Selesai sarapan kami berangkat ke kampus ku. karena dekat hanya 5 menit kami sampai di kampus.
Indra menurunkanku didekat fakultasku. disana sudah ada Ferli, Feri , Indah,dan Nindi.
mereka adalah sahabatku.
Aku turun dari mobil. tapi sedikit sulit untuk berjalan.
" Awww.. " masih nyeri rupanya jika melakukan gerakan yang tiba tiba.
" Kamu nggak papa Niss? "
Indra bergegas turun dari mobilnya membantuku berdiri.
" nggak apa apa Ndra. masih sedikit nyeri aja. " kataku sambil memegang kakiku yang sakit.
" Aku papah ya "
" nggak usah, Ndra. kamu berangkat aja. nanti telat lho. "
" Isshh-- udah nggak papa. " katanya bersikeras.
Sampai di dekat teman-teman ku , mereka berhambur mendekat.
" Nissss-- kamu kenapa?? " tanya Ferly heran.
Teman-teman ku yang lain pun sama.
" Eum-- nggak papa kok. keseleo doang, Fer.. "
" Kamu semalem nggak balik kos Niss? " tanya Indah.
Aku pun menatap Indra, Indra pun demikian.
" Eumm iya-- kenapa emangnya, Ndah? "
" Aku mau nginep kos kamu, katanya kamu minta aku temenin tidur dikos. " Indah sedikit bete.
" Aisshh-- aku lupa Ndah. maaf yaa.. " Aku benar- benar tidak enak.
Karena kejadian kemarin aku sampai lupa kalau aku sudah janjian dengan Indah.
Ponselku juga mati belum sempat ku charger.
"Eh-- Niss.. ini siapa? " tanya Nindi.
"Ah-- iya. ini Indra.. jadi semalem aku ketabrak mobil Indra. gara-gara nya....." aku menghentikan kalimatku.
Indra kemudian menyalami semua teman temanku untuk memperkenalkan diri.
" Kamu dikejar setan lagi?? " tanya Indah yang sudah tau penyebabnya.
" Yaahh-- gitulah.. aku nggak perhatiin jalan, jadinya gitu deh. "
" ya ampun... tapi nggak papa kan Nis? "
" Alhamdulillah nggak papa. cuma lecet aja. "
Indra menatap jam yang melingkar ditangannya.
" Ya udah Nis.. aku balik kantor dulu ya.. oh iya no hape kamu berapa? " tanya Indra yang membuat teman teman ku saling melirik dengan tatapan meledek.
Setelah aku memberikan nomer hapeku, Indra segera pergi. kembali bertugas.
Aku berjalan masuk kelas dengan dibantu teman- temanku.
" Kamu nginep dirumah Indra Niss?? " tanya Indah penasaran.
"Eumm--iyap.. Di kosnya. kebetulan deket sini. semalem udah nggak karuan deh badanku, jadi aku nginep dikos Indra. "
" Oooo-- tapi ganteng juga Niss hihihi" kekeh Ferly .
yang diikutin tatapan tajam Feri .
Dan dosen kami pun datang.
****
Selesai kuliah, Aku dan teman- teman hendak ke kantin kampus. jalanku pun masih tertatih.
Kriiingggg!!!
Ponselku berdering.
Siapa ya , pikirku. nomor baru .
"Haloo..."
"Nisa?"
"Iya bener--siapa ya? "
"Ini Indra. "
"Oooo- Indra.. iya. gimana Ndraa "
" Kamu udah balik kuliah? "
" Eum-- baru aja nih keluar kelas. mau ke kantin sama yang lain ."
" Ohh gitu. ya udah-- Kaki kamu gimana? "
" Yaa--- biasa aja ni Ndra. paling ntar aku bawa ke tukang urut aja deh . "
" Eh-- nggak usah. kita ke rumah Olive aja gimana ? mamahnya Olive pinter mijit. pasti kamu langsung sembuh . "
" Oh gitu ya. eum-- boleh deh. kapan kesana? "
" Nanti sorean ya. selesai aku kerja. aku jemput kamu.
eum--mau dijemput dimana? "
" Nanti aku kabarin lagi ya Ndra ."
" Oh iya deh-- oke . ya udah. hati hati ya , Niss. sampai ketemu nanti. "
"Iya, Ndra. kamu juga hati -hati."
Telfon pun diputus.
"Indra?" tanya Indah menatapku .
" Heem.. "
" Cieeee---- kayanya mulai ada. sesuatu nih. " ledek Nindi .
" Apaan sih ah.. "
" Ya habis, ampe nginep segala pula. hehe "
" Ngawur.. !! " kataku malu .
Tibalah kami dikantin.
Aku memesan lemon tea. teman temanku memesan makanan. Indah lah yang paling banyak makan diantara kami.
Kami mengobrol bersama seperti biasanya.
Merekalah yang paling mengerti aku selama ini. kami bersahabat dari SMU . jadi tidak heran jika kami sangat akrab sampai sekarang.
***
Selagi aku menunggu Indra datang , aku pergi ke kos Nindi. kami berkumpul diKos Nindi.
Kos nya agak dekat dengan Kos Indra. hanya saja Kosnya Nindi lebih horor dari Indra. makanya aku tidak berani disini lama lama.
Tak lama indra datang , sebelumnya memang sudah ku sms keberadaanku .
Saat teman temanku sedang mengobrol, Indra mengetuk pintu kamar Kos Nindi.
Tok tok tok..
" Yaa-- sebentar...." Nindi membuka pintu ," Oh kamu--- masuk dulu Ndra.
Nisss--Nisaaa---Indra dateng. "kata Nindi setengah berteriak.
"Suruh nunggu bentar" kataku yang sedang di kamar mandi.
Aku memutuskan mandi dulu sebelum pergi dengan Indra. tidak lupa sholat ashar.
"Sorry, Ndra-- nunggu lama ya" kataku setelah selesai berdandan di kamar nindi.
" Nggak kok. kebetulan juga lagi ngobrol sama temen- temen kamu nih "
Kulihat mereka senyum2 mencurigakan.
"Kalian ngomongin apaan coba???"tanya ku dengan tatapan mengintimidasi.
karena aku hapal betul teman- temanku ini seperti apa.
"Apaan sik-- Buruk sangka mulu kamu ah" kata Nindi sambil cekikikan.
" ya udah. Yuk Ndra pergi sekarang . "ajakku .
Indra pun pamit ke teman- temanku.
" Eheeeemmmm..."
" ati ati ya Ndraaa.."
" jagain Nissa lho . awas kalo kenapa- kenapa "
Indra hanya tersenyum menanggapi mereka .
***
Di mobil Indra..
"Jangan dengerin omongan mereka ya , Ndra . biasa , suka iseng . " seolah aku tau apa yang mereka bicarakan tadi.
" Hehehe-- iya Niss. santai aja ." katanya masih sambil fokus menyetir.
" Oh iya , kamu masih sering ke rumah Olive Ndra? " tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"Ya--- kadang- kadang sih.. ini udah 3 mingguan aku nggak kesana . "
Aku hanya ber-oh- ria .
Kulihat dijok mobil belakang .
Olive ada disana sedang duduk memperhatikan kami.
Wajahnya pucat , tercium aroma bunga kenanga .
Aku tau , kalau seseorang meninggal , ruh nya akan kembali kepada Allah .
Aku tidak tau , sosok Olive sekarang itu jin qarin nya Olive/jin kafir yang ingin iseng .
Tapi aku penasaran dengan apa yang sebenarnya menimpa Olive dulu .
Sampailah kami dirumah Olive .
halamannya luas , ada banyak bunga disana .
Dan kulihat ada seorang wanita paruh baya sedang memetik bunga mawar yang indah merekah .
" Itu mamah Olive . yuk turun "ajak Indra .
Aku pun turun dan berjalan pelan dibelakang Indra .
"Assalamualaikum Tante..."
" Wa alaikum salam , ehhh Indra . ya ampun lama banget nggak kesini . sehat kan ? "
" Alhamdulillah sehat , Tante "
Aku menatap Olive yang berdiri disebelahku . entah kenapa sekarang aku tidak takut lagi kepada Olive .
Mungkin karena aku tau kalau Olive tidak akan menyakitiku .
Olive memandang sedih ke ibunya .
Aku menatapnya haru .
kasian sekali .
" Siapa itu , Ndra " tanya mamahnya Olive yang heran melihatku .
" Ah-- iya , itu Nissa teman Indra tante . eum-- kaki nya keseleo.. bisa tolong diurut? "pinta Indra .
Aku kemudian mendekat dan bersalaman dengan Mamah Olive, aku juga mencium punggung tangan beliau .
Mamah Olive malah menangis sambil menatapku.
Aku bingung dibuatnya .
salahku apa yah? baru kenal padahal .
" Kamu mengingatkan Tante sama Olive.." katanya.
Mengingatkan sama Olive? perasaan aku nggak ada mirip mirip nya sama Olive. bagian mana ya yang mirip .
"maaf Tante...." hanya itu yang mampu ku ucapkan .
" nggak papa kok cantik... Nama kamu Nissa? ini -- pacar/temen Ndra.." ledek Mamah Olive .
" Temen kok Tante . kita aja baru ketemu kemaren.." kataku.
" Lho-- kok gitu? " tanya Mamah Olive heran .
" Iya , Indra nggak sengaja nabrak Nisa dan sekarang dia keseleo Tante.." tutur Indra.
" Oalahh-- ya udah, yuk masuk dulu. anggap rumah sendiri ya . "
Kami pun masuk ke Rumah Olive dan duduk diruang tamu .
Aku melihat foto yang terpampang di dinding rumah Olive. kuamati satu persatu.
Kulihat Olive pun demikian . dan Olive seperti menatap dengan penuh marah sambil menangis menatap salah 1 foto itu.
Aku mendekatinya, ini foto keluarga besar Olive.
Mungkin Olive sedih . tapi kenapa matanya memancarkan kebencian yang mendalam .
Aku memandang Olive , dia menunjuk salah 1 orang di foto itu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Fitri wardhana
kyaknya keluarga olive yg bunuh y kk??
2022-07-25
0
Ayar
semakin ke sni semakin merinding
2022-04-02
1
Atik Atikah
alfhaljsgsajldshlakgk
2022-03-01
2