Lunch Box

"Halo mbak, Maya ada di sana?" Tanya Andi pada kakak tertua Maya melalui panggilan telepon.

"Loh, memang Maya kemana?"

"Maya pergi dari rumah mbak, sudah beberapa hari ini."

Rina, kakak Maya mengingat sebuah telepon dari Maya beberapa hari lalu. "beberapa hari lalu, Maya memang menelepon ku. Dia minta tolong untuk tinggal sementara di rumah ku. Tapi, kamu tahu sendiri bagaimana kondisi dirumah ku." Rina menceritakan semuanya. "Apa mungkin dia ada di rumah Tante Dewi?"

"Tante Dewi? Yang tinggal di Surabaya mbak?" tanya Andi pelan.

"iya, Tante Dewi mana lagi."

"Baik mbak, saya akan coba telepon Tante Dewi. Terimakasih informasi nya mbak."

Andi menutup teleponnya lalu segera menghubungi Tante Dewi yang dimaksud. Namun, jawaban yang diterima hanyalah jawaban serupa seperti jawaban Kakak Ipar nya.

Dengan perasaan kecewa dan sedikit khawatir, Andi kembali menjatuhkan badannya di kursi kerja mewah di dalam ruangan pribadinya di kantor.

Andi memang memiliki jabatan yang sudah mapan di kantornya. Gaji nya saja sudah mencapai puluhan juta untuk jabatannya sebagai Manager Area Pulau Jawa.

Kesibukannya di kantor setidaknya membentuk karakter seorang Andi.

Awal pernikahan, dan sejak pacaran, Andi adalah orang yang baik, perhatian dan sangat menunjukan perasaan sayangnya kepada seorang Maya. Bahkan setelah dua-tiga tahun pernikahan mereka. Andi masih menjadi seorang Andi yang baik.

Sifatnya mulai berubah setelah pernikahannya di tahun ke lima. Setelah Andi diangkat menjadi seorang manager Area dan memiliki jabatan yang sangat penting di kantornya. Andi menjadi seorang yang dingin, cuek dan ketus, terutama kepada Maya istrinya.

Tidak jarang Maya sampai harus ketiduran di meja makan atau di sofa ruang tamu, hanya untuk menunggu Andi pulang kerja.

"Kemana kamu may." Gumamnya sambil terdiam menatap sekeliling ruangan.

"Permisi pak."

Lamunannya buyar saat sekertaris pribadinya, mengetuk pintu ruangan dan masuk dengan membawa seseorang di belakangnya.

"Devina?"

Andi terkejut saat melihat Devina yang ikut memaksa masuk padahal, sekertaris nya sudah melarangnya.

"Maaf pak saya sudah melarang ... "

Andi melambaikan tangan, memberi kode kepada sekertaris nya untuk keluar dari ruangannya dan membiarkan Devina masuk.

"Maaf loh kalo aku ganggu." ucap Devina sambil tersenyum menghampiri Andi.

Andi balas senyuman Devina sambil berdiri menyambut Devina yang hari ini terlihat lebih fresh dari kemarin saat mereka pertama bertemu.

"Silahkan duduk Devina." Ucap Andi.

Tanpa ragu, Devina segera mengambil tempat di sofa mewah di dalam ruangan Andi. Agak sedikit kesulitan karena rok mini yang di pakainya, ikut tertarik ke atas saat Devina duduk.

Andi yang menyadari hal itu, segera memberikan sebuah bantal sofa untuk menutupi bagian paha Devina yang putih dan mulus itu. Andi tidak biasa menerima tamu wanita berpenampilan se-berani Devina di ruang kerja nya.

Sebenarnya Andi ini adalah suami yang tidak mata keranjang. Walaupun pernikahan nya di uji dengan masalah keturunan, tapi Andi ini sangat setia awalnya. Ia hanya menghabiskan waktu nya untuk bekerja dan bekerja.

Beberapa kali, teman sekantornya mengajak Andi untuk karaoke atau sekedar melepas penat, dengan di temani wanita-wanita yang di kenal sebagai pemandu lagu di tempat karaoke, tapi Andi selalu menolak ditemani wanita. Tujuannya hanya melepas lelah, berkaraoke lalu pulang. Ia bahkan tidak minum - minuman keras.

"Ada apa Devina? Kenapa tidak mengabari ku terlebih dahulu." Tanya Andi sambil memutar bola matanya. Ia merasa tidak nyaman.

"Maaf mas. Aku cuma kebetulan lewat kantor ini. Kemarin Tante Ratna yang kasih tau kantor kamu ini. Jadi, sekalian aku mampir setelah dari kafe yang ada di seberang kantor kamu ini mas." jawab Devina. Senyumnya tersungging sempurna.

Andi hanya mengangguk kaku.

Yah. Lebih tepatnya Andi adalah pria dewasa yang kaku.

"oh iya mas, aku bawain kamu makan siang, sekalian aku beli tadi di cafe depan." Devina menyodorkan sebuah lunch box mewah yang sengaja ia beli untuk calon suami nya, pikir Devina.

Andi tersenyum. "Repot-repot, padahal sekertaris aku selalu memesankan makan siang rutin. Tapi, terimakasih."

Devina tersenyum puas mendengar Andi yang akhirnya menerima lunch box pemberian nya.

Keduanya belum begitu mencair. Hanya sesekali saling bertemu mata lalu kembali terdiam. Sampai akhirnya, tidak lama kemudian, Devina memutuskan untuk pamit dan membiarkan Andi untuk kembali bekerja.

Devina tahu, kalau keberadaannya hanya akan menambah suasana canggung. Ia harus mencari strategi lain untuk mendekati Andi yang kaku.

"Ya sudah aku pamit pulang ya mas. Jangan lupa di makan lunch box nya." Ucap Devina sambil berdiri.

Andi terlihat kikuk ketika tiba-tiba Devina menarik tangan Andi dan mencium punggung tangannya untuk berpamitan.

Wajah Andi langsung merah. Ia belum pernah di perlakukan seperti ini oleh wanita lain selain istrinya.

"Aku pamit mas. Assalamualaikum ... " ucap Devina sambil mencium tangan Andi dan pergi meninggalkan ruangan Andi dengan senyum.

Sejenak, Andi hanya tertegun melihat punggung Devina yang baru saja berjalan keluar dari ruangannya.

Devina yang sangat cantik, dengan tinggi bak model, kaki yang jenjang, baru saja mencuri perhatian Andi.

"Devina, tunggu."

Tanpa menunggu waktu lagi, Andi mengejar langkah Devina.

Devina mendelik dengan gaya putar badan bak pose peragawati, dan berhasil membuat jantung Andi bergetar saat melihat rambut hitam nan berkilau Devina tersibak. Mirip iklan shampo.

"Kenapa mas?" Tanya Devina yang berhenti dan kembali memutar badannya.

"A-aku antar kamu pulang boleh?"

Devina tersenyum, merasa menang, sambil melirik ke sekitar koridor ruangan yang banyak di penuhi karyawan lain, Devina mengangguk. "Boleh mas. Terimakasih." jawabnya.

Senyum sumringah mekar di wajah Andi. Ia kembali masuk ke ruangannya untuk mengambil jas hitam, kunci mobil dan handphone pribadi yang selalu ia taruh di meja kerjanya, lalu berjalan bersisian dengan Devina.

Andi mulai merasakan ketertarikan pada sosok seorang Devina. Wanita muda yang usianya baru sekitar 25 tahun ini, mulai mendapatkan perhatian Andi.

Andi yang sedari dulu selalu kaku, takluk dengan pesona perempuan muda dengan tinggi yang hampir sejajar dengan Andi ini. Mereka terlihat serasi berjalan bersisian.

Hampir semua mata karyawan yang ada disitu, melihat atasan mereka pergi dengan seorang wanita cantik bak model ini. Padahal sebagian karyawan nya tahu, kalau Andi sudah memiliki istri yang sama cantiknya.

...****************...

Episodes
1 Ulang Tahun Pernikahan
2 Permintaan untuk Berpisah
3 Kembali ke Desa
4 Selembar Surat dari Maya
5 AISYAH
6 Perempuan Lain
7 Lunch Box
8 Hampir Bertabrakan
9 Pertolongan Irma
10 JANJI ANDI
11 Makan Malam Keluarga Kecil
12 Notifikasi Pesan Chat Devina
13 Izin Makan Malam
14 FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15 Pagi yang Seharusnya Tenang...
16 PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17 TALAK
18 Kembali Ke Pondok Pesantren.
19 Seperti Langit dan Bumi.
20 PERASAAN RAGA
21 Pengakuan Raga di Depan Andi
22 ... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23 Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24 Pertemuan Keluarga Raga
25 Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26 Persiapan Pernikahan Andi
27 Surat Harta Gono-gini
28 Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29 Versi Eksklusif Raga.
30 Keributan di Store Berlian.
31 Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32 PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33 KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34 Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35 DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36 Panggilan Video Ayah dan Bunda
37 ...
38 Apartemen Mewah
39 Devina di Apartemen Mewah
40 Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41 Kejutan Sebelum Akad Nikah
42 Alhamdulillah SAH
43 Malam Pertama ...
44 TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45 KERICUHAN MAKAN MALAM
46 RUMAH SAKIT JIWA
47 DETEKTIF DADAKAN
48 PERSELINGKUHAN DEVINA
49 Penyesalan yang Terlambat
50 Izin Bertemu Aisya
51 Kehidupan setelah Pernikahan
52 Kehamilan
53 Calon Bapak Muda
54 GAMANG
55 Depresi Devina
56 Drama Baru Bu Ratna
57 Tragedi Pagi Hari
58 Petuah Pak Syuhada
59 Lembayung Senja di Bali
60 KEBIMBANGAN HATI ANDI
61 Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62 MASA LALU ARIN
63 COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64 ANGGARA
65 TITIK TERANG
66 PENANGKAPAN RAGA
67 ANFAL
68 KABUR
69 Overveen
70 Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71 Tes DNA
72 Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73 PEMBUKAAN TUJUH
74 Wellcome Home Amara
75 FOTO-FOTO ANGGARA
76 PERKENALAN CALON IRMA
77 Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78 Kisah Ardhito
79 Eps-79
80 Eps-80
81 Eps-81
82 Eps-82
83 Eps-83
84 Eps-84
85 Eps-85
86 Eps-86
87 Eps-87
88 Eps-88
89 Eps-89
90 Eps-90
91 Eps-91
92 Eps-92
93 Eps-93
94 Eps-94
95 Eps-95
96 Eps-96
97 Eps-97
98 Eps-98
99 Eps-99
100 Eps-100
101 Eps-101
102 Novel Terbaru (Sequel)
103 Eps-102
104 Eps-103
105 Eps-104
106 Eps-105 | EPILOG
107 NOVEL HOROR
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Ulang Tahun Pernikahan
2
Permintaan untuk Berpisah
3
Kembali ke Desa
4
Selembar Surat dari Maya
5
AISYAH
6
Perempuan Lain
7
Lunch Box
8
Hampir Bertabrakan
9
Pertolongan Irma
10
JANJI ANDI
11
Makan Malam Keluarga Kecil
12
Notifikasi Pesan Chat Devina
13
Izin Makan Malam
14
FOTO PERNIKAHAN (PECAH)
15
Pagi yang Seharusnya Tenang...
16
PUNCAK KEMARAHAN ANDI
17
TALAK
18
Kembali Ke Pondok Pesantren.
19
Seperti Langit dan Bumi.
20
PERASAAN RAGA
21
Pengakuan Raga di Depan Andi
22
... Biarkan Orang Tuamu yang Memberikan Jawaban.
23
Sedikit Rahasia Kecil Seorang Raga.
24
Pertemuan Keluarga Raga
25
Tawaran Direktur Perusahaan Pak Mathew
26
Persiapan Pernikahan Andi
27
Surat Harta Gono-gini
28
Makan Malam Bersama Dua Keluarga
29
Versi Eksklusif Raga.
30
Keributan di Store Berlian.
31
Gaun Pilihan Ibu Syuhada
32
PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA
33
KEBAHAGIAAN DI TENGAH PESTA PERNIKAHAN ANDI DAN DEVINA.
34
Delapan Milyar Untuk Awal Pernikahan Andi
35
DEWAN DIREKSI PERUSAHAAN
36
Panggilan Video Ayah dan Bunda
37
...
38
Apartemen Mewah
39
Devina di Apartemen Mewah
40
Undangan Makan Malam Keluarga Syuhada
41
Kejutan Sebelum Akad Nikah
42
Alhamdulillah SAH
43
Malam Pertama ...
44
TAMU UNDANGAN RESEPSI MAYA DAN RAGA
45
KERICUHAN MAKAN MALAM
46
RUMAH SAKIT JIWA
47
DETEKTIF DADAKAN
48
PERSELINGKUHAN DEVINA
49
Penyesalan yang Terlambat
50
Izin Bertemu Aisya
51
Kehidupan setelah Pernikahan
52
Kehamilan
53
Calon Bapak Muda
54
GAMANG
55
Depresi Devina
56
Drama Baru Bu Ratna
57
Tragedi Pagi Hari
58
Petuah Pak Syuhada
59
Lembayung Senja di Bali
60
KEBIMBANGAN HATI ANDI
61
Gadis Dengan Kulit Sawo Matang
62
MASA LALU ARIN
63
COBAAN PERNIKAHAN RAGA
64
ANGGARA
65
TITIK TERANG
66
PENANGKAPAN RAGA
67
ANFAL
68
KABUR
69
Overveen
70
Penangkapan Andi dan Bu Ratna
71
Tes DNA
72
Hasil Tes DNA | Penyesalan Raga
73
PEMBUKAAN TUJUH
74
Wellcome Home Amara
75
FOTO-FOTO ANGGARA
76
PERKENALAN CALON IRMA
77
Dansa Pertama Irma dan Ardhito.
78
Kisah Ardhito
79
Eps-79
80
Eps-80
81
Eps-81
82
Eps-82
83
Eps-83
84
Eps-84
85
Eps-85
86
Eps-86
87
Eps-87
88
Eps-88
89
Eps-89
90
Eps-90
91
Eps-91
92
Eps-92
93
Eps-93
94
Eps-94
95
Eps-95
96
Eps-96
97
Eps-97
98
Eps-98
99
Eps-99
100
Eps-100
101
Eps-101
102
Novel Terbaru (Sequel)
103
Eps-102
104
Eps-103
105
Eps-104
106
Eps-105 | EPILOG
107
NOVEL HOROR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!