meminum anggur merah sebanyak lima gelas.

Namun sayangnya Regita lah yang kalah terus menerus. Jadi mau tak mau wanita tersebut harus menerima hukuman itu.

Aaron cukup tercengang mendengar hukuman tersebut. Apalagi dia melihat lima gelas anggur merah sekaligus diletakan dihadapan regita.

" Ayo Gita habiskan... " titah teman temannya sambil bersorak gembira..

" Gita! kamu yakin mau meminum minuman ini? Sebaiknya jangan ya, nanti kamu bisa mabok kalau sampai menghabiskan itu semua. " Bisik Aaron kepada regita yang saat ini tengah duduk disampingnya.

" Ayo buruan Gita, cepat habiskan lima gelas amer ini, atau kalau tidak aku akan pinjam berondongmu ini untuk satu malam. " Celetuk salah satu wanita yang terdengar menantang regita.

Dan seketika itu pula Regita langsung menoleh kearah Aaron yang wajahnya sudah berubah tegang.

" Oke baiklah aku akan habiskan semuanya.." Ucap regita tanpa ada keraguan disana.

" Regita jangan git--" Cegah Aaron

" Hustt tenang saja.. " wanita itu segera memoting ucapan Aaron yang akan mencegahnya.

" Ayo buruan habiskan..! " Sorakan itu kembali terdengar ketika regita mulai mengangkat segelas anggur merah.

Melihat istrinya berbuat nekat seperti itu membuat Aaron jadi tidak karuan tapi dia sendiri tidak bisa mencegahnya. Karena rasanya begitu sulit.

Regita mulai menunggu satu persatu gelas berisi anggur merah hingga lanjut ke gelas berikutnya.

" Ayo Gita cepat habiskan! jangan jadi pengecut. Atau kalau tidak akan ambil si ganteng ini untuk satu malam bersama kita. "ucap salah satu seorang wanita tadi sambil menunjuk kearah Aaron

Ingin sekali Aaron menampar bibir lancang wanita itu, namun disana cukup banyak penjaga. Yang sepertinya sengaja disewa untuk mengamankan acara tersebut.

Regita akan mengambil gelas ke empat dan akan meneguknya lagi. Namun dengan cepat Aaron menahan tangan wanita itu.

" Gita cukup.! "Cegah Aaron yang merasa bersalah jika membiarkan istrinya itu mabok.

Namun regita segera menempelkan jari telunjuk pada bibirnya lalu kembali menerus gelas keempat tersebut.

Aaron benar benar sudah tak tahan melihat itu. Dia mengepalkan tangan dan hampir saja

melempar gelas dihadapan regita. Jika saja wanita itu tidak menahan tangannya.

Dengan cepat Regita langsung menghabiskan lima gelas anggur sekaligus, dan seketika itu pula tempat itu kembali riuh suara sorakan beberapa wanita yang memberikan sorak gembiranya untuk regita karena wanita itu berhasil menghabiskan lima gelas anggur merah tersebut.

Dan acara itupun sudah selesai, regita langsung mengajak Aaron pulang.

Namun sepertinya keadaan wanita itu sedang tidak baik baik saja. Regita kini duduk sambil menyenderkan tubuhnya pada jok mobil, wanita itu sambil memijat kepalanya yang mulai terasa pusing.

" Apa aku bilang, kamu pasti akan mabuk kalau sampai menghabiskan lima gelas anggur merah itu kan? dan sekarang sudah terjadi. " Cerocos Aaron. Yang merasa kesal karena regita tidak mau mendengarkan ucapannya. Dan mau saja menuruti keinginan teman temannya.

" Tidak ada pilihan lain, aku harus menghabiskannya. " Balas Gita dengan suara terdengar parau dan juga pelan.

Sepertinya wanita itu saat ini benar benar mabuk, pikir Aaron

" Kenapa? memangnya kamu takut kalau saya bakal diambil teman temanmu itu hah? kamu pikir memangnya akan mau?! " Ketus Aaron yang mulai merasa kesal pada wanita itu.

" Sudah jangan ngomel ngomel terus, mending buruan bawa aku pergi dari sini sekarang juga. Tapi kamu jangan bawa aku pulang kerumah. Aku tidak mau anak anak melihatku dalam keadaan mabuk seperti ini. " Tutur regita dengan mata yang sudah mulai terpejam

" Terus aku harus bawa kamu kemana? apa aku harus membawamu ke Solo sekarang? biar sekalian di ruqiyah sama abah? " Geram Aaron karena melihat regita yang hampir sudah tak sadarkan diri.

" Ke Hotel.... " Jawab Wanita itu sembari menyandarkan kepalanya pada bahu tegap milik Aaron membuat pria itu kembali semakin terkejut dengan tingkah istrinya tersebut.

TBC

Terpopuler

Comments

D_wiwied

D_wiwied

wohoo.. mau ngapain di hotel git, ga yakin klo cm mau numpang tidur aja..
apakah akan ada adegan yg iya iya /Joyful/

2024-11-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!