Betapa kagetnya Aaron maupun Gita saat mendengar suara teriakan dua bocah kecil yang melengking dari arah belakang merah, membuat Gita reflek menendang Aaron dan terjungkal ke belakang.
" Aduh..." Pekik Aaron saat Gita tak sengaja menendang tepat di area sensitive juniornya membuat Aaron meringis hebat.
" Selamat pagi Sayang... " sapa Gita yang langsung menghampiri dua putri kembarnya tanpa memperdulikan Aaron yang tengah meringis sambil menatap kesal ke arahnya.
" Aduh sayang sayangnya mommy udah cantik cantik semua. " Seru Gita sambil menciumi pipi gembul milik dua bocah menggemaskan itu secara bergantian.
Terlihat Aaron melihat interaksi dua bocah gembul yang cantik cantik mirip Regita itu, memang bibit unggul tak di ragukan lagi karena tidak akan pernah gagal.
" Mommy mommy Om itu siapa..? " Tanya salah bocah gembul yang biasa di sapa Gretha sambil menunjuk ke Aaron yang masih dalam posisi meringis
Gita mengikuti arah sang anak yang sedang menunjuk ke Aaron, tentu saja membauat wanita berparas cantik itu terdiam sebelum akhirnya memberi jawaban yang membuat kedua bocah gembil itu tertawa senang.
" Oh.. ya Gretha..Grachia Om itu namanya Om Aaron,emm dia daddynya kalian... " Jawab Gita dengan Sedikit ragu ragu sambil mengamati ekspresi wajah kedua bocil kembarnya.
Tentu saja mendengar pernyataan Regita membuat Jantung Aaron rasanya ingin copot saat wanita cantik memperkenalkan dirinya sebagai daddy pada kedua anaknya tersebut.
' Njir dengerin nggak tuh dia nyebut daddy.. " Gumam Aaron yang tiba tiba saja wajah meringisnya sudah berubah mendadak jadi pias.
" Whattt.. jadi daddy kita udah balik dari Amerika mommy...? " Kali ini suara Grachia yang menimpali , karena memang itu alasan Gita jika di tanya oleh kedua putrinya yang menyatakan jika daddy mereka masih bekerja di luar negeri tepatnya di negera yang yang biasa di juluki pamansam tersebut. Dan mengatakan jika daddy bekerja tidak akan pernah balik lagi ke Indonesia karena daddynya sudah menatap disana dan mempunyai keluarga baru disana.
" bukan sayang.. om ini namanya Om Aaron jadi mommy itu sudah menikah sama om Aaron kan otomatis om Aaron juga jadi daddynya kalian... " Tutur Gita dengan lembut kedua bocah kembarnya tersebut
' Hmm mampus nggak Lo, sekarang mendadak dapat sebutan daddy, oke bocil nanti daddy bakal belikan jajan moci ya cil, soalnya daddy kalian ini masih kere. ' Gumam Aaron sembari menampilkan senyum terpaksa ke arah dua bocil yang menatapnya dengan binar wajah yang begitu ceria.
" Horee.. akhirnya kita punya daddy... " Kedua bocil itu serentak berseru gembira, justru jauh dari ekspetasi Aaron yang berasumsi jika akan mendapat penolakan dari anak anak Regita yang ada kedua bocil itu nampak kegirangan karena mendapat kenyataan mereka mempunyai seorang daddy.
" Hallo daddy apakabar? " Seru Kedua bocil kembar itu serentak maju ke arah Aaron dan menyapa pria tersebut.
" Hallo juga anak anak, daddy kabarnya baik sayang... " Balas Aaron yang terlihat agak sedikit ragu ragu
" Daddy daddy kami boleh peluk daddy nggak.. ? " tanya kedua bocah itu dengan kompak.
"I iya boleh sa sayang... " Jawab Aaron dengan gugup mempersilahkan kedua putri kembar istrinya menghambur memeluknya.
" Yeay kita senang kita senang akhirnya kita bisa peluk daddy.. " Seru mereka dengan wajah kegirangan berada dalam pelukan ayah sambung mereka tentu saja pemandangan tersebut tak lepas dari perhatian Regita.
Setelah membiarkan kedua putrinya itu ber euforia dengan suami barunya itu cukup lama untuk mengakrab diri, Gita mengajak mereka turun ke bawah dan menuju ruang makan, dan disana mereka sudah di tunggu kehadirannya oleh seorang pria berwajah garang yang tak lain adalah daffa kakanya Gita yang tengah duduk di kursi utama.
" Ayo anak anak duduk dulu ya, mommy sama daddy temani sarapan dulu, kalian tadi sudah sarapan kan di temani Sus Lily dan sus dini? " Ujar Gita sembari membantu satu persatu putri kembarnya duduk di kursi tersebut
" Oke mommy... " Seru Putri kembarnya itu dengan kompak seraya menganggukan kepalanya.
" Anak pintar... " Ujar Gita sembari tersenyum hangat pada kedua putri tercintanya tersebut.
Kemudia Gita mulai mengambil Roti yang dia olesi dengan beberapa selai lalu mulai menyantapnya...
" Nggak ada Nasi nich, nasi goreng atau nasi uduk, atau nasi apalah yang penting nasi? " Celetuk Aaron yang celingukan mengedarkan pandangannya pada meja makan yang disana tak menemukan sarapan nasi disana, yang ada hanya beberapa Roti dan juga selai plus susu hangat yang berada didepan mereka masing masing.
Karena menu sarapan Aaron berbeda dari menu sarapan istri dan juga kakak iparnya tersebut, dia dikampung terbiasa sarapan memakan nasi atau makanan kampung, mangkanya disini sedikit heran karena tak menu nasi apapun di atas meja karena biasanya di pagi hari dia sarapan dengan nasi goreng kalau nggak nasi uduk atau nasi apakah yang penting judulnya nasi.
Baik Gita maupun Daffa spontan langsung menatap aneh pada Aaron yang menampilkan wajah polos tanpa dosa bertanya seperti itu, terlebih lagi Daffa yang sudah merubah tatapan anehnya menjadi tatapan tajam ke arah Aaron yang sedikit pun tak menyadari arti dari tatapan tajam dari abang iparnya tersebut.!
Gita yang memahami akan tatapan sengit dari kakaknya itu akhirnya memberi arahan pada Aaron yang saat ini masih dalam situasi bingung.
" Disini kami tidak pernah memakan makanan berat jika sarapan pagi, jadi mulai sekarang kamu juga harus bisa membiasakan diri untuk mengikuti kebiasan kami bersarapan pagi... " Cetus Gita yang langsung membuat Aaron spontan menatap kearah wanita tersebut yang kini duduk saling berseberangan dengannya.
" Mau aku ambilkan roti plus selainya atau mau ambil sendiri? " pertanyaan Gita barusan mampu membuyarkan lamunan Aaron
" Ah saya bisa ambil sendiri... " Balas Aaron yang terpaksa menampilkan senyum terpaksa..
' Anjai sarapan orang kaya gini amat yak, nggak ada nasi cuma sepotong roti dan segelas susu doang, mana dari semalem gue belum sempat makan lagi. ' Batin Aaron merutuki Nasibnya
Dengan sedikit mengulas senyum terpaksanya tangan Aaron mulai bergerak mengambil sepotong roti tawar yang di tumpuk dua bagian yang ada diatas piring didepannya lalu meraih beberapa selai dan mengolesi roti tersebut kemudian perlahan menyantap roti tersebut.
' Njir rotinya enak banget sumpah, mana cuma satu porsi lagi, cacing cacing perut gue pasti masih demo nih.. orang kaya pelit juga ternyata makan roti aja pakai di balesin segala, nggak kayak di kampung kalau nyuguhin makanan beginian pasti langsung sewadahnya di suguhi yach meskipun rotinya nggak senikmat ini... " Gumam Aaron yang hanya bisa membatin saja
" Dasar pria kampungan... " Ucap Daffa sambil menatap remeh ke arah adik iparnya tersebut, meski dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh Aaron dan Gita...
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Giselle Belline
katanya polisi,, yah cari tau dlu dong masalahnya,,, jgn asal di nikahkan begitu saja...
Aaron juga kan punya orang tua....
dan ketika sudah nikah,,, seenaknya menghina Aaron..
2025-02-09
0
Giselle Belline
walaupun Aaron orang kampung,, setidaknya hargai dong...
dasar polisi gak punya otak...
2025-02-09
0
Giselle Belline
Aaron...tunjukkan harga diri kamu,,,Kalau perlu ceraikan saja....
2025-02-09
0