Bab 17

" Sekarang ayo kita turun. kita makan siang disini." Ucap Regita sambil membuka sealbelt

" Kamu saja yang makan. " Ucap Aaron yang masih duduk didalam mobil.

" Kenapa? kamu ini juga harus makan. " Balas Gita sembari menatap Aaron yang masih belum mau beranjak dari tempat duduknya.

" Apa kamu tahu, setipis apa dompet mahasiswa sepertiku? " Ujar Aaron sembari memperlihatkan wajah melas.

" Astaga masih saja memikirkan itu, ayo cepetan turun. " Titah Regita lagi

" Tapi saya nggak lapar Gita.!" Tolak Aaron untuk yang kedua kalinya

Wanita itu semakin berdecak kesal,wanita itu pun membuka pintu mobil lalu keluar dan menutup pintu mobil itu kembali, membuat Aaron merasa sedikit lega.

Dia pikir wanita itu akan masuk seorang diri kedalam restoran.tapi ternyata wanita itu malah membuka pintu mobil di sebelahnya.

" Ayo buruan cepat keluar. " Ucap Regita sampai menarik tangan Aaron yang membuat pria itu membuka Sealbeltnya kemudian ikut turun dari atas mobil.

" Maksa banget.. oke bentar dulu kalau gitu, aku buka almamater dulu, biar nggak ada orang yang su'udzon, " Balas Aaron yang langsung membuka Almamater lalu kemudian memasukannya dalam mobil.

" Sudahlah ayo buruan kita masuk. " Ucap Regita sambil menarik tangan pria itu supaya mengikutinya.

" Halah.. ngomong aja pengen gandengan, nggak usah pakai modus, tarik menarik begini. "Celetuk Aaron yang membuat Regita langsung menghentikan langkahnya kemudian kembali menatap Aaron.

" Jangan Ge'er kamu, aku itu cuma mau kamu ikut sama aku. " sahut wanita itu sembari memutar bola matanya malas.

"Ya tapi nggak usah tarik tarik juga kali." balas Aaron

" Ckkk...sok ngartis banget. udah ayo cepat buruan. " Ucap wanita itu kemudian melepaskan tangan Aaron dengan kasar.

Dia pun berjalan ke sebuah meja lalu duduk disana terlebih dahulu.

" Kamu mau makan apa? " tanya Regita setelah duduk saling berhadapan dengan Aaron yang juga barusan mendaratkan bokongannya.

" Gado gado saja ada nggak..?atau ketoprak mungkin? "tanya Aaron sambil menarik kursi dan mendaratkan bokongnya didepan Regita.

" sudahlah nggak usah aneh aneh deh. Pilih makan makanan yang manusiawi saja. " Gerutu Regita sambil menyerahkan buku menu pada suaminya.

" Terus menurut kamu makanan itu hewani? Lagian aku juga nggak kenal sama makanan yang beginian, sekarang terserah deh kamu mau pesen makanan apa saja, yang penting jangan dicampur sama sianida saja. " Cetus Aaron sambil mengembalikan buku menu itu pada istrinya.

Regita terlihat membuang nafas kasar. Setelah itu memesan dua porsi makanan untuknya dan juga suaminya itu.

" Oh ya aku mau bicara penting sama kamu. "Ucap Regita kembali memasang wajah serius

" Baiklah saya akan dengarkan. " balas Aaron sembari kembali menatap wanita cantik yang duduk dihadapannya itu.

" Sebelumnya aku benar benar minta maaf atas apa yang dikatakan Rangga, barusan tadi pagi, dia memang orangnya seperti itu, jadi kamu jangan terlalu mendengarkan semua ucapannya. Dan dia adalah adik mantan dari suamiku, mungkin juga dia merasa dekat denganku dan masih menganggapku sebagai kakak iparnya. Ya walaupun usia dia itu lebih tua dariku, tapi jujur selama ini dia cukup membantuku dan juga bang daffa untuk mengurus perusahaan karena memang dia dulunya asisten sekaligus sekretaris pribadi mendiang alm papaku, sebelum papaku mengalihkan perusahaan padaku. " Ucap Regita dengan serentetan penjelasannya.

" Karena memang, bang daffa sama sekali tidak mau ikut campur urusan perusahaan, dan bergabung di perusahaan dan memilih kariernya yang dia tekuni sebagai aparat penegak hukum. dan mungkin juga Rangga terlalu syok mendengarkan aku tiba tiba sudah menikah lagi, jadi sekali lagi saya minta maaf sama kamu. "Tutur Regita dengan penjelasannya yang panjang kali lebar.

Kali ini dia harus sedikit menurunkan egonya dan merendahkan dirinya supaya mendapat permintaan maaf dari Aaron. Karena jujur saja sebenarnya dia sendiri merasa benar benar tidak enak sama suaminya itu.

" Seharusnya yang minta maaf itu bukan kamu Gita, tapi dia. " Balas Aaron sembari menatap dalam manik wanita itu dan mendapat anggukan kepala oleh Regita.

" Tidak masalah. yang kamu jangan marah lagi ya.. " balas Regita lalu kemudian kembali menundukan wajahnya.

Kini Aaron menjadi bingung sendiri, kenapa kini malah Regita seperti tak ingin dia tinggalkan melihat wajah memelas wanita ibu dua anak ini rasanya dia tidak tega jika harus lama lama marah pada wanita itu.

" Astaga.. apa dia udah beneran jatuh cinta sana gue, atau gimana nih kenapa wajahnya sedih gitu karena gue diemin.. " Gumam Aaron dalam hati sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal. Karena tiba tiba saja dia merasa bingung sendiri dengan situasi seperti ini.

Padahal jika saja Regita tidak mengatakan itu padanya sampai di bela belain menyusulnya ke kampus pun, dia sudah berniat untuk kembali ke rumah kontrakannya dan menyerah saja.

" Yasudah kalau gitu kita makan dulu. " Ucap Regita setelah makanan yang mereka pesan sudah tiba.

" Ini daging apa'an? " tanya Aaron saat melihat sepotong daging steak diatas piringnya

" Daging sapi, apa kamu tidak suka? " tanya regia sambil menatap kearah suaminya.

" Suka sih, saya cuma nanyak aja takutnya nanti malah daging biawak.. " Kelakar Aaron sembari mengambil garpu dan juga pisau yang sudah disediakan.

" Saya tidak se'ekstrim itu kali.. " Cibir Regita yang membuat Aaron kembali mengulas senyum tipis.

" Iya sih. cuman agresif doang.. " Balas pria itu sambil terkekeh pelan

" Sembarangan! jangan fitnah kamu.! "Ucap Regita sembari memutar bola matanya malas.

" Asal kamu tahu saja, sebelumnya saya belum pernah makan makanan seperti ini.. jadi harap di maklumi saja kalau saya sedikit norak. "Ucap Aaron sambil meniru Regita yang sedang memotong steak tersebut.

" Sini biar aku yang potongin" Ucap Regita menawarkan diri membantu Aaron memotong steak milik pria itu.

" Boleh. takutnya kalau aku yang motong malah piringnya jadi ikut kepotong. " balas Aaron yang membuat Regita rasanya ingin tertawa saja.

Wanita itu tidak habis pikir, bisa bisanya dia punya suami random seperti itu.padahal berbanding terbalik dengan mantan suaminya yang memiliki sikap tegas dan dingin dan sampai dia salah mengartikan mantan suaminya itu ternyata dibalik sikapnya yang sok cool itu ternyata menyimpan kebusukan yang sangat besar dan seorang penghianat sekaligus pembohong ulung, sudahlah dia tidak mau mengingat pengalaman pahit dengan mantan suaminya itu, baginya dia sekarang sudah move on dan mengubur dalam dalam cerita lama yang buruk itu.

Oleh karena itu regita dibuat terbawa suasana oleh pria didepan nya itu.

" Sudah ku potong semua, sekarang kamu bisa makan sendiri. "Ucap Regita lagi setelah selesai memotong steak daging milik Aaron menjadi beberapa bagian

" Sekalian suapin.nanti kalau aku yang nyuap sendiri takut nya malah gapunya juga ikut ketelen. " Balas Pria itu yang membuat Regita kembali mengangkat wajahnya sambil menatap wajah pria dihadapannya itu.

Dan tanpa sengaja membuat pandangan mereka salin bertemu dan saling mengunci satu sama lain.

TBC

Terpopuler

Comments

D_wiwied

D_wiwied

modusin terus aja ron.. /Grin/

2024-11-04

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!