🍓🍓🍓
Akhirnya Reyna bersedia pergi ke Rumah Sakit diantar oleh Arsen. Karena Arsen mengancam tidak mengizinkan nya pergi jika sendiri. Akhirnya mau tidak mau Arsen yang mengantarnya.
Sekarang mereka masih menunggu Dokter yang belum tiba. Reyna mendapat nomor antrian satu. Jadi ia sengaja berangkat diawal agar tidak terlewat.
Mereka duduk bersisian. Ada beberapa pasangan yang sudah datang juga. Sebenarnya Reyna meminta agar Arsen mengantar nya saja. Tidak usah menunggu. Tapi Arsen tidak mau, ia tetap kekeh menunggu Reyna dengan alasan semua pekerjaan nya sudah di kerjakan asisten nya.
Reyna hanya menarik nafas panjang mendengar alasan klise dari Arsen.
"Dokter datang nya jam berapa ya ?" Tanya Arsen agar tidak sepi.
"Tidak tau, mungkin sebentar lagi. Aku kan dapat antrian nomor satu. Makanya datang lebih awal." Jawab Reyna.
"Dulu, kamu periksa disini?" Arsen seperti nyaman bicara dengan Reyna jika Reyna dalam mode santai.
"Hmm" Angguk Reyna.
Sekarang Arsen bingung mau bicara apa lagi. Karena sedari tadi Arsen melihat pandangan Reyna hanya tertuju pada seorang ibu hamil yang perut nya membuncit. Suaminya mengelus perut sang istri dan mereka bicara sambil tertawa.
Reyna menerawang jauh. Tidak terasa, tangannya pun mengelus perutnya juga.
Arsen yang melihat itu menjadi mengerti. Mungkin benar, luka karena kehilangan belum sepenuhnya sembuh dalam hati Reyna.
Tidak lama Dokter datang dan perawat memanggil nama Reyna.
"Reyna.." Tegur Arsen sambil memegang tangan Reyna.
Reyna tersentak kaget dan langsung sadar kalau namanya sudah dipanggil.
Lebih kaget lagi saat Arsen mengikuti nya masuk ke dalam.
"Kamu mau ngapain ?" Tekan Reyna dengan mata melotot.
"Mau temenin kamu lah " Jawab Arsen sambil tersenyum cool.
Reyna sangat jengkel dan malu dibuat nya. Mau tidak mau akhirnya ia mengizinkan Arsen ikut masuk daripada jadi tontonan banyak orang.
Reyna masuk dengan wajah cemberut.
"Selamat datang Nona Reyna. Bagaimana kabar anda ?" Sapa Dokter paruh baya yang sangat ramah. Ia mengingat Reyna karena sejak awal kehamilan hingga saat ini Reyna masih berkonsultasi dengan nya.
"Saya baik Dokter.." Jawab Reyna canggung. Sebab ia merasa tidak nyaman sedari masuk Arsen menggenggam tangan nya.
"Sebelum nya saya ucapkan selamat atas pernikahan anda berdua." Kata Dokter bernama Dewi itu.
Siapa yang tidak tau tentang pernikahan dua anak orang penting dalam dunia bisnis. Bahkan saat pernikahan, kedua keluarga tidak hanya mengundang rekan bisnis saja. Melainkan beberapa orang penting seperti pejabat dan dokter yang ternama.
"Terimakasih Dokter Dewi Ayuningtyas." Jawab Arsen membaca name tag Dokter Dewi.
Sedangkan Reyna hanya tersenyum saja.
"Baiklah. Nona Reyna ada keluhan apa bulan ini ?" Tanya Dokter Dewi memulai sesi periksa nya.
Reyna menjelaskan jika tidak ada keluhan seperti bulan-bulan sebelumnya. Menstruasi nya juga sudah teratur dan ia merasa sehat .
"Rahim anda sudah siap bila akan mengandung lagi Nona. Anda sudah sehat. " Kata Dokter Dewi setelah memeriksa perut Reyna dengan alat USG.
Wajah Reyna memerah karena Dokter Dewi mengatakan hal itu di depan Arsen. Pikiran nya berkelana. Akankah ia memiliki anak dengan Arsen ?
Berbeda dengan Arsen yang menyunggingkan senyum simpul. Entahlah hanya dia yang tau.
Mereka pergi setelah Dokter memberikan saran dan resep vitamin.
"Kamu ke kantor aja, biar aku pulang naik taksi." Kata Reyna saat sudah sampai di parkiran.
"Kenapa ? Aku tidak mau dibilang suami tidak pengertian karena menyuruh istrinya pulang sendiri." Kata Arsen sambil membuka pintu mobil untuk Reyna.
"Plis, berhenti bersikap seolah kamu suami yang mencintai istrinya." Kata Reyna sambil menghentikan tangan Arsen.
Arsen menatap Reyna. Reyna benar, kenapa ia bersikap seperti suami yang baik. Sedangkan ia sudah memutuskan untuk membiarkan Reyna pergi.
"Aku tidak tau kenapa aku harus bersikap baik sama kamu Rey." Ucap Arsen.
"Mungkin kamu hanya merasa kasihan padaku. Seorang perempuan yang jadi janda karena ditinggal mati suami dan anaknya." Jawab Reyna datar.
"Tapi asal kamu tau, dari rasa kasihan mu itu sudah membuat luka yang lebih besar dari lukaku sebelum nya." Kata Reyna terdengar pilu.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyeretmu dalam masalah ku. Waktu itu aku sungguh bingung harus berbuat apa." Jawab Arsen benar-benar merasa bersalah.
"Sudahlah, penjelasan mu hanya membuat ku muak. Sekarang pilih saja. Kamu yang menceraikan aku atau sebaliknya." Tegas Reyna. Kali ini Arsen benar -benar melihat kekecewaan di mata Reyna.
Bunyi telfon Arsen mengalihkan tatapan Reyna. Ia melengos saat menyadari posisinya terlalu dekat dengan Arsen. Dibuka nya sendiri pintu mobil dan ia segera duduk. Sedangkan Arsen sebelah tangan nya masih memegangi pintu.
"Halo Pa Assalamualaikum.." Sapa Arsen.
"Kamu sekarang dimana?"
"Dirumah Sakit, habis anter Reyna check up rutin. Ada apa Pa ?
"Papa mau ke Jepang sekarang. Mama kamu ikut. Papa berharap selama Papa pergi kamu sudah membuat keputusan dengan mengakhiri hubungan kamu dan Anita. Papa mohon sama kamu jangan sakiti Reyna. Buang angan-angan kamu untuk berpisah dengan nya."
"Tapi Pa, Arsen sudah mengambil keputusan seperti yang Arsen katakan semalam." Gusar Arsen.
"Papa tidak mau tau. Ceraikan Anita. Papa dan Mama bukannya tidak menyukai Anita. Tapi dia datang disaat yang tidak tepat Arsen. Papa mohon mengertilah." Tuan Alex masih mencoba bersabar menghadapi Arsen.
"Nanti kita bicarakan lagi Pa. Papa berapa lama di Jepang ?" Arsen sengaja mengalihkan pembicaraan karena sejujurnya ia sangat pusing jika bicara menyangkut pernikahan nya.
"Tidak tau. Bisa seminggu, sebulan, atau setahun." Kata Tuan Alex ngegas. Ia tau kalau Arsen sengaja mengalihkan pembicaraan.
"Yasudah Papa dan Mama hati-hati. Selamat bersenang-senang. Assalamualaikum" Kata Arsen segera mengakhiri telfon nya.
Ia memasukkan ponsel ke dalam saku jasnya. Dan menoleh pada Reyna yang duduk dengan wajah ditekuk .
Arsen hanya tersenyum dan memasangkan sabuk pengamannya.
Reyna sangat terkejut dengan ulah Arsen. Wajah mereka sangat dekat. Membuat Reyna menahan napasnya.
"Bernapas Rey. Aku tidak sedang mencium mu." Goda Arsen yang langsung membuat wajah Reyna merah Semerah tomat.
🍓🍓🍓
Ini Author kasih visual nya Mas Arsen.
Si galak Reyna
Anita yang sabar.
Gimana udah sama dengan khayalan kalian belum ???
Tinggalkan komen yang baik ya teman-teman. Makasih 🫰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Norahsikin Ismail
Lanjutkan lg cite nye
2024-07-28
0