Hari-hari terus berlalu sejak Maya pergi dari rumahnya. Andi mencoba menjalani rutinitasnya, namun bayangan Maya terus menghantuinya. Setiap sudut rumah yang dulu dipenuhi tawa dan kebersamaan, kini terasa kosong dan dingin. Andi merasa bersalah dan bingung, tapi dia tak tahu harus mulai dari mana untuk menemukan Maya.
Sementara itu, Bu Ratna, ibu Andi, memiliki rencana lain. Ia berpikir bahwa yang terbaik untuk Andi adalah melupakan Maya dan melanjutkan hidup dengan wanita yang lebih cocok menurutnya. Suatu sore, Bu Ratna memutuskan untuk memperkenalkan seorang wanita yang menurutnya sempurna untuk Andi.
“Andi, hari ini Ibu mengundang seseorang untuk makan malam bersama kita. Ibu ingin kamu bertemu dengannya,” kata Bu Ratna saat Andi pulang dari kantor.
“Siapa, Bu?” tanya Andi, merasa penasaran.
“Namanya Devina. Dia anak dari sahabat Ibu. Ibu yakin kamu akan suka padanya. Dia cantik, pintar, dan dari keluarga baik-baik,” jawab Bu Ratna dengan nada penuh keyakinan.
Andi hanya bisa mengangguk, meskipun hatinya belum siap untuk bertemu dengan wanita lain. Dia masih teringat pada Maya dan merasa belum bisa melupakan semua kenangan mereka.
Saat malam tiba, Bu Ratna menyiapkan makan malam yang istimewa. Devina datang dengan penampilan anggun dan senyuman manis yang membuat suasana rumah sedikit lebih cerah. Andi menyambutnya dengan sopan, meskipun hatinya tetap berat.
“Selamat malam, Andi. Senang bisa bertemu denganmu,” kata Devina sambil mengulurkan tangan.
“Selamat malam, Devina. Senang bertemu juga,” jawab Andi sambil menjabat tangan Devina.
Mereka duduk di ruang makan yang sudah dihias dengan indah oleh Bu Ratna. Percakapan dimulai dengan canggung, namun Bu Ratna dengan cepat mengambil alih, mencoba mencairkan suasana.
“Andi, Devina ini baru saja menyelesaikan kuliahnya di luar negeri. Dia sangat berbakat dan punya banyak prestasi,” kata Bu Ratna dengan bangga.
Devina tersenyum malu-malu. “Ah, Tante terlalu memuji. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik.”
Andi mendengarkan dengan sopan, namun pikirannya terus berkelana. Dia merasa bersalah karena tidak bisa sepenuhnya hadir dalam percakapan itu. Dalam hatinya, dia masih merindukan Maya dan ingin sekali mencarinya.
Setelah makan malam, Bu Ratna mengajak Devina untuk duduk di ruang tamu. Mereka melanjutkan percakapan tentang banyak hal, sementara Andi mencoba untuk tetap terlibat meskipun hatinya tak sepenuhnya di sana.
Saat Devina pamit pulang, Bu Ratna mengantar sampai ke pintu. “Terima kasih sudah datang, Devina. Kami sangat senang bertemu denganmu. Semoga kita bisa bertemu lagi.”
“Terima kasih, Tante. Saya juga senang bisa bertemu dengan kalian. Selamat malam, Andi,” kata Devina sambil tersenyum.
“Selamat malam, Devina. Hati-hati di jalan,” jawab Andi dengan sopan.
Setelah Devina pergi, Bu Ratna kembali ke ruang tamu dengan senyuman puas di wajahnya. “Bagaimana menurutmu? Devina sangat baik dan cocok untukmu, kan?”
Andi terdiam sejenak sebelum menjawab. “Ibu, Devina memang baik. Tapi... aku masih merasa bersalah tentang Maya. Aku belum siap untuk melupakan semuanya begitu saja.”
Bu Ratna menghela napas. “Andi, Ibu mengerti perasaanmu. Tapi hidup harus terus berjalan. Kamu perlu memberi kesempatan pada dirimu sendiri untuk bahagia. Devina bisa menjadi pasangan yang baik untukmu. Lagipula ibu ingin sekali cepat-cepat menimang cucu.”
Andi tahu bahwa ibunya hanya ingin yang terbaik untuknya, tapi hatinya masih dipenuhi dengan keraguan dan rasa bersalah. “Aku akan mencoba, Bu. Tapi tolong beri aku waktu.”
Bu Ratna mengangguk dengan pengertian. “Baiklah, Andi. Ibu hanya ingin melihatmu bahagia. Ambillah waktu yang kamu butuhkan.”
Malam itu, Andi kembali ke kamarnya dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi, dia merasa bersalah karena tidak bisa sepenuhnya terbuka kepada Devina. Di sisi lain, dia tahu bahwa dia harus mencari Maya dan meminta maaf. Tekadnya semakin kuat untuk menemukan Maya, bagaimanapun caranya.
Dengan hati yang penuh penyesalan dan tekad, Andi mulai merencanakan langkah-langkah untuk mencari Maya. Dia tahu bahwa ini tidak akan mudah, tapi dia siap untuk melakukan apa saja demi memperbaiki kesalahan yang telah ia buat dan menemukan kembali wanita yang ia cintai.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
dzafara dza
nggak jelas si andi ini
2024-12-01
0