Cemburu

🍓🍓🍓

Mereka tidak menyadari kalau sebenarnya, Anita belum benar-benar pergi. Dia bahkan masih mendengar Reyna yang kekeh meminta cerai karena tidak ingin menyakiti nya.

Dilangkahkan kakinya menuju kamar. Mengunci pintu dan menangis sesenggukan. Sungguh, dia juga tidak ingin seperti ini. Bukannya Anita tidak menyadari kalau ada ketertarikan di mata Arsen untuk Reyna. Tapi dia masih percaya bahwa Arsen tidak akan membuangnya.

"Aku memang perempuan jahat. Aku jadi penghalang kebahagiaan Mas Arsen. Tapi bagaimana lagi, aku juga mencintainya. Rasanya aku tidak sanggup melanjutkan hidup tanpanya. Ya Allah tolonglah hambamu ini." Ratap Anita seorang diri.

Ia menangis diatas kasur. Menenggelamkan wajahnya diantara lutut nya.

Tok tok tok

"Anita.." Panggilan Arsen dan ketukan pintu membuat Anita cepat-cepat berdiri dan mengusap air matanya dengan hijabnya.

"Iya mas.." Jawabnya sambil membuka pintu.

Arsen menatap Anita dengan cemas. " Kamu kenapa ? Kamu nangis ?" Cecar Arsen, sebab ia melihat jejak air mata dan wajah Anita yang memerah.

Anita diam tidak menjawab. Di dalam hatinya bergemuruh. Tatapan nya berubah sendu dan tak lama kemudian kristal bening itu meluncur di pipinya yang halus.

Arsen yang melihat itu segera meraih tubuh sang istri. Mendekapnya erat. Mengelus punggungnya nya yang bergetar karena tidak ada suara dalam tangisannya.

"Maafkan aku kalau tidak sengaja menyakiti kamu." Lirih Arsen ditelinga Anita yang tertutup hijab itu.

Anita hanya menggeleng. Ia masih tidak mampu berkata. Hanya tangisnya yang mewakili, entah perasaan apa yang dirasakannya. Ia pun tak mengerti.

Arsen merasa serba salah. Ia menduga kesedihan Anita ada sangkut pautnya dengan permintaan nya pada Reyna untuk bersikap seperti suami istri yang baik. Mungkin saja Anita cemburu, karena sebagai istri yang disembunyikan membuat nya tidak bisa diakui.

"Mas, kalau.. Kalau.. Kamu mau membebaskan ku sekarang. Insya Allah akan aku terima Mas. Dan semua kebaikan kamu tidak akan aku lupakan seumur hidupku."Kata Anita dengan terbata.

Arsen sangat terkejut. Kenapa tiba-tiba saja Anita bicara begitu.

"Apa maksud kamu Anita ?Aku sama sekali tidak berniat kearah sana. Biarlah semua berjalan apa adanya. Aku akui aku memang laki-laki pengecut tidak mampu menolak keinginan orang tuaku untuk menikahi Reyna. Tapi bukan berarti aku ingin menceraikan kamu." Tutur Arsen penuh kelembutan, dengan masih memeluk Anita di depan pintu.

Tepat setelah Arsen mengatakan itu, Reyna muncul dari arah tangga dan melihat pemandangan yang sebenarnya membuat nya sesak juga .

Ia palingkan wajah ke arah lain dan dengan sengaja menghentakkan kakinya ke lantai. Tapi meski sudah menghentak dengan keras tidak ada suara kaki yang terdengar, dan dia baru menyadari kalau dia cuma pakai sandal bulu.

Lalu membuka pintu dan menutup nya dengan kencang sampai dua orang yang berpelukan itu terjingkat kaget.

Setelah pelukan itu lepas, Anita baru sadar kalau Reyna sudah melihat mereka. Dan dia merasa tidak enak.

"Bagaimana ini Mas.. Reyna pasti berpikir yang tidak-tidak." Katanya gugup.

Arsen memegang tangannya dan menuntun ke kamar. "Sudah, tidak apa-apa. Ayo masuk."

Sedangkan Reyna, sejak masuk ke kamar hatinya jadi gelisah. Tidak bisa duduk, dan mondar-mandir saja. Entah perasaan apa ini. Ini seperti perasaan nya dulu saat Doni sudah waktunya pulang kerja tapi belum sampai dirumah. Dan ia mengira kalau Doni berselingkuh. Entahlah, tapi perasaan seperti itu sungguh dirasakan nya kembali saat melihat Arsen memeluk wanita lain.

"Wanita lain itu, adalah istrinya sendiri. Sadarlah Reyna. Arsen itu bukan milik mu. Jangan tumbuh kan perasaan cemburu dihati ini." Kata Reyna pada dirinya sendiri.

Lelah mondar - mandir, Reyna memutuskan duduk diatas kasur.

Lelah rasanya setiap hari harus adu otot dengan Arsen saat bicara. Meski Arsen yang lebih banyak mengalah. Tapi ia lakukan semua itu bukannya tanpa alasan.

Dia tidak mau berlemah lembut yang nantinya akan menumbuhkan perasaan, jika bukan dirinya maka ia takut Arsen yang jatuh cinta padanya.

Karena Reyna menyadari perasaan cinta dalam diri manusia pasti bisa cepat tumbuh kalau sering bertemu. Dan sepertinya ia mulai merasakannya.

"Kalau saja, Arsen belum menikah..." Gumamnya "Aaah sudahlah, lagi pula dia mencintai istrinya itu. Jadi buat apa aku mencintainya. Sadar Reyna sadar.. Dia bukan milikmu." Tegas Reyna pada dirinya sendiri .

Perasaan itu memang mulai menghampiri nya. Membelai hatinya yang kesepian. Tapi memang benar, secinta apapun ia pada Arsen. Kelak dia akan menyadari kalau memang Arsen bukan hanya miliknya saja. Tapi milik wanita lain. Yang tidak ingin saling menyakiti.

Bunyi telfon disaku membuat nya berdecak. Ia lihat, seseorang yang masih meninggalkan luka di hati nya tapi ia tidak bisa sangat membencinya.

"Papa" Gumamnya membaca nama yang tertera di layar ponsel nya.

"Halo Pa." Sapa nya biasa saja .

"Adikmu kecelakaan Reyna. Bisakah kamu mendonorkan darah buat dia. Di Rumah Sakit sedang kosong. Baru saja dipakai orang. Kasihan dia sedang kritis." Terdengar Tuan Haris seperti tidak meminta tolong melainkan menyuruh.

" Kenapa harus aku ?" Nada bicara Reyna terdengar tidak suka.

"Lalu siapa ? Darah Raka itu sama seperti kamu dan Papa. Papa sedang tidak sehat, Dokter tidak memperbolehkan Papa melakukan donor darah. Sekarang juga kamu datang ke Rumah Sakit. Kami masih di ICU. Papa tunggu." Tegas Tuan Haris tanpa bisa ditolak.

Bukannya meminta tolong dengan memohon, malah memerintahkan seenaknya. Pikir Reyna.

Ia merasa kesal, sebab tak pernah bisa menolak perintah lelaki itu yang sialnya adalah Papanya.

"Bahkan sekarang aku tidak punya kuasa atas tubuhku sendiri." Kesalnya.

Ia bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. Bagaimana pun juga ia harus datang karena memang darah Raka, adiknya dari ayah kandung dan ibu tirinya itu sama dengannya. Bukan dengan ibunya atau Maretha.

🍓🍓🍓

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!