Setelah sarapan selesai, Semua kembali pada aktivitas masing masing.Daffa lanjut dengan pekerjaannya sebagai seorang abdi negara dan harus pergi dinas, sedangkan Gita kembali ke kantor dan Aaron kembali berangkat ke kampus, sedangkan anak anak ikut berangkat bareng daffa yang mengantarnya ke sekolah.
" Anak anak biar berangkat sama abang saja git. " Seru Daffa yang baru saja menyelesaikan sarapan paginya
" Baiklah kalau begitu.. " Balas Gita lalu beralih menoleh kearah kedua putri kembarnya.
" Sayang hari ini berangkatnya sama Papi daffa ya,nanti pulangnya mommy jemput. " Ucap Gita dengan lembut, ya panggilan papi pada daffa sudah melekat semenjak mereka masih balita dan ditinggal oleh papa kandung mereka, maka di situlah peran daffa sebagai seorang abangnya Gita pun di mulai.
" Oke Mommy.. " Jawab kompak putri kembar tersebut.
Daffa dan kedua ponakannya pun beranjak pergi menyisakan Gita dan Aaron di ruang meja makan.
" Ehemm.. sa saya permisi berangkat ke kampus dulu.. " Seru Aaron sembari berdehem memecah kecanggungan di antara mereka berdua
" Assalamualaikum. " Sambung Aaron mengucap salam lalu beranjak terlebih dari sana, meninggalkan Gita yang masih duduk terdiam disana.
Sesampai di tempat parkiran, Aaron pun langsung bergegas menghampiri motor matic miliknya yang berada di antara beberapa mobil mewah milik sang istri.
Namun tiba tiba saja motornya mendadak tak menyala alias mogok. dia bahkan berulang kali menghidupkan motor maticnya tersebut namun tak kunjung juga menyala.
" Astaga kenapa lagi sih motor, kenapa harus ngambek segala, nggak tau apa jam nya udah mepet. " Gerutu Aaron sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal
" Kenapa? " Tanya seseorang yang membuatnya terkejut. dia pun langsung spontan menoleh ke samping yang ternyata sudah ada Gita istrinya yang sudah berdiri disana.
" Nggak bisa nyala, maklum motor tua, dari jaman opahnya upin ipin masih orok sampek perawan.. " Jawab Aaron sambil menyengir kuda membuat Gita terdiam sesaat sembari mengulum senyum menahan tawa
" Terus kamu berangkat ke kampusnya naik apa?" tanyanya kemudian.
" Entahlah naik apa,naik kereta kelinci juga boleh.." Ujar Aaron yang nampaknya memang lelaki itu tipe pria yang jarang berbicara serius
" Yaudah kalau gitu buruan naik mobil, biar aku antar kamu ke kampus dulu sebelum aku berangkat ke kantor. " Titah Gita yang terlebih dulu berjalan mendahului Aaron.
Aaron kembali menatap kearah Wanita itu yang berjalan kedepan dan masuk kedalam sebuah mobil Lamborgini berwarna merah.
Mengetahui jenis mobil mewah sang istri, jangankan naik, menyentuh mobil itu saja rasanya seperti mimpi karena belum pernah sama sekali merasakannya.
" Hei.. kenapa malah diam disitu, ayo buruan naik " Ajak Regita yang membuat Aaron lebih mendekat lalu masuk ke dalam? mobil dan duduk di sebelah wanita itu.
Antara minder dan juga rasa kagum melebur menjadi satu, sampai sampai dia bingung harus ngapain, diantara kecanggungan yang tercipta sekarang diantara mereka berdua.
" Supir pribadi saya masih ambil cuti karena pulang kampung selama tiga hari kedepan, jadi saya sendiri yang harus menyetir. " Ujar Gita memecah keheningan.
Pria itu langsung mengusap tengkuknya yang tak gatal, dia sebenarnya ingin menawarkan diri untuk menyetir mobil itu namun kembali terurung mengingat harga mobil mewah itu mampu membuatnya merinding disko.
" Oh ya soal tadi pagi saya terpaksa harus mengenalkanmu pada semuanya sebagai suami saya, karena saya tidak mau pandangan mereka jelek terhadap Saya dan juga kamu, Saya juga tidak ingin mereka salah paham sama saya dan dipandang buruk oleh orang orang disekitar saya. " Tutur Gita secara tiba tiba yang membuat Aaron langsung menoleh kearah wanita itu
" Oke nggak masalah! . lagian aku tahu pernikahan ini karena terpaksa makannya kamu pun mengenalkanku sebagai suamimu pada semua orang yang ada disana dengan terpaksa, dan aku bisa memahaminya kok. " Balas Aaron dengan suara lirih dan wajah memelas.
Membuat Regita langsung spontan menoleh kearah samping.
" Bukan seperti itu maksud saya.. emm seharusnya kamu sudah pahamlah maksud saya, karena sejujurnya saya sendiri masih shock dan kaget karena kita tiba tiba harus menikah jujur saya juga masih menduga jika saya memiliki suami yang sama sekali tidak saya kenal sebelumnya.. " Ujar Gita mencoba menjelaskan arti dari perkataan yang barusan.
" Ya sama kalau gitu, saya pun juga kaget tiba tiba harus menikah sama orang yang nggak saya kenal sebelumnya. " Timpal Aaron yang langsung membuat Gita kembali menoleh kearah pria itu.
" Ck... Astaga sepertinya kita tidak perlu membahas soal ini sekarang... " Ucap Gita yang kembali fokus menyetir.
" Baiklah, kalau gitu kita bahasnya nanti di kamar saja... " Balas Aaron dengan santainya yang lagi lagi membuat Regita langsung menoleh kearahnya.
" Oke Oke aku paham wajahku memang tampan, tapi alangkah lebih baiknya jika sebaiknya kamu lebih fokus menyetir dari pada terus mencuri curi pandang ke arahku... " Celetuk Aaron sembari mengulum senyum penuh percaya diri.
" Cih pede sekali jadi orang. cepet katakan di kampus mana kamu berkuliah.. ? " Balas Regita sembari melempar tatapan sengit dan juga mengalihkan arah pembicaraan.
" UI.. " Jawab Aaron singkat setelah itu Regita kembali menancapkan gas mobilnya menuju tempat kampus yang di sebutkan Aaron barusan.
Tak lama kemudian mobil yang mereka naiki sudah tiba didepan kampus Aaron.
" Sudah sampai. " Ucap Gita setelah wanita menghentikan mobil mewahnya didepan kampus tersebut.
" Iya. Yaudah aku turun dulu, terimakasih banyak istriku. " Ujar Aaron dengan senyum menggoda.
Sedangkan Regita hanya terdiam sembari menatap Aaron dengan dingin.
" Oh ya sampai lupa. salim dulu gih sama suami. " Ujar Aaron sembari menyodorkan tangan kanannya kearah Gita.
" Buruan cium punggung tangan suamimu yang mau menimba ilmu ini.. " Titah Aaron yang sebenarnya hanya iseng dan niat menjahili istrinya tersebut.
Namun hal tak terduga pun terjadi, tiba tiba saja Regita menerima uluran tangan Regita, kemudian wanita itu pun mencium punggung tangan milik Aaron yang langsung membuat pria itu spontan terkejut.
" So sory Sa saya tadi cuma bercanda..." Ujar Aaron dengan gugup "eh nggak taunya malah ditanggepin beneran.. " sambungnya lagi.
Dia sadar diri dan sadar posisi siapa dirinya sekarang, dia merasa tak pantas menjadi suami Regita.
" Ck.. buruan turun nanti saya bisa telat datang ke kantor. " Ketus Regita yang kembali ke mode awal aura dinginnya.
" I iya iya sekali lagi terimakasih ya,oiya titip motor ku ya, saya minta jangan di buang ke tong sampah. "
" Hemm. "
Pria itu lalu langsung turun dari mobil mewah itu dan berjalan keluar dari mobil, sedangkan Regita masih tetap memperhatikan Aaron sampai pria itu memasuki gerbang kampus tersebut.
Lama memperhatika suami brondongnya tersebut, Regita akui jika memang pemuda itu mempunyai wajah yang tampan dengan penampilan menarik, namun Hal yang membuat Regita tak suka gayanya pria itu yang sedikit selengekan disamping itu karena perbedaan usia mereka yang lumayan cukup jauh jaraknya, membuat wanita itu merasa tidak sepadan.
Regita kembali memicing ketika melihat Aaron di hampiri seorang wanita yang terlihat merangkul lengan kokoh suaminya tersebut.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments