Gita terlebih dulu melenggang masuk kedalam rumah yang terlihat bagaikan seperti istana tersebut, sedangkan Aaron pria itu masih setia mengekori sang istri dari belakang.
Aaron terus memperhatikan isi rumah mewah tersebut yang membuatnya begitu takjub, dia sendiri masih tidak percaya apakah ini atau nyata, rasanya masih seperti mimpi dan dia tidak menyangka jika tujuan dia merantau ke ibukota meninggalkan kampung halamannya berakhir dengan menikahi seorang janda kaya raya.
Tak lama kemudian wanita muda itu sudah di sambut dua orang pelayan perempuan yang bekerja disana.
" Selamat siang nyonya,apa ada yang bisa kami bantu..? " Tanya sang asisten rumah tangga
" Si kembar sudah bangun belum bi? "
" Sudah nyonya, sikembar sudah selesai mandi dan rapi, sekarang mereka bersama dengan tuan muda. " Ujar sang bibi yang biasa di sapa bi indun
" Dimana mereka bi? "
" Ada di taman belakang nyonya, Nona Gracia dan nona Gretha mereka lagi di suapin sarapan sama suster Lily dan suster dini"
" Baiklah kalau begitu saya langsung keatas ya bi, mau rapi rapi dulu. " Ujar Gita sembari melanjutkan langkah menaiki anak tangga
Namun baru beberapa langkah, Gita pun kembali menghentikan langkahnya, sembari memutar badannya menatap kearah sana sudah ada beberapa pelayan yang masih setia di belakangnya, dia pun lalu kembali menatap kearah suami berondongnya yang masih berdiri di bawah anak tangga
" Oiya kalian jangan salah paham, perkenalkan dia suami baru saya, namanya Aaron, sampai disini kalian paham.?! " Suara Regina terdengar tegas dengan tatapan yang tak mau menerima pertanyaan dari manapun.
" Paham nyonya. "
Meski semua para pelayan tampak terlihat kaget dan tercengan namun tak sedikitpun ada yang berani bertanya, apalagi melihat tatapan sang nyonya yang terlihat tegas.
Para pelayan memahami sikap tegas dari sang majikan, semenjak berpisah dari sang mantan suami kurang lebih tiga tahun, wanita itu menjadi sangat sensitive dan bersikap dingin jika menyangkut hal hal pribadinya, wanita itu bersikap ramah dan lembut pada pelayannya dalam konteks pekerjaan saja maka dari itu para pelayan di rumahnya pun tidak heran jika wanita itu cukup mengalami perubahan yang signifikan setelah bercerai dari sang mantan suami.
Apalagi selama ini Gita tidak pernah membawa laki laki manapun ke rumah, dan memperkenalkan pada keluarga ini, maka dari itu mereka sangat percaya dengan apa yang di katakan oleh sang nyonya jika pria muda berwajah tampan itu memang suami baru sang nyonya.
Regita memang seorang janda muda yang kaya raya, dia pernah menikah dengan seorang pengusaha sukses hasil perjodohan dari kedua orang tuanya.
Setelah lulus SMA Regita di jodohkan dengan salah satu anak rekan bisnis sang papa yang kala itu usianya terpaut cukup jauh, yakni Regita umur Delapan belas tahun menikah dengan seorang pria pengusaha sukses yang waktu itu usianya delapan tahun lebih tua darinya.
Namun menginjak usia pernikahannya yang ke sembilan rumah tangga mereka retak karena hadirnya orang ketiga dari pihak mantan suami meski mereka berdua sudah di karuniai seorang putri kembar yang cantik cantik tak juga menyelamatkan biduk rumah tangga mereka yang saat itu berada di ujung tanduk padahal waktu itu usia sikembar baru menginjak satu tahun namun kedua orang tuanya harus berpisah.
Namun Regita masih beruntung karena masih mempunyai seorang kakak yang begitu mencintai kedua putri kembarnya sehingga kedua putri kembarnya masih bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah.
Setelahe mengintrupsi para pelayannya, Gita pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar yang terletak di lantai dua, Aaron pun mulai mengikuti langkah wanita itu dengan berjalan mengekori dari arah belakang.
Ceklek
Pintu kamar pun terbuka, terlihat kamar berukuran besar yang didalamnya sangat luas, kamar tersebut di dominasi warna ungu muda atau warna lilac kalau orang sekarang menyebutnya.
" Oh.. Jadi Benar kata orang orang kalau warna ungu itu identik dengan warna janda.. " Gumam Aaron dengan suara memelan namun masih terdengar oleh Gita membuat wanita itu langsung spontan menoleh kearah Aaron yang kini berdiri tepat di sampingnya
" Bilang apa kamu tadi? " Ketus Gita sembari menatap tajam kearah Aaron
"Enggak.! nggak bilang apa apa.. " Jawab Aaron dengan santai sembari menampilkan senyum lebar yang semakin membuat aura ketampanannya semakin memancar.
Entah mengapa melihat pria itu tersenyum membuat Gita menjadi terlihat gugup sendiri.
" Ehemm.. " Gita berdehem sejenak. " Ini kamar saya, kamu bisa tidur disini kalau kamu mau. " Sambung Regita lagi, sedangkan Aaron terlihat masih bingung
Regita mulai memperhatikan wajah suami barunya itu, wajah yang terlihat cukup tampan dengan tubuh tinggi tegap dan berbadan atletis memiliki hidung mancung dengan bibir tipis serta alis tebal dan juga rahang kokoh yang begitu tegas membuat aura ketampanan pemuda itu tak di ragukan lagi, sayangnya Regita kurang suka dengan sikap pemuda itu yang sedikit selengekan.
" Maksudnya saya juga harus tidur disini malam ini.? " Tanya Aaron dengan wajah polos dan bingung
Regita pun menganggukan kepala. " Ya. bukan malam ini saja tapi malam malam seterusnya selama kita masih berstatus sepasang suami istri. " Ucap Regita tanpa ada keraguan disana
" Tidur satu ranjang sama kamu? " Tanya Aaron dengan wajah yang tak bisa di baca membuat Regina semakin kesal
" Tentu saja! memangnya kenapa? " Kini Regita kembali menatap Aaron dengan lekat lekat membuat tubuh pria muda itu nampak tak bergeming.
" Tapi saya minta maaf tante, untuk saat ini saya belum siap untuk malam pertama.. " Celetuk Aaron dengan menampilkan wajah polosnya
Tentu saja hal itu membuat kedua bola mata regita melotot dan hampir saja keluar dari sarangnya.
" Lancang sekali kamu berbicara seperti itu,Sorry ya saya sama sekali tidak tertarik dengan pria sepertimu apalagi sampai berfikir kearah sana! paham kamu.?! "ketus Regita sembari mengibaskan rambut dan satu persatu melepaskan kalung hingga aksesoris yang sedari tadi menempel di badannya.
" Hmm. "
Aaron terlihat mulai mendadak diam sambil menatap kearah sang istri yang sedang sibuk melepaskan satu persatu aksesoris yang menempel di tubuhnya mulai dari
kalau, anting, jam tangan ,serta sepatu. dan terakhir wanita itu kembali membuka blazernya yang sempat di buka saat kejadian waktu penggerebekan tadi pagi. namun blezer itu kembali di buka oleh sang pemilik.
Aaron terlihat mematung sejenak melihat kulit putih polos yang kini terpampang didepannya, waktu penggerebekan tadi pagi dia tidak fokus dengan penampilan wanita itu, sehingga baru sekarang dia menyadari jika wanita itu memiliki kulit mulus putih bersih yang tentu saja mampu membuat wajah Aaron memanas.
Pria itu pun cepat cepat memalingkan wajah,saat Regita tiba tiba menoleh ke arahnya dengan mimik wajah ketusnya.
" Awas! jangan coba coba ngintip kamu ya.saya mau mandi! ! " Seru Gita memperingati Aaron dengan nada mengancam.
Wanita itu pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Aaron lalu menghela nafas kasar. mimpi apa dia semalam sehingga sekarang harus berada ditempat asing dan berakhir dengan menikahi seorang janda.
Aaron pun kembali mengedarkan pandangannya ke sekitar kamar yang berukuran sangat luas tersebut. namun tiba tiba saja pandangannya tertuju pada sebuah foto figura yang berukuran cukup besar menempel di dinding.
Foto seorang wanita cantik sedang memangku kedua putrinya yang berwajah kembar yang sangat mirip dengan wanita cantik itu sedang bermain ayunan di sebuah taman berhiaskan bunga sambil tersenyum lembar.
Dia yakin dua bocah perempuan berwajah cantik dengan pipi gembul yang menggemaskan itu adalah putri kembar sang istri, dan itu berarti tandanya sekarang menjadi putri sambungnya.
" Anak anaknya cantik cantik juga, mana lucu lucu lagi kembar pula eh betewe itu sekarang jadi putriku juga dong. secara kan emaknya sekarang udah jadi bini gue. " Gumam Aaron sembari mengusap tengkuknya yang tak gatal
" Ya Allah mau gue kasih makan apa tuh bocil bocil, gue aja belum kerja, duit juga masih minta emak bapak, lagian sekalipun gue nyari kerja serabutan mana cukup buat ngasih makan tuh bocil sama emaknya, yang ada cuma cukup buat beli deodorant emaknya doang. " Sambungnya lagi dengan wajah frustasinya.
Tbc
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments