Minta cerai

Mereka makan bersama dengan diam, hanya terdengar suara sendok dan garpu saja. Reyna sama sekali tidak melirik kearah manapun. Hanya fokus pada makanan nya .

Arsen selesai lebih dulu. Dan menunggu kedua istrinya dengan sabar sambil memakan apel yang sudah dikupas oleh Bi Marni.

"Mau bicara apa ?" Tanya Reyna setelah makanan nya habis dan mengakhiri dengan minum air putih.

Arsen dan Anita seketika menoleh padanya.

" Begini, nanti malam Mama dan Papa akan kesini. Aku minta tolong sama kamu supaya bersikap sebagai suami istri pada umumnya." Kata Arsen dengan lemah lembut seperti biasanya.

"Cih..!" Reyna berdecih sambil tertawa sinis.

"Tidak salah bicara begitu ? Suami istri pada umumnya itu seperti apa ?" Ejek Reyna.

Arsen ingin menjawab lagi, tapi tangan Anita meraih tangan Arsen diatas meja sambil mengedipkan mata pertanda agar Arsen diam dulu.

Anita sebenarnya sudah tau alur pembicaraan ini. Karena Arsen sudah bicara di telfon tadi.

Reyna melihat itu. Adegan romantis yang selalu Doni lakukan padanya. Menggenggam tangannya kemudian menciumnya. Sungguh Reyna rindu saat-saat itu.

Reyna masih menatap nanar genggaman tangan sepasang suami istri itu. Perasaannya menjadi tak karuan. Entah apa itu. Tapi ia yakinkan pada hatinya bahwa itu bukan cemburu. Reyna hanya merindu pada kisah yang sudah lalu.

"Reyna, kamu tau.. Sebenarnya aku belum pernah bertemu dengan mertua kita. Dan aku tidak mau Mas Arsen dapat masalah karena aku. Jadi aku benar-benar minta tolong sama kamu supaya kamu bersikap ramah pada Mas Arsen agar tidak menimbulkan kecurigaan. Ada beberapa hal yang tidak kamu tau tentang hubungan kami. Tapi aku janji suatu saat nanti aku akan cerita." Pinta Anita yang sekarang berganti menggenggam tangan Reyna.

Arsen hanya menatap kedua wanita itu tanpa berkomentar. Ia merasa, sebenarnya ia salah mengambil jalan ini. Tapi disisi lain tidak mau mengecewakan orang tuanya terutama sang Papa yang sangat kekeh ingin ia menikahi Reyna.

Reyna membiarkan tangan nya digenggam kakak madunya. Ada perasaan hangat mengalir dihatinya ketika wanita bermata sayu itu memohon padanya.

Sebenarnya Reyna tidak membenci Anita. Hanya ia bingung harus bersikap apa dan bagaimana. Biasanya seorang istri pertama akan begitu kejam dan iri pada istri keduanya suaminya. Tapi, Anita ini berbeda. Ia seakan menganggap Reyna sebagai keluarga yang sangat ia perhatikan keberadaannya.

Reyna bukannya tidak tau kalau Anita selama ini mencoba dekat dengannya. Tapi Reyna sengaja bersikap dingin agar Anita tetap menjaga jarak.

Sejak tau dia adalah istri kedua, perasaan bersalah perlahan mulai merayap dalam hatinya. Padahal ketika baru selesai akad nikah, Reyna bertekad jadi istri yang baik untuk Arsen. Walau dihatinya tetap lah Doni yang masih bertahta.

"Kenapa Arsen menyembunyikan kakak ? Apa pernikahan kalian tidak direstui?" Tanyanya dengan tatapan tajam.

Arsen dan Anita saling berpandangan. Tidak tau mau menjawab apa. Atau memang belum waktunya bicara.

"Apa aku cuma dijadikan tameng oleh kalian ?" Cercanya.

"Tidak Rey, tidak begitu." Jawab Arsen cepat.

Anita menjauhkan tangan nya dari Reyna dan menunduk. Matanya sudah berkaca-kaca. Anita juga sama, merasakan perasaan bersalah yang teramat pada Arsen. Ia sudah terlanjur nyaman, sangat takut menjauh dari suaminya tersebut.

"Mas Arsen bicara saja dengan Reyna. Aku ke kamar dulu." Pamit Anita.

"Aku duluan ya Rey." Masih sempat menegur Reyna agar Reyna tidak merasa bersalah.

Reyna hanya diam dan menatap kepergian Anita. Tidak ada niatan untuk bicara apa-apa. Lebih baik menunggu laki-laki ini saja yang bicara, pikir Reyna.

"Aku akan tidur dikamar kamu mulai malam ini. Dan akan berganti dikamar Anita selama satu Minggu. Begitu seterusnya. Aku mohon kamu hargai keputusan ku Reyna." Tegas Arsen.

"Kenapa harus menyembunyikan pernikahan kalian ?" Tanya Reyna tak kalah tegasnya sambil menyilangkan tangan didepan dadanya.

"Apa menurutmu kamu, orang tuamu tidak tau pernikahan ini? Jangan konyol Arsen. Siapa yang tidak tau Tuan Alex Megantara. Meskipun Papamu selama ini diam bukan berarti tidak tau apa-apa. Mungkin saja dia masih menunggu kejujuran kamu. Dan aku, aku seperti wanita jahat yang merebut kebahagiaan wanita lain. Tidak ada wanita yang benar-benar rela suaminya berbagi kasih dengan wanita lain. Tidak ada. Maka dari itu putuskan untuk segera menceraikan ku atau aku sendiri yang akan mengajukan gugatan. Aku beri kamu waktu dua minggu. Aku tidak mau dalam hati ku semakin tumbuh kebencian padamu. Sungguh aku tidak mau." Ucap Reyna dengan nada tenang. Arsen menyadari, Reyna bicara seperti ini ketika sehari setelah mereka menikah. Kemudian saat tau Arsen sudah punya istri lain sikapnya langsung berubah.

Seolah tersihir dengan perkataan Reyna, Arsen masih termenung. Ada benarnya juga perkataan istrinya itu. Kenapa Arsen tidak berfikir bahwa mungkin saja Papanya tau tentang Anita. Hanya masih menunggu kejujuran nya.

"Aku tidak mau mengecewakan Papa. Papa dan Mama sangat berharap kamu jadi menantu mereka. Aku berjanji akan memperlakukan kalian dengan adil. " Pinta Arsen.

Reyna tertawa. Tapi pandangan matanya begitu menusuk

" Kalau kamu mencintainya, jangan hadirkan wanita lain dalam rumah tangga kalian Arsen."

"Kamu tidak tau yang sesungguhnya!" Sangkal Arsen.

"Sesungguhnya kamu laki-laki yang tidak bersyukur. Tidakkah kamu memikirkan perasaan Kak Anita. Aku saja yang istri keduamu merasa sakit hati dengan perlakuan mu menikah lagi. Apa lagi dia yang jelas tersakiti dengan pernikahan ini.!" Kata Reyna menaikkan nada bicaranya.

Air mata menetes disudut matanya. Bukan tidak mungkin Reyna kelak akan memiliki perasaan pada Arsen. Apalagi suaminya itu sangat tampan dan baik hati. Tidak pernah sekalipun memarahinya meski Reyna sengaja memancing perkara.

Dan sebelum perasaan itu berkembang,. Ia ingin mengakhiri.

"Aku dan Anita..." Tidak sampai di dasar hati Arsen meneruskan kata-katanya. Ia memilih mengunci rapat mulutnya sebelum perkataan itu didengar oleh Reyna .

Reyna tidak memaksa, mungkin saja sangat sulit bagi keduanya menceritakan yang sebenarnya. Lagipula dia tidak kepo terhadap hubungan Arsen dan Anita. Yang dia mau hanya lepas dari pernikahan konyol ini.

Reyna bangkit dan melangkah kakinya menuju kolam renang. Ia ingat belum membereskan lukisan yang dibuat nya tadi .

🍓🍓🍓

Masih satu bab dulu ya teman-teman. Kadang pikiran lagi buntu juga. Jadi minta tolong dukungan nya ya, biar semangat up tiap hari 🫰

Happy reading ♥️ ♥️

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!