" Sheila... " Aaron sedikit saat melihat sheila yang tiba tiba datang menghampiri dan langsung menggandeng lengan kekarnya.
" Kenapa sih mukannya kaget gitu? biasanya juga senang kalau di gandeng. " Ucap Sheila sembari tersenyum genit menatap Wajah Aaron yang terlihat celingukan, wanita berambut Lurus sebahu itu agak sedikit heran dengan pria yang kini di sampingnya.
" Muka kamu kenapa sih? kenapa tegang gitu? " Tanya nya Lagi
" Kita sekarang udah beda sheil.. " Ucap Aaron sambil melepaskan lilitan tangan Sheila dari lengannya.
" Apannya sih yang beda? kita masih tetap jalan bareng kan? soal kemarin aku benar benar minta maaf Ron, aku sebenarnya nggak ada maksud untuk mutusin kamu, aku aku reflek aja, habisnya kamu udah bikin aku kesel. masa' aku udah dandan cantik cantik tiba tiba saja kamu batalin janji kamu buat pulang ke kampung. " Cerocos Sheila sambil memonyongkan bibirnya
" Tapi kan aku punya alasan kenapa aku pulang kampung. " Sanggah Aaron
" Ya iyasih kamu pulang kampung karena dapat kabar nenek kamu sakit, tapi kan---"
" ah sudahlah Sheila, kamu memang nggak bisa memahami aku, hubungan kita udah nggak sehat, dan satu lagi, selama aku pulang kampung, aku dapat kabar kalau kamu diam diam jalan sama Eddo kan..? "
Skakmat....
Kedua bola mata gadis itu sampai melotot mendengar pertanyaan yang barusan keluar dari milik Aaron, sedangkan pria itu terlihat langsung memalingkan wajah meski tangannya tengah mengepal erat dan memasang wajah kesal.
" Ka kamu kok bisa tahu? " Tanya Sheila dengan tergagap
Aaron tersenyum sinis menatap wanita yang beberapa tahun ini membersamai nnya. wanita yang pernah menjadi pusat dunianya sebelum dia kecewa atas sikap gadis itu.
" Udahlah nggak usah dibahas, soal gue tahu dari mana itu nggak penting, yang jelas diantara kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, jadi stop jangan ganggu gue lagi. paham kamu. " Ucap Aaron dengan tegas, lalu kembali melangkahkan kakinya.
Gadis itu pun langsung sedikit berlari mengejar Aaron yang terlebih dulu melangkahkan kaki lebarnya.
" Aaron. berhenti dulu... " Suara Sheila sedikit berteriak sambil mensejajarkan posisinya di samping Aaron
" Aaron please dengerin penjelasanku dulu..! " Gadis itu mencekal lengan Aaron membuat pria itu menghentikan langkahnya lalu menatap tajam kearah gadis tersebut.
" Apalagi sih hah? kurang jelas apa yang gue bilang tadi?! " Sentak Aaron
Gadis itu langsung memasang muka memelas, sembari terun memegang lengan Aaron
" Please dengerin penjelasanku dulu Aaron.." Rengeknya dengan mata berkaca kaca.
sedangkan Aaron langsung memalingkan wajahnya. " Buruan! "
"Sebenarnya a aku terpaksa jalan sama Eddo, itupun ketemunya nggak sengaja , karena aku sedang di halte, dan si Eddo nya lewat lalu kasih aku tumpangan, tapi sumpah Demi apapun aku nggak punya hubungan sama dia, aku mohon percaya sama aku Aaron, aku tarik kata kata putus kemarin, kita tetap jalan bareng kayak biasanya ya aku juga minta maaf karena kurang memahami kamu, aku yakin kalau kamu juga masih sayang aku kan...? " Cerocos Sheila panjang kali lebar. Sembari meraih tangan Aaron lalu menggenggam jemari pria tersebut.
" Gue masuk kelas dulu... " Ucap Aaron dingin sembari melepaskan tangannya dari genggaman tangan Sheila, lalu pergi meninggalkan gadis itu dan berjalan cepat menuju kelasnya.
Sesampainya di kelas, pria itu kembali menghela nafasnya, sambil duduk termenung menatap kearah langit langit ruangan.
PUK
" Woy pagi pagi udah ngelamun saja, entar kesambet Lhoh. " Kevin menimpuk bahu Aaron membuat pria itu sedikit meringis lalu menoleh kearahnya.
" Napa Lo, muka Lo kusut kayak gitu, kayak Kain pel..mikirin si mantan Lo yang centil itu? " Kali ini Dean yang menimpali sembari ikut nimbrung di kursi dekat Aaron
Dua pemuda itu adalah sahabat Aaron sejak dari SMA sampai kuliah disini.
Kevin Stevano adalah pemuda bertubuh tinggi dan berkulit matanya sedikit sipit karena memiliki darah blesteran China Indonesia.
Sedangkan Ardean Rafandra, seorang pemuda bertubuh kekar, dan juga tinggi, mempunyai kulit sedikit sawo matang, rambutnya yang hitam lebat serta alis tebal dan sedikit berjambang tipis tipis memiliki darah blesteran timur Tengah. Yang terkenal memiliki brewok dan hidung mancung.
" Gue tadi ketemu sama Sheila... " ucap Aaron sambil membuang nafasnya dengan kasar.
" Ya jelas Lo ketemu dia, kan emang Lo satu kampus sama dia. " Timpal Kevin
" Kalau itu sih gue juga tahu begok. " Omel Dean sembari menonyor kepala Kevin
" Rese' Yan. " Sungut Kevin tak Terima
" Btw tadi gue lihat Lo sama dia jalan sama, terus tangan Lo juga digandeng sama tuh doi, kenapa di ajak balikan lagi ya Lo.? " Kali ini pertanyaan Kevin sangat tepat sasaran.
" Dari penerawangan gue sih juga yakin kali si Sheila nyesel udah mutusin Lo, secara Lo ini kan cowok limites edition, mana ada cowok solo yang speak ala ala artis korean kayak Lo, ditambah lagi Lo anaknya pak kades, siapa tahu aja setelah Lo lulus kuliah langsung jadi Lurah.. "Timpal Dean sembari terkekeh
" Bacot kalian berdua. " Aaron memukul lengan kedua sahabatnya
Dan dibalas oleh kekehan Kevin dan juga Dean.
" Eh ngemeng ngemeng, semalam Lo kemana? kita nyari nyari Lo di cafe malah udah nggak ada? " tanya Dean
Karena memang semalam mereka janjian di Cafe tempat biasa mereka nongkrong, mereka janjian untuk nobar sepak bola bareng di stadion, Kevin dan juga Dean berangkat satu mobil sedangkan Aaron berangkat dengan motor matic bututnya.
" Entahlah tiba tiba saja gua ngerasa kepala gue pusing banget setelah minum kopi yang gue pesen,dan gara gara minum kopi gue harus terjebak dengan satu peristiwa yang sama sekali nggak pernah gue bayangin sebelumnya. " Jawab Aaron dengan mimik wajah frustasi yang langsung mengundang rasa penasaran Kevin dan juga Dean.
" Maksud Lo peristiwa? peristiwa apa? Buruan cerita nggak Lo?! " Kedua pemuda itu langsung mendesak Aaron dengan nada penuh ancaman.
" Sebenarnya saat ini gue benar benar bingung, harus cerita sama siapa jujur gue benar benar pusing mikirin situasi gue saat ini, tapi kayaknya ada baiknya gue cerita sama kalian berdua, biar nanti kalau mau pinjam dulu seratus kalian nggak pelit sama gue.. " Tutur Aaron sambil menolah kanan dan kekiri bergantian menatap kearah kedua sahabatnya yang masih sangat antusias mendengarkannya.
Dia pun kembali menoleh kearah kanan kiri memastikan tidak ada mahasiswa lain yang mendengarkan obrolan mereka bertiga.
" Buruan cerita, lemot amat sih Lo.! " Timpal Dean yang sudah tak sabaran.
Aaron pun menarik tubuh Kevin dan juga Dean supaya lebih merapat padanya lalu mulai menceritakan yang sebenarnya.
" Gue semalam di gerebek di hotel bareng seorang wanita, dan pagi pagi sekali tadi gue langsung dinikahin sama abang si wanita itu.. " Ucap Aaron dengan nada setengah berbisik
" Yang bener Lo? Lo nggak lagi mimpi apalagi halu kan? " Sembur Kevin sembari melotot kearah Aaron begitu pun dengan Dean yang terlihat syok dan terkejut mendengar pengakuan dari sahabatnya itu.
TBC
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments