JANJI ANDI

Malam itu, Maya dan Aisyah beristirahat di rumah Irma. Mereka merasa sedikit lebih aman dan tenang. Namun, Maya tahu bahwa ini hanya sementara. Dia harus menemukan cara untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan keselamatan Aisyah.

Irma adalah satu-satunya sahabat Maya yang masih setia menemani Maya sampai dengan saat ini. Walaupun usia Irma lebih muda beberapa tahun dari Maya, tapi kedewasaannya dalam pertemanan, membuat keduanya tetap saling menghargai satu sama lain.

Irma memang sudah berkeluarga, ia baru menikah sekitar dua tahun lalu dan belum dikaruniai seorang anak. Hal tersebut, sedikit banyaknya menjadi kesamaan dalam rumah tangga Irma dan Maya.

Pagi berikutnya, Maya bangun dengan perasaan sedikit lebih segar. Dia memutuskan untuk menghubungi Ustaz Fajar lagi dan memberitahukan bahwa mereka akan kembali ke pondok hari ini.

"Ustaz, kami sekarang berada di rumah teman saya, Irma. Dia sangat baik dan membiarkan kami tinggal sementara," kata Maya. "kami mau minta izin untuk kembali ke pondok pesantren hari ini. "

Ustaz Fajar merasa lega mendengar kabar tersebut. "Alhamdulillah syukur lah Maya. ya sudah kembalilah ke sini, tapi. tolong tetap hati-hati. Saya takut kalian masih dikejar oleh suruhan dari paman dan bibi nya Aisya."

Maya mengangguk. "baik . Terima kasih, Ustaz."

Setelah menutup telepon, Maya merasa sedikit lebih tenang. ia berjalan keluar kamar untuk bersiap mandi dan berpamitan pada Irma.

"Pagi ma." Sapa Maya saat melihat Irma yang saat ini sudah ada di ruang makan yang letaknya berhadapan langsung dengan kamar tamu yang di tempati Maya.

Irma tersenyum. "pagi, kamu sarapan dulu ya may. Ajak Aisya juga."

"Makasih Irma, aku mandi dulu ya." ucapnya sambil berpamitan menuju kamar mandi.

Tidak lama, setelah Maya mandi dan bersiap lalu membangunkan Aisya, untuk mandi lalu sarapan bersama, mereka semua berkumpul duduk di satu meja makan bersama.

Irma terlihat bahagia sekaligus khawatir mengetahui keadaan sahabatnya yang selama beberapa hari ini menghilang.

"Jadi kamu balik ke pesantren?" Tanya Irma sambil menikmati sarapan nya pagi ini.

Maya mengangguk. "Aku juga harus pamit hari ini, aku dan Aisya mau balik ke pesantren." ucap Maya.

Irma mengerutkan kening. Terlihat wajah yang khawatir. "Kamu yakin gak mau ketemu Andi dulu?" Tanyanya.

Maya tersenyum sambil menatap wajah sahabatnya itu. "Udah gak ada lagi yang harus aku obrolin sama Andi." ucap Maya lirih. "Sebentar lagi juga mungkin Andi bakal mengirimkan surat cerai."

Irma yang mendengar Maya putus asa, merasa harus bertindak sesuatu. Irma tahu kalau kehidupan pernikahan sahabatnya ini sudah tidak baik-baik saja sejak beberapa tahun ke belakang. Tapi, Irma tidak ingin kalau nantinya terjadi sesuatu hal yang tidak baik pada Maya.

Tok..Tok...

Sarapan pagi mereka terhenti saat mereka mendengar suara pintu depan rumah Irma di ketuk seseorang.

Irma berdiri sambil bersiap untuk pergi ke ruang tamu. Tapi, Maya memintanya untuk kembali duduk.

"Biar aku aja yang bukain." ucap Maya sambil berdiri lalu cepat-cepat keluar.

Irma mengangguk pelan. Wajahnya terlihat khawatir.

Maya terkejut Saat Maya membukakan pintu. Tamu yang datang pagi ini adalah. Andi. Suaminya.

"Maya ..." ucap Andi dengan tatapan penuh harap.

"Mas--Mas Andi." Maya hampir saja ingin menutup kembali pintu ruang tamu rumah Irma saat tahu yang datang adalah Andi.

"May, tolong izinkan aku masuk."

Maya yakin kalau Irma yang memberi tahu kepada Andi.

Dengan perasaan yang berat, dan sedikit keraguan, akhirnya Maya mengizinkan Andi masuk dan duduk di sofa ruang tamu di rumah sahabatnya ini.

...****************...

"Aku minta maaf may. Aku harus kasih tau Andi." Ucap Irma sambil menundukkan wajahnya.

Mereka bertiga sudah duduk berkumpul di sofa ruang tamu. Benar dugaan Maya, Irma lah yang menelpon Andi dan memberi tahukan Andi kalau Maya menginap di rumahnya.

"May, aku janji, aku akan berubah jadi suami yang lebih baik." Ucap Andi memohon. "Asal kamu pulang ke rumah. Tolong may."

Maya terdiam. Sesekali ia menatap wajah Andi dan Irma bergantian. Sementara Aisya, masih di biarkan sarapan di ruang makan. Maya belum memperkenalkan Aisya pada Andi.

"Ibu Maya, Aisy sudah kenyang."

Ditengah keheningan Maya, Aisya akhirnya muncul dan membuat Andi sedikit membuka matanya melihat kedatangan seorang gadis kecil yang memanggil Maya dengan sebutan Ibu.

"I--ini siapa may?" Tanya Andi ragu.

Maya mempersilahkan Aisya duduk di sebelahnya. "Ini Aisya mas. Anak dari pondok pesantren tempat aku menghilang beberapa hari ini." Jawabnya pelan.

"Jadi, kamu serius ingin mengadopsi anak?" Tanya Andi lagi dengan wajah tidak percaya.

Maya mengangkat kepalanya. Menatap wajah suaminya yang saat ini terlihat antara senang dan terkejut.

Andi berdiri dan berjalan menghampiri Aisya. "Nama kamu Aisya?" Ucapnya sambil duduk bersimpuh di depan Aisya yang kebingungan. "Aisya mau jadi anaknya ibu Maya dan papa Andi?"

Maya terkejut mendengar suaminya langsung menerima keberadaan Aisya. "Mas, aku--"

"Aku setuju." Potong Andi sebelum Maya menyelesaikan kalimatnya. "Aku setuju kita adopsi Aisya sebagai anak kita." Andi menatap Maya dan memegang tangan Maya lembut.

Irma yang menyaksikan kejadian ini, bingung. Entah harus sedih atau bahagia.

"Kita pulang sekarang may. Kita urus surat-surat untuk mengadopsi anak ini jadi anak kita. Aku janji aku akan jadi suami, ayah yang baik." Ucap Andi.

Butiran air mata yang menggenang di pelupuk mata seorang Andi, akhirnya meluluhkan kembali hati Maya.

Maya tersenyum sambil membalas ucapan Andi dengan anggukan.

Keduanya saling memeluk, tangis Maya pecah di pelukan Andi. "Mas, kamu janji akan berubah?" Ucapnya sambil terisak.

"Janji, aku janji akan berubah may. Untuk kamu, untuk Aisya."

Jawaban Andi, semakin memperkuat keyakinan Maya.

Setelah drama singkat di depan sahabatnya itu. Maya akhirnya menyetujui untuk pulang kembali kerumah mereka, bersama Aisya yang akhirnya setuju untuk mereka adopsi.

...****************...

Terpopuler

Comments

Riaaimutt

Riaaimutt

kok q ga percaya sama kamu andi..

2024-08-16

0

Soraya

Soraya

jgn percaya sama Andi maya

2024-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Ulang Tahun Pernikahan
2 Permintaan untuk Berpisah
3 Kembali ke Desa
4 Selembar Surat dari Maya
5 AISYAH
6 Perempuan Lain
7 Lunch Box
8 Hampir Bertabrakan
9 Pertolongan Irma
10 JANJI ANDI
11 Makan Malam Keluarga Kecil
12 Notifikasi Pesan Chat Devina
13 Izin Makan Malam
14 FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15 Pagi yang Seharusnya Tenang...
16 PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17 TALAK
18 Kembali Ke Pondok Pesantren.
19 Seperti Langit dan Bumi.
20 PERASAAN RAGA
21 Pengakuan Raga di Depan Andi
22 ... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23 Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24 Pertemuan Keluarga Raga
25 Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26 Persiapan Pernikahan Andi
27 Surat Harta Gono-gini
28 Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29 Versi Eksklusif Raga.
30 Keributan di Store Berlian.
31 Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32 PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33 KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34 Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35 DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36 Panggilan Video Ayah dan Bunda
37 ...
38 Apartemen Mewah
39 Devina di Apartemen Mewah
40 Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41 Kejutan Sebelum Akad Nikah
42 Alhamdulillah SAH
43 Malam Pertama ...
44 TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45 KERICUHAN MAKAN MALAM
46 RUMAH SAKIT JIWA
47 DETEKTIF DADAKAN
48 PERSELINGKUHAN DEVINA
49 Penyesalan yang Terlambat
50 Izin Bertemu Aisya
51 Kehidupan setelah Pernikahan
52 Kehamilan
53 Calon Bapak Muda
54 GAMANG
55 Depresi Devina
56 Drama Baru Bu Ratna
57 Tragedi Pagi Hari
58 Petuah Pak Syuhada
59 Lembayung Senja di Bali
60 KEBIMBANGAN HATI ANDI
61 Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62 MASA LALU ARIN
63 COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64 ANGGARA
65 TITIK TERANG
66 PENANGKAPAN RAGA
67 ANFAL
68 KABUR
69 Overveen
70 Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71 Tes DNA
72 Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73 PEMBUKAAN TUJUH
74 Wellcome Home Amara
75 FOTO-FOTO ANGGARA
76 PERKENALAN CALON IRMA
77 Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78 Kisah Ardhito
79 Eps-79
80 Eps-80
81 Eps-81
82 Eps-82
83 Eps-83
84 Eps-84
85 Eps-85
86 Eps-86
87 Eps-87
88 Eps-88
89 Eps-89
90 Eps-90
91 Eps-91
92 Eps-92
93 Eps-93
94 Eps-94
95 Eps-95
96 Eps-96
97 Eps-97
98 Eps-98
99 Eps-99
100 Eps-100
101 Eps-101
102 Novel Terbaru (Sequel)
103 Eps-102
104 Eps-103
105 Eps-104
106 Eps-105 | EPILOG
107 NOVEL HOROR
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Ulang Tahun Pernikahan
2
Permintaan untuk Berpisah
3
Kembali ke Desa
4
Selembar Surat dari Maya
5
AISYAH
6
Perempuan Lain
7
Lunch Box
8
Hampir Bertabrakan
9
Pertolongan Irma
10
JANJI ANDI
11
Makan Malam Keluarga Kecil
12
Notifikasi Pesan Chat Devina
13
Izin Makan Malam
14
FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15
Pagi yang Seharusnya Tenang...
16
PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17
TALAK
18
Kembali Ke Pondok Pesantren.
19
Seperti Langit dan Bumi.
20
PERASAAN RAGA
21
Pengakuan Raga di Depan Andi
22
... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23
Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24
Pertemuan Keluarga Raga
25
Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26
Persiapan Pernikahan Andi
27
Surat Harta Gono-gini
28
Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29
Versi Eksklusif Raga.
30
Keributan di Store Berlian.
31
Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32
PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33
KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34
Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35
DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36
Panggilan Video Ayah dan Bunda
37
...
38
Apartemen Mewah
39
Devina di Apartemen Mewah
40
Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41
Kejutan Sebelum Akad Nikah
42
Alhamdulillah SAH
43
Malam Pertama ...
44
TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45
KERICUHAN MAKAN MALAM
46
RUMAH SAKIT JIWA
47
DETEKTIF DADAKAN
48
PERSELINGKUHAN DEVINA
49
Penyesalan yang Terlambat
50
Izin Bertemu Aisya
51
Kehidupan setelah Pernikahan
52
Kehamilan
53
Calon Bapak Muda
54
GAMANG
55
Depresi Devina
56
Drama Baru Bu Ratna
57
Tragedi Pagi Hari
58
Petuah Pak Syuhada
59
Lembayung Senja di Bali
60
KEBIMBANGAN HATI ANDI
61
Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62
MASA LALU ARIN
63
COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64
ANGGARA
65
TITIK TERANG
66
PENANGKAPAN RAGA
67
ANFAL
68
KABUR
69
Overveen
70
Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71
Tes DNA
72
Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73
PEMBUKAAN TUJUH
74
Wellcome Home Amara
75
FOTO-FOTO ANGGARA
76
PERKENALAN CALON IRMA
77
Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78
Kisah Ardhito
79
Eps-79
80
Eps-80
81
Eps-81
82
Eps-82
83
Eps-83
84
Eps-84
85
Eps-85
86
Eps-86
87
Eps-87
88
Eps-88
89
Eps-89
90
Eps-90
91
Eps-91
92
Eps-92
93
Eps-93
94
Eps-94
95
Eps-95
96
Eps-96
97
Eps-97
98
Eps-98
99
Eps-99
100
Eps-100
101
Eps-101
102
Novel Terbaru (Sequel)
103
Eps-102
104
Eps-103
105
Eps-104
106
Eps-105 | EPILOG
107
NOVEL HOROR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!