Reyna dan pemikirannya

🍓🍓🍓🍓

Reyna berdiri mematung di depan kamar Anita. Pakaian nya sudah rapi. Ia memakai dress dibawah lutut berwarna biru muda motif bunga-bunga. Dia juga memakai jaket jeans crop.

Dengan flatshoes berwarna krem yang melengkapi penampilannya.

Tangannya terangkat ingin mengetuk pintu kayu itu. Tapi sudah beberapa menit ia urungkan niatnya.

"Kira-kira sedang apa mereka ya ?“ Gumamnya pelan.

"Kalau mereka sedang melakukan hal yang iya-iya kan aku jadi ganggu." Pikir Reyna resah dan bingung. Tidak mau mengganggu pasangan yang sepertinya sedang menyelesaikan masalah dengan berperang diatas ranjang.

Reyna mengira mungkin Anita dan Arsen sedang bertengkar. Dan Arsen mencoba minta maaf pada istrinya. Sebab yang ia lihat Arsen begitu erat memeluk Anita. Seakan mencoba menjelaskan sesuatu.

"Kalau aku tidak berpamitan aku takut celaka dijalan. Dulu kan aku pernah gitu, tidak pamit sama Doni tau-tau ban nya bocor dijalan tol. Huuhh sebel deh. Gimana ini!" Gerutu Reyna sambil berkacak pinggang.

Lelah dengan pikiran yang tidak pasti, dan tentunya dengan wajahnya yang memerah karena pasti akan malu sudah mengganggu aktivitas pasutri. Reyna bulatkan tekat mengetuk pintu.

Tok tok tok

Setelah beberapa menit tidak ada jawaban, Reyna masih diam. Sudahlah lebih baik berangkat saja pikirnya.

"Benarkan aku mengganggu." Lalu ia memutar tubuhnya dan akan melangkah barulah terdengar pintu terbuka dari dalam. Menampakkan Anita yang cantik mengenakan mukenah berwarna putih berenda. Senyum tak lupa menghiasi wajahnya.

"Reyna, ada apa ?" Tanya Anita. Karena tidak biasa nya Reyna mendatangi kamarnya. Sebenarnya Anita juga merasa was-was. Takut bila Reyna akan membahas soal pelukan Arsen tadi. Sebenarnya sah-sah saja seorang suami memeluk istrinya. Tapi bagi Anita ada rasa segan dihatinya pada istri suaminya yang lain. Yang Anita tau sampai saat ini Arsen belum juga menyentuh Reyna sebagai seorang istri.

"Arsen ada ?" Tanya Reyna to the point. Tidak mau basa basi dan tentunya memasang wajah datar setelan pabriknya.

"Itu, Mas Arsen sedang tidur. Biar aku bangunin dulu ya." Jawab Anita sambil menggeser tubuhnya, memperlihatkan Arsen yang terbaring telentang dengan masih memakai kemeja yang beberapa kancingnya sudah dibuka.

"Eh tidur ya?" Kata Reyna yang membuat pikiran nya bercabang kemana - mana.

"Yasudah tolong kakak bilangin kalau aku mau ke Rumah Sakit. Adikku kecelakaan dan butuh donor darah. Jangan dibangunin kasihan kan baru datang." Ucap Reyna dengan pelan tidak mau kalau Arsen mendengar suara yang biasanya nyaring itu.

"Oh, beneran? Mungkin kalau Mas Arsen bangun dia bisa anter kamu Rey..!" Saran Anita.

"Tidak usah, aku tidak suka merepotkan. Aku pergi dulu. Assalamualaikum." Ucap Reyna meninggalkan Anita dengan buru-buru.

"Padahal kan tidak ada kata merepotkan untuk suami yang membantu istrinya ." Gumam Anita melihat kepergian Reyna.

Reyna menuruni anak tangga dengan tenang. Ia merasa fikiran nya aneh-aneh saja akhir-akhir ini. Entahlah ia sendiri juga bingung.

Keluar dari pintu menuju garasi. Ia menaiki mobilnya sendiri. Mobil sport keluaran lama yang harganya masih sangat mahal. Itu mobil yang dibelinya dua tahun lalu dengan uangnya sendiri saat bekerja di perusahaan HK grup, milik sang Papa.

Dua puluh menit perjalanan sudah sampai di sebuah Rumah Sakit besar langganan keluarganya. Yang pasti tarifnya sangat mahal karena perawatan dan obatnya sangat bagus.

Berjalan agak cepat Reyna menuju ruang ICU yang sudah diketahui dimana letaknya. Setelah memarkirkan mobil mahal nya di basement Rumah Sakit.

Dari kejauhan tampak Papanya, Mama Arini dan Maretha yang sama- sama menatap kearahnya.

Tatapan Maretha sangat sinis dan tajam. Menandakan ketidaksukaan pada saudara tirinya itu.

"Lama sekali kau kesini. Sengaja mau buat Raka tidak tertolong." Bentak Mama Arini yang tidak dipedulikan oleh Reyna.

"Memang nya aku peduli? Toh dia juga tidak peduli padaku." Jawab Reyna sebal .

"Rey, sudah jangan memancing emosi. Mamamu dari tadi ketakutan melihat keadaan Raka. Kenapa baru sekarang datangnya." Ujar Papa Haris mendelik tajam.

Bukannya takut dan tidak mau membalas, tapi sekarang rasanya Reyna malas berbicara yang tidak perlu pada keluarganya. Termasuk Raka, walaupun darah mereka sama dan dari ayah yang sama pula, tapi beberapa tahun ini Maretha sudah mendoktrin Raka untuk tidak dekat dengan Reyna. Jadilah sampai sekarang berumur enam belas tahun Raka tidak pernah dekat dengan Reyna. Hanya sesekali melirik jika berpapasan.

Dulu sewaktu kecil mereka sangat dekat. Raka memang lebih dekat dengan Reyna yang sangat senang memiliki adik baru. Berbeda dengan Maretha yang tidak terlalu peduli mau punya adik atau tidak. Tapi lama- kelamaan kedekatan mereka membuat Maretha iri juga. Maretha memang tidak bisa dekat karena sikapnya yang acuh dan bisanya hanya memerintah saja, membuat Raka lebih nyaman dengan Reyna.

Namun, ketika mulai beranjak remaja, entah apa yang Maretha katakan pada Raka, perlahan Raka mulai menjauh dari Reyna hingga saat ini bagai orang asing meskipun tinggal satu rumah.

Reyna sebenarnya merasa sedih. Tapi biar saja pikirnya. Jika nanti Raka sudah dewasa, ia pasti bisa berpikir sendiri dan memutuskan mana yang benar.

"Aku akan mendonorkan darah, tapi dengan syarat. Aku mau saham 50 persen di HK Grup." Kata Reyna dengan santainya.

"Apa ?" Sontak Mama Arini dan Maretha sangat terkejut. Begitu pun Papa Haris. Wajahnya memerah, namun sebisa mungkin ia tahan emosinya. Mengingat hanya Reyna saat ini yang bisa dan paling cepat mendonorkan darahnya.

"Kamu gila Rey. Adikmu sekarat didalam, tapi kamu malah minta saham perusahaan 50 persen? Kamu taruh dimana otakmu ?" Sengit Maretha penuh penekanan. Walaupun dia tidak tertarik pada perusahaan, tapi dia tahu jika dengan saham sebanyak itu bisa menjadikan Reyna kaya raya tanpa bekerja.

"Terserah. Pilihan ada di tangan Papa. Aku sudah berumur dua puluh tujuh tahun. Aku rasa sudah waktunya aku menikmati hasil kerja ku di masa dulu. Lagipula yang ku minta adalah milik Nyonya Amartha, Mama kandung dari Reyna Putri Mahendra." Tegas Reyna menampakkan wajah arogannya.

🍓🍓🍓

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!