Regita di buat bingung setelah mobil Daffa mengantarkan tante dan om nya itu pulang ke rumah, bukannya membawanya pulang kerumah, Daffa malah membawanya kembali ke hotel dimana mereka digerebek.
" Lhoh bang kenapa malah balik ke hotel lagi? kenapa nggak langsung pulang saja.? " Tanya Gita dengan tatapan protes pada kakaknya.
Daffa yang sudah menghentikan mobilnya itu melirik kearah Gita lewat pantulan cermin yang menggantung didepan.
" Tadi abang sempat di kirimi pesan oleh salah satu pihak hotel katanya motor suamimu arggh motor si bocah tengik itu masih di parkiran, katanya suruh diambil. " Ucap Daffa setengah kesal jika mengingat Aaron sudah berstatus sebagai adik iparnya.
" Lah terus apa hubungannya sama aku bang, kenapa malah aku ikut dianterin kesini juga. " Seru Gita
" Ya kamu juga harus ikut temani suamimu yang bau kencur itulah ... "
" Maksud bang Daffa? " Tanya Gita sembari alisnya menukik tajam
" Temani dia ambil motornya lalu kalian pulang bersama ke rumah.! "
" Apa?! " Pekik Gita dengan suara setengah menjerit
" Nggak, Gita nggak mau enak aja pulang bareng sama dia... nanti kulit Gita kepanasan bang... " Rengek wanita muda itu
" Nggak usah membantah!abang bilang turun ya buruan turun." Titah Daffa tanpa bisa di ganggu gugat
" Huh dasar abang kejam.! " Gita memberengut kesal menatap sang kakak.
Mau tidak mau Gita pun menuruti perintah sang kakak, dengan wajah ditekuk dan kesal dia pun langsung keluar dari dalam mobil dan bertepatan juga Aaron yang juga barusan keluar dari mobil polisi
Setelah dua mobil itu pergi kini tinggal Aaron dan juga Regita yang tengah berdiri di lobi hotel.
" Ini semua gara gara kamu, abang saya jadi marah besar sama saya.. " Cetus Gita menyalahkan Aaron yang kini sudah berdiri sampingnya
" Yee kenapa harus nyalahin saya, salahin aja tuh abang kamu yang galak itu, kenapa tidak percaya sama adiknya sendiri malah ikut ikutan terprovokasi oleh tuduhan warga terutama paman dan bibimu yang menjadi provokator utama buat nikahin kita.. " Sahut Aaron yang sebenarnya kesal karena merasa dirinya selalu disalahkan
" Diam.. bikin kepala saya tambah pusing aja tau nggak. " Ujar Gita
" Mau kemana kamu..? " tanya Gita lagi saat melihat Aaron kembali melangkahkan kakinya.
" Ke tempat parkiran, ambil motor. " Seru Aaron yang melangkah terlebih dulu.
Sedangkan Regita dengan wajah kesalnya memilih mengekori Aaron dari belakang, sesampainya di tempat parkir Aaron pun langsung menghampiri motor meticnya
" Ngapain diem saja disitu? mau nginap disini lagi? sekalian honeymoon gitu? " Celetuk Aaron yang sudah menyalakan mesin motornya sembari menggoda sang istri
" Enak saja nginap ogah lah. " Balas Gita dengan ketusnya
" Lah terus mau ngapain terus berdiri disini? apa masih kurang nginapnya semalem hemm? " Goda Aaron sembari mengerlingkan mata nakalnya
" Tuh mulut jangan sembarangan ya kalau ngomong, ngaco banget.. " Sahut Regita dengan ketus sedangkan Aaron malah terkekeh geli melihat tingkah absurd wanita didepannya yang sudah sah menjadi istrinya itu.
" Yaudah buruan naik. " seru Aaron sambil menepuk jok motor maticnya.
Regita memberengut kesal, sambil menggeram. " Tapi saya nggak bawa masker, kamu ada helm nggak.? " Cicitnya
" Yaelah pakai masker segala, Yakali tuh muka takut amat kena panas, lagian panas matahari di waktu jam segini tuh panasnya sehat, bahkan pas musim waktu covid orang orang pada jemur di jam jam segini. " Cetus Aaron yang langsung membuat kedua mata regita melotot
" Heh. asal kamu tahu ya, kulit saya ini nggak boleh lama lama terkena panas nanti bisa alergi. " Elak regita yang memang faktanya dia sangat alergi dengan terik matahari jika terlalu lama kulitnya bakalan merah menahan.
" Halah bilang aja takut Hitam huh payah.. " Balas Aaron
PUG
" Haduh.. " Pekik Aaron saat Regitu menimpuk bahu kekarnya
" Sembarangan kalau ngomong, yaudah buruan jalan.! " Ketus Regita yang langsung naik diatas jok motornya Aaron
" Eh bentar bentar Kamu mau bawa saya kemana nih..? " Tanya Regita kembali mengurungkan langkahnya dan kembali turun dari jok motor.
" Ckkk apa lagi sih tante.. "
" Heh... ngomong apa kamu tadi.? " Sembur Regita menatap tajam kearah Aaron yang tanpa rasa bersalah
" Kenapa kamu malah turun lagi.? " Seru Aaron
" Memangnya kamu mau bawa aku kemana sih? "
" Ya pulanglah tante memangnya kemana lagi , kan kita ini sudah sah jadi suami istri. " Balas Aaron
" Enak aja kamu panggil aku tante, sejak kapan aku jadi tante kamu hah?! " Ucap Regita dengan wajah kesal
" Lah terus manggilnya mau kek gimana, secara kalau dari segi umur kamu itu lebih tua dariku jadi ya wajar dong aku manggil kamu tante.. "Rupanya Aaron senang sekali menggoda istri yang baru saja di nikahnya
" Lama lama semakin ngelunjak kamu ya, bener bener kurang ajar. " ketus Regita sembari mengepalkan tangannya.
"Becanda.udah buruan naik nanti keburu mataharinya diatas kepala kulit kamu bisa bisa melepuh lhoh" Seru Aaron dengan nada menakut nakuti Regita
Dan mau tak mau wanita itu akhirnya kembali menaiki jok motor Aaron dan duduk di belakang pria itu.
" Mau ikut ke kontrakan ku dulu nggak.? "
" Mau ngapain? "tanya Balik Regita
" Mau mandi, badanku gerah pada lengket semua. "
" memangnya kamu asli orang mana, kon ngontrak? " tanya Regita yang muncul mulai di liputi rasa penasaran.
" Sebenarnya sih saya orang jauh, disini saya merantau buat ngelanjutin pendidikan saya, eh nggak taunya malah dapatnya janda. "
PLAK
Regita langsung menggepak punggung tegap milik pria itu.
" Demen sekali kdrt, baru juga SAH.. " Seru Aaron sambil terus fokus menyetir.
" Kita langsung pulang ke rumah saya. "Balasnya singkat dan mendapat anggukan kepala oleh Aaron.
" Alamat rumahmu di mana? "tanya Aaron lagi
" Perum royal gading" jawab Regita singkat, dan Aaron langsung menancapkan gas motornya menuju alamat yang disebutkan Regita barusan
-----
Tak lama kemudian motor yang mereka tumpangi sudah berada di sebuah kawasan salah satu perumahan elit di ibukota. Betapa terkejutnya Aaron ternyata Regita membawanya di sebuah kawasan perumahan elit tersebut.
Bahkan wanita itu menyuruhnya untuk membawa motornya masuk ke dalam gerbang perumahan mewah tersebut hal itu membuat Aaron sedikit gamang.
" I ini rumahmu? "tanya Aaron sedikit gugup
" Iya ini rumah saya, kenapa memangnya jelek? " Balas Regita yang langsung membuat Aaron menggelengkan kepalanya dengan cepat
" Ini mah seperti istana, mewah sekali.. " Seru Aaron menatap takjub pada bangunan rumah megah yang berdiri kokoh di depannya.
" Kalau begitu saya balik pulang ke kontrakan saya aja ya. " Tutur Aaron sambil ingin menyalakan mesin motornya namun dengan cepat Regita mengambil kunci motor Aaron.
" Enak saja mau main kabur, setelah nikahin anak orang huh bikin ribet hidup orang aja.! " Cetus Regita
Aaron menyengir kuda. " hehe iya ya kita kan udah terlanjur nikah dan sudah jadi suami istri, terus gimana dong.? " Pancing Aaron sembari menampilkan deretan gigi putihnya sambil menatap bingung kearah Gita
" Yaudah buruan masuk, jangan bikin abang saya tambah marah.! " Ajak Regita yang langsung di balas anggukan kepala oleh Aaron lalu keduanya pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah mewah tersebut.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments