Izin Makan Malam

"Aku minta izin untuk makan malam dengan Devina dan ibu." Ucap Andi sambil menghabiskan sarapannya pagi ini.

Maya dan Aisya yang duduk bersebelahan, menatap mata Andi bersamaan.

"Aku gak akan macam-macam. Aku cuma mau menepati janji ku saja." Andi meyakinkan.

Maya mengembuskan nafasnya pelan. Ia mencoba menerima kenyataan kalau Andi melakukan ini hanya demi ibu nya.

"Ya sudah mas. Aku dan Aisya tunggu kamu di rumah." Jawab Maya sambil menundukkan wajahnya.

Andi tidak bergeming, wajahnya yang hangat semalam saat makan malam, pagi ini berubah dingin. Entahlah apa yang di pikirkan Andi, yang jelas Maya merasa Andi menyimpan banyak sekali cerita di kepalanya yang belum bisa di ceritakannya.

Sarapan yang begitu dingin, sepi dan tanpa obrolan. Andi bahkan tidak menyapa Aisya saat ia berangkat. Padahal, Aisya dan Maya mengantar andi sampai di pintu depan.

...****************...

Hari itu berjalan lambat bagi Maya dan Aisya. Setelah Andi pergi, Maya mencoba menjalani rutinitasnya dengan Aisya, berharap bisa memberikan sedikit normalitas bagi putrinya. Namun, bayangan Bu Ratna dan Devina selalu menghantui pikirannya.

Sore nya, tiba-tiba Maya mendengar Ketukan keras di pintu depan rumahnya yang membuat jantung Maya berdetak lebih cepat. Dia tahu siapa yang datang sebelum dia membuka pintu. Dengan tangan gemetar, dia membuka pintu dan melihat Bu Ratna berdiri di sana, wajahnya penuh kemarahan.

"Kamu! Aku ingin bicara denganmu sekarang," kata Bu Ratna dengan nada memerintah.

Maya mengangguk pelan dan mempersilakan Bu Ratna masuk. Aisya, yang sedang bermain di ruang tamu, langsung merapat ke samping ibu angkatnya, merasa ketakutan dengan kehadiran nenek baru nya.

Bu Ratna duduk dengan angkuh di sofa, tatapannya tajam mengarah ke Maya. "Kamu tahu kenapa aku di sini, bukan?"

Maya menelan ludahnya, mencoba menenangkan diri. "Apa yang bisa saya bantu, Bu?"

Bu Ratna mengejek. "Jangan berpura-pura tidak tahu, Maya. Andi sudah memutuskan untuk menikahi Devina. Dan kamu? Kamu harus pergi dari rumah ini secepatnya. Andi tidak butuh perempuan lemah seperti dirimu lagi."

Maya menundukkan wajahnya, menahan air mata yang hampir keluar. "Bu, saya mohon. Saya dan Aisya... Kami tidak punya tempat lain."

"Masalahmu sendiri," kata Bu Ratna dingin. "Kamu harus pergi. Andi sudah muak denganmu. Devina adalah perempuan yang lebih baik untuknya. Lebih baik kau terima kenyataan ini."

Aisya yang mendengar ancaman itu, menggenggam tangan Maya erat-erat. "Ibu Maya. " bisiknya dengan suara pelan.

Maya memeluk Aisya, berusaha memberikan kekuatan pada anak yang sudah ia anggap sebagai putrinya sendiri.

Bu Ratna berdiri, siap untuk pergi. "Ingat, Maya. Kamu harus pergi sebelum Andi pulang malam ini. Aku tidak peduli ke mana kamu pergi, asalkan kamu tidak ada di sini lagi."

Maya terdiam, ia tidak menjawab apapun sampai ibu mertuanya kembali pergi meninggalkan rumahnya. Meskipun hatinya hancur. Setelah Bu Ratna pergi, Maya tahu dia tidak bisa menunggu lebih lama. Dia harus mencari bantuan.

"Bu, kita pulang ke pondok aja yuk, aku takut nenek datang lagi." bisik Aisya pelan.

Maya tersenyum menenangkan. "Sabar ya nak. Aisya harus kuat. Nenek itu asli nya baik, cuma mungkin sedang banyak pikiran jadi dia marah-marah."

Aisya mengangguk pelan seraya menuntun tangan Maya untuk masuk ke dalam kamarnya.

Ancaman dari ibu mertuanya barusan, setidaknya membuat Maya terpukul. apa yang harus dilakukannya sekarang? Ia ingin memperbaiki rumah tangganya dengan membawa Aisya ke kehidupan mereka. Tapi, Bu Ratna yang menentang, ditambah lagi Andi yang seperti nya belum begitu yakin dengan keputusan ini, membuat dirinya menjadi bimbang untuk ke sekian kali nya.

Setelah menutup pintu kamar Aisya, Maya kembali ke kamarnya, ia mencari ponsel nya, entahlah tiba-tiba hatinya ingin menelepon.

Dengan hati-hati, Maya menelepon Raga, pemuda pondok yang selalu menenangkannya selama ini.

"Assalamualaikum mas Raga." Sapa Maya saat teleponnya diangkat.

"Wa'Alaikum Salam. Ada apa mbak?" Tanya Raga santun.

Maya terlihat gelisah. Hatinya berkecamuk, antara ingin menceritakan semuanya atau mengurungkan niatnya.

"Maaf mengganggu mas. Aku ..." Maya menarik nafas nya pelan. "sepertinya aku harus mengembalikan Aisya ke pondok." Ucap Maya ragu.

"Loh kenapa mbak?" Tanya Raga pelan.

"Kondisi dirumah, tidak memungkinkan, aku takut Aisya malah tambah sedih kalau setiap hari ia harus menerima cacian dari ibu mertuaku."

Raga yang saat itu sedang mengerjakan sesuatu di depan laptop nya, memutuskan untuk meninggalkan meja kerja dan laptopnya. "Begini saja mbak, bagaimana kalau di pikirkan dulu, di bicarakan lagi dengan suami mbak. Nanti InshaAllah saya akan kesana untuk membantu mbak Maya bicara dengan suami nya." Jawab Raga pelan.

Maya terdiam sebentar. Ia tidak ingin membebani pemuda ini sebenarnya. Tapi, saran dari Raga, bisa jadi adalah jalan keluar bagi Maya saat ini.

"Baik mas, nanti saya coba bicarakan dulu dengan suami saya. Sebelumnya terimakasih atas bantuan mas Raga selama ini."

Raga menyandarkan tubuhnya di tiang kayu di depan ruangan kantor di pondok pesantren yang sudah jadi rumah kedua nya selama ini. "Tidak perlu berterima kasih mbak, saya yang harusnya terimakasih sama mbak Maya dan keluarga karena mau mengadopsi dan merawat Aisya."

Maya tersenyum, sampai menganggukkan kepala, seolah raga bisa melihat apa yang sedang di lakukannya. "Sama-sama mas, ya sudah sekali lagi maaf mengganggu waktunya. Assalamualaikum"

...****************...

Bu Ratna turun dari bangku penumpang mobilnya. Supirnya sudah membukakan pintu belakang dan berdiri menyambut tuannya keluar dari mobil.

Dengan langkah yang angkuh, wajah mendongak tanpa rasa empati, ia melewati beberapa orang yang duduk meminta-minta di pinggiran trotoar di sebuah jalan utama di pusat kota.

Kaki nya membawa Bu Ratna ke sebuah cafe elit yang belum begitu ramai sore ini.

Setelah sebelumnya ia melabrak menantu nya karena menganggap Maya sebagai penghalang rencana hubungan antara Andi dan Devina, Saat ini Bu Ratna menyempatkan diri untuk bertemu Devina di sebuah cafe.

Padahal, malam nanti mereka akan makan malam bersama di rumah Devina.

"Tante ..." Teriakan suara dari gadis yang di harapkan akan menjadi istri dari anaknya itu, sontak membuat wajah angkuhnya berubah. Senyum mulai merekah dari bibir merah yang sengaja di pulas oleh gincu mahal yang selalu di beli nya di luar negeri. Entahlah kenapa Bu Ratna ini selalu membeli produk dari luar negeri.

Kekayaan suami nya memang memungkinkan dirinya menjadi seorang wanita sosialita yang akhirnya membawa Bu Ratna ke sebuah pergaulan Hedon yang mengharuskan dirinya selalu tampil sempurna. Terbukti dari wajah nya, walaupun usianya sudah menginjak enam puluh tahunan, tapi penampilan dan wajahnya masih terlihat segar dan glamor.

"Devina ..." Bu Ratna balas menyapa Devina sambil menghampiri gadis cantik yang tingginya sekitar 178 cm dengan kaki jenjang dan kulit yang putih bak salju.

Setelah mereka berpelukan dan memberikan salam dengan cium pipi kiri dan kanan, mereka berdua duduk tanpa basa-basi langsung memulai pokok pembicaraan.

"Papa mama ku sudah ok tan, pesawat mereka datang malam jam tujuh mungkin, jadi mereka bisa ikut makan malam bareng dirumah." ucap Devina sambil memasang wajah ramah.

Begitu juga dengan Bu Ratna. Senyum nya merekah, berbeda sekali dengan tampangnya saat menghadapi menantunya sendiri.

"Syukurlah. Tante sudah gak sabar ketemu orang tua kamu." ucapnya. "Eh, saran Tante sudah di kerjain belum?" tanyanya.

Devina tersenyum sambil mengangkat ibu jari nya. "udah dong tan, kemarin aku udah kirimin makan siang ke kantor mas Andi." jawab Devina.

"Andi itu suka banget di perhatiin. Tante yakin, dia pasti sudah jatuh cinta sama kamu."

"Aku sampai di antar pulang ke rumah loh tan. Padahal aku bawa mobil, jadi mobil aku tinggal di kantor nya mas Andi." Devina terlihat akrab sekali. "Sore nya baru aku balik lagi buat ambil mobil."

"Owalah, effort sekali ya." Bu Ratna mengusap punggung tangan Devina. "Malam ini jangan lupa, gaun yang Tante beliin, kamu pakai. Andi pasti melongo liat kamu pakai gaun itu. Andi itu paling suka liat perempuan pakai gaun warna merah."

"Pasti dong tan..." Devina tersenyum kecil.

Obrolan mereka benar-benar menyatu. Mereka seperti seorang ibu dan anak yang akrab dan saling bercerita satu sama lain. Berkali-kali Bu Ratna memberi tahukan kesukaan anaknya, dan apa saja yang harus di lakukan Devina untuk menarik perhatian Andi.

Devina pun merasa sangat dekat dengan Bu Ratna ini. Keduanya sama-sama punya harapan yang sama. Devina, ingin memiliki Andi, dan Bu Ratna ingin anaknya menikahi Devina. Tapi masalahnya Andi masih sebagai suami sah dari Maya.

"Jadi kalau nanti mas Andi sudah tertarik sama aku, pernikahannya harus menunggu surat cerai mas Andi dulu ya tan?" Tanya Devina.

"Gampang itu. Andi sudah urus perceraiannya. kamu tenang aja." jawab Bu Ratna, wajahnya tertunduk, jelas sekali Bu Ratna menyembunyikan sesuatu.

Devina hanya tahu, kalau rumah tangga Andi sudah tidak harmonis dan Andi sedang mengurus perceraian. Itulah yang diceritakan oleh Bu Ratna.

Padahal faktanya, Maya dan Andi sedang mencoba memulai kembali rumah tangga nya dari awal, dengan kehadiran Aisya. Itulah kenapa Bu Ratna ingin sekali mengusir Maya dan Aisya.

...****************...

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

Devina wanita berpendidikan cantik tapi bodoh knp mau sama suami orang

2024-07-27

0

lihat semua
Episodes
1 Ulang Tahun Pernikahan
2 Permintaan untuk Berpisah
3 Kembali ke Desa
4 Selembar Surat dari Maya
5 AISYAH
6 Perempuan Lain
7 Lunch Box
8 Hampir Bertabrakan
9 Pertolongan Irma
10 JANJI ANDI
11 Makan Malam Keluarga Kecil
12 Notifikasi Pesan Chat Devina
13 Izin Makan Malam
14 FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15 Pagi yang Seharusnya Tenang...
16 PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17 TALAK
18 Kembali Ke Pondok Pesantren.
19 Seperti Langit dan Bumi.
20 PERASAAN RAGA
21 Pengakuan Raga di Depan Andi
22 ... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23 Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24 Pertemuan Keluarga Raga
25 Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26 Persiapan Pernikahan Andi
27 Surat Harta Gono-gini
28 Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29 Versi Eksklusif Raga.
30 Keributan di Store Berlian.
31 Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32 PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33 KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34 Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35 DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36 Panggilan Video Ayah dan Bunda
37 ...
38 Apartemen Mewah
39 Devina di Apartemen Mewah
40 Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41 Kejutan Sebelum Akad Nikah
42 Alhamdulillah SAH
43 Malam Pertama ...
44 TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45 KERICUHAN MAKAN MALAM
46 RUMAH SAKIT JIWA
47 DETEKTIF DADAKAN
48 PERSELINGKUHAN DEVINA
49 Penyesalan yang Terlambat
50 Izin Bertemu Aisya
51 Kehidupan setelah Pernikahan
52 Kehamilan
53 Calon Bapak Muda
54 GAMANG
55 Depresi Devina
56 Drama Baru Bu Ratna
57 Tragedi Pagi Hari
58 Petuah Pak Syuhada
59 Lembayung Senja di Bali
60 KEBIMBANGAN HATI ANDI
61 Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62 MASA LALU ARIN
63 COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64 ANGGARA
65 TITIK TERANG
66 PENANGKAPAN RAGA
67 ANFAL
68 KABUR
69 Overveen
70 Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71 Tes DNA
72 Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73 PEMBUKAAN TUJUH
74 Wellcome Home Amara
75 FOTO-FOTO ANGGARA
76 PERKENALAN CALON IRMA
77 Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78 Kisah Ardhito
79 Eps-79
80 Eps-80
81 Eps-81
82 Eps-82
83 Eps-83
84 Eps-84
85 Eps-85
86 Eps-86
87 Eps-87
88 Eps-88
89 Eps-89
90 Eps-90
91 Eps-91
92 Eps-92
93 Eps-93
94 Eps-94
95 Eps-95
96 Eps-96
97 Eps-97
98 Eps-98
99 Eps-99
100 Eps-100
101 Eps-101
102 Novel Terbaru (Sequel)
103 Eps-102
104 Eps-103
105 Eps-104
106 Eps-105 | EPILOG
107 NOVEL HOROR
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Ulang Tahun Pernikahan
2
Permintaan untuk Berpisah
3
Kembali ke Desa
4
Selembar Surat dari Maya
5
AISYAH
6
Perempuan Lain
7
Lunch Box
8
Hampir Bertabrakan
9
Pertolongan Irma
10
JANJI ANDI
11
Makan Malam Keluarga Kecil
12
Notifikasi Pesan Chat Devina
13
Izin Makan Malam
14
FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15
Pagi yang Seharusnya Tenang...
16
PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17
TALAK
18
Kembali Ke Pondok Pesantren.
19
Seperti Langit dan Bumi.
20
PERASAAN RAGA
21
Pengakuan Raga di Depan Andi
22
... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23
Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24
Pertemuan Keluarga Raga
25
Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26
Persiapan Pernikahan Andi
27
Surat Harta Gono-gini
28
Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29
Versi Eksklusif Raga.
30
Keributan di Store Berlian.
31
Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32
PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33
KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34
Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35
DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36
Panggilan Video Ayah dan Bunda
37
...
38
Apartemen Mewah
39
Devina di Apartemen Mewah
40
Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41
Kejutan Sebelum Akad Nikah
42
Alhamdulillah SAH
43
Malam Pertama ...
44
TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45
KERICUHAN MAKAN MALAM
46
RUMAH SAKIT JIWA
47
DETEKTIF DADAKAN
48
PERSELINGKUHAN DEVINA
49
Penyesalan yang Terlambat
50
Izin Bertemu Aisya
51
Kehidupan setelah Pernikahan
52
Kehamilan
53
Calon Bapak Muda
54
GAMANG
55
Depresi Devina
56
Drama Baru Bu Ratna
57
Tragedi Pagi Hari
58
Petuah Pak Syuhada
59
Lembayung Senja di Bali
60
KEBIMBANGAN HATI ANDI
61
Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62
MASA LALU ARIN
63
COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64
ANGGARA
65
TITIK TERANG
66
PENANGKAPAN RAGA
67
ANFAL
68
KABUR
69
Overveen
70
Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71
Tes DNA
72
Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73
PEMBUKAAN TUJUH
74
Wellcome Home Amara
75
FOTO-FOTO ANGGARA
76
PERKENALAN CALON IRMA
77
Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78
Kisah Ardhito
79
Eps-79
80
Eps-80
81
Eps-81
82
Eps-82
83
Eps-83
84
Eps-84
85
Eps-85
86
Eps-86
87
Eps-87
88
Eps-88
89
Eps-89
90
Eps-90
91
Eps-91
92
Eps-92
93
Eps-93
94
Eps-94
95
Eps-95
96
Eps-96
97
Eps-97
98
Eps-98
99
Eps-99
100
Eps-100
101
Eps-101
102
Novel Terbaru (Sequel)
103
Eps-102
104
Eps-103
105
Eps-104
106
Eps-105 | EPILOG
107
NOVEL HOROR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!