Seorang pria yang mungkin umurnya 5 tahun lebih tua dari ku .
Olive menatapku seolah memberikanku petunjuk.
" Ndraaa--- ini siapa ? " tanyaku ke Indra .
Indra yang dari tadi duduk memperhatikanku , beranjak dan mendekatiku .
" Oh-- itu, dia Kakak nya Olive.."
" Kakak??? "tanyaku heran .
Kenapa Olive benci sama Kakaknya. ada masalah apa mereka.
Ku tengok Olive. ternyata dia sudah menghilang.
Ah--- siaalll.
aku tidak bisa bertanya ke Olive lagi . mungkin karena Indra mendekat kepadaku tadi .
" Mereka akur kan?? "tanyaku .
" Eumm , kenapa Nis? kok kamu nanya gitu? " Indra heran.
" Mereka akur kan, Ndra?? " tanyaku lagi tanpa memperdulikan pertanyaan Indra .
" Eumm-- setauku sih akur- akur aja, Niss. cuma entahlah-- dia Danar , dia Kakak tirinya Olive. " tutur Indra .
Dan perkataan nya barusan , membuatku sedikit demi sedikit paham maksud Olive.
"Oooo ---- gitu."
Tak lama Mamahnya Olive datang dengan Danar.
" Maaf ya lama--- oh iya , ini kenalin-- Danar , kakaknya Olive "kata Mamahnya Olive .
" Nissa"
" Danar"
Saat aku bersalaman kulihat tidak ada yang aneh dari Danar .
Tapi tunggu--- tato??
di punggung tangan Danar ,ada tato seperti yang ada dimimpiku semalam. orang yang ada di mobil Olive , sebelum Olive naik mobil dan kecelakaan.
Aku menatap lekat-lekat tato itu. memastikan itu tato yang sama seperti yang kulihat semalam di mimpiku.
" Kenapa? "tanya Danar yang heran melihatku diam menatap tatonya.
"Eum--- itu bagus tatonya .."
"Ooohh-- Iya. keren ya.."katanya sambil menunjukkan tato nya itu.
" Itu bukannya gambar--- " ucapku yang sengaja tidak ku lanjutkan .
" Devil-- " Danar menjawab dengan lantang.
" Kenapa harus Devil ?" tanyaku heran.
"Eum--suka aja.. "Katanya singkat.
psycho!!!
" Ya ampun-- asik banget ngobrolnya . minum dulu Niss-- ayo Ndra-- kamu juga ."kata Mamah Olive .
Sementara aku masih saja menatap Danar penuh curiga.
Indra seperti mengerti kegelisahan ku kepada Danar.
Dia menyentuh bahuku untuk menyadarkanku dari tatapan mataku yang terus menerus ke danar.
"Niss--- minum dulu tuh"kata Indra.
"Eh-- iya Ndra.. Makasih ya Tante. pake repot- repot" kataku .
"Jadi mau diurut?" tanya Mamah Olive .
" Duh-- nggak enak sebenernya Nissa. nggak sopan ya.."kataku basa basi.
"Kamu tuh, kaya ke siapa aja. anggep aja Tante ini Mamah kamu ya . "
Mamahku?
Aku menjadi teringat Mamahku yang sudah lama meninggal. kali ini aku yang terdiam .
" Kamu kenapa Niss?" tanya Indra.
Aku hanya menggeleng sambil menatap Indra.
Akhirnya aku pun diurut oleh Mamahnya Olive.
Saat Mamah Olive mengurut kakiku, Olive muncul kembali.
Menatap Danar dengan penuh kebencian.
Sekarang aku yakin , kalau Danar lah yang membuat Olive celaka .
Tapi-- aku tidak punya bukti untuk mengungkapkan nya.
Indra sedari tadi menatapku heran. pasti dia tau kalau ada hal yang kusembunyikan.
***
" Nah --- gimana sekarang? udah enakkan belum kakinya? "tanya Mamah Olive.
" Wahh Tante--- hebat banget . udah sembuh nih . ajaib deh !!"kataku senang sambil berdiri menatap kakiku yang sudah bisa berjalan seperti sedia kala. Walau masih ada sedikit rasa nyeri, namun ini sudah lebih baik .
Aku memeluk Mamah Olive .
" Makasih ya Tante-- "
" Eh-- bayar donk . makasih doang!!" seru Mamah Olive .
"Oh. Iyaa--- berapa Tante " tanyaku sambil membuka tas hendak mengambil dompet.
" Bayarannya-- Cukup panggil Tante, dengan sebutan Mamah ."
Kata Beliau mengagetkanku.
Aku sempet melongo dibuatnya.
Kaget melihat sikap mamahnya Olive yang welcome sekali kepadaku .
Indra menatap kami dengan senyum merebak di bibirnya .
Aku langsung memeluk Mamah Olive. dan tak terasa air mataku menetes.
"Iya, Mah--- makasih ya ." sambil menyeka air mata yang sudah terlanjur jatuh ke pipiku.
" lhooo kok malah nangis Niss? kenapa? ada yang salah? " tanya Mamah Olive .
Aku menyeka air mataku lalu menggeleng pelan.
" nggak apa apa kok Mah , Aku jadi inget Almarhumah Mamahku ." kembali aku menangis dipelukan Mamah Olive.
" Ya ampun-- mulai sekarang anggep Mamah ini Mamah kamu juga ya. kalau ada apa apa Nisa bisa ke sini . cerita sama Mamah" kata Mamah Olive lembut .
Indra menatapku penuh arti.
berbeda dengan tatapannya saat pertama kami bertemu.
kenapa ya dia ?
"Indra-- jaga nissa . seperti kamu menjaga Olive dulu . kamu harus janji. " pinta Mamah Olive yang diikuti anggukan Indra mantap.
Kami pun pamit pulang. karena hari sudah hampir malam.
Saat di mobil aku masih saja diam. masih memikirkan soal Danar tadi.
Aku sangat yakin, Danar lah pelaku dibalik meninggalnya Olive 2 tahun lalu.
" Kamu kenapa Niss? " Indra seolah tau kegundahan hatiku.
" hmmm-- entahlah, Ndra. aku bingung. " kataku sambil menatap jendela disampingku.
" Kamu tadi ngliatin Danar segitunya-- ada yang kamu tau?"
Tebak Indra.
" Iyaa , aku tau siapa yang bkin Olive kecelakaan. " kataku datar.
" Siapa? jangan bilang itu Danar , Niss . "
" Emang dia ." jawabku santai.
" Kamu yakin ? "
" Olive yang bilang . dan memang tangan Danar yang ada dimimpiku . saat Olive mau kecelakaan ."
" Brengsekkk!!! Kenapa dia sejahat itu sih ." kata Indra kesal sambil memukul setir mobilnya.
" Sabar Ndra-- kita harus cari bukti dulu . "
" iya kamu bener Nis . "
***
Indra mengantarku sampai Kos .
Tapi saat didepan kos ,
Aku melihat sosok bayangan hitam menyeringai kepadaku , walau gelap tapi gigi gigi runcing nya sangat jelas terlihat .
Haduh..!!!
menyebalkan sekali sambutan saat pulang Kos.
Perasaan Dia kan bukan disana biasanya muncul.
duh --- kenapa Dia mesti pindah disitu sih.
"Nisa-- kenapa? " tanya Indra yang melihatku diam sedari tadi . bukannya membuka pintu mobil dan turun lalu masuk ke Kos .
" Eumm, Ndra--- temenin donk masuk ke Kos. ampe depan aja deh. please.." pintaku .
"Ada yang muncul? "sepertinya Indra paham maksudku .
Aku pun mengangguk.
Tanpa disuruh 2 kali Indra turun mengantarku. Dan saat hendak sampai ke pintu Kos . aku mencoba mempraktekkan apa yang kulakukan saat di Kos Indra.
Aku memegang tangan Indra.
Dan benar perkiraanku.
Makhluk itu hilang.
" Ajaib " kataku .
"Apaanya Nis? "
"Entahlah Ndra . ini bener sesuai dugaanku atau cuma kebetulan aja . kalau aku sentuh kamu-- makhluk itu pasti pergi ."
" Hah? masa sih? " Indra nampak tidak percaya.
" Kamu tau, Ndra , semalem itu adalah tidurku yang paling nyenyak . selama beberapa tahun terakhir ini . aku selalu bangun karena keisengan 'mereka' hmmm-- capek ." kataku putus asa.
" Sabar ya Niss. kamu harus kuat, harus berani ngadepin mereka. kamu harus hadapi ketakutan kamu sendiri , kalo ada apa- apa , kamu telfon aku aja ya. " katanya sambil memegang kedua bahuku.
" iya , Ndra . makasih ya-- ya udah kamu mau balik sekarang? "tanyaku .
" Eum-- kamu nggak papa? aku tinggal? " tanya nya balik.
" Heem-- insha Allah nggak apa apa . "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Noonara
percayalah kalo di real life org yg ketabrak malah dikata katain Punya Mata Ga si? Jalan tuh liat2🤣
mau mati kamu? wkwk
2023-07-01
0
Fitri wardhana
indra punya kekuatankah thor??
2022-07-25
0
susan@sunsun
itu hampir sama gadis didesa aku kak.dia bisa melihat hantu.tapi setelah menikah dan sudah melakukan hubungan badan.dia sudah sembuh dan tidak bisa melihat hantu lagi.ternyata sang suami bisa menyembuhkan mata batin sang istri.hingga sekarang dia bisa hidup bahagia dan normal
2022-05-03
1