Kami tiba di Villa Om nya Indah. Dengan membawa 2 mobil. Aku, Indra, Ferly, Feri, Indah, Nindi, Galih, Danang, Rizki dan Vita.
Pemandangannya cukup indah.
Banyak pohon kelapa disini. Jadi tidak begitu panas jika siang hari.
"Wah, deket banget sama pantai"kata Ferly sambil berpelukan dengan Feri.
Aku malah menatap ke vila ini.
Hmm.. Kenapa ya? kok gimana gitu ya. Ada yang aneh.
"Kenapa Nis" hanya Indra yang mengerti kegundahan hatiku.
"Eumm.. Nggak apa apa. Aneh aja."kataku ragu.
Indra menggengam tanganku.
"Yuk..., kita masuk. Itu Pak Toni yang jagain villa ini.." Indah menunjuk seorang bapak bapak yang keluar dari villa.
Lalu mengobrol dengan bapak itu sebentar.
Aku berjalan kesamping villa itu. Hawanya kok aneh ya. Tapi..., entahlah.
"Nis, ayok masuk."teriak Indra.
Aku melihat teman teman ku yang lain mulai masuk juga.
Villa ini ada 4 kamar dengan 1 bed yang besar.
"Eum.., kamarnya cuma 4 guysss.. Kita baginya gimana ya? "tanya Indah bingung.
"Jadi ada 2 kamar yang diisi 3 orang.. Aku liat bednya cukup besar.." Indra memberikan ide.
"Ferly, Aku sama Nisa sekamar.."kata Indah
"Aku sama vita ya." Nindi menambahkan.
"Kalau gitu Feri sama Indra sisa nya Danang, Rizki, Galih ya"saran Indah.
Kami menyetujuinya.
Lalu masuk ke kamar masing masing.
Sementara Indah dan Ferly membongkar tas mereka, aku hanya duduk diam melihat sekitarku.
"Oh iya, kita nggak boleh buka kamar belakang ya."tiba tiba Indah angkat bicara.
"Kenapa?"aku penasaran.
"Eum.. katanya gudang, kotor.. Jadi nggak usah dibuka buka."
"Nis, kamu kenapa kok aneh gitu? villa nya nggak aman tah?"tanya Ferly yang paham dengan raut wajahku.
"Nggak tau Fer.., aku ngerasa nggak nyaman aja disini. Tapi nggak tau lah."
"Udah ah, kita kan disini mau refesh, jangan bikin parno gitu ah" rengek Indah.
Tok tok..
Aku membuka pintu. Nindi &
Vita sudah berganti pakaian renang yang seksi sekali.
"Nggak salah tuh Nin? nggak terlalu kebuka tah?"tanyaku.
"Namanya juga baju renang Nis. Yuk kita main kepantai."ajak nya.
Kami pun ikut ke Pantai.
Aku masih memakai baju lengan pendek dan celana pendek selutut.
"Indra.., ikut yuk.."ajakku yang melihatnya sedang membereskan alat pemanggang bersama Feri.
"Nanti ya. Nanti aku nyusul"katanya.
Jadi hanya para ladies yang main di Pantai kali ini. Baguslah, aku nggak rela kalau Indra melihat Nindi dan Vita dengan keadaan seperti tadi.
Pantai tidak terlalu ramai saat ini, ada beberapa orang yang bermain juga dipantai.
Ada juga beberapa villa disini jadi mungkin mereka juga menginap di villa dekat dengan villa kami menginap.
Dikejauhan ada beberapa pemuda dan pemudi yang sepertinya penduduk asli yang tinggal dipinggir pantai ini.
Mereka melihat ke Nindi dan Vita. Mereka memang sangat mencolok dengan pakaian mereka sekarang.
Pemuda pemudi itu mendekat ke arah kami yang sedang duduk di pasir, sambil melihat Vita dan Nindi.
"Kalian nginep divilla itu?"tanya salah satu dari mereka, sambil menunjuk villa kami.
"Iya, kenapa ya? "tanya Indah.
"Hati hati ya. Terutama mereka berdua. Lebih baik pakaian nya yang lebih sopan aja"katanya lagi.
"Maksudnya apa ya?"aku penasaran.
Dia menatapku dalam dalam."nanti juga kamu tau."tambahnya lagi.
Dia pergi bersama teman teman nya begitu saja. Meninggalkan kami dengan berbagai pertanyaan yang masih mengusik pikiranku.
"Nis, mereka ngapain?"Indra sudah ada didepanku.
"Aneh. Mereka nyuruh kita ati ati.. Jangan jangan mereka punya niat jelek nih." ujar Indah.
Aku masih melihat ke arah mereka.
"Bukan ! Bukan itu maksud mereka."kataku.
"Terus kenapa Nis.."
Aku hanya mengangkat kedua bahuku.
ku raih tangan Indra dan berdiri berhadapan dengan nya.
"Main air yuk"ajakku.
Dia hanya tersenyum dan mengikutiku. Sunset yang kulihat begitu memukau. Indra ada dibelakang ku melingkarkan tangannya ke perutku, lalu memelukku dari belakang.
"Ndraa..."aku bersandar di dadanya. Indra memang sangat tinggi atau aku nya ya yang pendek?
"Hmmm..."
"Setelah Olive pergi, kamu deket sama berapa perempuan Ndra, sebelum sama aku?"tanya ku spontan.
Entah kenapa tiba tiba aku ingin bertanya itu.
"Hmm..nggak ada Nis. setelah Olive cuma kamu, ada sih yang coba deketin aku, tapi aku nggak suka. Tapi begitu ketemu kamu, aku langsung suka"
"Masa sih??"
"Kamu kok nggak yakin gitu?"tanya Indra heran.
"Biasanya polisi itu banyak ceweknya" kataku ketus.
"Siapa? itu mungkin beberapa oknum. Polisi yang nggak suka main cewek juga ada lah. Jangan di pukul rata semua polisi gitu donk" gerutunya.
Aku tertawa mendengar Indra.
"Emangnya sejak kapan kamu suka sama aku Ndra?"tanyaku dengan berbalik ke Indra.
"Aku nggak tau sejak kapan. Perasaan itu muncul tiba tiba... yang jelas, makin hari aku makin sayang ke kamu Nisa" katanya sambil merapikan rambutku yang acak acakan karena angin.
Aku memeluknya.
Nyaman..
Kami kembali ke villa saat matahari sudah tenggelam sepenuhnya.
***
Aku memutuskan akan mandi. Lalu sholat maghrib dulu.
Saat akan kembali ke kamar, aku melewati kamar Vita dan Nindi.
Kebetulan agak terbuka sedikit.
Sekilas aku melihat mereka berdiri diam menghadap jendela tapi dibelakang mereka ada sosok wanita berambut panjang.
Aku menghentikan langkahku dan mencoba membuka pintu kamar mereka lebar lebar.
"Nindi... Vita.. Kalian kenapa?"
Makhluk yang dibelakang mereka menengok sambil menyeringai kepadaku.
"Astagfirulloh haladzim.."aku mencoba untuk tidak takut. Aku ingat kata kata kak Yusuf dan Kak Arif.
Mereka mengajariku untuk berani menghadapi makhluk astral itu.
Kutatap dengan berani makhluk itu. Dengan membaca doa dalam hati.
Makhluk itu sama sekali tidak bergeming. Tapi badanku sudah gemetaran.
Hawa disekitarku berubah panas, keringat mengucur didahiku.
"Nisa..."panggil Indra dari depan kamarnya.
Karena aku tidak menanggapi, dia berjalan ke arahku.
Lalu menyentuh bahuku."Nisa.."
Aku tersentak kaget dan kulihat makhluk itu hilang.
Vita dan nindi tergeletak dilantai.
"Tolongin Ndra"
"Astaga..." Indra kaget begitu melihat ke kamar Nindi.
Lalu Indra mencoba memapah mereka berdua naik ke ranjang.
Indah dan Ferly juga sudah ada dikamar ini mencoba menyadarkan Nindi dan Vita.
"Nin... Vit.. kalian nggak apa apa? "
"Ahh... ssstttt... Pusing banget aku"kata Nindi.
"Kalian kenapa bisa pingsan?"tanya Indah.
"Tadi aku ngliat setan Nis."kata Vita merapat kepadaku.
"Kalian ganti baju yang lebih sopan!"kataku sedikit membentak.
Aku berjalan keluar kamar mereka. Aku memang sedikit kesal.
Indra mengejarku.
"Kamu liat apa Nis? cerita ke aku"pintanya.
"Ada makhluk halus di villa ini Ndra... Temenin aku nyari orang orang yang tadi nyamperin aku dipantai ya.."
Indra mengangguk.
Aku harus bertemu mereka. Karena mereka pasti tau alasannya.
Kami berjalan ke arah orang orang tadi pergi .
"Kita nyari kemana Nis? nama aja kita nggak tau"kata Indra.
" Nggak tau Ndra. Tapi aku yakin pasti ketemu"entah kenapa aku seyakin ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Santhy Liem
best story
2021-12-03
2
Suminasa
lebi serem lagi thor biar makin seru
2021-02-09
3
Muzayati
ya aq suka karna crita nya mnarik
2021-01-21
7