Bab 16

Saat ini Aaron memang tak ingin banyak berinteraksi dengan siapapun. karena dia takut jika dia tidak bisa menahan marahnya.

Pria itu duduk di bangku paling pojok. dia kembali mengingat ngingat ucapan Rangga yang masih juga terngiang ngiang dan membuat hatinya kembali memanas.

" Ron Lo kenapa sih? " Tanya Kevin yang barusan datang bersama Dean.

" Gue lagi pusing. " jawab Aaron sambil menghembuskan nafasnya.

" Pusing kepala atas atau pusing kepala bawah?" Timpal Dean yang merasa tak kapok meledek sahabatnya.

" Dua duanya..! " Jawab Aaron dengan cepat sehingga membuat tawa kedua sahabatnya pun langsung pecah

HAHAHA

_______

Sementara itu disisi lain, Regita tetap berusaha bersikap profesional.

Dia meeting tetap bersama Rangga dan juga rekan kerja lainnya, karena disini Rangga detik ini masih menjabat sebagai asisten pribadinya. maka dari itu sampai detik ini hubungan antara dirinya dan adik iparnya itu masih berjalan meskipun dia sudah bercerai dengan mantan suaminya.

Meski regita sendiri masih merasa kesal dan geram pada laki laki itu. Tapi Gita harus tetap menjaga sikapnya dengan baik didalam ruang meeting.

Bagaimana pun Rangga juga mempunyai peranan penting, dalam pekerjaan mereka.

Meskipun perusahaan itu sudah berbalik nama atas namanya, namun mengingat Rangga dulu bekerja menjadi asisten mendiang alm papanya maka dari itu Gita masih mempertahan pria itu. karena dia merasa tidak mampu mengemban perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu dia memilih Rangga untuk membantunya di perusahaan mengingat abangnya pun tidak bisa mengawasi dan membantunya di perusahaan.

" Bagaimana kalau kita makan siang diluar? " Ajak Rangga setelah meeting mereka selesai.

Pria itu pun berdiri di samping Regita yang masih duduk do ruang mentah.

" Nggak bisa.! " Tolak Regita dengan cepat. Sambil bangkit dari tempat duduknya.

" Memangngya kenapa? Biasanya juga kamu tidak pernah menolak? Apa itu semua karena suami bocahmu itu.? " Ucap Rangga yang mulai memancing amarah Regita.

" Itu bukan urusanmu! urus saja urusanmu sendiri.! " Ucap Regita lalu kemudian keluar dari dalam ruang meeting tersebut dengan wajah kesal.

Dia meninggalkan Rangga yang saat ini menatapnya sambil menahan kesal.

Regita melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.

Namun tiba tiba saja dia jadi mengingat Aaron. Apakah pria itu masih marah padanya , dan entah kenapa Regita merasa tak nyaman jika Aaron benar benar marah padanya.

Terlihat dia nampak sedang berpikir keras.jalan satu satunya itu sepertinya dia harus sedikit nerendahkan diri dan juga meminta maaf padanya....

" Permisi ini makan siangnya bu. " ucap seorang OB sambil membawa makan siang untuk Regita.

" Saya mau pergi dulu, mending kamu makan saja.! "titahnya dengan wajah datar..

Kemudian Regita berjalan dengan cepat, kemudian keluar dari kantor tersebut.

Bahkan wanita itu sampai mengendarai mobilnya seorang diri. Padahal tadi pagi dia diantar supir. namun saat ini juga pak sopir masuh juga menunggunya.

Akan tetapi Regita lebih memilih untuk membawa mobilnya seorang diri

Wanita itu meluncurkan kendaraan mobilnya di sebuah tempat yang merupakan sebuah kampus tempat dimana Aaron berkuliah.

Karena dia tidak mempunyai nomor milik Aaron sehingga dia tidak bisa menghubungi suaminya.dan memperhatikan kearah gerbang kampus.

tak lama kemudian dia melihat beberapa mahasiswa keluar dari gerbang tersebut.

Tak lama kemudian ada dua motor sekaligus yang keluar secara bersamaan.

Sedangkan pandangan Regita kini beralih pada Aaron yang sedang di bonceng oleh seorang pemuda.

" Stop berhenti. " Teriak regita yang membuat kevin terpaksa menghentikan roda motornya. begitu pun dengan Dean yang juga membawa motor di belakang kedua pemuda itu.

Aaron yang posisinya di bonceng oleh Kevin pun cukup terkejut saat melihat sosok regita yang sudah berdiri didepan sana.

" Aaron dia siapa..? "Tanya Kevin serasa menoleh kearah sahabatnya.

" Kiw kiw kiw ada cewek nih... " Celetuk Dean sembari membuka helm full facenya diatas motor sportnya.

" Aaron... " Panggil Regita yang semakin membuat Kevin dan juga Dean semakin terkejut.

Mereka berdua menoleh serempak kearah sahabatnya itu.

" Gue turun disini saja, gue nggak jadi ikut kalian, gue cabut dulu. " Ucap Aaron turun dari motor Kevin sambil membuka helmnya.

" Eh Ron jangan bilang kalau cewek itu bini Lo? " Tebak Kevin dengan pandangannya yang menatao kearah Regitaa yang berdiri tak jauh disana.

Bahkan pria itu pun memperhatikan Regita dari ujung rambut sampai ujung kaki.

" Nggak usah kepo mending Lo berdua buruan cabut sana. " Usir Aaron kepada kedua sahabatnya.

" Gila men... baru juga mau gue godain ternyata malah bini Lo. hebat banget Lo Ron. Jangan sampai lolos. Kalau modelan kayak begini mah buy one Get two juga nggak masalah buat gue.. "cerocos Dean yang semakin membuat Aaron ingin membungkam mulut sahabatnya itu.

" Diam Lo! Atau gue sunat bibir Lo! " Ancam Aaron sambil menatap sinis kearah sahabatnya itu.

Setelah itu dia pun berjalan mendekat kearah Regita yang kini masih berdiri didepan sana. Aaron pun merasa bingun, karena dia tidak tahu apa alasan wanita itu malah menyusulnya datang ke sini.

" Ada perlu apa? " tanya Aaron setelah berdiri dihadapan sang istri.

" Lebih baik kita berbicara di mobil saja.! " Ucap Regita yang berjalan terlebih dahulu.

wanita itu pun langsung segera masuk kedalam mobil terlebih dulu, dan mau tak mau Aaron pun mengikutinya.

Karena dia saja tidak mau ada mahasiswa lain yang sedang melihatnya bersama dengan Regita.

" Kamu sudah pulang kan? " tanya Regita sambil menyalakan mesin mobilnya.

" Iya. " Jawab Aaron dengan singkat.

" Baiklah kalau begitu kita makan siang saja. " ucap wanita itu sambil menjalankan mobilnya meninggalkan kampus.

" Nggak perlu! saya mau langsung pulang saja. aku juga mau kembali ke kontrakan ku. " Ucap Aaron yang langsung seketika membuat Gita langsung menoleh kearahnya.

" Kenapa? kamu masih marah sama aku gara gara ucapan Rangga tadi pagi.? " Tanya Regita sambil tetap fokus mengemudikan kendaraannya.

" Nggak juga! lagian saya hanya merasa tidak enak saja. Apa yang dikatakan pria itu memang benar bahwa kita itu memang tidak cocok. " Jawab Aaron yang membuat Regity terkejut dan hampir saja menghentikan mobilnya ditengah jalan.

" Terus kamu mau berpisah? Kamu mau membiarkan aku untuk menjadi janda yang kedua kalinya.? " Tanya Regita dengan nada bicara yang mulai berubah sendu.

Tentu saja membuat Aaron langsung menoleh kearah wanita tersebut. Terlihat wajah Regita sangat memerah.

" Aku rasa nggak baik ngobrol sambil menyetir." Ucap Aaron yang segera mengakhiri pembicaraan itu, takut Jika Regita nantinya akan menangis.

" Baiklah kalau begitu kita bicara di restoran saja. "Ucap Regita sambil membuang nafas kasar

Lalu kemudian membeloksn mobilnya ke sebuah restoran yang tak jauh dari sana.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!