Part 10 Kak Adam

Pagi ini Indah menjemputku ke Kos. Dia masih khawatir dengan keadaanku pasca keluar dari Rumah Sakit.

"Kamu yakin mau kuliah, Nis? Nggak istirahat aja di Kos?"

"Kamu Ndah ... kayak nggak tau aku aja. Mana bisa aku istirahat di Kos. Eh iya, lusa aku pindah Kos, Ndah."

"Di mana memangnya?"

"Deket Kampus. Kos tempat Indra juga."

"Cie ... Makin mepet aja nih. hihihi," ledek Indah dengan kekehan kecil.

"Ih ... ketawamu, Ndah. Mirip Tante Kun aja," kataku meledeknya dan berjalan meninggalkan nya.

"Ngaco ah! Pagi pagi ini lho, Nis. nggak usah mulai deh manggil-manggil mereka!" jerit Indah sambil menyusulku berjalan.

***

Sampai Kampus sudah ada Ferly dan Feri. Mereka ini pasangan paling cocok di muka bumi. Ke mana-mana selalu berdua dan dilihat dari nama saja, nama mereka hampir mirip, bukan? Mungkin jodoh?

"Udah sehat, Nis?" tanya Feri.

"Alhamdulillah."

"Gimana ceritanya sih, Nis. kamu bisa berantem gitu?"

Ferly ini temanku dari Zaman SD. Kami juga bertetangga dekat jadi dia sangat paham bagaimana karakterku sejak dulu.

Aku pun menceritakan soal Olive dan semua tragedi di keluarganya. Bahkan setiap detil mimpi dan penampakan sosok itu selama ini. Mereka hanya menanggapi dengan anggukan kepala dan ikut kesal dengan Danar.

Kami pun segera masuk kelas karena sebentar lagi kuliah akan dimulai.

***

"Pulang kuliah makan, yuk. di Cafe biasa," ajak Ferly.

Semua mengiyakan saran Ferly. Kami memang sering hangout bersama sama seperti ini. Bahkan bagai agenda rutin setiap   hari.

Saat keluar kelas. Indah menyenggolku.

"Nis, Abang mu tuh," tunjuk Indah dengan dagunya ke parkiran yang tak jauh dari kami berada. Di sana ada Kak Adam yang sedang duduk di atas motor dengan kaca mata hitam bertenger di hidungnya

"Aku nemuin Kak Adam dulu, ya."

Mereka mengangguk dan pergi meninggalkanku dengan Kak Adam. Aku berlari kecil ke arah pria berjaket kulit di sana. Senyum tipis merebak sepanjang kami saling tatap.

"Kakak udah lama?"

"Baru 20 menit. Udah kelar kuliah? Makan yuk. Kakak lapar," ajak Kak Adam lalu memakai helmnya.

"Traktir tapi."

"Baik, Nona."

Aku segera naik boncengan motor Kak Adam, dia menyukai motor sport. Sehingga saat membonceng Kak Adam aku harus menunduk sambil memeluknya. Kak Adam juga kalau naik motor bagai di arena balap. Memang cita-cita ingin menjadi seorang pembalap hanya saja Papah tidak mengijinkannya. Alhasil saat SMA Kak Adam sering ikut balap liar tanpa sepengetahuan Papah. Saat di jalan aku merasa seperti berpapasan dengan mobil Indra. Tapi karena Kak Adam mengendarai motor dengan cukup kencang, aku tidak bisa memastikan itu Indra atau bukan.

Kami sampai di Restoran seafood favoritku. Kami sekeluarga memang sangat menyukai seafood. Setelah menemukan tempat yang nyaman, kami duduk dan memesan makanan.

Tak butuh waktu lama, makanan pesanan kami datang juga.

"Kakak nginep, kan?" tanyaku dengan melahap nasi dengan lauk lobster saus padang kesukaanku.

"Iya, nginep. Kakak juga lagi cuti nih." katanya sambil menyuap cumi saus padang di hadapannya.

"Asik ... Terus kapan rencana nikah sama Kak Shinta?"

"Bulan depan, Nis. Kamu harus pulang. Awas kalau nggak pulang! Kakak marah!" ancamnya.

"Siap, Bos. Oh iya, lusa aku mau pindah Kos, Kak. nyari yang deket Kampus deh, biar nggak sering telat."

"Oh gitu. Ya udah. Kamu itu aneh, suruh pake mobil, nggak mau. Bawa motor juga nolak. Coba kalau bawa kendaraan sendiri, nggqk bakal repot ke mana-mana nunggu angkutan umum, kan? Dibikin susah sendiri sih."

"Aku masih trauma kali Kak. Belum berani nyetir sendiri."

Aku memang pernah mengalami kecelakaan sewaktu menyetir mobil sendirian. Saat itu tiba tiba ada sosok yang ikut numpang di belakang jok mobilku. Karena kaget, aku oleng dan kecelakaan pun tidak bisa dihindari.

Aku bahkan sampai dirawat 2 minggu di Rumah Sakit. Sejak saat itu aku tidak berani naik mobil sendirian.

Notifikasi pesan di gawai membuat perhatianku teralih, beberapa pesan kubalas sambil terus makan. Saat aku beralih ke beranda, ku melihat status yang baru saja dibuat oleh Indra. Memang hanya sebuah emotion marah dan sedih. Iseng aku mengomentarinya.

[Kenapa, Pak Polisi? Lagi galau, ya. hehe.]

[Biasa aja]

'Hm tumben Indra dingin gini. kayaknya dia beneran lagi bete.'

Ku urungkan niatku membalas nya lagi.

'Biar aja lah. Mungkin dia butuh waktu sendiri.'

Beberapa saat kemudian. Ferly mengirimiku pesan. Dia bilang mereka sedang berkumpul di Alun Alun Kota dan ada Indra juga katanya.

Entah kenapa kalau mendengar nama Indra aku seperti ada hal yang membuatku tersenyum. Aku pun mengajak Kak Adam ke sana.

Setelah Kak Adam membayar makanan tadi, kami naik motor Kak Adam lagi menuju Alun Alun.

Tak butuh waktu lama kami sampai di Alun Alun karena jaraknya memang tidak begitu jauh dari cafe tadi.

Dari kejauhan teman temanku sudah di sana. Berkumpul dengan suara tawa atau teriakan yang cukup kencang. Bahkan dari parkiran keributan yang mereka ciptakan sudah terasa.

Indah rupanya mengajak kekasihnya, Reno. Begitu pula Nindi. Sementara aku mencari-cari sosok yang memang sejak tadi menarik perhatianku. Indra. Ia terlihat lebih pendiam dari yang lain. Tapi kharismanya selalu menarik perhatianku. Terlebih dengan kemeja putih yang dibalut jaket levis yang ia kenakan.

Kak Adam memarkirkan motor tak jauh dari pohon beringin. Kondisi parkiran memang agak lenggang. Feri baru saja membawa dua buah jagung bakar dan pasti untuk Ferli.

" Hai," sapaku ke mereka.

"Lama bener, Bu? Pacaran mulu deh!" ujar Indah sambil melirik Indra.

Wajah Indra terlihat agak masam. Ia selalu menghindari kontak mata denganku. Aneh.

'Tunggu! Jangan bilang dia cemburu.'

"Ngawur! Pacaran kamu bilang? Pasti kalian nggosipin aku nih."

Tawa Indah menguar bersama udara sekitar. Ferli ikut menutup mulutnya dengan lirikan ke arah Indra. "Eh kenapa sih?" tanya Nindi yang sepertinya bingung dengan keadaan ini. Sama sepertiku.

Aku beralih mendekat ke Indra.

"Eh, Indra. Libur? "tanyaku basa basi.

"Iya. Lagi libur," jawabnya dingin.

"Dia nyariin kamu, Nis, dari tadi di Kampus. Pas kamu pergi tadi, dia dateng. Ya udah kita ajak aja ke sini."

"Iya tah? Ada apa? "tanyaku santai.

"Nggak papa kok," katanya sambil melirik ke Kak Adam.

"Oo ... Eh Kak ... Kenalin ini Indra. Indra kenalin ini Kak Adam ... Kakakku."

Kak Adam mendekat lalu mengulurkan tangannya ke Indra. Netra Indra membulat sempurna saat kalimat itu terucap dari bibirku. Ia menatap Kak Adam lalu bergantian padaku. Sementara Indah dan Ferly tertawa puas sekali. Aku yang paham kondisi ini lalu melempar mereka dengan jagung bakar yang ada di gerobak depanku.

"Ih Nisa! Panas tau!" gerutu mereka kesal.

"Salah siapa coba! Kalian ngomong macem macem, ya," hardik ku menghampiri mereka dan mencubit mereka bertubi tubi.

Sementara dua pria tadi malah langsung akrab. Mereka terlibat obrolan diiringi senyum dibibir Indra. Gawai Kak Adam berdering tk lama setelah itu. Ia mendekatkan di telinga lalu menyodorkan padaku. "Papah nelpon."

Awalnya aku menggeleng cepat, berusaha menolak dengan wajah memelas yang dibuat-buat. Tapi benda pipih itu langsung diberikan kak Adam tepat pada telapak tanganku. Alhasil aku pun menerimanya. "Halo, Pah ...." Aku mulai menjauh dari mereka. Mencari tempat yang lebih sunyi karena suara Papah tidak begitu jelas.

"Oke, Pah. Besok Nisa pulang." Tanpa basa basi lagi aku menekan tombol merah digawai Kak Adam. Lalu kembali menyerahkan benda pipih itu pada kakakku.

"Kenapa tuh muka? Berantem lagi?" tanya Kak Adam heran.

"Biasa! Males aku ... kakak tau, kan? Aku nggak suka sama perempuan itu?!" kataku dingin.

"Iya, kakak tau. Tapi setidaknya kita ikuti mau papah. Kasian, Nis, semenjak mamah meninggal, papah belum pernah deket lagi sama perempuan mana pun."

"Aku tau, kak. Tapi nggak sama perempuan sinting itu juga, kan?" jeritku, melirik teman teman yang juga tengah menatap perdebatan kami. "Lina itu nggak cocok buat papah! Dari awal aku nggak suka sama dia. Dia ... aneh! Lagian apa kata orang kalau ibu tiriku seumuran sama aku?! Gila, ya?!" Aku makin jengah jika terus membahas soal Lina. Kuputuskan untuk pergi menjauh. Aku ingin sendiri.

"Nis! Nisa!" teriak Kak Adam memanggilku.

Suaranya keras namun aku tak menghiraukannya. Bahkan saat orang-orang menatapku dan Kak Adam bergantian, aku terus saja berjalan hingga sampai di pohon beringin. Duduk di bangku panjang yang terbuat dari semen. Menikmati semilir angin sepoi-sepoi yang cukup menyegarkan wajahku di hari yang sudah beranjak petang. Senja mulai nampak di ufuk barat, semburat merah kian tersebar di seluruh semesta.

"Nisa ... Aku boleh duduk di sini?" tanya Indra yang kini sudah berdiri di sampingku.

"Heem," aku menyahut tanpa menatapnya. Bahkan netraku terus memperhatikan deretan delman yang sedang menunggu penumpang.

Delman masih sering terlihat di kota ini, walau bukan lagi sebagai angkutan umum, karena lebih sering digunakan untuk wisata keliling kota.

"Kamu tau nggak? Aku pikir Kak Adam itu pacar kamu tadi. Kalian kelihatan mesra banget," katanya sambil sedikit tertawa.

Perkataannya barusan mampu membuatku menarik dua sudut bibirku.

"Kak Adam memang laki-laki baik dan sering memanjakan aku sih. Walau kadang kami suka berantem. Orang-orang yang nggak tau pasti ngira kami pacaran."

"Eum ... maafin aku, ya, Nis. Kemaren aku sempet bentak bentak kamu," kata Indra dengan menundukkan kepala, menatap kedua kakinya yang tengah memainkan pasir di antara rerumputan di bawah kami.

"Ah. Nggak apa-apa, Ndra. Aku juga salah kemaren. Maafin aku juga, ya."

"Nggak salah kok. Wajar kamu emosi. Tapi lain kali jangan bikin kita diambang kematian lagi, ya," sergah Indra, mengacak-acak rambutku, dengan senyum yang dibuat makin lebar. "Ya udah, yuk. Balik ke sana. Kasian Kak Adam. Pasti cemas tuh." Aku mengangguk lalu mengikuti Indra dan berkumpul kembali bersama yang lain.

***

Terpopuler

Comments

Friest Lyiee

Friest Lyiee

kenapa mikir gitu dan buat apa dia ngomong gitu.hmmm🤔Emang dia siapa dan pacaran pun belum😆😆😆🤣

2022-06-04

1

Dewi Nurmalasari

Dewi Nurmalasari

alamat indra cemburu

2022-05-09

1

Hasnah Siti

Hasnah Siti

bagus ceritanya thor...mau lanjut baca lg...

2022-04-16

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1 Bertemu Indra
2 Part 2 Kos Indra
3 Part 3 sosok di kos Indra
4 Part 4 Keluarga Olive
5 Part 5 Danar
6 Part 6 kuliner malam
7 Part 7 Memancing keributan
8 Part 8 Perkelahian
9 Part 9 Case close
10 Part 10 Kak Adam
11 Part 11 POV Adam
12 Part 12 Pindah Kos baru
13 Part 13 Papa
14 Episode 14 pelet
15 part 15 Nembak
16 part 16 Masuk alam gaib
17 part 17 liburan
18 Part 18 Vila angker
19 part 19 Pernikahan Kak Adam
20 Part 20 kencan
21 Part 21 Kepergian Indra
22 Part 22 Pria itu
23 Part 23 Insiden kecil
24 Part 24 cinta segitiga
25 Part 25 Aceh
26 Part 26 New Life
27 Part 27 Kerja
28 Part 28 Mengungkap kasus
29 Part 29 Permintaan Maaf
30 Part 30 Pelet
31 Part 31 Jin penglaris
32 Part 32 Pertunangan Kak Yusuf
33 Part 33 Cemburu
34 Part 34 Kejutan
35 Part 35 Wedding
36 HEI GADIS INDIGO SEASON 2 PART 1 MADU PERNIKAHAN
37 Part 2 Bali
38 Part 3 Anjar
39 Part 4 Davin
40 Part 5 Tragedi
41 Part 6 POV Indra
42 Part 7 kuntilanak di halaman rumah
43 Part 8 Naik gunung
44 Part 9 hotel angker
45 Part 10 Cemburu
46 Part 11 Kecelakaan
47 Part 12 Pemulihan
48 Part 13 Tumbal
49 Part 14 Vila Fergi
50 Part 15 Misteri vila
51 Part 16 kembali ingat
52 Part 17 Back to work
53 Part 18 teman
54 Part 19 kuliner malam
55 Part 20 psikopat
56 Part 21 Maaf
57 Part 22 libur
58 Part 23 nyidam
59 Part 24 sosok di rumah om gunawan
60 Part 25 sosok pendamping
61 Part 26 leak
62 Part 27 Dani oh Dani
63 Part 28 angel kesurupan
64 Part 29 bang toyip
65 Part 30 makan malam
66 Part 31 revan vs angel
67 Part 32 berdamai
68 Part 33 trimester 3
69 Part 34 kelahiran
70 Part 35 rumah
71 Part 36 rumah baru
72 Part 37 holiday
73 Part 38 eyang sastro
74 Part 39 nenek aneh
75 Part 40 keluarga tak kasat mata
76 Part 41 misteri kolam
77 part 42 masuk SD
78 Part 43 tamu malam
79 Part 44 wewegombel
80 Pengumuman
81 TWINS INDIGO (UMMU SIBYAN) [Hei Gadis Indigo season lima]
82 Part 2 Rumah Bu Heni
83 Part 3 misteri rumah Pak Yodhi
84 Part 4 Anak ayam di tengah malam
85 Part 5 Dr. Daniel
86 Part 6 Ummu Sibyan
87 Part 7 Tamu aneh
88 Part 8 gangguan
89 Part 9 belatung di pisang goreng
90 Part 10 Kedatangan Radit
91 Part 11 Terungkap
92 Part 12 Menjemput Danu
93 Part 13 Nek Siti ternyata ....
94 Part 14 Kisah nek Siti
95 Part 15 Makanan menjijikkan
96 Part 16 pengorbanan nenek
97 Part 17 Merihim
98 Part 18 Arkana datang!
99 Part 19 Penemuan mayat di Dusun Kalimati
100 Part 20 Kantor baru
101 Part 21 New Team
102 Part 22 Giska Hilang
103 Part 23 Terjebak di dunia lain
104 Part 24 Rajah
105 Part 25 Pakde Yusuf
106 Part 26 Diculik
107 Part 27 Liburan
108 Part 28 Kesurupan
109 Part 29 Hantu kamar mandi
110 Part 30 Jelmaan, kah?
111 Part 31 keanehan Citra
112 Part 32 siaran ulang
113 Part 32 Flash back
114 Part 33 FLASHBACK FAR FAR AWAY
115 Part 34 FLASH BACK
116 Part 35 Last Part
117 Pengumuman
118 1. Kehidupan yang Baru (Twins Indigo "Aretha Dianah Aryani")
119 2. Desa Alas Purwo
120 3. Rumah Mess
121 4. Kamar Mandi Rusak
122 5. Malam Pertama di Rumah Baru
123 6. Bu Jum
124 7. Membersihkan Rumah
125 8. warung bu Darsi
126 9. gangguan pertama
127 10. ke rumah Pak RT
128 11. Fakta Baru
129 12. Kegaduhan
130 13. Masa lalu Hendra
131 14. Tentang Teteh
132 15. Meminta pertolongan
133 16. Mediasi
134 17. Gangguan di kamar mandi
135 18. wanita berbaju merah
136 19. Anak yang diculik
137 20. Sosok itu Kinanti
138 21. Rasa Penasaran Aretha
139 22. Gangguan di rumah
140 23. Sosok dikamar utama
141 24. curhatan Pak Slamet
142 25. teka teki kematian Keisha
143 26. Kondangan
144 27 Warung Gaib
145 28. Keisha, Kinanti dan...
146 29. Misteri Kematian Keisha
147 30. Teror di kantor Radit
148 Hujan typo
149 31. Terungkapnya misteri kematian
150 32. Fakta baru
151 33. Liya
152 34 kembali ke dusun Kalimati
153 35. Mencari persembunyian Ummu sibyan
154 36. Penemuan mengejutkan
155 37. Melawan Kuntilanak merah
156 38. Tersesat
157 39. Akhir Kisah
158 40. Nasib sial Bu Jum
159 41. Pasukan lengkap
160 42. Godaan alam mimpi
161 43. Tahun 1973
162 44. Rumah Sukarta
163 45. Squad Yusuf
164 46. Aretha Pulang
165 1. KKN di dusun Kalimati
166 2. Keliling desa
167 3. Bayangan di rumah bekas bunuh diri
168 4. Mey kesurupan
169 5 Melapor Pak Kades
170 6. kuntilanak merah
171 7. Cerita Pak Sobri
172 8. sosok di teras rumah kosong
173 9. Patung itu hilang?
174 10. Fendi hilang
175 11. Area Pemakaman yang ramai
176 12. Fendi
177 13. Proker sumur
178 14. Fendi yang di teror terus menerus
179 15. Rencana Daniel
180 16. Fendi Kesurupan lagi
181 17. Kepergian Daniel ke kota
182 18. Derry yang lain
183 19. kegelisahan Armand
184 20. Bantuan datang
185 21. Flashback perjalanan Daniel ke kota
186 22. Menjemput Kyai di pondok pesantren.
187 23. leluhur Armand
188 24. titik terang
189 25. Bertemu Pak Sobri
190 26. sebuah rencana
191 27. Akhir merihim
192 28. Kembali ke rumah
193 pengumuman
194 KKN di desa terpencil (side story hei gadis Indigo)
195 2.Kesurupan
196 3. sosok di sungai
197 4. penunggu belakang
198 5. Tamu istimewa
199 6. YOLA ke mana
200 7. YOLA yang lain
201 8. pencarian
202 9. masuk desa keramat
203 10. curhat
204 11. serangan
205 12. teror di posko
206 13. ciuman pertama
207 14. pak slamet
208 15. Bantuan
209 16 Pak Kus
210 17. Penemuan
211 18. Buket bunga
212 19. ke rumah Pak Ustad
213 20. Mbak Kunti
214 21. kak yusuf and the genk
215 22. Burhan
216 23 boneka misterius
217 24 teror di kos
218 25 the end
219 we are family Indigo (hei gadis Indigo season 3)
220 1. masuk smu
221 2. bioskop
222 3. makrab
223 4. have fun
224 5. aula
225 6. kencan
226 7. pentas seni
227 8. lukisan
228 9 teror di rumah kiki
229 10. rumah sakit
230 11. siswa baru
231 12. eyang prabumulih
232 13. Alya
233 14. Aretha bertemu alya
234 15.cinta segitiga
235 16. maafkan aku Aretha.
236 17. i love you
237 18 restoran baru
238 19. bukit bintang
239 20. ujian
240 21. liburan
241 boom update
242 22. nenek lestari
243 23. jalan jalan
244 24. leak
245 25 rangda
246 26. kencan
247 27. kantor indra
248 28 pasar
249 29 rumah kosong
250 30. misteri
251 31. terjebak
252 32. penyelamatan
253 33. pulang
254 34. tindihan
255 35 exorcisme
256 36.sosok hitam
257 37. demon
258 38 duel
259 39 yusuf
260 40. azis
261 41 bayangan
262 42. ngikut
263 43 kelas 2
264 44. PTA
265 45 lorong bawah tanah
266 46.gendam
267 47 sosok pelindung
268 48. naik gunung
269 49. tamu menginap
270 50. koma
271 51. awal yang baru
272 52 santet
273 53 tersesat
274 54. selamat jalan, temanku
275 55. Last part
276 TAMAT
Episodes

Updated 276 Episodes

1
Part 1 Bertemu Indra
2
Part 2 Kos Indra
3
Part 3 sosok di kos Indra
4
Part 4 Keluarga Olive
5
Part 5 Danar
6
Part 6 kuliner malam
7
Part 7 Memancing keributan
8
Part 8 Perkelahian
9
Part 9 Case close
10
Part 10 Kak Adam
11
Part 11 POV Adam
12
Part 12 Pindah Kos baru
13
Part 13 Papa
14
Episode 14 pelet
15
part 15 Nembak
16
part 16 Masuk alam gaib
17
part 17 liburan
18
Part 18 Vila angker
19
part 19 Pernikahan Kak Adam
20
Part 20 kencan
21
Part 21 Kepergian Indra
22
Part 22 Pria itu
23
Part 23 Insiden kecil
24
Part 24 cinta segitiga
25
Part 25 Aceh
26
Part 26 New Life
27
Part 27 Kerja
28
Part 28 Mengungkap kasus
29
Part 29 Permintaan Maaf
30
Part 30 Pelet
31
Part 31 Jin penglaris
32
Part 32 Pertunangan Kak Yusuf
33
Part 33 Cemburu
34
Part 34 Kejutan
35
Part 35 Wedding
36
HEI GADIS INDIGO SEASON 2 PART 1 MADU PERNIKAHAN
37
Part 2 Bali
38
Part 3 Anjar
39
Part 4 Davin
40
Part 5 Tragedi
41
Part 6 POV Indra
42
Part 7 kuntilanak di halaman rumah
43
Part 8 Naik gunung
44
Part 9 hotel angker
45
Part 10 Cemburu
46
Part 11 Kecelakaan
47
Part 12 Pemulihan
48
Part 13 Tumbal
49
Part 14 Vila Fergi
50
Part 15 Misteri vila
51
Part 16 kembali ingat
52
Part 17 Back to work
53
Part 18 teman
54
Part 19 kuliner malam
55
Part 20 psikopat
56
Part 21 Maaf
57
Part 22 libur
58
Part 23 nyidam
59
Part 24 sosok di rumah om gunawan
60
Part 25 sosok pendamping
61
Part 26 leak
62
Part 27 Dani oh Dani
63
Part 28 angel kesurupan
64
Part 29 bang toyip
65
Part 30 makan malam
66
Part 31 revan vs angel
67
Part 32 berdamai
68
Part 33 trimester 3
69
Part 34 kelahiran
70
Part 35 rumah
71
Part 36 rumah baru
72
Part 37 holiday
73
Part 38 eyang sastro
74
Part 39 nenek aneh
75
Part 40 keluarga tak kasat mata
76
Part 41 misteri kolam
77
part 42 masuk SD
78
Part 43 tamu malam
79
Part 44 wewegombel
80
Pengumuman
81
TWINS INDIGO (UMMU SIBYAN) [Hei Gadis Indigo season lima]
82
Part 2 Rumah Bu Heni
83
Part 3 misteri rumah Pak Yodhi
84
Part 4 Anak ayam di tengah malam
85
Part 5 Dr. Daniel
86
Part 6 Ummu Sibyan
87
Part 7 Tamu aneh
88
Part 8 gangguan
89
Part 9 belatung di pisang goreng
90
Part 10 Kedatangan Radit
91
Part 11 Terungkap
92
Part 12 Menjemput Danu
93
Part 13 Nek Siti ternyata ....
94
Part 14 Kisah nek Siti
95
Part 15 Makanan menjijikkan
96
Part 16 pengorbanan nenek
97
Part 17 Merihim
98
Part 18 Arkana datang!
99
Part 19 Penemuan mayat di Dusun Kalimati
100
Part 20 Kantor baru
101
Part 21 New Team
102
Part 22 Giska Hilang
103
Part 23 Terjebak di dunia lain
104
Part 24 Rajah
105
Part 25 Pakde Yusuf
106
Part 26 Diculik
107
Part 27 Liburan
108
Part 28 Kesurupan
109
Part 29 Hantu kamar mandi
110
Part 30 Jelmaan, kah?
111
Part 31 keanehan Citra
112
Part 32 siaran ulang
113
Part 32 Flash back
114
Part 33 FLASHBACK FAR FAR AWAY
115
Part 34 FLASH BACK
116
Part 35 Last Part
117
Pengumuman
118
1. Kehidupan yang Baru (Twins Indigo "Aretha Dianah Aryani")
119
2. Desa Alas Purwo
120
3. Rumah Mess
121
4. Kamar Mandi Rusak
122
5. Malam Pertama di Rumah Baru
123
6. Bu Jum
124
7. Membersihkan Rumah
125
8. warung bu Darsi
126
9. gangguan pertama
127
10. ke rumah Pak RT
128
11. Fakta Baru
129
12. Kegaduhan
130
13. Masa lalu Hendra
131
14. Tentang Teteh
132
15. Meminta pertolongan
133
16. Mediasi
134
17. Gangguan di kamar mandi
135
18. wanita berbaju merah
136
19. Anak yang diculik
137
20. Sosok itu Kinanti
138
21. Rasa Penasaran Aretha
139
22. Gangguan di rumah
140
23. Sosok dikamar utama
141
24. curhatan Pak Slamet
142
25. teka teki kematian Keisha
143
26. Kondangan
144
27 Warung Gaib
145
28. Keisha, Kinanti dan...
146
29. Misteri Kematian Keisha
147
30. Teror di kantor Radit
148
Hujan typo
149
31. Terungkapnya misteri kematian
150
32. Fakta baru
151
33. Liya
152
34 kembali ke dusun Kalimati
153
35. Mencari persembunyian Ummu sibyan
154
36. Penemuan mengejutkan
155
37. Melawan Kuntilanak merah
156
38. Tersesat
157
39. Akhir Kisah
158
40. Nasib sial Bu Jum
159
41. Pasukan lengkap
160
42. Godaan alam mimpi
161
43. Tahun 1973
162
44. Rumah Sukarta
163
45. Squad Yusuf
164
46. Aretha Pulang
165
1. KKN di dusun Kalimati
166
2. Keliling desa
167
3. Bayangan di rumah bekas bunuh diri
168
4. Mey kesurupan
169
5 Melapor Pak Kades
170
6. kuntilanak merah
171
7. Cerita Pak Sobri
172
8. sosok di teras rumah kosong
173
9. Patung itu hilang?
174
10. Fendi hilang
175
11. Area Pemakaman yang ramai
176
12. Fendi
177
13. Proker sumur
178
14. Fendi yang di teror terus menerus
179
15. Rencana Daniel
180
16. Fendi Kesurupan lagi
181
17. Kepergian Daniel ke kota
182
18. Derry yang lain
183
19. kegelisahan Armand
184
20. Bantuan datang
185
21. Flashback perjalanan Daniel ke kota
186
22. Menjemput Kyai di pondok pesantren.
187
23. leluhur Armand
188
24. titik terang
189
25. Bertemu Pak Sobri
190
26. sebuah rencana
191
27. Akhir merihim
192
28. Kembali ke rumah
193
pengumuman
194
KKN di desa terpencil (side story hei gadis Indigo)
195
2.Kesurupan
196
3. sosok di sungai
197
4. penunggu belakang
198
5. Tamu istimewa
199
6. YOLA ke mana
200
7. YOLA yang lain
201
8. pencarian
202
9. masuk desa keramat
203
10. curhat
204
11. serangan
205
12. teror di posko
206
13. ciuman pertama
207
14. pak slamet
208
15. Bantuan
209
16 Pak Kus
210
17. Penemuan
211
18. Buket bunga
212
19. ke rumah Pak Ustad
213
20. Mbak Kunti
214
21. kak yusuf and the genk
215
22. Burhan
216
23 boneka misterius
217
24 teror di kos
218
25 the end
219
we are family Indigo (hei gadis Indigo season 3)
220
1. masuk smu
221
2. bioskop
222
3. makrab
223
4. have fun
224
5. aula
225
6. kencan
226
7. pentas seni
227
8. lukisan
228
9 teror di rumah kiki
229
10. rumah sakit
230
11. siswa baru
231
12. eyang prabumulih
232
13. Alya
233
14. Aretha bertemu alya
234
15.cinta segitiga
235
16. maafkan aku Aretha.
236
17. i love you
237
18 restoran baru
238
19. bukit bintang
239
20. ujian
240
21. liburan
241
boom update
242
22. nenek lestari
243
23. jalan jalan
244
24. leak
245
25 rangda
246
26. kencan
247
27. kantor indra
248
28 pasar
249
29 rumah kosong
250
30. misteri
251
31. terjebak
252
32. penyelamatan
253
33. pulang
254
34. tindihan
255
35 exorcisme
256
36.sosok hitam
257
37. demon
258
38 duel
259
39 yusuf
260
40. azis
261
41 bayangan
262
42. ngikut
263
43 kelas 2
264
44. PTA
265
45 lorong bawah tanah
266
46.gendam
267
47 sosok pelindung
268
48. naik gunung
269
49. tamu menginap
270
50. koma
271
51. awal yang baru
272
52 santet
273
53 tersesat
274
54. selamat jalan, temanku
275
55. Last part
276
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!