Namun betapa terkejutnya Aaron saat melihat wanita didepannya itu melaksanakan apa yang Aaron minta barusan.
Regita pun mendekatkan garpu yang berisi sepotong steak ke arah mulut suaminya.
Hal itu tentu saja membuat Aaron terbelalak.
" Njir.. gue beneran disuapin.wah tapi ini nggak boleh terlewatkan. gas aja lah mumpung dia belum berubah pikiran. " Gumam Aaron yang langsung saja membuka mulutnya lalu menerima suapan dari regita.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan keduanya, dari kejahuan dengan tangan mengepal dan mata sorot tajam.
Setelah selesai makan, Regita akan langsung membayar semua makanan yang mereka makan disana. namun Aaron malah di buat syok sendiri ketika melihat bill pembayaran yang diserahkan waiters kepada mereka.
" Ini beneran? harganya? nol nya nggak salahkan?" tanya Aaron sedikit berbisik.
" Memangnya kenapa? menurut saya ini nominal yang wajar. " Ucap regita sambil membayar makanan tersebut dengan santai nya.
Sementara Aaron terdiam untuk beberapa saat.
" Sekali makan, langsung habis dua juta. itu malah jatah makan gue selama sebulan. Malahan juga sekalian buat bayar angsuran bulanan kontrakan. lhah ini sekali makan aja dua juta. yang benar saja. rasa rasanya gue nggak bakalan boker sampek sebulan deh. sayang banget dua juta masa' bertahan diperut dua jam" Gumam Aaron sembari mengusap perutnya.
" Kenapa? kok bengong? mau nambah lagi? kalau mau nambah nambah saja, mumpung sekalian masih disini" Tawar regita dengan santainya membuat Aaron tersentak dari lamunannya.
" Enggak. enggak. Yakali udah habis dua juta mau nambah lagi, rugi dong. " Celetuk Aaron sembari terkekeh.
" Ya nggak apa apalah kalau kamu mau nambah lagi.. " Balas Regita dengan santainya.
" Buset dah. tuh cewek apa nggak rugi ngasih gue makan yang nggak berguna ini dengan makanan harga selangit. gilak! benar benar menyala sekali istriku.. " Gumam Aaron lagi dengan kedua mata yang terus menatap kearah istrinya itu sambil terus mengembangkan senyum tipisnya.
" Hey? kenapa? kok malah melamun,? " Ucap regita sembari mengibaskan tangannya didepan wajah Aaron, membuat pria itu kembali tersadar dari lamunannya.
" Nggak apa apa kok, ini semua sudah selesai kan? " tanya Aaron dengan sedikit gelanggapan.
" Udah kok, yasudah ayok kita pulang. "Ajak Regita sembari beranjak dari tempat duduknya.
Wanita itu kembali memakai tas selempang berwarna cream yang terlihat sangat mewah tentunya dengan harga yang sangat fantastis.
" Ayok.. tapi saya izin sebentar ya.. " Ucap Aaron serasa mengikuti langkah istrinya itu.
" Izin kemana? memangnya kamu ada urusan?"tanya regita sembari menoleh sekilas kearah pria yang berjalan mengekorinya dari belakang.
Wanita itu pun berhenti dan menunggu Aaron dia berniat mensejajarkan dengan pria itu.
" Saya mau bawa motor saya ke bengkel dulu, setelah itu baru saya pulangnya pakai ngojol. " Jawab Aaron dengan suara pelan
Jujur pria itu takut ada orang lain yang dengar obrolan mereka, bukannya dia yang merasa malu. tapi dia malah takut regita yang akan malu jika mendengar ucapannya barusan.
" Memangnya ngojol itu apa ya. ? " tanya regita dengan wajah herannya.
" Ngojol itu ngojek online. jadi biasanya itu aku jadi ojek online untuk biaya tambah tambah uang jajan. kalau belum dapat kiriman ortu dari kampung." Jawab Aaron dengan wajah mendadak memelas.
" Astaga kenapa nggak ngomong dari tadi coba, mulai sekarang kamu nggak usah jadi ojol lagi. " balas regita dengan cepat.
" Memangnya kenapa? apa kamu malu kalau punya suami seorang ojol? "Tanya Aaron sembari menatap intens wajah wanita cantik tersebut.
" Bukan itu maksud aku. "
" Lalu---? "
" saya bisa kasih kamu pekerjaan kalau kamu mau. soalnya kalau ojol itu menurutku kurang cocok buat kamu. "Tutur regita yang membuat Aaron malah jadi nggak enak.
" Nggak usah Gita, saya nggak mau ngerepotin kamu, saya masih bisa kok cari pekerjaan sendiri.ya walaupun mungkin gajiku cuma cukup buat bayar sepotong steak tadi. " ucap Aaron sembari menghela nafas sambil mengulas senyum tipisnya.
" Sudahlah jangan terlalu memikirkan hal itu. aku tahu kamu ini sebenarnya orangnya pintar buktinya kamu selalu mendapatkan beasiswa kan? " Ujar regita sambil melanjutkan langkahnya.
" Iya juga sih pintar doang. tapi percuma susah kaya kalau nggak dapat warisan. " Ucap Aaron sembari mengikuti langkah regita bagaikan seorang anak yang mengikuti ibunya.
" Kamu salah, justru orang yang pintar itu malah mudah kaya. karena dia bisa berpikir lebih baik dalam mengelola keuangan. nanti aku akan carikan pekerjaan yang cocok buat kamu, untuk saat ini sebaiknya kamu fokus dengan kuliahmu." Tutur regita. sembari tersenyum kearah pria itu. setelah itu wanita itu segera masuk kedalam mobi.
" Sebenarnya dia itu emak gue apa istri gue sih? kok gue malah jadi ngerasa lagi diceramahin nyokap. " Gumam Aaron dalam batinnya sendiri.
Tak lama kemudian dia langsung buru buru masuk kedalam mobil dan duduk di kursi samping regita.
" Oiya malam ini aku ada acara arisan sama teman temanku, kamu nggak keberatan kan kalau kamu harus ikut..? "regita secara tiba tiba membuat pria itu langsung menoleh kearah wanita tersebut.
" saya ikut kamu arisan? memangnya sebagai apa? jangan bilang sebagai tukang kocok. --"
Seketika itu pula Regita langsung menoleh kearah Aaron dengan sorot mata yang berbeda.
"Sorry sorry maksud saya bukan itu. maksudku bukan ngocok yang lain tapi ngocok arisan.. " Ucap Aaron sambil menyengir sendiri.
" Saya ngerti kok, tapi niat saya ngajak kamu bukan untuk itu, aku cuma minta ditemani aja, karena mungkin aku pulangnya sedikit malam, soalnya aku nggak akan bawa sopir. makanya aku minta ditemani kamu, mau kan..? " Tanya Regita sambil menatap pria itu yang duduk disebelahnya dengan tatapan penuh harap.
Akhirnya Aaron merasa tak tega untuk menolaknya.
" Baiklah kalau begitu saya tunggu di luar saja ya malu soalnya. " Ucap Aaron yang sudah membayangkan situasi ketika Arisan pasti semua anggota arisan adalah ibu ibu semua.
" Terserah .gimana nyamannya kamu, sekarang kita beli baju dulu ya, soalnya nanti malam kamu harus memakai baju yang rapi. "ucap Regita sambil melajukaan kendaraan mobilnya.
" Jujur aja gue sebenarnya keberatan tapi nggak berani nolak. soalnya dia udah nraktir gue habis dua juta. " Batin Aaron sembari mengusap tengkuknya sendiri.
Tak lama kemudian regita membawa ke tempat sebuah pusat pembelanjaan. wanita itu terlebih dahulu kemudian diikuti oleh Aaron yang masih setia ngintilin istrinya.
" Ayok kita masuk. " Ajak regita sebelum masuk ke tempat pusat pembelanjaan tersebut.
mereka berdua datang ke sebuah mall, karena regita berniat akan membelikan baju ditoko langganannya.
Aaron kembali mengikuti langkah wanita itu,akan tetapi dia tidak berani mensejajarkan langkahnya dengan langkah Gita yang terlalu cepat menurutnya. entahlah kenapa dia merasa minder
jika harus berjalan dengan sang istri.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Ida Kurniasari
tolooong lucu bgtt Thor,semangattt
2024-11-07
0
D_wiwied
hmmm siapa ni, rangga kah
2024-11-06
0
D_wiwied
jiwa missqueen nya meronta-ronta yo ron /Facepalm/
2024-11-06
0