Bab 14

Usai menyelesaikan ritual mandinya, Aaron pun bergegas keluar dari dalam kamar mandi, sambil membuka pintu kamar mandi secara perlahan lahan.

Aaron merasakan sedikit lega, karena dua orang pelayan itu ternyata sudah keluar dari dalam kamarnya.

Lalu pandangannya kini tak sengaja melihat kearah Regita yang sudah berdandan begitu cantik mengenakan pakaian kantornya.

Wanita itu pun langsung menoleh kearahnya, saat menyadari pintu kamar mandi terbuka.Aarom menarik sudut bibirnya dia pun melempar senyum manisnya kearah Regita yang kini sedang menatapnya.

" Bajumu semua tadi sudah ada didalam lemari, tadi saya yang minta pelayan untuk membereskannya. " Ucap Regita yang terdengar nada bicaranya datar.

" Makasih ya.. " Balas Aaron yang kemudian berjalan menuju ke arah lemari pakaian. Dia tidak menanyakan bajunya di taruh dimana.

Padahal lemari itu cukup besar,dan memiliki petak yang cukup banyak. Sedangkan Regita kembali menatap dirinya lewat pantulan cermin.dia tak ingin melihat tubuh Aaron yang saat ini hanya mengenakan handuk yang dililitkan sebatas pinggang, meski dia mengakui jika pemandangan disana enak dipandang dan juga nyaman di lihat.

Namun tiba tiba saja, dia mendengar Aaron berceletuk sendiri.

" Wahhhh ternyata Gede juga. " Ucap Aaron yang langsung saja membuat Gita menoleh kearah pria itu.

" Heeeiii kamu salah buka lemari.. " Teriak Gita yang terlihat sangat syok melihat Aaron membuka lemari tempat dimana dia menyimpan semua pakaian dalamannya.

awas" Sorry Sorry saya nggak tahu. . " Ucap Aaron yang langsung menutup pintu lemari itu dengan cepat.

" Makannya kalau nggak tahu itu nanyak, biar nggak salah! " Ketus Gita sembari berjalan ke arah suaminya.

" Makanya ngasih tahu juga biar nggak salah " Balas Aaron yang juga tak mau kalah.

Regita langsung berdiri disamping pria itu dengan wajah kesal.

" awas minggir kamu, biar aku yang ambilkan, biar nggak salah lagi. " Regita menyuru Aaron untuk mundur

" Tempatnya aja gede banget, apalagi isinya ya... " Gumam Aaron dengan suara pelan namun masih bisa tertangkap oleh indera pendengaran Regita, wanita itu pun langsung cepat menoleh kearah pria itu.

" Ngomong apa kamu barusan.? " Cetus wanita itu sembari menoleh kearah Aaron dengan wajah judesnya

" A anu, maksud saya tempat sabun dikamar mandi tadi lhoh gede banget.. " Alibi Aaron sembari mengusap tengkuknya.

" Dasar cowok nggak jelas! Mau pakai baju mana? bia saya saja yang ambilkan, nanti kalau kamu yang ambil takutnya malah berantakan.aku nggak suka lemari berantakan. " Tanya Gita sambil membuka petak lemari yang berisi baju Aaron.

" Yang itu saja.! " Jawab Aaron yang membuat Gita kembali menoleh kearahnya.

" Yang mana? yang ini? " tanya wanita itu sambil menunjuk kemeja kotak kota berwarna hitam.

" Bukan yang itu. " Balas Aaron

" Yang mana sih coba tunjukin? "

" Yang ini. " Ucap Aaron sambil maju dan berdiri tepat di belakan Gita.

Bahkan tubuh mereka hampir menempel sangking dekatnya jarak diantara mereka berdua.

" Ngomong dong..! " Regita mengambil baju yang tadi di tunjuk oleh Aaron kemudian membalikwn tubuhnya, namun ternyata Aaron masih dibelakangnya dengan posisi seperti semula.

Sehingga saat regita membalikan tubuhnya posisi keduanya sangatlah dekat.

Bahkan regita dapat mencium aroma bau sabun dari kulit suaminya.

Aaron sedikit maju dengan perlahan yang membuat Regita reflek memundurkan langkahnya, sampai tubuhnya mentok di pintu lemari.

Wanita itu menengadahkan kepalanya dan menatap wajah tampan milik suaminya itu.

Sebagai wanita yang sudah berpengalaman, tentu saja posisi seperti ini sangatlah tidak aman baginya.

Bahkan otak dewasa Regita pun mulai bekerja.

" Ka kamu mau ngapain..? " Regita membuka suaranya dengan sedikit gugup.

" Hayo tebak mau ngapain...? " Goda Aaron yang malah menampilkan senyum devilnya.

bahkan Sorot mata pria itu kini tertuju pada bibir seksi milik istrinya.

" Buruan cepat pakai bajumu, anak anak dan juga bang daffa sudah menunggu di ruang makan. "Ujar Regita mencoba mengalihkan pembicaraan.

Wanita itu kemudian mendorong dada bidang milik Aaron, kemudian menjauh dari suaminya.

" Ckk gue lupa kalau sekarang udah punya anak.." Gumam Aaron pelan, beruntungnya ucapannya tidak terdengar oleh Regita yang kini sudah berada didepan ambang pintu kamar.

Aaron pun segera memakai pakaiannya kemudian menyusul istrinya keluar dari kamar. Pria itu pun mengikuti Regita menuruni anak tangga.

" Selamat pagi Gita... " sapa seorang pria yang seolah sedang menyambut kedatangan wanita tersebut.

Dan seketika itu pula Aaron langsung menghentikan langkahnya saat melihat seorang pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahunan sedang berdiri depan anak tangga.

" Pagi juga Rangga.. " Balas Regita pada pria yang sudah tidak asing baginya itu.

" Tunggu git, siapa pria itu...? " Ucap pria berpakaian rapi itu menunjuk kearah Aaron yang sedang berdiri di belakang Regita, sambil membawa tas ransel dan memegang sebuah almamater universitas.

Regita pun menoleh kearah Aaron yang berwajah bingung.

" Dia....adalah...Suamiku. " jawab Regita tanpa ada keraguan disana, yang membuat pria didepannya itu tercengang.

" What? kamu nggak lagi sedang bercanda kan git? Aku tahu mungkin kamu memang sedang kesepian. tapi tidak perlulah bawah bocah ingusan seperti ini masuk kedalam rumah ini, bagaimama jika Gretha dan juga grachia tau jika mamanya membawa laki laki simpanannya ke dalam rumah..? " Cerocos pria bernama Rangga itu sambil menatap sinis ke arah Aaron yang kini sudah mulai mengepalkan kedua tangannya.

" Cukup nggak!kenapa kamu nggak percaya jika dia memang suamiku,lagian anak anak juga semua sudah tahu, termasuk bang daffa juga.! " Bantah Regita seolah tak Terima dengan ucapan pria tersebut.

" Ayolah Gita jangan bercanda kamu, yang benar saja, ingat kamu ini wanita berkelas, apa kamu lupa siapa mantan suamimu dulu? Dia adalah Narendra artanegara. Kakakku yang sangat terkenal sebagai pengusaha sukses sukses dan juga kaya raya, masa iya dia harus saingan sama laki laki kampungan seperi dia,bahkan lihatlah pria ini pun juga masih memakai almamater universitas, aku yakin kalau pria ini hanya memanfaatkanmu saja Regita.! " Ucap Pria itu sembari menunjuk Aaron dengan sorot mata tajamnya.

Hati Aaron serasa memanas.ketika mendengar ucapan Rangga barusan yang terdengar sangat menusuk dan nyelekit di ulu hati.

Tangannya pun kini sudah berubah mengepal sambil sorot matanya juga menatap tajam kearah Rangga.

Walaupun apa yang dikatakan pria itu ada benarnya juga, akan tetapi Aaron tetap merasa tidak Terima ketika direndahkan seperti itu.

" Cukup Rangga cukup.!" Bentak Regita yang ternyata juga geram dan marah atas apa yang sudah diucapkan oleh pria itu barusan.

" Kenapa? kenyataannya memang begitu kan? kenapa kamu tidak mencari laki laki yang lebih baik dan lebih sederajat seperti kakakku? Kenapa juga kamu harus merendahkan dirimu untuk menikahi laki laki ingusan seperti pria itu, apa kamu tidak punya berpikiran jauh kalau pria itu hanya akak memanfaatkanmu Gita? " Cerocos Rangga yang semakin tambah menjadi jadi.

Dada Aaron terlihat naik turun dengan cepat saat mencoba menahan amarahnya, supaya tak memberikan bogem mentah pada pria itu.

Ingin sekali rasanya Aaron melayangkan bogeman mentah di wajah pria itu namun sekuat tenaga pria itu tetap menahan amarahnya.

TBC

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!