" Nih cewek kayaknya benar benar anak orang tajir, secara dia punya abang isolop eh polisi maksud gue, terus gue tadi sempet dengar dari tantenya pimpinan perusahaan, rumahnya aja gedong ,di depan halaman rumah banyak mobil mewah, pasti hartanya sangat melimpau. lah gue punya apa coba, masa depan aja belum jelas kapan hilalnya. Gue kesini cuma punya harga diri doang cukss, lah terus gimana entar kalau emak bapak gue tahu gue nikahin janda anak dua, kira kira emak bapak gue bisa napas kagak ya atau langsung kejang kejang. arggh begok Ron Lo banget Ron. " Gumam Aaron yang mengumpati dirinya sendiri
Tanpa dia sadari ucapannya barusan terdengar oleh wanita cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Kamu kenapa mondar mandir nggak jelas kayak gitu.? " Pertanyaan Regita membuat Aaron langsung menoleh kearah wanita itu
Terlihat wanita itu keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun lengan pendek, gaun pendek yang memiliki warna ungu muda itu terlihat sangat pendek hanya sampai di atas lutut, menampilkan paha mulus itu terekspos jelas di depan sana.
" E enggak aku cuma ngeras gerah aja.. " Jawab Aaron ambigu menahan wajah gugupnya
Kedua alias Regita menukik ke atas. "maksudnya? "
" saya ingin mandi, badan saya dari tadi lengket semua. " Terang Aaron yang entah kenapa jadi tambah semakin gugup
" Oh yaudah kalau buruan mandi sana. "
Wajah Aaron tiba tiba mendadak pias. Rasa gugup kembali lagi menerpanya. tubuh Regita benar benar sangat seksi di balik gaun tidur tipis tersebut, kulitnya benar benar sangat terekspos semua, sebagai laki laki normal dia akui Regita memang sangat cantik , wanita itu memiliki tubuh sangat ideal kulit putih mulus tanpa celah, siapapun yang melihatnya pasti sangat merasa beruntung seperti dirinya saat ini.
" Eh malah kok bengong disitu. buruan mandi, nanti setelah itu kita turun kebawah buat sarapan bareng sama bang daffa dan ketemu anak anak . " Seru Gita membuyarkan lamunan Aaron
" Eh i iya.. tapi--"
" Tapi apa? "
" Nanti kamu bakal ganti baju kan..? " Tanya Aaron dengan wajah polosnya, entah kenapa dia kurang suka jika Regita memakai pakaian pakaian se seksi itu keluar dari kamar, apalagi pasti diluar sana banyak pasang mata yang melihatnya bukan hanya daffa meski pria itu kakak kandungnya wanita itu melainkan pasti banyak pelayan juga disana, rasanya dia seperti tidak rela melihat istrinya berpenampilan begitu.
Gita menghela napas lalu memutar bola matanya jengah.
" Kamu pikir saya nggak punya rasa malu, keluar kamar berpakaian seperti ini, ya jelas gantilah nggak usah kamu ingetin juga saya sudah tahu sendiri apa yang harus aku lakuin. " Sungut Gita dengan wajah menahan kesal
Kepala Aaron mangut mangut" Oh jadi kalau di depan saya kamu nggak malu berpakaian seperti ini.? "
Kini giliran wajah Gita yang berubah pias, tiba tiba rona pipinya memerah, namun secepat mungkin Gita bisa menetralkan rasa gugup yang tiba tiba kini mulai menghinggapnya.
Entahlah Regita benar benar Lupa atau memang sudah menjadi kebiasannya jika selesai mandi wanita itu langsung memakai gaun tidurnya, dia mungkin lupa jika sekarang di kamar tidurnya bukan hanya ada dirinya namun ada sosok baru yang bakal jadi penghuni baru di kamar ini.
" Ya kenapa mesti malu, kamu kan suami saya. " Ketua Regita yang mulai menetralkan jantungnya yang sepertinya sudah mulai tidak aman.
Aaron pun terlihat menyunggingkan bibirnya lalu perlahan kembali mendekat kearah wanita tersebut yang wajahnya mulai di landa rasa panik.
" Eh mau apa kamu? ngapain dekat dekat..?! " Cetus Regita menatap tajam kearah Aaron yang kini mulai mengikis jarak diantara keduanya. bahkan jaraknya kini mungkin hanya sejengkal saja.
Regita mulai terpojok dengan tubuh merapat kearah meja rias, sedangkan Tubuh kekar Aaron kini sudah berani mengukung tubuh rampingnya, dengan kedua tangan kekar tersebut menempel di kedua sisi meja rias milik wanita itu.
" Ma mau apa kamu? jangan macam macam! " Ucap Gita dengan suara sedikit terbata dan wajah gugupnya
Sedangkan Aaron, pria itu nampak tak bergeming sembari tetap diam menatap lekat lekat wajah cantik sang istri yang terlihat sangat gugup. kemudian pria itu kembal sejenaki mengukir senyum manisnya lalu setelah itu kembali menegapkan tubuhnya.
" Saya mandi dulu. " Ucap Aaron dengan suara berat, lalu setelah itu segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
Tentu saja hal itu membuat Gita merasa bisa bernapas lega, setelah pria itu berhasil membuat kerja jantungnya tidak akan
" Dasar Pria Gila. " Umpat Regita sambil memegang dadanya yang merasakan degub jantungnya tiba tiba berpacu dengan cepat.
Setelah itu Gita pun masuk kedalam kamar ganti untuk mengganti pakaiannya.
Tak lama kemudian Aaron keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit diatas perut rata dan menampilkan dadanya yang bidang meski roti sobeknya belum kentara terlihat namun mampu membuat Regita yang baru juga saja keluar dari kamar mandi setengah menjerit.
" Arggghh.. kenapa mesti berpenampilan kayak gitu.! " Pekik Gita yang langsung sponta menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya
Aaron pun juga ikut kaget mendengar Istrinya itu setengah menjerit, beruntungnya kamar itu memiliki kedap suara sehingga mau berteriak sekeras apapun tidak bakalan ada yang mendengar.
" Hei kenapa kamu teriak teriak. " Seru Aaron dengan wajah bingungnya.
" Buruan pakai bajumu.! " Seru Gita sembari menekan suaranya, namun posisinya masih sama menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"Ckkk kayak nggak pernah lihat cowok bertelanjang dada saja, kayak masih perawan aja padahal udah tante tante lagi. " Celetuk Aaron yang langsung membuat Gita spontan membuka wajahnya
" Bilang apa kamu tadi hah? " Sembur
Gita yang langsung menerjang tubuh Aaron dengan memberi serangan bertubi tubi dengan cara mencubit bagian perut rata milik pria tersebut
" au au au aduh sakit tau. " Aaron kini menggaduh karena istrinya berkali kali memberi serangan padanya dengan cara mencubit perut, punggung hingga lelangan kekarnya
" Rasain , rasain rasain,punya mulut tapi nggak bisa di jaga huh.. " Seru Gita yang terus mencubit Aaron tanpa ampun
" Au au sakit woy..." Aaron berusaha menghindar namun wanita itu terus saja menyerangnya dengan cara mencubiti bagian tubuh Aaron yang masih bisa dia jangkau
Hingga akhirnya Aaron mendapat kesempatan mencekal kedua tangan Gita lalu mendekap tubuh sang istri hingga Wanita itu tiba tiba terjungkal diatas ranjang karena sempat memberontak, alhasil tubuh Ramping Gita yang tadi jatuh diatas ranjang kingsize tersebut tertindih dengan tubuh kekar milik Aaron. namun pria itu masih bisa menahan tubuhnya dengan kedua lengan kekarnya bertumpu dimasing masing sisi ranjang tersebut.
Hingga yang terlihat orang lain saat ini adalah Tubuh kekar Aaron mengukung tubuh Ramping Gita diatas ranjang.
Brak...
" Mommy Mommy.... "
Terdengar suara teriakan dua bocah kembar yang kini baru saja masuk ke dalam kamar tersebut, membuat tubuh Aaron dan juga Gita langsung menegang.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments