🍓🍓🍓
Pagi pukul 08.40 di ruang meeting Perusahaan HK Grup terasa mencekam.
Para kepala Divisi sedang sibuk memikirkan bagaimana cara menjelaskan kinerja masing-masing kepada pemimpin rapat kali ini.
Seorang wanita dengan aura dingin dan sorot mata tajam menatap satu-persatu peserta rapat.
Belum juga pemimpin itu bersuara, mereka semua sudah mengeluarkan keringat dingin. Sebab tau apa yang akan terjadi jika hasil tidak sesuai keinginannya.
Reyna, sesaat setelah tiba di Kantor, para karyawan yang mengenalinya langsung menyapa dan membungkukkan badan.
Ia juga langsung mengatakan agar segera menyiapkan ruang meeting yang harus diadakan tiga puluh menit lagi.
Tidak ada yang tau kalau Reyna akan kembali ke Kantor hari ini. Jadi terlihat kepanikan di wajah orang-orang yang lalai dalam bekerja.
Satu jam lamanya ia tidak bersuara. Hanya mendengarkan penjelasan dari semua kepala Divisi saja.
Telinga nya sibuk mendengar. Sedang tangannya sibuk mencoret tinta diatas kertas putih. Hingga terbentuk sketsa seorang wanita yang memeluk bunga mawar.
Walau terkesan mengabaikan, tapi orang-orang tau jika Reyna sedang mendengarkan.
"Nona, semuanya sudah selesai dengan presentasi nya." Tegur Asisten pribadi Reyna bernama Angga.
Reyna menghentikan lukisannya. Mata tajamnya mengarah ke depan.
"Hanya itu ? Dua tahun aku pergi sepertinya kalian mau membuat Perusahaan ku bangkrut ya. Kalau memang sudah tidak minat bekerja, silahkan angkat kaki." Kata Reyna datar.
Ia bangkit dari kursinya. Tangannya diletakkan diatas meja, dan sedikit membungkukkan badannya.
"Saya tidak bertanya kenapa kalian bisa lalai. Saya hanya ingin mengatakan, perbaiki kinerja kalian. Dan kalian akan dapatkan keuntungan nya. Jika Perusahaan ini bangkrut, kalian juga yang akan kena dampaknya." Kata Reyna menatap satu-persatu orang disana.
"Silahkan kembali ke tempat masing-masing karena sebentar lagi akan ada rapat pemegang saham. Dan untuk Manager keuangan, silahkan serahkan surat pengunduran diri anda dan segera ganti uang Perusahaan yang anda gunakan. Atau akan ada Polisi yang menjemput anda dalam waktu tujuh kali dua puluh empat jam." Sambung Reyna penuh penekanan yang mana membuat semua nya terkejut dengan pernyataan terakhir Reyna.
Termasuk pria muda yang menjabat sebagai Manager keuangan selama setahun terakhir ini. Ia tidak mengenal Reyna, namun kenapa permainan rapi nya bisa diketahui.
"Tapi Nona anda sudah salah..." Kata Manager itu yang ingin mendekati Reyna namun segera ditahan oleh sang Asisten.
"Jika Nona Reyna sudah mengatakan itu, maka lakukan saja. Ia sudah berbaik hati memberi mu pilihan. Jadi jangan buat masalah." Tegas Asisten Angga.
Semua orang sudah keluar dengan berbisik - bisik dan memandang aneh kearah Manager tadi. Tidak menyangka kalau lelaki yang suka tebar pesona pada setiap wanita itu seorang koruptor.
Dan lagi-lagi karyawan lama yang mendengar berita ini, sekali lagi begitu takjub pada Reyna yang dengan cepat menyelesaikan masalah.
"Nona, perwakilan dari beberapa Perusahaan yang akan bekerjasama dengan Tuan Ahmed sudah datang. Apa mereka sudah bisa dipersilahkan untuk masuk ?" Tanya Sinta, Sekretaris lama Reyna.
"Sepuluh menit lagi ya. Tolong suruh OB untuk bersihkan ruang dan siapkan minum."
"Baik Nona." Jawab Sinta sambil berlalu dan menutup pintu.
"Nona tidak apa-apa?" Tanya Asisten Angga yang sejak tadi berdiri disebelah Reyna. Melihat Reyna menarik nafas panjang dan memijat keningnya.
"Apa-apa lah. Kepalaku pening kalau ketemu orang banyak. Apalagi kalau orang tua-tua bau parfum nya menyengat ." Gerutu Reyna yang langsung ditertawakan oleh Asisten Angga.
"Cih !!" Umpat Reyna dengan memutar bola matanya.
Baginya sudah biasa kalau Asisten pribadinya itu menertawai nya atau mengajak nya bercanda.
Karena Reyna yang mengatakan untuk tidak terlalu kaku saat tidak ada orang lain. Jika ada orang lain, Asisten Angga terkenal sama dinginnya dengan sang atasan.
Berbeda dengan Sinta, walau sudah lama bekerja dengan Reyna, Sinta masih merasa kikuk jika bicara santai. Apalagi sekarang perjumpaan pertama setelah Reyna libur panjang.
"Kemana si tua itu ? Apa tidak datang ke Kantor ?" Tanya Reyna ingin tau tentang Tuan Haris.
"Tuan Haris sedang pergi ke Paris bersama Nyonya Arini untuk mendampingi Nona Maretha memamerkan rancangan gaunnya .
Reyna tersenyum sinis. "Mendampingi nya ya.." Gumamnya sambil menerawang jauh.
"Saat aku pergi, apa dia pernah mencari ku untuk mendampingi ku? Apa pernah memikirkan ku, sudah makan atau belum. Bahkan saat aku datang dalam keadaan hamil pun dia tidak mau melihatku. Hingga suami dan putraku tiada pun ia tidak bersedih sama sekali. Papa macam itu..." Ratapnya pilu.
"Nona, percayalah.. Semua kesedihan yang Nona lewati suatu saat akan berganti kebahagiaan. Meski bukan datang dari Tuan Doni. Saya berharap Nona Reyna selalu bahagia setelah ini. Jadi, hal yang membuat Nona Reyna bersedih jangan diingat lagi." Kata bijak Angga setelah beberapa saat terdiam. Membuat Reyna tersenyum sekilas dan memicingkan mata ke arah Asisten nya.
"Tumben bijak ?" Cemooh Reyna.
"Iya, sengaja biar ditraktir makan siang. Sudah lama kita bertiga tidak makan siang bareng semenjak Nona menikah."
Iya deh, kelar meeting kita makan siang bareng. Ajak Sinta juga."
Dulu, saat Reyna keluar dari istana megahnya dan menikah dengan Doni, Angga beberapa kali berkunjung untuk membawakan makanan atau memberi uang. Tentu saja Reyna melarang takut bila Doni akan salah faham. Tapi ternyata Doni dan Angga bisa berteman akrab.
Apalagi sejak Reyna hamil ia jadi sering datang membawa banyak makanan bergizi dengan alasan baru mendapatkan bonus.
Doni tidak tersinggung sama sekali dengan perlakuan Angga. Ia mengatakan hanya ingin membalas kebaikan Reyna saat masih menjadi atasan nya dulu. Dan Doni mengerti.
Tok.. Tok.. Tok..
Bunyi pintu di ketuk dari luar membuat Reyna dan Angga segera berdiri untuk menyambut rekan bisnis nya.
Ia bahkan tidak menyadari kalau OB sudah selesai membersihkan meja dan menyiapkan minuman sebab terlalu asik mengobrol.
"Selamat siang Nona Reyna. Sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabar kamu ?" Sapa Tuan Handoko, salah satu rekan bisnis Tuan Haris.
"Kabar saya baik. Saya harap Om juga seperti itu."
Setelah semua tamu menyapa Reyna, barulah ia menyadari seseorang yang tidak ingin dilihat nya setidaknya untuk hari ini, ternyata ikut menghadiri rapat di Perusahaan nya.
Mereka saling bertatap mata untuk beberapa saat sebelum Reyna yang memutuskan pandangan karena tiba-tiba saja ia dibuat salah tingkah dengan senyum hangat yang terlontar dari orang tersebut.
Happy Reading ❤️❤️
Tolong dukungannya untuk Author ya readers..
🍓🍓🍓
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments