Aku terdiam tak langsung menjawab kak yusuf.
"Nisa.. Ada masalah apa?" kak yusuf seperti tau kalau aku banyak pikiran.
"Nisa mimpi kak.."
"Mimpi?"
"Iya, mimpiin indra.. Dia pergi jauh banget, gak balik lagi. Mimpi ini udah berkali kali nisa alami. Seperti firasat kak.. Nisa jadi takut kalau indra beneran pergi kak." kataku sedih.
Kak yusuf mendekatiku..
"Rejeki, maut ,jodoh sudah suratan allah nisa.kalau kalian berjodoh,sejauh apapun kalian berpisah,kalian pasti akan dipertemukan juga diwaktu&tempat yg nggak bkal kalian sangka.pasrah kan aja ke allah.kakak yakin,allah tau yg terbaik buat kamu." kata kata kak yusuf mampu menyadarkan ku.
Aku memang terlalu takut allah mengambil indra dariku. Aku harus yakin,rencana Allah adalah yang terbaik.
Tak lama kak Adam datang dengan kak Shinta.
"Eh pada ngumpul di mari. Serius amat ngobrolnya.."
"Biasa kak. Curcol." kak Yusuf melirikku.
"Lagi berantem?" kak adam penasaran.
" enggak! Sok tau." kataku menanggapi.
"Eh.. kalian inget tante Marisa, kan?pas nikahan kakak kemarin dateng?" tanya kak adam.
"Iya,,kenapa kak?" tanya kak yusuf.
"Kayaknya papah lagi deket sama tante Marisa deh. Kamu setuju nis kalo papah sama tante marisa?"
"Setuju.." jawabku datar. Aku juga merasakannya, papah dekat dengan tante marisa.
"Ih jutek amat."
"Nisa mau kak shinta bikinin teh?" kata kak shinta.
"Eh gak usah kak.. Nanti nisa bikin sendiri aja.." aku merasa sungkan.
Kak shinta memang sangat baik dan perhatian.
Indra masuk ke halaman rumah kami menaiki motor.
Tumben naik motor, pikirku.
"Wah, pujaan hati nongol juga nih.. Pak polisi ditungguin dari tadi juga. Lama amat gak dateng dateng.ni adek saya uring uringan mulu dari tadi.." ledek kak adam.
Aku melempar kak adam dengan buku yang kupegang.
"Aku bikinin minum dulu ya ndra.." setelah dia duduk bersama kami.
"Nah gitu dong. Semangat. Dari tadi kek.. kakak sekalian ya.."
Aku hanya menjulurkan lidah sambil berlalu ke dapur.
Kak shinta menyusul ku kebelakang.
"Kakak bantuin yaa..." kata kak shinta lembut.
"Makasih ya kak.. Mudah mudahan kak shinta betah ya di sini. Nemenin papah juga, jadi papah gak sendirian di rumah.."
"Insha allah Nisa.. Ini mau bikin teh semua apa gmn nis?" tanya kak shinta mengambil cangkir dari lemari makan.
Aku melamun. Entah kenapa aku tidak bisa fokus beberapa hari ini.
"Nisaa..." kak shinta memegang bahuku yg otomatis menyadarkanku.
"Eh iya kak.. maaf.. gimana tadi?"
"Kamu kenapa? ada masalah?"
Aku menggeleng.
"Kalo ada masalah atau nisa pengen cerita, bisa ngobrol sama kakak ya."
"Nisa cuma bingung aja kak.perasaan nisa akhir akhir ini gak enak. Soal indra."
Kak shinta tersenyum," doakan saja yg terbaik ya nis.. Insha Allah, Allah akan memberikan yg terbaik."
Aku tersenyum mendengar kata kata kak shinta.
Beruntung sekali kak adam, mendapatkan istri seperti kak shinta.
***
Selesai membuat minum kami ke depan.
Indra kulihat sedang mengobrol dengn para kakakku.
"Minum dulu yaa.." kataku sambil meletakkan cangkir ke meja.
"Niss.. Ganti baju buruan.. Mau diajak kencan sama aa nih.." ledek kak adam.
"Mau ke mana emang ndra?"
"Main aja yuk.. Terserah kamu mau kemana.."
Aku tersenyum dan segera berlari ke kamar, ganti baju kilat dan kami pergi naik motor indra.
"Tumben pake nya motor ndra" tanyaku saat kami sudah di atas motor.
"Iya, biar bisa dipeluk kamu" katanya manja.
Aku cubit saja pinggangnya.
***
Kami pergi ke mall.
Aku berhenti di sebuah toko acesoris.
Aku mengajak indra masuk.
Kami melihat lihat banyak kalung, gelang, anting di sana. nanya juga ladies, kalau liat beginian ya pasti matanya bersinar terang.
Indra menyodorkan ku dua buah kalung yg motif dan liontinnya sama.
Aku menyetujuinya untuk membeli kalung itu.
Kami ukir dengan nama kami masing masing.
Kalung ini berbahan perak.
Jadi tidak akan luntur walau dipakai bertahun tahun.
***
Puas jalan jalan kami pulang segera.
Indra memang sangat menghargai waktu dan tepat waktu. Katanya dia janji ke kakak ku bakal pulang sebelum jam 8 malam. Jadi jam 7 kami sudah akan pulang.
Entah kenapa malam ini aku sangat merindukan nya.
Sampai sampai saat indra pamit akan pulang,aku masih menahannya.malah aku menyuruhnya untuk menginap.
Tapi indra menolak. Tidak enak katanya.
Indra pulang ke rumahnya pukul 21.00
Lalu mengirimiku pesan BBM.
"Mimpi indah sayang.. Love you."
"I love you too ndra.."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Suminasa
hati2 ndra
2021-02-09
5
Miss GH
ia aku takut, arif suka jadi sama nisa..nanti indra kecelakaan disangka sudah meninggal tapi kenyataan nya nanti ketemu lagi
2020-12-30
14
_@syahira zalsa bella@_
ih sosweet banget deh
2020-12-27
3