Tak jauh dari jalan raya, ada sebuah warung. Disana ada beberapa muda mudi yang nongkrong dan bermain gitar sambil menyanyi.
Kupincingkan mataku agar aku bisa melihat lebih jelas. Ah itu..
Pria yang tadi bicara denganku ada disana.
Indra dengan setia mengikutiku.
Saat sudah dekat.
Pria tadi melihat ke arahku.
"Udah kejadian?"tanyanya santai.
"Maksud kamu?"
"Lah kamu kesini ngapain? pasti udah ada kejadian di villa itu kan? udah ada yang kesurupan?"tebakannya sangat tepat.
"Sebenernya villa itu kenapa sih? kok hawa nya aneh. Dan iya, tadi temenku yang kamu peringatin itu, kesurupan."
Dia hanya tersenyum sinis.
"Mending kalian pergi aja deh daripada makin kacau."katanya sambil beranjak akan naik ke motornya.
"Kasih tau dulu.. Villa itu kenapa?"kataku menarik tangannya yang akan mensetater motor.
Dia berhenti lalu mendekat ke arahku. Indra kulihat sudah bersiap jika pria itu melakukan hal buruk padaku. Aku memegang lengan Indra.
"Villa itu angker! Nggak bakal ada yan betah disana. Kamar belakang itu nggak boleh dibuka kan? disana pernah ada orang bunuh diri. Salah 1 penyewa villa dulu. Sampai sekarang dia masih gentayangan.."katanya yang membuat aku bergidik ngeri.
Aku merapatkan diri ke Indra.
Dia langsung pergi setelahnya.
Aku menatap Indra.
"Kita balik ke Villa dulu ya. Nanti bahas sama yang lain, baiknya gimana."saran Indra.
Sampai divilla..
Suasana masih sama seperti tadi. Diteras ada Galih, Rizki dan Feri sedang mengobrol.
Diruang tengah Ferly, Indah dan Danang.
"Guyss.. kita balik sekarang aja deh.." aku tiba tiba mengatakan itu didepan mereka semua.
"Kenapa Niss" Indah menatapku heran.
Lalu Indra menjelaskan yang tadi kami alami.
Aku berjalan ke kamar Vita dan Nindi karena mereka tidak terlihat.
Tapi kosong.
"Ndaaaaahh.. Nindi sama Vita kemana?"tanyaku sambil berteriak.
Mereka mendekatiku.
"Dikamar kok..., "lalu Indah melihat kekamar ternyata kosong.
"Loh kok nggak ada! tadi masih tidur Niss."tambah nya lagi.
Yang lain otomatis ikut merapat kepada kami.
"Cari mereka sampai dapat! Dan balik sekarang juga!"kataku setengah memerintah.
"Mending kalian cewek cewek disini aja. Biar cowok cowok aja yang nyari."saran Indra.
Aku menghentikan Indra yang akan pergi.
"Ndraa. Hati hati ya.. "
"Iya sayang. Kamu juga.. " Katanya membelai rambutku.
"Kita nunggu diteras aja deh" kataku ke mereka.
Kayaknya kalau didalam itu terasa lebih menyeramkan. apalagi tinggal kami bertiga saja disini.
Divilla hanya ada Aku, Ferly dan Indah saja.
"Ndah, kamu pernah denger cerita tentang villa ini nggak?"tanyaku ke Indah.
"Cerita apaan Nis?"
"Apa aja deh soal villa ini?"
Indah nampak berpikir.
"Nggak ada apa apa kok, Om ku cuma bilang, villa nya sepi jadi aku suruh pakai aja."
Aku tertawa kecil.
"Kenapa Nis?"Ferly bingung.
"Iya sepi, Karena ini villa angker"kataku dingin.
"Masa Nis?" Indah malah heran.
Aku menceritakan pertemuanku dengan pemuda tadi.
kulihat Ferly hanya menunduk tanpa ekspresi. Dia agak lain. Seperti bukan dirinya.
"Ferly... Kamu kenapa?"tanyaku.
"Hihihihi.. Kalian sudah tau ya" suara Ferly berbeda dari biasanya. Dia kerasukan.
Indah merapatkan tubuhnya kepadaku.
"Siapa kamu! pergi !"kataku lantang.
"Kalian yang harusnya pergi!" Ferly balik menggertakku.
Ya ampun, bagaimana ini. Mana cuma aku sama Indah aja lagi disini. Sekitarku juga kosong.
Beberapa villa yang letaknya dekat dengan kami ternyata tidak terpakai.
Ferly berdiri berjalan ke arah pantai.
Mau apa dia?
"Hei !! kamu mau kemana?" teriak Indah.
"Gawat Ndah kalau sampai Ferly masuk kelaut. Bahaya Ndah!! " kataku panik.
Kami langsung berlari menyusul Ferly.
Aku menarik tangan Ferly dengan Indah juga, tapi tenaga kami seperti tidak mampu membuat Ferly berhenti.
Aku ambil hp ku..
Aku menelfon kak Yusuf.
"Assalamualaikum.. kakkkkkk"
"Wa alaikum salama niss. kenapa?"
" Ferly l kesurupan.. dia jalan ke laut.. gimana nih Kak, Nisa nggak bisa bawa dia balik.."
"Astagfirulloh haladzim.. bacain ayat kursi sama surat pendek Nis.. hape jangan kamu matiin. Kakak bantu juga dari sini.. Kerasin volume nya biar dia denger.."
Aku segera mengaktifkan speaker ku, terdengar lantunan ayat suci dari kak Yusuf.
Aku juga membantu dengan membaca suratan pendek.
Hp.., ku letakkan di pasir..
Indah juga membantuku membaca surat pendek sebisanya.
Kami sudah basah terkena air laut karena posisi kami sudah dibibir pantai.
Indah makin histeris, dia menangis. Takut, bingung, khawatir dan cemas.
Akupun juga sama takutnya, tapi aku masih berusaha tenang.
Kalau semua panik kan gawat. Tiba tiba ada seseorang yang memegang kepala Ferly sambil membaca ayat suci Al quran.
Ferly berteriak dan tak lama pingsan.
Orang itu seperti seorang ustadz.
Dibelakangnya juga ada beberapa warga dan pemuda yang berbicara denganku tadi.
Aku dan Indah sangat lelah. kami terduduk dipantai. Sambil mengambil nafas panjang.
"Temen kami, ada yang hilang ustadz"
"Sudah ketemu kok mba.. sekarang ada di villa."kata ustadz itu.
Alhamdulillah kalau gitu.
Indra dan Feri berlari ke arah kami.
"Niss..., kamu nggak apa apa kan?" Indra sangat khawatir melihatku.
Begitupun dengan Feri yang menatap Ferly cemas.
"Nggak apa apa Ndra. Cuma capek aja."
Nafasku dan Indah masih terengah engah karena lelah.
Kami lalu kembali ke villa bersama ustadz& warga yang lain.
Sampai di villa ustadz itu masuk berkeliling dan berhenti di kamar yang dibelakang. Lalu sepertinya menyuruh orang2
orang membukanya.
" Ganti baju dulu Nis. Dingin."kata Indra
Aku, Indah dan Ferly masuk ke kamar berganti baju.
Tak lama kami keluar, ustad & beberapa orang warga nampak berdiskusi di ruang tengah.
"Maaf, pemilik villa ini siapa ya?"tanya ustad itu.
"Om saya ustadz."
"Tolong beritau Om nya ya mba.. Kalo diijinkan besok saya rukiyah tempat ini. Biar keadaan jauh lebih tenang."
Indah segera menelfon om nya.
Dan om nya pun setuju. setelah Indah menceritakan kejadian barusan.
"Ya sudah, kami pamit dulu ya mba.. besok saya kembali lagi kesini."kata ustad itu.
"Ustadz, sudah aman belum ya? takutnya balik lagi" Ferly nampaknya masih sedikit trauma dengan yang dia alami barusan.
"Insha Allah sudah aman.. jangan lupa sholat untuk yang muslim.. dan nanti akan ada beberapa yang ikut menginap di sini, untuk jaga jaga saja."
"Iya ustadz, terima kasih.." kata ku.
"Hana, Agus, Beni sama andi tinggal di sini ya."pinta Ustadz.
Mereka yang dimaksud pun menganggukkan kepala.
Pemuda yang kutemui tadi memberikan hp ku yang tadi aku letakkan di pasir. Aku bahkan sampai lupa hp ku kutinggalkan di pantai tadi.
"Tadi ketinggalan di pantai" katanya.
"Makasih ya.."
"Iya, sama sama.." baru kali ini kulihat dia tersenyum. tidak seperti sebelumnya.
Indra mendekat kepada kami.
"Untung tadi aku ketemu Andi Nis.. dia langsung bantuin nyari Vita sama Nindi terus manggil ustadz" terang Indra.
Aku hanya mengangguk lega.
Akhirnya beberapa warga yang tadi membantu kami pulang ke rumah masing masing.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
milk_ch0co
sumpah gua deg' mana lagi sendiri, tapi bagus ada horornya😭🌚
2022-03-24
1
milk_ch0co
sumpah gua deg' mana lagi sendiri, tapi bagus ada horornya😭👍
2022-03-24
1
milk_ch0co
sumpah gua deg' mana lagi sendiri, tapi bagus ada horornya😭👍
2022-03-24
1